Rangkuman Berita Utama Timteng Senin 6 September 2021

pasukan drone yamanJakarta, ICMES. Jubir Angkatan Bersenjata Yaman yang bersekutu dengan Ansarullah (Houthi), Brigjen Yahya Saree menjelaskan ihwal operasi serangan masifnya belakangan ini ke wilayah Arab Saudi.

Berbagai sumber berita melaporkan bahwa pihak Taliban maupun pihak Front Perlawanan Nasional (NRF) Fahim Dashti mengkonfirmasi tewasnya salah satu komandan pasukan NRF yang berbasis di Panjshir dalam pertempuran melawan pasukan Taliban.

Kelompok Taliban yang berkuasa di Afghanistan menyatakan pihaknya ingin menjalin hubungan dengan Rusia, Iran dan Pakistan.

Gerakan Jihad Islam Palestina menegaskan bahwa faksi pejuang ini maupun faksi-faksi pejuang Palestina lain di Jalur Gaza pantang menyerah kepada Rezim Zionis Israel, dan karena itu ketegangan akan terus berlanjut.

Berita Selengkapnya:

Ansarullah Lancarkan Serangan Rudal dan Drone Besar-Besaran ke Wilayah Saudi

Jubir Angkatan Bersenjata Yaman yang bersekutu dengan Ansarullah (Houthi), Brigjen Yahya Saree, Ahad (5/9), menjelaskan ihwal operasi serangan masifnya belakangan ini ke wilayah Arab Saudi.

Dia menyebutkan bahwa operasi bersandi “Perimbangan Deterensi” itu tak lain dalam rangka melawan agresi pasukan koalisi yang dipimpin Arab Saudi.

Saree menjelaskan, “Instalasi-instalasi vital dan pusat-pusat militer Saudi menjadi sasaran drone Samad 3 dan rudal. Dalam oprasi ini, instalasi-instalasi milik Aramco (perusahaan minyak Saudi) di Ras Tanura di kawasan Dammam, Saudi timur, diserang dengan delapan drone Samad 3 dan dan rudal balistik jenis Dzulfiqar.”

Dia menambahkan, “Dalam operasi ini, beberapa instalasi Aramco, Jiddah, Jizan dan Najran diserang dengan lima rudal balistik jenis Badr dan dua drone Samad 3.”

Di bagian akhir Saree memperingatkan bahwa pasukan Yaman berhak membela negara ini dengan serangan lebih lanjut demi menghentikan agresi dan blokade Saudi dan sekutunya terhadap Yaman serta demi pembebasan seluruh wilayah Yaman dan tegaknya kebebasan dan kemerdekaan negara ini.

Sementara itu, anggota Dewan Tinggi Politik Ansarullah, Mohammad Al-Bukhaiti, menegaskan bahwa pemerintahan Penyelamatan Nasional yang berbasis di Sanaa, ibu kota Yaman, akan terus berjuang demi membebaskan negara ini sepenuhnya.

Dalam wawancara dengan Sputnik milik Rusia, Ahad, dia menjelaskan, “Harus dibedakan antara pembebasan Yaman dari tangan semua pasukan pendudukan asing dengan monopoli dalam pengambil keputusan politik. Ketika kami bermaksud membebaskan jengkal demi jengkal tanah Yaman maka ini bukan berarti kami berusaha memonopoli pengambilan keputusan politik di Sanaa. Sebaliknya, kami berkeyakinan bahwa proses politik berdasarkan keseimbangan nasional mencakup semua kelompok dan arus politik.”

Dia menambahkan, “Kami tidak menyerang kelompok politik manapun, melainkan bertujuan membebaskan Yaman dari tangan pasukan asing. Di samping itu juga ada tekanan militer terhadap Riyadh agar menerima pendekatan politik setelah kedalaman wilayah Saudi menjadi sasaran serangan.”

Dia lantas memastikan bahwa perdamaian tak akan terwujud kecuali dengan penghentian blokade dan penarikan semua pasukan asing dari Yaman. (fna)

Komandan Terkemuka Panjshir Tewas, Ahmad Massoud Nyatakan Siap Berunding

Berbagai sumber berita melaporkan bahwa pihak Taliban maupun pihak Front Perlawanan Nasional (NRF) Fahim Dashti, Ahad (5/9), mengkonfirmasi tewasnya salah satu komandan pasukan NRF yang berbasis di Panjshir dalam pertempuran melawan pasukan Taliban.

Fahim Dashti belakangan ini adalah nama yang paling kerap mewarnai media Afghanistan terkait dengan konflik antara NRF dan Taliban. Dia sendiri juga seorang pegiat media sejak salah satu tokoh pejuang terkemuka Afghanistan mendiang Ahmad Shah Massoud (ASM) mendirikan majalah mingguan “Kabul” pada awal-awal dakade 1990.

