Rangkuman Berita Utama Timur Tengah, Selasa 13 Januari 2026

Jakarta, ICMES. Unjuk rasa akbar pendukung pemerintah Iran melanda seantero negara republik Islam ini. Jutaan orang turun ke jalan memekikkan kutukan terhadap aksi brutal kawanan perusuh dan teroris bersenjata.  Atas aksi rakyat tersebut, Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayyid Ali Khamenei menyatakan apresiasinya dengan menyebut mereka telah mencetak sebuah peristiwa monumental yang sangat besar.

Menteri Pertahanan Iran Aziz Nasirzadeh menegaskan bahwa negara mana pun yang memfasilitasi serangan terhadap Iran atau menyediakan pangkalan untuk serangan tersebut akan menjadi target yang sah bagi pasukan Iran.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Esmaeil Baghaei, memastikan Angkatan Bersenjata negara ini siap sepenuhnya melawan agresi militer musuh-musuhnya.

Berita selengkapnya:

Jutaaan Rakyat di Seantero Iran Turun ke Jalan Mengutuk Demo Rusuh

Unjuk rasa akbar pendukung pemerintah Iran melanda seantero negara republik Islam ini, Senin (12/1. Jutaan orang turun ke jalan memekikkan kutukan terhadap aksi brutal kawanan perusuh dan teroris bersenjata.  Atas aksi rakyat tersebut, Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayyid Ali Khamenei menyatakan apresiasinya dengan menyebut mereka telah mencetak sebuah peristiwa monumental yang sangat besar.

Teheran, ibu kota Iran, dan serta berbagai kota dan daerah lain di seluruh penjuru Iran tenggelam dalam demonstrasi skala masif di mana para peserta mengibarkan bendera Iran, poster pendiri Republik Islam Iran Imam Khomaini dan Pemimpin Besar Ayatullah Khamenei, sembari memekikkan slogan-slogan kutukan terhadap AS, Israel dan kawanan perusuh.

Warga Teheran membentuk lautan massa di bundaran dan alun-alun publik, dan menegaskan penolakan keras mereka terhadap tindakan vandalisme dan terorisme yang dilakukan gerombolan perusuh di beberapa kota dan daerah.

Para pengunjuk rassa akbar dalam aksi nasional itu juga menegaskan dukungan mereka kepada Pemimpin Besar dan pemerintahan Islam.

Dalam rekaman video, wartawan TV nasional di Teheran dalam liputan dari helikopter melaporkan, “Wahai rakyat Iran, hari ini, Senin Senin 21 Januari 2026 pukul 15.14, saya melaporkan bahwa inilah lautan rakyat Teheran. Rakyat Iran bersatu melawan para gembong teroris brutal bersenjata, yaitu AS dan Rezim Zionis (Israel). Hari ini, penduduk Teheran bersama rakyat di seluruh penjuru Iran lainnya  serempak meneriakkan kata tidak terhadap para teroris bersenjata dan anasir yang berafiliasi dengan mereka.

Massa pengunjuk rasa  meneriakkan slogan-slogan antara lain: “Mampus Amerika”, “Matilah Israel”, “Bangsa kami waspada, muak terhadap perusuh”,  dan “Wahai pemimpin Besar, kami siap berkorban,” “Kami hadir demi kecintaan kepada pemimpin Besar”

Seorang peserta unjuk rasa mengatakan, “Kami bangkit, jalanan Iran takkan kami biarkan jatuh ke tangan kawanan perusuh dan penebar fitnah!

Peserta lain mengatakan, “Segala kesulitan akan kami atas sendiri, dan tak ada sangkut pautnya dengan asing. Saya putri Iran, sepenuhnya bebas. Memuja asing adalah aib besar dan pantangan bagi kami.

Ada pula yang mengatakan, “Para perusuh dan munafik yang dipersenjatai oleh asing untuk mengacaukan keamanan Iran itu bukan bagi dari bangsa Iran.

Pemimpin Revolusi Islam, Yang Mulia Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, dalam ucapan selamat dan apresiasinya menyebut rakyat Iran dalam aksi itu telah mencetak prestasi dan peristiwa bersejarah.

“Hari ini Anda sekalian telah mencapai prestasi besar dan membuat sejarah. Kerumunan besar dan teguh ini telah menggagalkan rencana musuh, asing, yang akan dilaksanakan oleh orang-orang bayaran di dalam negeri,” ungkapnya.

Dia menambahkan, “Rakyat Iran yang agung telah menunjukkan kekuatan, tekad, dan identitas mereka dalam menghadapi musuh-musuh mereka. Ini menjadi peringatan bagi para politisi Amerika untuk menghentikan tipu daya mereka dan tidak bergantung pada pengkhianat bayaran. Rakyat Iran kuat, mampu, sadar, mengenal musuh mereka, dan selalu hadir di lapangan.”

Beberapa pejabat Iran, termasuk presiden, menteri luar negeri dan ketua parlemen juga turun ke jalan. Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menyampaikan orasinya dalam aksi di Teheran.

