Rangkuman Berita Utama Timur Tengah, Senin 12 Januari 2026

Jakarta, ICMES. Pemerintah Iran menyerukan kepada seluruh rakyat negara ini untuk berpartisipasi dalam pawai “Solidaritas Nasional dan Penghormatan terhadap Perdamaian dan Persahabatan”.

Aparat intelijen IRGC menangkap dua mata-mata yang terkait dengan Mossad di provinsi tersebut

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan negara tidak boleh membiarkan para perusuh mengecaukan keamanan, dan menekankan bahwa protes berbeda dengan kerusuhan.

Israel meningkatkan tingkat kewaspadaannya ke level tertinggi sebagai antisipasi intervensi AS di Iran.

Berita selengkapnya:

Pemerintah Iran Serukan Aksi Nasional Anti-Perusuh

Pemerintah Iran menyerukan kepada seluruh rakyat negara ini untuk berpartisipasi dalam pawai “Solidaritas Nasional dan Penghormatan terhadap Perdamaian dan Persahabatan” pada tanggal 12 Januari 2026.

Teks pernyataan delegasi pemerintah Republik Islam Iran adalah sebagai berikut:

“Rakyat Iran yang terhormat, beberapa kekurangan dan masalah ekonomi telah menimbulkan kekhawatiran dan protes terhadap hak-hak sebagian rakyat, dan sebagaimana telah ditekankan oleh Pemimpin Besar, Presiden dan seluruh anggota pemerintah serta pejabat negara berkomitmen untuk mendengarkan kata-kata dan kritik dari para pengunjuk rasa dan kritikus serta berusaha untuk menyelesaikan masalah-masalah ini, dan mereka tidak akan menyia-nyiakan upaya apa pun dalam hal ini.

“Namun, sebagaimana rezim kriminal Zionis dan Amerika berulang kali menekankan upaya mereka untuk menciptakan kekacauan setelah beberapa waktu lalu melakukan agresi terhadap bangsa Iran, mereka mengeksploitasi suasana  dan, dengan mengirimkan pasukan bayaran dan teroris mereka ke jalan-jalan di seluruh penjuru negeri, telah menyerang dan membunuh sejumlah besar orang, pasukan polisi dan Basij, serta para penjaga keamanan.

“Kita masih menyaksikan kelanjutan kejahatan rezim Zionis dan musuh terhadap negara kita. Pasukan bayaran dan teroris yang berafiliasi dengan rezim Zionis dan Amerika telah melakukan sabotase pada tingkat tertinggi dengan menyerang warisan budaya negara, tempat-tempat umum dan keagamaan, serta properti publik. Ini adalah sesuatu yang tidak disetujui oleh warga Iran, termasuk oposisi.

“Pemerintah Republik Islam Iran – sambil mengenang para martir rakyat dan keberanian mereka yang melindungi keamanan negara, dan menegaskan kembali hak untuk berunjuk rasa dan meningkatkan upaya untuk menyelesaikan masalah ekonomi dan memperbaiki situasi negara-  mengundang seluruh rakyat Iran, termasuk pegawai pemerintah, untuk berpartisipasi dalam pawai dan rapat akbar pada hari Senin, 12 Januari 2026, dengan tema ‘Solidaritas Nasional dan Menghormati Perdamaian dan Persahabatan,’ sebagaimana yang telah mereka buktikan dalam perang 12 hari melawan rezim Zionis dan Amerika Serikat, untuk sekali lagi menunjukkan persatuan dan kekompakan nasional mereka kepada dunia dan menyatakan kemuakan mereka terhadap teroris, pasukan bayaran, dan agen musuh Zionis dan Amerika.”

Sebelum, rakyat Iran di berbagai kota dan daerah dengan inisiatif sendiri telah menggelar unjuk rasa akbar mengutuk demo rusuh.

Penangkapan Agen MOSSAD

Sementara itu, Kantor berita Iran, Tasnim, pada hari Minggu (11/1), melaporkan mengutip keterangan sebuah sumber di dinas intelijen Koprs Garda Revolusi Islam (IRGC) di provinsi Khorasan Utara, bahwa “aparat intelijen IRGC menangkap dua mata-mata yang terkait dengan Mossad di provinsi tersebut.”

Sumber itu menyebutkan bahwa “kedua agen tersebut memimpin jaringan Mossad utama yang berperan dalam mengorganisir kerusuhan dan kekerasan yang meluas.”

Sumber tersebut menambahkan bahwa “peralatan komunikasi dan spionase, senjata, dan sejumlah amunisi disita dari kedua mata-mata tersebut.”

Sebelumnya pada hari itu, pasukan keamanan internal Iran menangkap lebih dari 100 perusuh bersenjata di provinsi Lorestan yang terlibat dalam aksi sabotase dan menghasut kekacauan dalam beberapa hari terakhir.

