Ayatullah Khamenei Bersumpah Tidak akan Membiarkan Agen Asing Bercokol di Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayyid Ali Khamenei dalam pertemuan dengan ribuan warga kota Qum di Teheran, Jumat (9/1, menegaskan bahwa Iran tidak akan membiarkan komplotan agen asing berkeliaran di negara republik Islam ini.

Dalam pertemuan pada momen peringatan kebangkitan rakyat Qom 19 Januari 1977 , Ayatullah Khemeni menegaskan, “Bangsa Iran kini jauh lebih kuat dalam hal perangkat lunak, spiritualitas, dan peralatan fisik, berkat sistem Republik Islam, dan akan mengalahkan Amerika yang arogan dan salah perhitungan. Sistem Islam yang tangguh berkat darah ratusan ribu martir terhormat tidak akan mundur di hadapan para penghasut dan perusuh yang terlibat dalam perusakan.”

Dia menjelaskan, “Ada orang-orang yang pekerjaannya adalah merusak, seperti tadi malam di Teheran dan beberapa tempat lain, segelintir perusak datang dan meerusak bangunan milik negara mereka sendiri untuk menyenangkan Presiden Amerika Serikat. Dia juga senang, tetapi jika dia bisa, dia bisa mengurus negaranya sendiri, yang terlibat dalam berbagai insiden. Dia menumpahkan darah lebih dari seribu orang Iran selama Perang 12 Hari, dan dia sendiri mengaku  memerintahkan serangan dan memimpin perang ini.”

Dia juga mengatakan, “Kemudian orang yang sama ini mengaku pendukung rakyat Iran. Orang-orang yang ceroboh dan tidak berpikir panjang mempercayainya dan membakar tempat sampah serta melakukan hal-hal ini sesuai keinginannya. Republik Islam tidak mentolerir para agen bayaran asing, bangsa Iran menolak para agen bayaran asing, siapa pun mereka.”

Mengenai Presiden AS, Donald Trump, Ayatullah Khamenei mengatakan, “Orang yang berbicara dan menghakimi seluruh dunia dengan kesombongan dan keangkuhan harus tahu bahwa biasanya para tiran dan orang-orang sombong di dunia, seperti Namrud, Firaun, Reza Khan, dan Mohammad Reza Pahlavi, terguling ketika mereka berada di puncak kesombongan mereka, dan dia pun akan terguling.”

Dia menilai AS masih salah memperhitungkan bangsa Iran dan pemerintahan Republik Islam. “Kesalahan yang sama ini sudah menyebabkan kegagalan Amerika, dan sekarang pun tidak akan membawa apa pun selain kegagalan.”

Dia menyebut serangan AS terhadap Venezuela sebagai contoh upaya AS merebut sumber daya berbagai negara.

“Mereka mengepung sebuah negara dan tanpa malu-malu mengatakan mereka melakukan ini demi minyak. Sama seperti sebelum revolusi, minyak dan sumber daya Iran berada di tangan kekuatan arogan, Zionis, dan agen-agen mereka,” ujarnya.

Dia melanjutkan, “Berkat anugerah Allah, pemerintahan Islam semakin kuat dari hari ke hari, dan rencana mereka untuk menghancurkan pemerintahan gagal, sehingga hari ini, bertentangan dengan keinginan mereka, Republik Islam kuat, bangga, dan terhormat di dunia.”

Mengenai faktor kegagalan musuh Iran, yang dinilainya telah menggunakan berbagai bentuk serangan dan konspirasi militer, keamanan, ekonomi, budaya, dan antek bayaran, Ayatullah Khemenei,  mengatakan, “Seandainya pemerintahan demokratis liberal, monarki, dan dependen memerintah Iran, negara ini tidak akan mampu menahan tekanan-tekanan ini, tetapi sistem Islam dan kerakyatan ini telah mampu membawa Iran menuju kemajuan besar dalam ilmu pengetahuan, teknologi, politik internasional, dan banyak bidang lainnya.” (mm/tasnim)

Gelombang Unjuk Rasa Akbar Anti Demo Rusuh Melanda Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Berbagai kota dan derah Iran pada hari Jumat (9/1) dilanda gelombang unjuk rasa akbar anti-demo rusuh kelompok-kelompok kecil massa, sementara polisi mengatakan beberapa teroris bersenjata tewas dan sejumlah lainnya ditangkap dalam operasi keamanan semalam.

Demonstrasi diadakan di puluhan kota di seluruh Iran, di provinsi-provinsi termasuk Lorestan, Zanjan, Khuzestan, Qom, dan Yazd. Massa berpawai membawa bendera Iran dan plakat yang mendukung keamanan nasional dan lembaga Islam.

