Rangkuman Berita Utama Timteng  Senin 8 Juli 2024

Jakarta, ICMES. Sekjen Hizbullah Hassan Nasrallah menegaskan bahwa pihaknya pantang mundur  “barang sedetik” dalam membela kebenaran, sekalipun banyak  orang-orangnya yang gugur, dan bahwa orang yang tak peduli kepada masalah Palestina kelak akan diminta pertanggungjawabannya di akhirat.  Bersamaan dengan ini, sayap militer Hamas, Brigade Al-Qassam, merilis rekaman video pernyataan terbaru jubirnya.

Pemimpin gerakan  Ansarullah di Yaman Sayid Abdul-Malik al-Houthi mengatakan bahwa  taktik Angkatan Laut Yaman di Laut Merah telah membuat Amerika lengah, dan bahwa teknologi militer canggih Washington gagal menghentikan operasi serangan balasan Yaman.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengaku berkemungkinan akan mengundang sejawatnya dari Suriah, Bashar al-Assad, ke Turki “kapan saja”.

Berita selengkapnya:

Peringati Asyura, Sayid Nasrallah: Orang Yang Tak Peduli Palestina akan Diminta Pertanggungjawaban di Akhirat

Sekjen Hizbullah Hassan Nasrallah menegaskan bahwa pihaknya pantang mundur  “barang sedetik” dalam membela kebenaran, sekalipun banyak  orang-orangnya yang gugur, dan bahwa orang yang tak peduli kepada masalah Palestina kelak akan diminta pertanggungjawabannya di akhirat.  Bersamaan dengan ini, sayap militer Hamas, Brigade Al-Qassam, merilis rekaman video pernyataan terbaru jubirnya.

Dalam pidatonya pada majelis Asyura di Beirut pada hari Ahad (7/7), Sayid Nasrallah menyatakan Hizbullah terlibat dalam perang Badai Al-Aqsa dan membela Gaza dengan “penuh semangat yang besar, pengertian, kesadaran, kehendak dan tekad”.

Dia mengimbau semua orang untuk sedapat mungkin membela Palestina. Menurutnya, orang yang menutup mata di depan apa yang terjadi di Gaza dan kezaliman terhadap Palestina dan kelompok-kelompok pendukungnya  akan diminta pertanggungjawabannya di akhirat.

“Tragisnya pembantaian di Jalur Gaza bahkan telah menggugah naluri kemanusiaan dan akal para mahasiswa AS ,” ujarnya.

“Orang yang masa bodoh terhadap apa yang terjadi di Gaza dan kezaliman yang menimpa Palestina dan kubu pembelanya adalah orang yang mati akal, hati dan jiwanya. Setiap orang harus berbuat sedapat mungkin, karena pada hari kiamat kita akan diminta pertanggungjawaban mengenai Palestina, dan kita harus menyiapkan jawabannya untuk akhirat,” sambungnya.

Sayid Nasrallah juga mengatakan, “Tanggungjawab kita ialah membela kebenaran, dan ketika kita bergegas membela kebenaran maka kita akan mendengar kegaduhan, kasak-kusuk, upaya penjatuhan mental, dan aksi peremehan. Karena itu, akan ada konsekuensi politik, orang-orang tercinta akan gugur, dan rumah-rumah kita akan hancur. Kami tegaskan ihwal semua ini; bukankah kami berada di jalan yang benar. Karena itu, kami tak peduli, dan pantang mundur barang sedetik!”

Sekjen Hizbullah juga menyebutkan bahwa hari-hari peringatan Asyura tahun ini berlangsung di tengah suasana yang sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

“Kita berada di pusat Badai Al-Aqsa di Gaza dan front selatan Lebanon bersama para syuhada dan korban luka hampir setiap hari. Kita berada dalam suasana pertempuran dan iklim yang terbuka bagi segala kemungkinan, hal yang akan meninggalkan pengaruh yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya dalam  penyelenggaraan majelis-majelis Asyura di Lebanon,” ungkapnya.

Di bagian akhir pidatonya, Sayid Nasrallah berharap pada 1446 Hijirah ini banyak harapan akan terwujud, penderitaan akan berakhir, dan para pejuang serta orang-orang yang bersabar dan teguh dapat segera memperoleh kemenangan.

Serangan Terbaru Hizbullah

Dalam perkembangan situasi di Lebanon selatan, Hizbullah terus melancarkan serangan sengit terhadap posisi-posisi pasukan Zionis Israel

 “Para pejuang resistensi Islam pada hari Ahad 7 Juni 2024 telah melancarkan udara dengan rentetan drone kamikaze terhadap pusat teknik dan elektronik intelijen jarak jauh di sebelah timur Gunung Hermon di wilayah pendudukan Golan Suriah,” ungkap Hizbullah dalam sebuah pernyataannya, sembari menyebutkan beberapa kerugian besar yang diderita Israel.  

Pernyataan Abu Obaida

Di Jalur Gaza, sayap militer Hamas, Brigade Al-Qassam, di hari yang sama mengumumkan perekrutan ribuan pejuang baru ke dalam barisannya selama perang Israel di Jalur Gaza, dan rehabilitasi kemampuan militernya.