Selain itu, Dahshti juga telah menulis beberapa buku mengenai Afghanistan dan menjadi jubir NRF yang dipimpin oleh Ahmad Massoud, putra ASM, sebagaimana Dashti juga pernah menjadi jubir ASM.

Fahim Dashti juga merupakan kemenakan Abdullah Abdullah, Kelapa Dewan Tinggi Rekonsiliasi Nasional Afghanistan. Dalam pernyataan sebelum tewas, Dashti kerap membantah klaim-klaim kemenangan Taliban dalam pertempuran.

Panjshir adalah satu-satunya provinsi di Afghanistan yang belum terkonfirmasi jatuh ke tangan Taliban. Pertempuran antara antara Taliban dan NRF sudah berlangsung hampir satu pekan setelah perundingan antara kedua pihak gagal membuahkan hasil.

Sementara itu, Ahmad Massoud memuji fatwa para ulama Kabul  yang mengharamkan pengerahan pasukan ke Panjshir.

Massoud juga menegaskan bahwa jika Taliban menghentikan serangannya di Panjshir, Kapisa, Parvan dan Andarab maka NRF siap menempuh jalur perundingan untuk pembentukan pemerintahan yang inklusif.

Jubir Taliban di Qatar, Mohammad Suhail Shahin, pada Ahad malam lalu mengklaim bahwa pihaknya sejauh ini berhasil menguasai hampir seluruh wilayah provinsi Panjshir. (fna)

Taliban Nyatakan Ingin Jalin Hubungan dengan Rusia, Iran dan Pakistan

Kelompok Taliban yang berkuasa di Afghanistan menyatakan pihaknya ingin menjalin hubungan dengan Rusia, Iran dan Pakistan.

“Taliban berhasrat menjalin hubungan dengan Rusia, Iran dan Pakistan. Kami harus menjalin hubungan luas dengan Moskow, sebab ini akan menguntungkan Taliban dan Rusia. Iran dan Pakistan juga merupakan negara-negara yang kami ingin menjalin hubungan dengan mereka. Mereka butuh kami, dan kamipun butuh mereka,” ungkap Mohammad Akbar Agha, komandan lapangan Taliban dan ketua Dewan Tinggi Penyelamatan Afghanistan, dalam wawancara dengan TAS milik Rusia pada Ahad malam (5/9).

Dia juga menyatakan bahwa Taliban bahkan tak keberatan dengan keberadaan Kedubes AS untuk Afghanistan di Kabul.

“Saya kira, Taliban tidak akan menentang pembukaan Kedubes AS untuk Afghanistan. Tapi AS masih khawatir terhadap situasi Afghanistan sekarang sehingga kemungkinan besar dalam jangka waktu lama tidak akan ada kedubesnya,” jelas Akbar Agha.

Seperti diketahui, pasukan AS telah menarik seluruh pasukannya dari Afghanistan pada 30 Agustus lalu setelah bercokol di negara ini selama sekira 20 tahun.

Sebelum itu, Taliban menyerbu Kabul dan berhasil menguasainya tanpa mendapat perlawanan dari tentara pemerintah pada 15 Agustus. Presiden Afghanistan melarikan diri ke luar negeri dengan alasan demi menghindari pertumpahan darah. (fna)

Jihad Islam: Palestina Pantang Menyerah, Ketegangan Berlanjut

Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ) menegaskan bahwa faksi pejuang ini maupun faksi-faksi pejuang Palestina lain di Jalur Gaza pantang menyerah kepada Rezim Zionis Israel, dan karena itu ketegangan akan terus berlanjut.

Walid Al-Qatati, anggota Biro Politik PIJ, Ahad (5/90), menyebutkan bahwa Israel sekarang bermaksud memusnahkan hasil dari Perang Pedang Quds, nama yang dipakai oleh para pejuang Gaza dalam menyebut perang mereka melawan Israel pada 10-21 Mei lalu.

“Pasca-Perang Pedas Qus, Rezim Zionis berusaha memalingkan jalur resistensi dan perjuangan Palestina. Tel Aviv berusaha melanjutkan blokadenya atas Gaza dan mengubah resistensi bangsa Palestina menjadi perang untuk memperbaiki kondisi kehidupan mereka di Gaza,” ungkap Al-Qatati.

Dia lantas menegaskan, “Kubu resistensi Palestina pantang menyerah di depan aksi-aksi para Zionis, terutama ketika Rezim Zionis bermaksud bermain dengan fasilitas yang ditawarkan kepada bangsa Palestina dan dengan cara ini mereka berusaha melemah resistensi bangsa Palestina.”

Walid Al-Qatati menekankan bahwa di bawah pendudukan Zionis, bangsa Palestina akan terus berjuang sampai Palestina bebas dan meraih kemerdekannya. (fna)