Rangkuman Berita Utama Timteng Senin 26 Juni 2023

Jakarta, ICMES. Jutaan jamaah Muslim dari seluruh dunia telah memulai proses ibadah haji tahunan di kota suci Mekkah Al-Mukarramah di Arab Saudi, dengan menunaikan manasik atau ritus-ritus tertentu selama beberapa hari hingga berpuncak pada Idul Adha.

Angkatan Bersenjata Suriah, bekerja sama dengan Angkatan Udara Rusia, menggempur markas, situs peluncuran drone, dan gudang-gudang senjata, amunisi, dan drone milik kawanan kawanan  bersenjata di provinsi  Idlib,  hingga menewaskan dan melukai puluhan orang.

Warga Yahudi Zionis Israel kembali melurug kompleks Masjid al-Aqsa di Kota Tua al-Quds yang diduduki Israel.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Nasser Kanaani mengutuk keras sikap Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)  mengecualikan Israel dari “daftar yang memalukan” meskipun rezim Zionis jelas-jelas telah membunuh puluhan anak Palestina di wilayah pendudukan dan Jalur Gaza  pada tahun lalu.

Berita Selengkapnya:

Jutaan Jemaah Haji Mulai Jalankan Manasik di Kota Suci Mekkah

Jutaan jamaah Muslim dari seluruh dunia telah memulai proses ibadah haji tahunan di kota suci Mekkah Al-Mukarramah di Arab Saudi, dengan menunaikan manasik atau ritus-ritus tertentu selama beberapa hari hingga berpuncak pada Idul Adha.

Pada hari pertama ritual di hari Minggu (25/6), parajemaah melakukan tawaf pertama mengitari Baitullah Kaabah, sebagai  awal serangkaian manasik selama empat hari di kota suci Mekkah dan sekitarnya.

Penunaian manasik tentu saja menuntut kebugaran jemaah secara fisik karena mereka harus menunaikannya di berbagai lokasi yang berbeda dengan jarak rata-rata antara 5 hingga 15 kilometer per hari.  

Ibadah ini menguji kesabaran para jemaah dan merupakan tantangan pada tingkat spiritual, emosional, dan fisik sehingga memerlukan beberapa persiapan, dan bagi banyak orang, merupakan peristiwa sekali seumur hidup.

Para jamaah akan bermalam di tenda-tenda di Mina pada Senin malam dan menghabiskan hari Selasa di Padang Arafah, tempat Nabi Muhammad (SAW) pernah menyampaikan khotbah terakhirnya.

Setelah melempar batu dalam ritual lempar Jumrah pada hari Rabu, yang menandai dimulainya Idul Adha, jemaah kembali ke Mekkah untuk melakukan “tawaf” perpisahan dengan mengitari  Kaabah sebanyak tujuh kali.

Otoritas Saudi menyebut ibadah haji tahun ini sebagai ibadah haji “terbesar” dalam beberapa tahun terakhir, karena sebanyak lebih dari dua juta orang dari lebih dari 160 negara tercatat berpartisipasi dalam ritual keagamaan superkolosal tahunan tersebut. (pt)

Tentara Suriah dan Rusia Bombardir Markas Militan Idlib, Sejumlah Orang Terbunuh

Angkatan Bersenjata Suriah, bekerja sama dengan Angkatan Udara Rusia, menggempur markas, situs peluncuran drone, dan gudang-gudang senjata, amunisi, dan drone milik kawanan kawanan  bersenjata di provinsi  Idlib,  hingga menewaskan dan melukai puluhan orang.

Dikutip kantor berita resmi Suriah, SANA, Kementerian Pertahanan Suriah dalam sebuah pernyataan Minggu (25/6), menegaskan,”Menanggapi serangan yang dilakukan oleh kelompok-kelompok teroris bersenjata selama beberapa hari terakhir di pedesaan Hama dan Lattakia, yang merenggut nyawa  sejumlah warga sipil dan menyebabkan kerusakan material yang besar pada properti rakyat, Angkatan Bersenjata kami yang gagah berani, bekerja sama dengan Angkatan Udara Rusia, melakukan beberapa operasi khusus dan menggempur markas dan gudang teroris di provinsi Idlib serta lokasi peluncuran drone, menghancurkan markas tersebut beserta senjata, amunisi dan drone, dan membunuh puluhan teroris dan melukai beberapa lainnya.”

Kementerian itu menyebutkan bahwa orang-orang yang tewas antara lain adalah sejumlah gembong teroris, termasuk Abd al-Karim Abu Dawood al-Turkistani, Saif Allah Abu Abd al-Haq al-Turkistani, Mustafa Sheikh al-Sit, Abd al-Rahman Saadoun, Abu Karrar, Muhammad Saeed Nasuh, Radwan Ma’tarawi and Mahmoud Sheikh al-Hara.

Selama enam hari berturut-turut terjadi pengeboman tanpa henti di beberapa bagian barat laut Suriah, yang terletak di sepanjang perbatasan dengan Turki.

