Rangkuman Berita Utama Timteng Senin 21 November 2022

Jakarta, ICMES. Komandan Divisi Dirgantara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, Brigjen Amir Ali Hajizadeh, memastikan negara ini memiliki kekuatan drone berkelas dunia serta mencetak banyak prestasi yang akan terlihat jika sudah tiba saatnya konfrontasi.

Presiden Iran Sayid Ebrahim Raisi menuding Amerika Serikat (AS) dan beberapa negara Eropa mendukung teroris dan perusuh yang mencoba mengganggu keamanan Iran.

Sumber militer Suriah mengumumkan sejumlah tentara negara ini tewas akibat serangan Turki di bagian utara provinsi Aleppo dan Hasakah.

Berita Selengkapnya:

IRGC: Iran Sudah Berkelas Dunia di Bidang Drone dan Rudal

Komandan Divisi Dirgantara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, Brigjen Amir Ali Hajizadeh, memastikan negara ini memiliki kekuatan drone berkelas dunia serta mencetak banyak prestasi yang akan terlihat jika sudah tiba saatnya konfrontasi.

Pada kesempatan di sela-sela kunjungan sekelompok pengajar dari dua sekolah agama (hauzah ilmiyyah) Qom dan Mashhad ke pameran kekuatan dirgantara IRGC, Ahad (20/11), Hajizadeh menyebut pencapaian Iran di bidang drone telah menantang aktivitas tentara kuat di dunia.

“Ada banyak pencapaian (militer) lainnya, yang akan diungkapkan pada waktunya; misalnya, kemampuan untuk menyerang (target) musuh pada jarak 1.500 kilometer,” ujarnya.

Mengenai teknologi rudal, dia mengatakan Iran juga sudah menduduki peringkat global.

“Berita yang beredar belakangan ini tentang rudal balistik hipersonik canggih dan mampu bermanuver di luar atmosfer bukanlah hal baru, melainkan hanya diumumkan belakangan ini,” tuturnya.

Dia menambahkan bahwa rudal hipersonik Iran mewakili percepatan pertumbuhan generasional rudal, dan musuh tidak akan dapat menemukan teknologi baru untuk melawannya selama beberapa dekade mendatang.

Hajizadeh mengumumkan pengembangan rudal balistik hipersonik Iran pada 10 November, sembari menyebut rudal itu mampu menembus pertahanan udara yang canggih dan menyerang target yang ditentukan.

“Rudal ini memiliki kecepatan tinggi dan dapat bermanuver baik di dalam maupun di luar atmosfer Bumi. Rudal baru ini dapat menerobos semua sistem pertahanan rudal,  menyasar sistem anti-rudal musuh, dan produksinya menandai lompatan besar dalam pengembangan rudal generasi baru,” ujarnya.

“Di bidang luar angkasa, kami baru-baru ini dapat meluncurkan roket pembawa satelit Qaem 100, yang beroperasi dengan bahan bakar padat. Kami akan menempatkan satelit pertama di orbit pada tahun ini (menurut kalender nasional Hijriah Syamsiah), menggunakan pembawa Qaem 100,” lanjutnya.

Divisi Dirgantara IRGC awal November ini berhasil meluncurkan wahana pembawa satelit suborbital berbahan bakar padat tiga tahap Qaem 100.

Qaem 100, yang pertama dari jenisnya diproduksi oleh ilmuwan Iran, mampu menempatkan satelit seberat hingga 80 kilogram ke orbit 500 kilometer dari permukaan bumi.

Dalam beberapa tahun terakhir Iran berhasil membuat dan menempatkan berbagai satelit ke luar angkasa serta meluncurkan beragam wahana pembawa satelit.

Akhir Juni lalu, untuk kedua kalinya Iran menguji roket pembawa satelit propelan hibrida yang dikembangkan di dalam negeri dan dinamai  Zuljanah untuk “tujuan penelitian yang telah ditentukan”. (tasnim)

Presiden Iran: Dukungan Barat kepada Teroris dan Perusuh Tak akan Menguntungkan Mereka

Presiden Iran Sayid Ebrahim Raisi menuding Amerika Serikat (AS) dan beberapa negara Eropa mendukung teroris dan perusuh yang mencoba mengganggu keamanan Iran.

