Rangkuman Berita Utama Timteng Senin 1 Maret  2021

drone yaman samad-3Jakarta, ICMES. Juru Bicara Angkatan Bersenjata Yaman yang bersekutu dengan gerakan Ansarullah (Houthi) Brigjen Yahya Saree mengumumkan pasukannya telah menggempur wilayah Arab Saudi dengan rudal balistik dan 15 pesawat nirawak.

Pemerintah AS mengaku kecewa melihat Iran menolak pertemuan informal untuk membahas mekanisme reaktivasi perjanjian nuklir Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) antara Iran dan lima negara  (4+1; Inggris, Prancis, Rusia, China plus Jerman).

Sistem pertahanan udara negara ini telah menyergap rudal-rudal yang dilesatkan Rezim Zionis Israel ke arah kawasan sekitar Damaskus, ibu kota Suriah.

Mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo menyatakan bahwa di Arab Saudi banyak orang yang berharap negara kerajaan ini bergabung dengan “Kesepakatan Abraham” untuk menormalisasi hubungan dengan Rezim Zionis Israel.

Berita Selengkapnya:

Ansarullah Gempur lagi Wilayah Saudi, AS Angkat Bicara

Juru Bicara Angkatan Bersenjata Yaman yang bersekutu dengan gerakan Ansarullah (Houthi) Brigjen Yahya Saree mengumumkan pasukannya telah menggempur wilayah Arab Saudi dengan rudal balistik dan 15 pesawat nirawak (UAV/drone) pada Sabtu malam hingga dini hari Ahad (27-28/2).

Dalam konferensi pers di Sanaa, ibu kota Yaman, Ahad (28/2), Saree menyatakan, “Beberapa posisi dan tempat sensitif di Riyadh, ibu kota musuh, menjadi sasaran rudal balistik jenis  Zulfiqar dan sembilan pesawat nirawak Samad-3. Enam pesawat nirawak Qasef K2 juga menargetkan posisi militer di Abha dan daerah Khamis Mushait.”

Dia menambahkan, “Selagi serangan dan blokade terhadap negara kami terus berlanjut, operasi kami akan terus berlanjut dan akan lebih luas.”

Saree mengimbau warga Saudi untuk menjauh dari semua posisi militer, tempat, dan bandara.

Di pihak lain, Saudi mengaku telah mencegat serangan rudal di Riyadh dan drone bermuatan bom di bagian selatan Saudi.

Bersamaan dengan ini, pemerintah AS mengutuk serangan Ansarullah yang disebutnya menyasar permukiman penduduk.

Juru bicara Kemlu AS Ned Price mengatakan, “Serangan ini tak hanya mengancam warga sipil, melainkan juga cakrawala perdamaian dan stabilitas di Yaman.”

Price mengimbau Ansarullah menghentikan serangan ke Saudi serta berpartisipasi dengan upaya utusan PBB dan utusan AS untuk mewujudkan perdamaian di Yaman. Dia juga menegaskan bahwa AS masih berkomitmen pada persekutuannya dengan Saudi sehingga akan terus membantu Saudi melawan serangan dari luar. (fna/raialyoum)

Iran Tolak Usulan Eropa untuk Pertemuan Informal, AS Mengaku Kecewa

Pemerintah AS mengaku kecewa melihat Iran menolak pertemuan informal untuk membahas mekanisme reaktivasi perjanjian nuklir Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) antara Iran dan lima negara  (4+1; Inggris, Prancis, Rusia, China plus Jerman).

Jubir Gedung Putih Jen Psaki, Ahad (28/2), mengatakan, “Meski kami kecewa terhadap respon Iran, namun kami masih siap berpartisipasi lagi dalam diplomasi serius untuk merealisasikan saling kembali mematuhi JCPOA.”

Dia menambahkan bahwa Washington akan berunding dengan lima negara tersebut mengenai mekanisme yang terbaik untuk mengaktifkan kembali perjanjian tersebut.

Sebelumnya di hari yang sama, Iran secara resmi mengumumkan penolakannya terhadap usulan Eropa untuk menggelar pertemuan informal tersebut.

Kemlu Iran menyatakan bahwa menimbang sikap terbaru dan tindakan AS dan Eropa maka Teheran memandang tidak tepat waktunya untuk mengadakan pertemuan demikian.

