Rangkuman Berita Utama Timur Tengah, Sabtu 20 Desember 2025

Jakarta, ICMES. Serangan artileri Israel menghantam sebuah sekolah di Kota Gaza, menggugurkan sejumlah warga Palestina.

Amnesty International menyerukan kepada pemerintah untuk mencegah kapal kargo milik Jerman yang membawa komponen militer menuju Israel berlabuh di pelabuhan mereka, dan memperingatkan bahwa pengiriman tersebut berisiko berkontribusi pada genosida dan kejahatan serius lainnya berdasarkan hukum internasional.

Yaman, khususnya ibu kota Sanaa, diwarnai demonstrasi besar-besaran yang melibatkan jutaan warga yang mengutuk penistaan Al-Quran, menyusul pernyataan ofensif seorang kandidat Senat AS.

Berita selengkapnya:

Gedung Sekolah di Gaza Diserang Israel, Sejumlah Warga Palestina Gugur

Serangan artileri Israel menghantam sebuah sekolah di Kota Gaza, menggugurkan sejumlah warga Palestina, Jumat (19/12).

Serangan itu menghantam sebuah sekolah di dekat Rumah Sakit Mohammad al-Durra, sebelah timur lingkungan al-Tuffah, menurut sumber medis dan saksi mata. Fasilitas tersebut menampung keluarga pengungsi.

Menurut Jaringan Berita Quds, sedikitnya tujuh orang gugurdan beberapa lainnya terluka, termasuk anak-anak.

Beberapa jenazah ditemukan dalam keadaan terpotong-potong, kata saksi mata.

Sumber lokal melaporkan bahwa serangan itu kemudian meluas ke gedung pelatihan milik Direktorat Pendidikan, yang terletak di seberang Rumah Sakit al-Durra.

Artileri Israel terus menembaki daerah sekitar Rumah Sakit al-Durra dan Sekolah al-Shuhada, kata saksi mata.

Tembakan peluru asap dan senapan mesin berat juga dilaporkan. Beberapa warga Palestina terluka akibat penembakan ke bagian timur al-Tuffah.

Staf medis di Rumah Sakit Baptis al-Ahli mengatakan mereka menerima banyak korban akibat penembakan Israel yang menghantam sebuah bangunan yang menampung keluarga pengungsi di daerah yang sama.

Meskipun gencatan senjata telah diberlakukan, otoritas kesehatan Palestina mengatakan serangan Israel terus berlanjut di Jalur Gaza.

Di bawah gencatan senjata yang dimediasi AS antara Israel dan Hamas di Gaza, pasukan Israel telah mundur ke posisi di sebelah timur apa yang disebut Garis Kuning.

Utusan khusus Presiden AS Donald Trump, Steve Witkoff, dijadwalkan bertemu dengan para pejabat dari Qatar, Mesir, dan Turki di Florida pada hari Jumat, dengan harapan dapat menyelamatkan upaya untuk mencapai tahap kedua kesepakatan tersebut.

“Rakyat kami mengharapkan pembicaraan ini menghasilkan kesepakatan untuk mengakhiri pelanggaran hukum Israel yang sedang berlangsung, menghentikan semua pelanggaran, dan memaksa pendudukan untuk mematuhi perjanjian Sharm al-Sheikh,” kata anggota biro politik Hamas, Bassem Naim, kepada AFP.

Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan pada hari Jumat bahwa 395 warga Palestina gugur dan 1.088 terluka sejak gencatan senjata dimulai pada 10 Oktober. Selain itu, sebanyak 634 jenazah ditemukan selama periode yang sama.

Kementerian tersebut mengatakan jumlah korban gugur secara keseluruhan di Gaza sejak Oktober 2023 telah meningkat menjadi 70.669, dengan setidaknya 171.165 orang terluka. (raialyoum/presstv)

Amnesty  Internasional Serukan Pemblokiran Kapal Pembawa Komponen Senjata untuk Israel

Amnesty International pada hari Jumat (19/20) menyerukan kepada pemerintah untuk mencegah kapal kargo milik Jerman yang membawa komponen militer menuju Israel berlabuh di pelabuhan mereka, dan memperingatkan bahwa pengiriman tersebut berisiko berkontribusi pada genosida dan kejahatan serius lainnya berdasarkan hukum internasional.

Kapal berbendera Portugal, Holger G, dilaporkan membawa sekitar 440 ton komponen bom mortir, proyektil, dan baja kelas militer.

Menurut Amnesty International, kargo tersebut ditujukan untuk perusahaan pertahanan besar Israel, termasuk Elbit Systems dan anak perusahaannya IMI Systems, yang memasok sejumlah besar senjata ke militer Israel.