Damaskus dan Moskow selalu memastikan bahwa serangan mereka hanya menyasar kelompok-kelompok teroris, sejak setiap kali mereka melancarkan serangan selalu saja dikabarkan oleh pihak-pihak lawan mereka bahwa para korban yang jatuh adalah warga sipil, dan bahwa target yang diserang adalah tempat-tempat sipil seperti pasar dan tempat ibadah. (alalam)

Warga Yahudi Zionis Kembali Datangi Masjid Al-Aqsa

Warga Yahudi Zionis Israel kembali melurug kompleks Masjid al-Aqsa di Kota Tua al-Quds yang diduduki Israel.

Kantor berita Wafa Palestina melaporkan bahwa warga Zionis melakukan tur provokatif ke halaman komplek aAl-Aqsa pada   di bawah perlindungan pasukan rezim Zionis, Ahad (25/6),.

Polisi Israel juga memberlakukan pembatasan ketat terhadap masuknya jemaah Palestina.

Pendatang Zionis kerap memasuki komplek Al-Aqsa melalui Gerbang Maroko, juga dikenal sebagai Gerbang Mughrabi, untuk melakukan ritual di tempat suci tersebut.

Aksi demikian kerap menimbulkan bentrokan tak seimbang antara pihak Israel dan pihak Palestina di komplek  tersebut, hingga banyak warga Palestina terluka, ditangkap atau bahkan terbunuh.

Komplek  Masjid al-Aqsa terletak di atas alun-alun Tembok Barat dan di sana terdapat antara lain Kubah Al-Sakhrah dan Masjid al-Aqsa, namun secara umum komplek itu sendiri disebut Masjid Al-Aqsa.

Pengunjung Yahudi dibiarkan memasuki masjid oleh otoritas Zionis Israel, padahal menurut kesepakatan yang ditandatangani antara Israel dan pemerintah Yordania setelah pendudukan Israel di Al-Quds (Yerussalem( Timur pada tahun 1967, ibadah non-Muslim di komplek tersebut dilarang.

Banyak anggota Knesset (parlemen) Israel adalah para ekstremis sayap kanan yang tampaknya mendukung penghancuran situs Islam tersebut untuk kemudian dibangun kuil Yahudi sebagai gantinya.

Berbagai faksi pejuang Palestina telah berulang kali memperingatkan bahwa Israel sedang bermain api dengan melakukan aksi-aksi provokatif di kamplek Al-Aqsa. (pt)

Iran Kecam Pengecualian Israel dari Daftar Hitam PBB terkait Aksi Pembunuhan Anak Kecil

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Nasser Kanaani mengutuk keras sikap Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)  mengecualikan Israel dari “daftar yang memalukan” meskipun rezim Zionis jelas-jelas telah membunuh puluhan anak Palestina di wilayah pendudukan dan Jalur Gaza  pada tahun lalu.

Laporan tahunan Kantor Sekretaris Jenderal  PBB  tentang Konflik Bersenjata membuat daftar itu dengan maksud mempermalukan pihak-pihak yang berkonflik dan dengan harapan mendorong mereka menerapkan langkah-langkah untuk melindungi anak-anak kecil.

Masalahini  telah lama menjadi kontroversi di mana para diplomat mengatakan rezim Israel melakukan tekanan-tekanan dalam beberapa tahun terakhir supaya Israel tidak dicantumkan dalam daftar tersebut.

Kanaani di Twitter, Ahad, menyebutkan, “Ini merupakan sumber kejutan bahwa rezim dengan sejarah memenjarakan 160 anak, menahan 600 anak tak bersalah dan 600 pasien Palestina, termasuk 30 pasien cacat fisik, tidak memenuhi syarat untuk masuk dalam daftar malu PBB.”

Sembari mengecam laporan tahunan tentang HAM anak, Kanaani mengingatkan bahwa rezim Zionis “pembunuh anak” telah dikeluarkan dari daftar hitam PBB, padahal tentara Zionis telah merenggut nyawa 26 anak Palestina yang tidak bersalah dalam enam bulan pertama tahun ini.

“Catatan kelam Zionis dalam tindakan seperti itu harus menjadi sumber rasa malu dan malu bagi para pendukung dari Barat bagi rezim apartheid ini,” tegas Kanaani.

Israel tidak pernah masuk dalam daftar hitam PBB yang mencantumkan negara-negara yang sudah selayaknya dipermalukan karena melakukan pembunuhan anak-anak di bawah umur.

Berbagai organisasi peduli HAM telah berulang kali meminta agar rezim Zionis dicantumkan daftar itu karena jelas-jelas kerap membunuhi anak-anak kecil Palestina di Tepi Barat.

Dilaporkan bahwa sebanyak, 42 anak Palestina gugur dan 933 terluka pada tahun 2022 di tangan pasukan Israel, sementara pada tahun 2021, pasukan Israel membunuh 78 anak Palestina. (pt)