Menurut Kemlu Iran, belum ada perubahan pada sikap dan perilaku AS terhadap Iran sejak Joe Biden dilantik sebagai presiden AS.

Kemlu Iran menekankan bahwa penerapan kembali JCPOA oleh semua pihak terkait tidak memerlukan negosiasi dan keputusan Dewan Gubernur Badan Energi Atom Internasional (IAEA) karena semua negosiasi sudah dilakukan pada lima tahun silam.

Iran mengingatkan bahwa menuju perjanjian nuklir sudah sangat jelas, yaitu melalui pencabutan semua sanksi ilegal dan sepihak AS terhadap Iran serta kepatuhan Washington kepada JCPOA. (raialyoum/fna)

Pertahanan Udara Suriah Sergap Rudal Israel

Televisi pemerintah Suriah pada Ahad malam (28/2) melaporkan bahwa sistem pertahanan udara negara ini telah menyergap rudal-rudal yang dilesatkan Rezim Zionis Israel ke arah kawasan sekitar Damaskus, ibu kota Suriah.

Sementara kantor berita negara ini, SANA, memberitakan bahwa terdengar suara-suara ledakan dari angkasa pinggiran Damaskus ketika pertahanan udara Suriah berusaha menangkis rudal-rudal Israel.

Menurut SANA, pertahanan udara Suriah telah menjatuhkan sebagian besar rudal itu sehingga tak mengena sasaran yang diincar Israel.

Sumber militer Israel, mengatakan, “Pada pukul 22.16 (waktu setempat) musuh, Israel, telah melancarkan agresi udara dari arah wilayah pendudukan Golan Suriah menuju beberapa sasaran di sekitar Damaskus.”

Sumber itu menambahkan, “Sistem pertahanan udara kami telah mencegat rudal-rudal penyerang dan menjatuhkan sebagian besar di antaranya.”

Dalam beberapa bulan terakhir Israel meningkatkan serangannya ke berbagai posisi dengan dalih demi melawan sepak terjang Iran dan sekutunya untuk menyerang Israel dari wilayah Suriah. (rt)

Pompeo: Di Saudi Banyak yang Menghendaki Normalisasi Hubungan dengan Israel

Mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo menyatakan bahwa di Arab Saudi banyak orang yang berharap negara kerajaan ini bergabung dengan “Kesepakatan Abraham” untuk menormalisasi hubungan dengan Rezim Zionis Israel.

“Di Saudi banyak orang yang menginginkan normalisasi hubungan dengan Israel dan berharap Riyadh bergabung dengan Kesepakatan Abraham yang dibuat pada masa pemerintahan Donald Trump,” ungkap Pompeo, Ahad (28/2).

Dalam sebuah rekaman video yang ditujukan kepada Gerakan Pemberantasan Anti-Semitisme (Combat Anti-Semitism Movement), Pompeo mengatakan, “Selama kepresidenan Trump, empat negara Arab, yaitu Uni Emirat Arab, Bahrain, Maroko, dan Sudan telah sepakat mengadakan hubungan dengan Israel.”

“Memprediksi masa depan telah membuktikan perjuangan bagi saya,” kata Pompeo.

Dia juga memperkirakan “lebih banyak lagi” negara yang akan berupaya menjalin hubungan dengan Israel.

“Saya berharap Kerajaan Arab Saudi dapat menemukan jalannya untuk bergabung dengan Perjanjian Abraham. Saya tahu banyak orang di negara itu menginginkan hal itu terjadi, ”ujarnya.

Sumber pejabat Israel di Quds (Yerussalem) mengatakan bahwa Pompeo dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pernah mengadakan pertemuan secara diam-diam dengan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman pada November di kota Neom, Saudi.

Pertemuan itu, yang dibantah oleh Riyadh, memicu spekulasi di Israel mengenai kemungkinan bahwa kesepakatan normalisasi hubungan antara keduanya sudah dekat.

Belum lama ini beberapa sumber Israel menyatakan bahwa para pejabat Arab Saudi membuka jalur komunikasi intensif antara Riyadh dan Tel Aviv untuk membangunan koalisi bilateral guna menghadapi Presiden AS Joe Biden yang terlihat “gusar” terhadap keduanya. (raialyoum/timesofisrael)