 “Musuh, yang terluka oleh Revolusi Islam, menggunakan perang hibrida untuk mengganggu kemajuan negara dengan merusak keamanan, ekonomi, pendidikan, dan produksinya,” kata Raisi pada rapat kabinet, Ahad (20/11).

Mengenai dukungan terbuka AS, Prancis, dan beberapa negara Eropa lainnya kepada teroris dan perusuh di Iran, presiden Iran memperingatkan, “Dukungan kepada terorisme sudah pasti tidak akan menguntungkan mereka.”

Dia menugaskan Kementerian Luar Negeri menggunakan saluran diplomatik dan hukum untuk mengambil tindakan yang diperlukan demi melawan hasutan yang dicanangkan di luar negeri.

“Penindakan tegas para perusuh dan pencegahan penimpaan kerugian lebih lanjut pada nyawa orang dan harta benda oleh teroris dan perusuh adalah tuntutan publik, yang harus segera dipenuhi,” tegasnya.

Raisi menambahkan bahwa otoritas keamanan, kehakiman, dan kepolisian memikul tanggung jawab utama  melindungi keamanan masyarakat dan mengamankan aset negara.

Kerusuhan yang didukung asing telah melanda berbagai provinsi Iran sejak wanita berusia 22 tahun, Mahsa Amini, meninggal di rumah sakit pada 16 September, tiga hari setelah dia pingsan di sebuah kantor polisi di Teheran.

Tim Investigasi kemudian menemukan bahwa kematian Amini disebabkan oleh kondisi medisnya, bukan karena penganiayaan pasukan polisi sebagaimana diisukan oleh para perusuh.

Kerusuhan telah menjatuhkan puluhan korban jiwa serta membuka peluang bagi aksi serangan teroris. Dalam dua bulan terakhir, para teroris telah membakar fasilitas umum dan membunuh beberapa anggota Basij dan aparat keamanan serta warga sipil. (alalam)

Beberapa Tentara Suriah Tewas Terkena Serangan Turki

Sumber militer Suriah mengumumkan sejumlah tentara negara ini tewas akibat serangan Turki di bagian utara provinsi Aleppo dan Hasakah pada dini hari Ahad (20/11).

“Sejumlah tentara tewas akibat serangan Turki di wilayah Suriah di pedesaan utara Aleppo dan pedesaan Hasakah saat fajar hari ini,” ungkap sumber itu kepada kantor berita resmi Suriah, SANA.

Dilaporkan bahwa beberapa jet tempur Turki menyerang sejumlah situs di barat daya Ad-Darbasiyah, sekitar Al-Malikiyah, dan desa Tal Harmal, di utara kota Abu Rasin di wilayah utara, dan menjatuhkan sejumlah korban tewas serta menimbulkan kerusakan pada banyak rumah penduduk.

Menurut Observatorium Suriah untuk HAM (SOHR), serangan Turki tersebut menewaskan sedikitnya 12 orang di Suriah utara.

Di pihak lain, Turki mengumumkan jet-jet tempurnya melancarkan serangan udara ke kubu militan Kurdi di Suriah utara dan Irak.

Kementerian Pertahanan Turki di akun Twitternya memosting gambar pesawat tempur lepas landas untuk melakukan serangan malam hari di lokasi yang tidak ditentukan.

Gambar itu dilampirkan pada cuitan, “Jam perhitungan sedang berdetak,” yang mengacu pada ledakan di kota Istanbul, Turki, pada tanggal 13 November lalu.

Turki menuding Partai Pekerja Kurdi (PKK) dan Pasukan Demokratik Suriah (SDF) berada di balik peledakan tersebut, namun dua milisi Kurdi itu membantahnya. (alalam)