Juru bicara Brigade Al-Qassam Abu Ubaida dalam sebuah rekaman video berdurasi belasan menit mengatakan, “Kami telah dapat merekrut ribuan pejuang baru selama perang, merehabilitasi beberapa kemampuan penting, mempersiapkan penyergapan, memproduksi bom dan roket, dan mendaur ulang apa yang ditinggalkan oleh musuh (Israel).”

Dalam video yang beredar pada hari ke-275 agresi Israel di Gaza itu, dia menyebutkan bahwa pasukan Zionis masih terus menebar aksi genosida terhadap rakyat Palestina yang juga masih menderita krisis bahan pangan dan obatan-obatan. (alalam/raialyoum)

Pemimpin Ansarullah: Kapal Induk AS di Laut Merah Terhalau oleh Kehebatan Pasukan Yaman

Pemimpin gerakan  Ansarullah di Yaman Sayid Abdul-Malik al-Houthi mengatakan bahwa  taktik Angkatan Laut (AL) Yaman di Laut Merah telah membuat Amerika lengah, dan bahwa teknologi militer canggih Washington gagal menghentikan operasi serangan balasan Yaman.

Sayid Abdul-Malik al-Houthi dalam pidatonya yang disiarkan di televisi pada hari Ahad (7/7) memuji kemampuan dan kecanggihan militer dan rudal Yaman dalam menghadapi koalisi AS, Inggris, dan Israel yang dia sebut “segitiga kejahatan”.

Dia menjelaskan bahwa operasi maritim Yaman telah menimbulkan ketakutan pada musuh sehingga  kapal induk AS di Laut Merah bahkan lebih memilih menyingkir  daripada menyerang, dan drone MQ-9 Reaper AS juga terus tertembak jatuh di Yaman.

Sayid Al-Houthi  menyebutkan banyak negara tidak terjebak dalam perangkap yang dibuat oleh koalisi pimpinan AS dalam memerangi Yaman. Menurutnya, banyak negara justru melakukan koordinasi langsung dengan Yaman.

“Kegagalan terbesar AS adalah tidak bisa melibatkan negara-negara tetangga di sekitar Laut Merah dalam operasi bela Israel. Washington juga gagal memaksa negara-negara Arab dan negara-negara tetangga untuk menyerang kami dari wilayah mereka,” ujarnya.

Pemimpin Ansarullah juga mengatakan bahwa AS sedang mencoba menggunakan Arab Saudi untuk menekan Yaman, namun dia memperingatkan bahwa “tindakan permusuhan” Saudi terhadap Yaman akan menguntungkan Israel dan AS.

“Amerika bermaksud membawa Arab Saudi ke dalam perang total terhadap kami dan mengembalikan situasi ke puncak ketegangan,” katanya, seraya menekankan urgensi persatuan dan kerja sama umat Islam. (presstv)

Erdogan Mengaku akan Mengundang Bashar Al-Assad ke Turki

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengaku berkemungkinan akan mengundang sejawatnya dari Suriah, Bashar al-Assad, ke Turki “kapan saja”.

Pernyataan yang disampaikan Erdogan pada hari Ahad (7/7) itu tak pelak menjadi indikasi kuat membaiknya hubungan antara Ankara dan Damaskus setelah mengalami keretakan parah selama Suriah dilanda pemberontakan dan gejolak terorisme sejak tahun  2011.

“Kami dapat menyampaikan undangan (kepada Assad) kapan saja,” ungkap Erdogan kepada wartawan di pesawat yang membawanya dari Berlin, di mana ia menyaksikan pertandingan antara Turki dan Belanda di Piala Sepak Bola Eropa.

Erdogan menyatakan demikian setelah ketegangan meningkat dalam seminggu terakhir terhadap pengungsi Suriah di Turki, dan terjadi aksi-aksi serangan massa Turki terhadap properti dan mobil milik warga Suriah di kota Kayseri di Anatolia tengah.

Erdogan juga mengatakan kepada wartawan bahwa beberapa pemimpin negara  sahabat, termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin, telah menawarkan diri untuk memediasi pertemuan antara Erdogan dan Al-Assad di Turki.

 “Kami sekarang telah mencapai titik (kesimpulan) bahwa segera setelah Bashar al-Assad mengambil langkah menuju peningkatan hubungan dengan Turki, kami akan menunjukkan kepadanya pendekatan yang sama,” sambungnya.

Turki semula berusaha untuk menggulingkan pemerintahan Al-Assad ketika Suriah sedang mengalami masa genting pemberontakan dan terorisme yang dimotori oleh negara-negara Barat dan didukung oleh sejumlah negara regional, termasuk Turki.

Namun, belakangan ini Ankara memilih berfokus pada upaya mencegah apa yang pada tahun 2019 disebut oleh Erdogan sebagai terbukanya “koridor teror” di Suriah utara.

Erdogan telah lama mengumumkan kemungkinan dirinya mempertimbangkan kembali hubungan dengan Assad ketika pemerintahannya berupaya menjamin kepulangan pengungsi Suriah dengan aman dan sukarela. (raialyoum)