Jakarta, ICMES. Presiden Iran Masoud Pezeshkian melontarkan peringatan keras terhadap musuh-musuh negara ini untuk tidak mencoba menyerang Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayyid Ali Khamenei.

Media Israel menyatakan bahwa dinas keamanan Iran mengubah jaringan satelit Starlink milik Elon Musk menjadi “sistem mata-mata pemerintah” yang digunakan untuk melumpuhkan perusuh dan sabotase selama kerusuhan.
Channel 13 Israel melaporkan bahwa keadaan siaga di Israel diperkirakan akan berlanjut selama beberapa minggu.
Berita selengkapnya:
Pezeshkian: Serangan terhadap Pemimpin Besar Iran Berarti Perang Total
Presiden Iran Masoud Pezeshkian dalam unggahan di akun X miliknya pada hari Minggu (18/1) melontarkan peringatan keras terhadap musuh-musuh negara ini untuk tidak mencoba menyerang Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayyid Ali Khamenei.
“Segala bentuk serangan terhadap Pemimpin Revolusi Islam Iran tak ubahnya perang total terhadap bangsa Iran,” tegasnya.
Dia menambahkan,”Jika ada penderitaan dan kesulitan dalam kehidupan rakyat Iran, salah satu alasan utamanya adalah permusuhan yang terus berlanjut dan sanksi tidak manusiawi yang dikenakan oleh pemerintah AS dan sekutunya.”
Menurut saluran berita al-Alam, peringatan keras Presiden Iran tersebut merupakan tanggapan atas pernyataan Presiden AS Donald Trump.
Pada hari Sabtu, Ayatullah Ali Khamenei dalam pertemuan dengan berbagai segmen masyarakat Iran menyebutkan presiden AS sebagai penjahat yang telah menimbulkan kerugian besar bagi rakyat Iran.
Dia menegaskan bahwa AS berupaya sekuat tenaga untuk mencaplok Iran dan kembali memegang kendali ekonomi, politik, dan militer Iran, seperti yang dilakukannya sebelum kemenangan Revolusi Islam yang dipimpin oleh Imam Khomeini .
Dia juga menyebut gelombang kerusuhan yang terjadi di Iran beberapa waktu lalu sebagai gelombang “fitnah buatan AS,” dan menegaskan bahwa presiden Amerika sendiri merupakan bagian dari fitnah tersebut ketika memberikan dukungan terbuka, termasuk secara militer, kepada gerombolan perusuh.
Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan penangkapan 154 pentolan perusuh di provinsi Fars, Iran selatan.
Sebuah pernyataan yang dikeluarkan Sabtu malam oleh markas besar IRGC di Fajr, provinsi Fars, menyebutkan bahwa ratusan orang itu teridentifikasi sebagai gembong perusuh dan penghasut utama di provinsi Fars dan ditangkap dalam operasi yang tepat dan cepat yang dikoordinasikan dengan otoritas kehakiman.
Pernyataan IRGC menekankan bahwa operasi identifikasi dan pengejaran para pelaku lain masih berlangsung.
Pernyataan itu menyebutkan, “Salah satu gembong aksi kerusuhan yang ditangkap adalah orang yang terafiliasi dengan entitas asing dan dinas intelijen Israel (Mossad), dan bermaksud melakukan operasi intelijen dan teknis khusus pada lokasi dan tokoh keamanan, serta berusaha mengubah aksi damai menjadi aksi kekerasan dan terorisme sebagai imbalan atas penerimaan sejumlah uang.”
Sementara itu, Kementerian Intelijen Iran menyatakan lebih dari 300 pelaku dan pentolan pelaku kerusuhan berhasil diringkus berkat laporan dari warga yang mengidentifikasi dan melaporkan orang-orang yang bertanggung jawab atas kerusuhan dan vandalisme pada tanggal 8 Januari.
“Sebagai hasil dari bantuan masyarakat, pasukan keamanan telah berhasil melacak dan menahan lebih dari 300 orang utama yang terkait dengan tindakan kriminal tersebut,” ungkap kementerian tersebut, sembari menjelaskan bahwa beberapa informasi yang dibagikan oleh masyarakat juga telah menyebabkan penangkapan kelompok teroris bersenjata yang bertujuan melukai orang atau menyerang personel keamanan selama kerusuhan baru-baru ini.