Para peserta unjuk rasa akbar menekankan perbedaan yang jelas antara tuntutan yang sah dan damai dengan kerusuhan terorganisir dan ketidakamanan.  Mereka meneriakkan slogan-slogan termasuk “Mampus Amerika” dan “Mampus Israel.”

Sejumlah massa pedagang dan pemilik toko pekan lalu menggelar protes jalanan terbatas di beberapa kota Iran atas ketidakstabilan ekonomi, tetapi demonstrasi tersebut kemudian mengarah ke kekerasan menyusul pernyataan para tokoh AS dan Israel yang menyerukan vandalisme dan kekacauan.

Pihak berwenang telah mengakui legitimasi keluhan ekonomi yang damai dan berjanji untuk mengatasinya, namun menyalahkan elemen-elemen yang didukung asing karena mengeksploitasi keresahan atas tekanan ekonomi dan depresiasi mata uang nasional, yang secara langsung terkait dengan sanksi unilateral AS terhadap bank sentral Iran dan ekspor minyak.

Juru bicara kepolisian, BrigjenSaeed Montazer al-Mahdi, pada hari Jumat mengatakan bahwa penegak hukum telah berupaya mengendalikan  protes dengan “tingkat toleransi dan kesabaran tertinggi” dan berulang kali menekankan perbedaan antara demonstran dan perusuh.

“Sejak awal, ditekankan bahwa ada perbedaan antara demonstran dan penghasut, dan lokasi protes dikelola sesuai dengan itu,” katanya.

Ia mengatakan bahwa “orang-orang yang menyamar sebagai warga negara” menghasut kaum muda dan remaja dan, dengan keterlibatan “media anti-Iran yang berbasis di luar negeri,” memicu kerusuhan pada Kamis malam.

Menurutnya, dalam 24 jam terakhir, kelompok-kelompok terorganisir telah melanggar batas, membakar properti publik dan swasta, termasuk ambulan, kendaraan penyelamat dan pemadam kebakaran, bus, mobil warga, toko dan bisnis, serta merusak bank, rumah sakit, dan tempat ibadah.

Montazer al-Mahdi mengatakan beberapa personel keamanan dan sejumlah warga sipil tak bersalah tewas dalam kerusuhan tersebut.

Dia mengataan “sejumlah teroris bersenjata dan elemen lapangan operasional dari dinas musuh tewas” selama kerusuhan, sementara yang lain ditangkap.

Kepala Kehakiman Gholamhossein Mohseni-Eje’i memperingatkan pada hari Jumat tentang tindakan cepat dan tanpa kompromi.

“Para perusuh dan penghasut yang, melalui tindakan mereka, merampas kedamaian dan keamanan masyarakat dan menyebabkan beberapa keluarga berduka dalam beberapa hari terakhir akan segera melihat konsekuensi dari perbuatan mereka,” katanya.

Mengingat musuh asing “menunjukkan taring mereka” terhadap Iran, ia mengatakan hukuman akan “tegas, maksimal, dan tanpa keringanan hukum apa pun.”

Pihak berwenang mengatakan badan keamanan dan peradilan telah membongkar beberapa sel teror bersenjata dan menahan para pelaku yang terkait dengan asing di tengah kekerasan tersebut.

Wali Kota Teheran Alireza Zakani mengatakan bahwa para perusuh menargetkan infrastruktur ekonomi dan publik, termasuk 26 bank, dua rumah sakit, 25 masjid, fasilitas kepolisian, dan 48 truk pemadam kebakaran.

Para pejabat Iran juga menunjuk pada dorongan terbuka terhadap kerusuhan oleh para tokoh AS dan Israel. Presiden AS Donald Trump telah berulang kali menyuarakan dukungan untuk para demonstran dan memperingatkan Washington dapat menyerang Iran jika apa yang disebutnya sebagai “para demonstran damai” dilukai, sementara mantan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo telah mengeluarkan pernyataan yang mengisyaratkan keterlibatan Mossad dan rencana separatis.

Pemimpin Besar Iran Ayatullah Ali Khamenei pada hari Jumat menegaskan Iran “tidak akan mundur melawan para perusuh,” dan menegaskan kembali bahwa bangsa yang bersatu dapat mengatasi musuh mana pun.

Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran juga mengeluarkan pernyataan pada hari Jumat  bahwa kerusuhan baru-baru ini “direncanakan dan diarahkan oleh Israel dan AS,” dan menyebutnya sebagai bagian dari “perang hibrida” yang sedang berlangsung.

Dewan tersebut memastikan solidaritas nasional akan kembali memaksa “musuh menelan kekalahan strategis” dan “membuat taktik sabotase mereka tidak efektif.” (mm/presstv)