Iran dilanda kerusuhan di beberapa wilayah selama beberapa hari, yang mengakibatkan kerusakan pada properti publik dan swasta, serta gugurnya sejumlah anggota pasukan keamanan, anggota relawan Basij, dan warga sipil. (tasnim/almayadeen)

Presiden Iran Imbau Anak Muda Iran Tidak Terpengaruh Agitasi Asing

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan negara tidak boleh membiarkan para perusuh mengecaukan keamanan, dan menekankan bahwa protes berbeda dengan kerusuhan.

“Jika rakyat memiliki kekhawatiran, adalah tugas kita untuk menyelesaikan kekhawatiran mereka, tetapi tugas yang lebih tinggi adalah kita tidak boleh membiarkan sekelompok perusuh datang dan mengganggu seluruh masyarakat,” katanya dalam sebuah wawancara televisi pada hari Minggu (11/1).

Kepada kaum muda Iran, Pezeshkian menyerukan “untuk tidak tertipu oleh para perusuh dan teroris ini”. Dia juga menyerukan kepada warga Iran untuk tidak membiarkan anak-anak mereka bergabung dengan “para perusuh dan teroris.”

Dia memperingatakan, “Musuh-musuh rakyat Iran telah melatih sekelompok orang baik di dalam maupun di luar negeri untuk menghancurkan properti publik dan swasta serta membunuh warga sipil.”

Dia menambahkan, “Musuh telah menyusupkan teroris terlatih ke negara ini. Para perusuh dan penyabot bukanlah orang-orang yang berdemonstrasi. Kami mendengarkan para demonstran dan telah melakukan upaya maksimal untuk menyelesaikan masalah mereka.”

Presiden menegaskan kembali bahwa AS dan Israel berada di balik kerusuhan kekerasan di negara itu.

“AS dan Israel mengatakan ‘kami mendukung kalian’. Orang-orang yang sama yang membunuh anak-anak dan bayi di negara kita menyuruh para perusuh ini untuk pergi dan menghancurkan serta membakar,” kata Pezeshkian, merujuk pada agresi militer terhadap Iran pada Juni 2025.

Presiden mengatakan bahwa pemerintahannya bertanggung jawab  menyelesaikan masalah negara dan meredakan kekhawatiran publik, sekaligus mencegah para perusuh merusak keamanan.

Pezeshkian menekankan bahwa pembunuhan warga sipil “sama sekali tidak dapat diterima” dan bahwa AS dan Israel melatih para perusuh dan mendukung mereka. (presstv)

Antisipasi Campur Tangan AS di Iran, Israel Bersiaga Tinggi

Tiga sumber pejabat yang berkompeten di Israel mengatakan kepada AFP bahwa Israel telah meningkatkan tingkat kewaspadaannya ke level tertinggi sebagai antisipasi intervensi AS di Iran.

Sebuah sumber itu juga mengatakan kepada Reuters bahwa Israel berada dalam keadaan siaga tinggi karena alasan yang sama.

Sumber-sumber tersebut, yang hadir dalam konsultasi keamanan Israel pada akhir pekan, tidak menjelaskan apa arti peningkatan tingkat kewaspadaan Israel dalam praktiknya, menurut Reuters.

Sebuah sumber Israel yang mengetahui informasi tersebut juga mengatakan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio membahas kemungkinan intervensi AS di Iran dalam percakapan telepon belakangan ini.

Seorang pejabat AS mengkonfirmasi bahwa Rubio dan Netanyahu berbicara tetapi tidak mengungkapkan topik yang dibahas.

Hal ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump berulang kali mengancam akan melancarkan serangan terhadap Iran. Ancaman terbaru dinyatakan pada hari Sabtu (10/1) ketika dia mengatakan bahwa “Amerika Serikat siap membantu” para pendemo rusuh di Iran.

The New York Times, mengutip pernyataan para pejabat bahwa “presiden AS telah diberi pengarahan tentang kemungkinan opsi untuk menyerang Iran dan sedang mempertimbangkan dengan serius untuk menyetujui serangan tersebut.”

Menanggapi ancaman itu, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa “pangkalan AS di kawasan sekitar dan wilayah pendudukan akan berada dalam jangkauan tembakan Iran jika terjadi agresi terhadap negara kami.”

Dalam sidang parlemen Iran untuk membahas perkembangan terkini di jalanan Iran, Ghalibaf menegaskan, “Musuh mengeksploitasi tuntutan rakyat Iran dan sekarang melancarkan perang teroris ala ISIS terhadap kita dari dalam karena kekalahannya dalam agresi militer beberapa waktu lalu.” (almayadeen)