Kolaborasi dari masyarakat dalam melaporkan ancaman ini telah meningkatkan moral unit operasional dan lapangan, menurut pernyataan tersebut. (alalam/presstv)
Media Israel: Starlink Malah Jadi Senjata Iran untuk Melumpuhkan Perusuh
Media Israel menyatakan bahwa dinas keamanan Iran mengubah jaringan satelit Starlink milik Elon Musk menjadi “sistem mata-mata pemerintah” yang digunakan untuk melumpuhkan perusuh dan sabotase selama kerusuhan.
Menurut laporan tersebut, yang juga mengutip pemberitaan di media Iran, apa yang dianggap sebagai “jalur penghubung” bagi para perusuh, yang memungkinkan mereka untuk terhubung dengan dunia luar, malah menjadi alat yang efektif untuk menjebak mereka. Laporan tersebut menunjukkan bahwa otoritas Iran awalnya tidak gagal memblokir Starlink, melainkan justru sengaja membiarkan jaringan tersebut tetap terbuka sebagai “jebakan lebah madu.”
Laporan tersebut menjelaskan bahwa setelah para perusuh menggunakan jaringan tersebut untuk menyiarkan peristiwa kerusuhan ke luar negeri, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran segera melakukan operasi pelacakan lokasi tepat sasaran terhadap pengguna layanan, yang menyebabkan penangkapan mereka sebelum layanan tersebut akhirnya dilumpuhkan secara permanen.
Laporan itu juga menyebutkan bahwa rezim Iran berhasil menghancurkan citra “teknologi Barat yang tak terkalahkan,” mengirimkan pesan yang menakutkan kepada para penyabot bahwa “tidak ada tempat untuk bersembunyi,” dan bahkan satelit Amerika malah berbalik “bekerja untuk kepentingan rezim (Iran).”
Menurut media Israel, mekanisme ini mencerminkan kemampuan dan kecanggihan Iran dalam perang siber, yang kemungkinan karena “didukung oleh keahlian Rusia atau Tiongkok,” khususnya dalam mengidentifikasi transmisi uplink dari stasiun satelit.
Laporan itu juga menyebutkan bahwa dampak fatal perkembangan ini tidak hanya berupa penangkapan di lapangan, melainkan juga pada penanaman rasa tidak percaya yang mutlak di mana segala cara untuk menembus blokir kini malah dipandang berpotensi sebagai tipuan oleh rezim, mengingat bahwa Iran “tidak hanya mematikan lampu, melainkan juga bahkan membuat orang takut untuk menyalakan korek api.” (almayadeen)
Media Israel:Kondisi Siaga di Israel Berlanjut hingga Beberapa Minggu lagi
Channel 13 Israel pada hari Minggu (18/1) melaporkan bahwa keadaan siaga di Israel diperkirakan akan berlanjut selama beberapa minggu.
Sebelumnya, Radio Militer Israel melaporkan bahwa para pejabat Pentagon khawatir kekuatan militer Amerika di Timur Tengah tidak cukup untuk mencegah potensi belasan Iran.
Situs berita Israel Zman Israel menyatakan bahwa dilema yang dihadapi Presiden AS Donald Trump tidaklah sederhana, karena meskipun dia percaya dapat memberikan pukulan telak kepada Iran, namun dia juga menerima peringatan bahwa dia justru akan menghadapi pertempuran dan mungkin bahkan perang skala penuh.
Sementara itu, Militer Israel mengumumkan pada hari Minggu kedatangan tiga jet tempur F-35 Adir baru di Pangkalan Udara Nevatim (di Israel selatan), yang secara resmi memasuki dinas dengan skuadron tempur.
Militer Israel menyatakan, “Tiga jet tempur Adir (F-35) baru, yang diproduksi oleh Lockheed Martin, mendarat hari ini di Pangkalan Udara Nevatim dan telah diberi logo Angkatan Udara Israel.”
Pernyataan tersebut menambahkan bahwa “sistem jet tempur Adir telah aktif berpartisipasi sejak pecahnya perang saat ini (merujuk pada perang di Jalur Gaza) dalam melaksanakan berbagai misi defensif dan ofensif di semua lini.” (raialyoum)










