Rangkuman Berita Utama Timteng Selasa 29  November 2022

Jakarta, ICMES. Media Israel melaporkan bahwa Iran telah mengerahkan sistem pertahanan udara di wilayah Damaskus, ibu kota Suriah, dan bahwa ini akan mengarah pada pengurangan skala besar dalam aktivitas Angkatan Udara Israel di Suriah.

Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei, yang juga merupakan panglima tertinggi angkatan bersenjata negara ini, menyerukan peningkatan kemampuan tempur Angkatan Laut (AL) Iran, dan kelanjutan eksistensinya di laut lepas dan perairan internasional.

Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) mengungkapkan kebanggaan dan apresianya kepada aksi para suporter dari dunia Arab dan Islam di semua pertandingan Piala Dunia Qatar 2022 dalam mengekspresikan penolakan mereka terhadap eksistensi rezim Zionis Israel dan normalisasi hubungan dengannya.

Berita Selengkapnya:

Media Israel: Iran Kerahkan Sistem Payung Rudal Baru di Suriah

Media Israel melaporkan bahwa Iran telah mengerahkan sistem pertahanan udara di wilayah Damaskus, ibu kota Suriah, dan bahwa ini akan mengarah pada pengurangan skala besar dalam aktivitas Angkatan Udara Israel di Suriah.

TV Israel channel 12, Senin (28/11), menyebutkan bahwa Iran mengerahkan sistem payung rudal Bavar-373, menyusul terbunuhnya Kol. Daoud Al-Jaafari, seorang perwira Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) di Suriah pekan lalu.

Blog intelijen Intelli Times milik Israel Ahad lalu menyebutkan bahwa Jafari belakangan ini terlibat dalam pengerahan sistem pertahanan udara Iran di Suriah dan Lebanon, yang dipimpin oleh Farido Mohammadi Sakai, koordinator Angkatan Udara IRGC, ke wilayah tersebut.

Para pejabat di Iran pekan lalu menyatakan Israel berada di balik pembunuhan Jaafari dengan meledakkan bom di mobilnya yang sedang melaju di daerah dekat Damaskus. (raialyoum)

Ayatullah Khamenei Tekankan Peningkatan Kekuatan AL Iran dan Kehadirannya di Perairan Internasional

Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei, yang juga merupakan panglima tertinggi angkatan bersenjata negara ini, menyerukan peningkatan kemampuan tempur Angkatan Laut (AL) Iran, dan kelanjutan eksistensinya di laut lepas dan perairan internasional.

Dalam pertemuan dengan sejumlah perwira tinggi AL Iran di Teheran, Senin (28/11), Ayatullah Khamenei,menyinggung sejarah panjang eksistensi bangsa Iran di laut sehingga membantu proses penyebaran budaya dan peradaban Islam dan Iran ke pelbagai belahan dunia.

 “Meskipun ada sejarah panjang demikian dan (Iran memiliki) pantai panjang di utara dan terutama di selatan Iran, budaya memanfaatkan peluang maritim telah diabaikan di negara ini, dan harus berubah menjadi bagian dari budaya umum,” lanjutnya.

Dalam pertemuan tersebut, Komandan Angkatan Laut Iran Laksamana Muda Shahram Irani mempresentasikan laporan tentang langkah-langkah dan rencana yang dibuat oleh pasukannya di berbagai bidang.

Pekan lalu, Shahram Irani mengatakan pasukannya akan segera meluncurkan helikopter serang AL baru dan drone jarak jauh buatan dalam negeri, serta menyatakan bahwa pencapaian militer utama akan bergabung dengan armada AL Iran dalam waktu dekat.

Dia menambahkan bahwa pesawat nirawak canggih juga akan memungkinkan unit lepas pantai Angkatan Laut Iran untuk menjangkau area dalam radius operasional setidaknya 2.000 kilometer.

Menurut Shahram Irani, AL Iran sekarang eksisdi Samudra Hindia, Samudra Atlantik, serta Samudra Pasifik, dan menjaga kapal komersial dan kapal tanker minyak yang dimiliki atau disewa oleh Republik Islam selama misi mereka di perairan internasional.

Dia menekankan bahwa Angkatan Laut Iran memiliki kemampuan menerbangkan ratusan drone sekaligus dalam menjalankan berbagai misi.

Pada pertengahan Juli lalu Angkatan Laut Iran meningkatkan kekuatannya dengan menggabungkan divisi khusus yang bertugas mengangkut dan mengoperasikan berbagai drone.