Amnesty mengatakan telah memverifikasi bahwa kapal tersebut mengangkut paduan logam yang digunakan dalam peluru artileri, serta barang-barang yang diyakini sebagai subsistem dan komponen yang dapat digunakan dalam rudal dan roket.

Holger G berangkat dari India pada 16 November dan sedang dalam perjalanan ke pelabuhan Haifa di Israel, tempat pengiriman tersebut dijadwalkan akan dikirimkan.

Erika Guevara Rosas, direktur senior Amnesty International untuk penelitian, advokasi, kebijakan, dan kampanye, mengatakan,“Ratusan ton kargo mematikan di atas kapal Holger G tidak boleh sampai ke Israel. Ada risiko jelas bahwa pengangkutan kolosal ini akan berkontribusi pada terjadinya genosida dan kejahatan lain berdasarkan hukum internasional terhadap warga Palestina.”

Dia menambahkan, “Israel terus melakukan genosida terhadap warga Palestina di Gaza, sambil mempertahankan pendudukan ilegalnya atas wilayah Palestina pendudukan dan menerapkan sistem apartheid terhadap semua warga Palestina yang hak-haknya dikendalikannya, di samping pelanggaran serius lainnya terhadap hukum internasional. Negara-negara yang terus berbisnis seperti biasa dengan Israel berisiko terlibat dalam genosida, kejahatan terhadap kemanusiaan, dan kejahatan perang.”

Amnesty juga mendesak pemerintah untuk memberlakukan embargo senjata komprehensif terhadap Israel dan menolak otorisasi untuk transit senjata.

Disebutkan bahwa Portugal, sebagai negara bendera kapal dan pihak dalam Perjanjian Perdagangan Senjata, memiliki tanggung jawab untuk melakukan segala upaya untuk menghentikan kargo tersebut.

Organisasi tersebut juga mengkritik perusahaan pelayaran Jerman Reederei Gerdes, dengan mengatakan bahwa perusahaan tersebut harus memastikan tidak berkontribusi pada pelanggaran hukum humaniter internasional dan hak asasi manusia.

Amnesty memperingatkan bahwa negara-negara yang memfasilitasi transfer senjata ke Israel mungkin bertindak melanggar Konvensi Jenewa dan Perjanjian Perdagangan Senjata, serta pedoman yang dikeluarkan oleh Mahkamah Internasional pada Juli 2024. (alalam/aa)

Jutaan Rakyat Yaman Berunjuk Rasa Mengutuk Penistaan Al-Qur’an di AS

Yaman, khususnya ibu kota Sanaa, diwarnai demonstrasi besar-besaran yang melibatkan jutaan warga yang mengutuk penistaan Al-Quran, menyusul pernyataan ofensif seorang kandidat Senat AS.

Demonstrasi dilakukan di berbagai provinsi di mana para peserta mengangkat mushhaf Al-Quran sembari memekikkan slogan-slogan yang menegaskan Al-Quran sebagai “garis merah,” dan mengingatkan bahwa penistaan terhadapnya merupakan serangan terhadap keyakinan suci umat Islam.

Para demonstran juga menegaskan kembali dukungan kepada Palestina, dan bahwa Yaman akan tetap terlibat dalam isu-isu utama umat Islam.

Mereka menyatakan bahwa kesiapan untuk “babak konfrontasi berikutnya dengan musuh (Israel dan sekutunya)” adalah pilihan yang tidak dapat dinegosiasikan, dan  bahwa mobilisasi, persiapan, dan dukungan finansial akan terus berlanjut “sampai janji kemenangan terpenuhi.”

Deklarasi yang dirilis dalam demonstrasi tersebut memastikan bahwa penghinaan berulang terhadap Al-Qur’an bukanlah “tindakan individu,” melainkan bagian dari “perang komprehensif terhadap identitas, iman, dan kesucian umat Islam.”

Disebutkan bahwa kampanye anti-Islam dipimpin oleh AS, Israel, dan Inggris, di tengah keterlibatan internasional dan “kebungkaman Arab yang memalukan.”

Deklarasi itu juga mendesak negara-negara Muslim untuk mengambil langkah-langkah kongkret terhadap eskalasi pelanggaran, dan menyerukan boikot produk AS dan Israel sebagai “langkah moral dan keagamaan yang membantu melawan ketidakadilan dan mencegah dukungan kepada rezim yang melanggar nilai-nilai suci.”

Pekan lalu di Plano, Texas, AS, kandidat Senat Partai Republik Florida, Jake Lang, memicu kecaman setelah menodai Al-Quran dalam demonstrasi publik.

Tindakan itu menuai kecaman dari umat Islam, pembela HAM, dan pengamat internasional, yang menyebutnya sebagai penghinaan provokatif terhadap keyakinan agama. (alalam)