Rangkuman Berita Utama Timteng Senin 10 April 2023

Jakarta, ICMES. Sekjen Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah mengadakan pertemuan dengan Kepala Biro Politik Hamas, Ismail Haniyeh, wakilnya, Saleh al-Arouri, dan delegasi pimpinan gerakan Hamas, menurut sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Hizbullah

Angkatan Darat (AD) Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran telah mengembangkan drone kamikaze baru yang dapat menghancurkan target pada jarak 450 kilometer, demikian dikatakan oleh Kepala Riset dan Organisasi Jihad Swasembada (RSSJO) AS IRGC Jenderal Ali Kouhestani

Panglima Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Mayjen Hossein Salami memastikan bahwa tidak ada lagi negara Arab yang mendukung normalisasi hubungan dengan Israel.

Berita Selengkapnya:

Sekjen Hizbullah dan Para Petinggi Hamas Diskusikan Kesiapan Perang Melawan Israel

Sekjen Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah mengadakan pertemuan dengan Kepala Biro Politik Hamas, Ismail Haniyeh, wakilnya, Saleh al-Arouri, dan delegasi pimpinan gerakan Hamas, menurut sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Hizbullah, Ahad (9/4).

Hizbullah menyatakan bahwa Sayid Nasrallah bertemu dengan Haniyeh, yang tiba di Beirut pada hari Rabu.

“Mereka meninjau perkembangan terpenting di Palestina pendudukan, jalannya peristiwa di Masjid Al-Aqsa, dan perlawanan yang meningkat di Tepi Barat dan Gaza,” ungkap Hizbullah.

Mereka juga membahas “perkembangan politik di kawasan secara umum, kesiapan poros perlawanan, dan kerjasama elemen-elemennya dalam menghadapi semua peristiwa dan perkembangan tersebut.”

Selama beberapa tahun terakhir, Haniyeh telah beberapa kali mengunjungi Lebanon di mana dia biasa bertemu dengan Sayid Nasrallah.

Ketegangan situasi regional meningkat setelah polisi Israel menyerbu Masjid Al-Aqsa pada Selasa malam dan menangkap sekitar 350 warga Palestina yang bertahan di dalamnya pada bulan suci Ramadan.

Faksi-faksi Palestina bersumpah melancarkan serangan balasan, dan Haniyeh Kamis lalu menegaskan dari Lebanon bahwa pihaknya tidak akan “berdiam diri” di depan “agresi” Israel terhadap Masjid Al-Aqsa.

Pada malam Selasa dan Rabu, beberapa roket ditembakkan dari Jalur Gaza utara ke Israel. Sedangkan pada hari Kamis lalu setidaknya 34 roket ditembakkan dari Libanon selatan ke Israel.

Israel menuduh faksi-faksi Palestina berada di balik serangan dari Lebanon itu, dan menyatakan bahwa fasi-faksi itu kemungkinan besar adalah Hamas atau Jihad Islam. Di saat yang sama, Israel mengesampingkan peran apa pun untuk Hizbullah, musuh bebuyutannya yang didukung oleh Iran.

Pada hari Jumat, tentara Israel melakukan serangan di Jalur Gaza, dan serangan terbatas di daerah di mana roket diluncurkan di Lebanon selatan.

Pada Sabtu malam, tentara Israel mengumumkan bahwa mereka telah melancarkan serangan darat dan udara di beberapa lokasi di Suriah, setelah menembakkan rudal dari mereka ke Dataran Tinggi Golan yang diduduki.

Kantor Berita resmi Suriah SANA mengutip pernyataan sumber militer bahwa pesawat Israel melakukan “agresi udara dengan sejumlah rudal dari arah Golan Suriah yang diduduki,” dan menyasar titik-titik lokasi di wilayah selatan Suriah. (raialyoum)

Iran Luncurkan Drone Kamikaze Baru “Me’raj 532”

Angkatan Darat (AD) Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran telah mengembangkan drone kamikaze baru yang dapat menghancurkan target pada jarak 450 kilometer, demikian dikatakan oleh Kepala Riset dan Organisasi Jihad Swasembada (RSSJO) AS IRGC Jenderal Ali Kouhestani, Ahad (9/4).

Kouhestani mengatakan bahwa drone yang dinamai Me’raj 532 itu bermesin piston dan memiliki jangkauan satu arah sejauh 450 kilometer.