Tak syak lagi, salah satu faktor kemenangan kita atas musuh ialah rakyat kita terjun ke lapangan melawan asing. Musuh selalu berpikir bahwa jika mereka datang melakukan invasi militer maka rakyat kita akan terpecah belah.  Mereka selalu saja salah, ngawur dan serampangan dalam mempersepsikan bangsa Iran. Kali ini pun mereka ngawur,” ungkap Ghalibaf.

Dia menambahkan, “90 juta rakyat Iran dengan semua bahasa daerah, suku, agama, mazhab, dan pilihan politik mereka  telah kompak dan bersatu melawan asing dalam Perang 12 Hari.(alalam/irib)

Iran Ancam Negara Sekitar yang Fasilitasi Serangan Musuh

Menteri Pertahanan Iran Aziz Nasirzadeh menegaskan bahwa negara mana pun yang memfasilitasi serangan terhadap Iran atau menyediakan pangkalan untuk serangan tersebut akan menjadi target yang sah bagi pasukan Iran.

Nassirzadeh juga memastikan negaranya menyiapkan kejutan militer yang menyakitkan sebagai tanggapan terhadap serangan.

Dia menegaskan Iran “akan menyerang kepentingan musuh di mana pun jika terjadi agresi terhadap kepentingan nasionalnya.”

Senada dengan ini, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menyatakan bahwa beberapa pihak mencoba menyeret Washington ke dalam perang untuk melayani kepentingan Israel.

“Jika Washington ingin menguji opsi militer yang telah mereka uji sebelumnya, kami siap menghadapinya,” tegasnya kepada saluran berita Al-jazeera yang berbasis di Doha, Qatar.

“Gagasan yang diusulkan Washington tidak dapat diselaraskan dengan ancamannya terhadap Iran. Kami memiliki kesiapan militer yang jauh lebih besar dan lebih luas daripada yang kami miliki selama perang terakhir,” imbuhnya.

Dia juga mengatakan, “Israel dan AS menggunakan upaya untuk mengacaukan situasi di Iran untuk mencapai apa yang gagal mereka capai melalui perang.” (raialyoum)

Kemlu Iran: Angkan Bersenjata Siap Pukul Mundur Agresi Musuh

Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Esmaeil Baghaei, memastikan Angkatan Bersenjata negara ini siap sepenuhnya melawan agresi militer musuh-musuhnya.

Ditanya pada konferensi pers tentang kemungkinan perang, Baghaei pada hari Senin (12/1) juga memastikan negaranya memantau situasi dengan cermat.

“Bangsa kita telah menunjukkan bahwa, dengan kekuatan penuh dan keberanian yang total, membela integritas Iran, dan kesiapan kita meningkat dengan hati-hati dan dari waktu ke waktu, dan angkatan bersenjata kita, seperti di masa lalu, akan siap untuk menangkis setiap tindakan agresi,” katanya.

Dia juga menyebutkan bahwa kerusuhan baru-baru ini di Iran disebabkan oleh pernyataan intervensionis yang “sangat jelas” oleh pejabat AS dan Israel.

“Protes damai disambut dengan tanggapan yang tepat oleh pemerintah. Tetapi pada tahap kedua, negara ini dihadapkan dengan gelombang senjata, termasuk senjata api, di samping pernyataan intervensionis pejabat AS dan Israel,” katanya.

Beberapa pemilik toko pekan lalu menggelar protes jalanan terbatas di beberapa kota di Iran terkait ketidakstabilan ekonomi, tetapi demonstrasi tersebut berubah menjadi kekerasan setelah ada pernyataan publik oleh tokoh-tokoh AS dan Israel  yang menyerukan vandalisme dan kekacauan.

Baghaei menambahkan bahwa kali ini, para pejabat Amerika dan Israel mengungkapkan campur tangan mereka secara sangat terbuka.

Menurut Baghaei, intervensi ini jelas dimaksudkan untuk menciptakan kekerasan dan kekacauan di Iran.

“Banyak yang percaya bahwa peristiwa yang terjadi beberapa hari belakangan adalah ‘hari ke-13’ agresi AS-Israel terhadap negara kita,” katanya.

Menanggapi klaim Presiden AS Donald Trump tentang pembicaraan dengan Iran, Baghaei mengatakan, “Saluran komunikasi terbuka antara menteri luar negeri Iran dan utusan khusus presiden AS, melalui mana pesan dipertukarkan kapan pun diperlukan.”

Dia menambahkan bahwa saluran ini berada di samping saluran resmi, yaitu kedutaan Swiss yang bertindak sebagai Bagian Kepentingan AS di Iran.

Ia menegaskan bahwa pihak AS telah mengangkat beberapa isu, dan menegaskan kembali bahwa Iran tidak pernah meninggalkan meja perundingan dan selalu berkomitmen pada diplomasi. Namun dia menambahkan bahwa Teheran menginginkan negosiasi yang bermakna dan saling menguntungkan. (presstv)