Divisi kapal induk drone pertama Angkatan Laut Iran, yang terdiri dari unit permukaan dan bawah permukaan yang berbeda, diresmikan dalam sebuah upacara di perairan internasional Samudra Hindia. (presstv)

Piala Dunia Qatar, Hamas dan Hizbullah Puji Penolakan Para Suporter Arab terhadap Eksistensi Israel

Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) mengungkapkan kebanggaan dan apresianya kepada aksi para suporter dari dunia Arab dan Islam di semua pertandingan Piala Dunia Qatar 2022 dalam mengekspresikan penolakan mereka terhadap eksistensi rezim Zionis Israel dan normalisasi hubungan dengannya.

Hamas dalam siaran persnya, Senin (28/11), menyebut aksi para suporter itu menunjang kemenangan perjuangan bangsa tertindas Palestina melawan pendudukan kaum Zionis , serta penegasan bahwa Palestina masih eksis di hati nurani bangsa-bangsa sebagai simbol perjuangan merebut kemerdekaan.

Seperti diketahui, sentimen anti-Israel mewarnai suasana Piala Dunia di Qatar. Wartawan Israel mengatakan bahwa sentimen itu mendorong penggemar sepak bola untuk mengibarkan bendera Palestina di stadion Qatar di tengah maraknya penolakan mereka untuk berbicara dengan media Israel.

Hamas menyatakan solidaritas itu mencerminkan penolakan rakyat berbagai negara dunia terhadap segala bentuk normalisasi dengan entitas pendudukan Zionis, yang belakangan ini getol berusaha menembus kesadaran bangsa-bangsa Arab agar menerima eksistensi Zionis di Timur Tengah.

Hamas  juga menyebutkan bahwa bangsa-bangsa Arab dan Muslim telah mengekspresikan jatidiri dan simpati mereka kepada Palestina dan kota suci Quds (Yerussalem), “yang akan tetap menjadi bagian dari dunia Arab dan Islam dan orientasi bagi seluruh para penyanjung kemerdekaan di dunia”.

Petinggi kelompok pejuang Hizbullah Libanon juga memuji penolakan para suporter Arab diwarancara oleh media Israel di Piala Dunia di Qatar 2022.

Wasekjen Hizbullah Syeikh Naim Qassem di Twitter, Senin (28/11), menyebut aksi para suporter Arab itu sebagai penolakan terhadap eksistensi  Israel dan normalisasi hubungan dengannya, dan cerminan perlawanan yang mengarah pada kemenangan bangsa Palestina atas rezim pendudukan.

 “Aksi warga Arab menolak wawancara dengan koresponden Israel di Piala Dunia di Qatar merupakan indikasi penolakan masyarakat terhadap normalisasi (hubungan) dengan musuh,” tulis Syeikh Qassem.

“Resistensi pemuda terhadap normalisasi merupakan ekspresi penolakan terang-terangan terhadap keberadaan entitas Israel di wilayah kita. Upaya bersama dari perlawanan militer, budaya, media, dan pemuda akan mencapai kemenangan dan pembebasan bagi Palestina tercinta,” tambahnya.

Reporter dan jurnalis media Israel dalam beberapa kesempatan mengaku diboikot dan diteriaki oleh para suporter, warga setempat, dan bahkan pejabat di Piala Dunia di Qatar.

Dalam berbagai video yang ditayangkan oleh media Israel, warga lokal dan non-lokal terlihat berdiri di belakang wartawan Israel dan mengibarkan bendera Palestina untuk memprotes rezim pendudukan.

Selain boikot terhadap media Israel, spanduk besar pro-Palestina juga dibentangkan oleh para suporter di hampir seluruh stadion di Qatar. Para suporter dan pemain Qatar juga terlihat mengenakan ban lengan dan pita bergambar bendera Palestina sebagai penolakan atas kesepakatan normalisasi dengan entitas ilegal Israel.

Semua itu aksi sekaligus juga menandai penolakan rakyat di negara-negara Arab terhadap normalisasi hubungan sejumlah penguasa Arab dengan Israel.

Pada tahun 2020, Uni Emirat Arab dan Bahrain menandatangani perjanjian yang ditengahi Amerika Serikat dengan Israel untuk menormalisasi hubungan mereka dengan rezim Zionis tersebut.

Sudan dan Maroko lantas ikut menormalisasi hubungan dengan Israel, meski memicu kecaman luas dari Palestina serta negara-negara dan pembela hak asasi manusia di seluruh dunia, terutama di dunia Muslim. (alalam/presstv)