Menurutnya, drone kamikaze, yang dirancang dan diproduksi oleh para ahli muda Iran, itu mampu terbang hingga ketinggian 12.000 kaki selama 3 jam dan lepas landas dari kendaraan.

“Dengan hulu ledak seberat 50 kilogram, drone ini dapat mencapai target yang diinginkan dengan akurasi tinggi. Selain itu, desain drone ini adalah tipe pengaturan yang mudah, mengurangi waktu persiapannya dan meningkatkan kecepatan reaksi dan penggunaan,” terangnya.

Dia menyebutkan bahwa proses pengembangan drone di RSSJO Angkatan Darat IRGC sedang berjalan dengan kecepatan yang tepat, dan bahwa dalam waktu dekat, drone tempur, pelatihan, dan kamikaze lainnya akan ditambahkan ke armada tempur.

Iran dalam beberapa tahun terakhir memperoleh kemajuan signifikan dalam mengembangkan pengawasan dan drone tempur. Pejabat militer mengatakan Teheran mandiri dalam membangun drone dari bodi pesawat hingga berbagai subsistem dan mesin.

Pada akhir Mei tahun lalu Iran memamerkan pangkalan drone bawah tanah di mana berbagai drone canggih ditempatkan dan dioperasikan untuk pertempuran potensial dan misi lainnya.

Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Mayjen Mohammad Baqeri mengatakan bahwa pesawat tanpa pilot tersebut telah meningkatkan daya pencegahan Iran.

Dia menekankan pentingnya drone dalam membela kepentingan negara, dan sarana ini telah menemukan tempat khusus di berbagai area pertahanan, ofensif, darat, laut, udara dan pertahanan udara.

Menimbang bahwa pencegahan tidak mungkin dilakukan dengan metode dan peralatan lama dan memerlukan metode baru, Baqeri mengatakan, “Drone yang kita lihat hari ini dapat memainkan peran seperti itu”.

Doktrin militer Republik Islam menyatakan bahwa kemampuan bersenjata negara ini semata-mata untuk tujuan pertahanan.

Pejabat Iran telah berulang kali menekankan bahwa negara ini tidak akan ragu untuk meningkatkan kemampuan militernya, termasuk kekuatan rudal dan drone, yang sepenuhnya dimaksudkan untuk pertahanan, dan bahwa kemampuan pertahanan Iran tidak akan pernah dinegosiasikan. (fna)

Panglima IRGC: Negara-Negara Arab Sudah Enggan Menormalisasi Hubungan dengan Israel

Panglima Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Mayjen Hossein Salami dalam pertemuan dengan sejumlah komandan, petinggi dan personil IRGC, Sabtu (8/4), menyatakan bahwa keruntuhan Rezim Zionis Israel telah dipercepat akibat krisis internal, dan memastikan bahwa tidak ada lagi negara Arab yang mendukung normalisasi hubungan dengan Israel.

Dia mengutuk kebrutalan pasukan Zionis Israel di Masjid Al-Aqsa, dan menegaskan bahwa rezim Tel Aviv memicu ketegangan di seluruh tanah pendudukan demi meloloskan diri dari perlawanan Palestina dan menghindari operasi pembalasan yang menyasar kedalaman wilayah Israel (Palestina pendudukan 1948).

Salami mengatakan, “Saat ini, rezim palsu dan kriminal Zionis sedang menciptakan krisis di seluruh wilayah pendudukan dengan harapan dapat menjauh dari kebangkitan rakyat (Palestina) dan melarikan diri dari perlawanan Palestina, terutama dari para pemuda di Tepi Barat dan di tempat lain. Kita sekarang menyaksikan pemboman Jalur Gaza dan kejahatan brutal terhadap warga Palestina yang tertindas. Namun, tindakan seperti itu tidak akan membawa mereka kemanapun.”

Jenderal Salami menambahkan bahwa ratusan ribu orang Israel – jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya-  telah melakukan protes di Tel Aviv dan kota-kota Israel lainnya menentang perombakan yudisial yang kontroversial yang sedang dicoba untuk disahkan oleh pemerintahan sayap kanan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Menurutnya, para pejabat Israel sendiri mengakui bahwarezim ini telah bergerak lebih cepat menuju kemusnahannya daripada jangka waktu 25 tahun yang diprediksi oleh Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei.

Dia lantas menyebutkan bahwa Rezim Zionis sedang menjalani hitungan mundur, dan tidak ada lagi negara Arab yang berusaha untuk menormalisasi hubungan dengan Israel. (fna)