Rangkuman Berita Utama Timteng Senin 20 Februari 2023

Jakarta, ICMES. Kepala Organisasi Industri Penerbangan Iran (IAIO) Brigjen Afshin Khajefard menyatakan negara ini berencana memamerkan versi nirawak (UAV) dari jet tempur siluman Qaher-313 buatan dalam negeri.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menuding Iran telah  menyerang sebuah kapal tanker minyak yang terkait dengan Israel pada awal bulan ini.

Sedikitnya lima orang tewas, 15 lainnya luka-luka dan bangunan tempat tinggal rusak terkena serangan udara Israel terhadap Damaksus, ibu kota Suriah, pada dini hari Ahad (19/2).

Berita Selengkapnya:

Iran akan Luncurkan Drone Qaher-303 Versi Nirawak

Kepala Organisasi Industri Penerbangan Iran (IAIO) Brigjen Afshin Khajefard menyatakan negara ini berencana memamerkan versi nirawak (UAV) dari jet tempur siluman Qaher-313 buatan dalam negeri.

Khajefard, Sabtu malam (18/2), menyatakan bahwa pesawat tersebut diproduksi di IAIO dan proyek itu pertama kali diangkat di media 10 tahun lalu.

“Proyek Qaher telah mencapai kematangan penuh dalam hal teknologi, tapi kami memproduksi produk yang lebih beragam. Artinya, pada pertengahan tahun depan (kalender nasional Iran), Anda akan ada versi (baru) pesawat ini yang akan dikirim ke Angkatan Bersenjata. Proyek Qaher akan tampil sebagai pesawat nirawak,” terangnya.

Dia juga memastikan negaranya mandiri di bidang perombakan pesawat komersial dan komponen manufaktur yang bertentangan dengan sanksi.

“Kami telah mencapai tingkat swasembada di bidang mesin sehingga hari ini kami dapat memproduksi 10 jenis mesin yang sebagian besar digunakan pada drone dan rudal jelajah. Tentunya, industri pertahanan kita juga telah mencapai swasembada dalam desain dan pembuatan mesin berat,” ungkapnya.

Mengenai pesawat listrik, Khajefard mengatakan IAIO sudah mulai mengerjakan beberapa prototipe yang akan diuji tahun depan.

“Tentu saja, drone elektrik kami telah mencapai kematangan penuh, tetapi pesawat eklektik berawak membutuhkan lebih banyak peningkatan,” jelasnya.

Menyinggung pencapaian Iran terkait pengembangan UAV, dia menuturkan “Kami memiliki berbagai kelas rudal, bom serangan presisi, avionik perang elektronik, dan drone pengintai. Namun, kami mencoba mengembangkan drone dengan aplikasi sipil, karena drone dapat digunakan untuk pertanian, pemetaan, dan pemadam kebakaran.”

Jet Iran Qaher-313 diluncurkan pada Februari 2013. Jet tempur siluman satu kursi ini dapat lepas landas dan mendarat di landasan pacu pendek. Pada April 2017, pesawat tempur Qaher F-313 diuji untuk peluncuran. (fna/alalam)

Netanyahu Tuding Iran Berada di Balik Serangan terhadap Tanker Israel

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menuding Iran telah  menyerang sebuah kapal tanker minyak yang terkait dengan Israel pada awal bulan ini.

“Di front Iran, upaya kami tak henti-hentinya karena alasan sederhana bahwa tindakan agresif Iran tak henti-hentinya,” kata Netanyahu di awal rapat kabinet mingguannya, Ahad (19/2).

“Minggu lalu Iran kembali menyerang sebuah kapal tanker minyak di (kawasan) Teluk, dan menyerang kebebasan navigasi internasional,” sambungnya.

Menurut  perusahaan Eletson dari Yunani, sebuah kapal tanker bernama Campo Square, yang  berbendera Liberia, pada 10 Februari “diterjang oleh objek udara saat berada di Laut Arab, sekitar 300 mil laut (555 kilometer) lepas pantai India dan Oman”,.

“Baik kapal dan awaknya aman dan melanjutkan perjalanan sesuai rencana. Ada kerusakan kecil pada kapal,” ungkap perusahaan itu.

Seorang juru bicara Eletson mengatakan perusahaan Liberia yang memiliki Campos Square “terkait” dengan Zodiac Maritime, perusahaan pelayaran Inggris yang didirikan dan diketuai oleh seorang Israel, Eyal Ofer.

Iran terlibat perang bayangan dengan Israel sejak beberapa tahun silam. Iran menuduh Israel berada di balik serangkaian serangan sabotase dan pembunuhan yang menargetkan program nuklirnya.

Iran dan Barat juga berselisih mengenai aktivitas nuklir Teheran dan pasokan senjatanya , termasuk drone  kamikaze jarak jauh , untuk perang Rusia di Ukraina.

Iran menuduh Israel berada di balik serangan drone di situs kementerian pertahanan di provinsi Isfahan tengah Iran pada Januari lalu.

Pada bulan November, Israel dan AS menyalahkan Iran atas serangan drone terhadap sebuah kapal tanker di lepas pantai Oman.

Kapal tersebut dioperasikan oleh perusahaan milik Idan Ofer, saudara Eyal.

Pada Juli 2021, sebuah drone menerjang sebuah kapal yang dioperasikan oleh Zodiac Maritime di lepas pantai Oman, dan menewaskan dua awak.  Iran diduga sebagai pelaku serangan ini. (aljazeera)

Serangan Israel di Damakus Tewaskan Lima Orang

Sedikitnya lima orang tewas, 15 lainnya luka-luka dan bangunan tempat tinggal rusak terkena serangan udara Israel terhadap Damaksus, ibu kota Suriah, pada dini hari Ahad (19/2).

Saksi mata mengatakan serangan itu menghantam sebuah bangunan di lingkungan Kafr Sousa di pusat kota Damaskus dan di dekat sebuah kompleks keamanan besar yang dijaga ketat dekat dengan instalasi Iran.

Serangan itu jarang terjadi di daerah perumahan di jantung kota  di distrik padat penduduk dekat Alun-alun Omayyad.

Kantor Berita Arab Suriah, SANA, melaporkan bahwa pertahanan udara menghadapi “target musuh di langit sekitar Damaskus”.

Mengutip sumber militer, SANA melaporkan lima orang tewas, termasuk seorang tentara, dan sejumlah bangunan tempat tinggal rusak.

“Itu menyebabkan kerusakan pada beberapa rumah warga sipil dan kerusakan material di sejumlah lingkungan di Damaskus dan sekitarnya,” kata tentara dalam sebuah pernyataan.

Wakil Kepala Pusat Rekonsiliasi Rusia di Suriah, Oleg Gorinov, menyatakan serangan terbaru Israel ke Damaskus dilakukan dengan menggunakan empat jet tempur F-16.

“Pada 19 Februari, dari 00:22 hingga 00:27, empat pesawat tempur taktis F-16 Angkatan Udara Israel melancarkan serangan rudal dari Dataran Tinggi Golan, yang mengakibatkan kehancuran bangunan Institut Politeknik dan pusat budaya di distrik Kafar Souseh di Damaskus,” ungkapnya.

Israel tidak mengomentari serangan udara itu, yang dilakukan sebulan setelah serangan rudal Israel menghantam Bandara Internasional Damaskus, dan menewaskan empat orang, termasuk dua tentara.

Menteri Luar Negeri Suriah Faisal Mekdad mengatakan serangan itu harus dianggap sebagai “kejahatan terhadap kemanusiaan” mengingat itu terjadi kurang dari dua minggu setelah gempa yang menewaskan lebih dari 5.800 orang di Suriah.

“Pada saat Suriah berusaha menyembuhkan lukanya, menguburkan para martirnya, dan menerima belasungkawa, simpati, dan dukungan kemanusiaan internasional dalam menghadapi gempa dahsyat, entitas Israel melancarkan agresi udara hari ini yang menargetkan lingkungan perumahan berpenduduk sipil di Damaskus, menyebabkan, dalam jumlah korban utama, lima warga sipil mati syahid dan melukai 15 lainnya serta penghancuran sejumlah rumah,” ungkap Mekdad.

Dia menambahkan, “Agresi itu datang dalam konteks serangan sistematis Israel terhadap sasaran sipil Suriah, termasuk rumah, pusat layanan, bandara, dan pelabuhan, dan mengintimidasi warga Suriah yang masih menderita akibat bencana akibat gempa dan bekerja untuk mendukung mereka yang terdampak olehnya.”

Dua sumber intelijen Barat mengatakan targetnya adalah pusat logistik di gedung itu, yang dijalankan oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran.

Jubir Kemlu Iran Nasser Kanani mengutuk serangan terbaru Israel dan menyebutnya”mencoba memperburuk rasa sakit dan penderitaan”  bangsa Suriah yang baru dilanda gempa besar yang menewaskan lebih dari 46.000 orang tewas di Suriah dan Turki . Total korban tewas di Turki sudah mendekati angka 41.000, sementara di Suriah lebih dari 5.800.

Kanani meminta Dewan Keamanan PBB untuk bereaksi terhadap serangan terbaru Israel. (aljazeera/alalam/presstv)