Rangkuman Berita Utama Timteng  Selasa 26 Maret 2024

Jakarta, ICMES. Sebuah laporan disajikan oleh Letkol (purn) Israel Eli Dekal, yang berspesialisasi dalam sistem infrastruktur di negara-negara Arab, memperingatkan semakin besarnya kekuatan militer tentara Mesir di Sinai serta ancamannya bagi Israel.

Yaman telah memperingatkan Arab Saudi agar tidak mengizinkan jet tempur AS menggunakan wilayah udaranya untuk menyerang Yaman guna mendukung Israel.

Tentara Israel mengumumkan pihaknya telah memantau peluncuran 15 roket dari Lebanon di sebuah lokasi militer di utara Palestina pendudukan.

Berita selengkapnya:

Media Israel Sebut Mesir Berencana Serang Israel

Sebuah laporan disajikan oleh Letkol (purn) Israel Eli Dekal, yang berspesialisasi dalam sistem infrastruktur di negara-negara Arab, memperingatkan semakin besarnya kekuatan militer tentara Mesir di Sinai serta ancamannya bagi Israel.

Dalam laporannya berjudul “Konsep Perdamaian dengan Mesir…Apa yang Belum Dibahas” di situs berita Israel  Nziv , Dekal mengaku mulai meneliti dan memverifikasi hal ini enam tahun lalu, dan dia lantas mencapai kesimpulan krusial bahwa sejak tahun 2014, tentara Mesir secara signifikan memperluas infrastruktur militernya di Sinai.

Dia menjelaskan, “Pada tahun 2014, setelah berhari-hari kerusuhan regional dan tersingkirnya Ikhwanul Muslimin dari kekuasaan di Mesir, pembangunan infrastruktur militer di Sinai dipercepat, dan pada saat yang sama proses pembelian senjata canggih yang berkepanjangan  menyebabkan tentara Mesir mencapai peringkat ke-12 terkuat di dunia dan menekan tentara Israel ke posisi ke-18 di dunia.”  

Dekal menambahkan: “Fenomena meresahkan dari peningkatan kekuatan tentara Mesir secara signifikan dan pembangunan infrastruktur militer yang intensif, terutama di Sinai dan di kedua sisi Terusan, tidak menjadi perhatian masyarakat di Israel, termasuk para veteran militer senior yang saya ajak bicara di lembaga-lembaga penelitian akademik, para komentator, dan jurnalis, termasuk jurnalis bidang militer yang oleh sistem keamanan Israel dinutrisi dengan konsep  bahwa Mesir, setelah menerima sisa tanah Sinai dari Israel, tidak tertarik untuk bertindak yang merugikan Israel. Padahal, hubungan permusuhan yang dalam bahasa sederhana disebut “perdamaian dingin”  semakin meningkat, dan Mesir menjaga kerja sama keamanan dengan Israel, yang kini dilarang untuk dipublikasikan.”

Dia mengkritik para pemimpin politik dan keamanan di Israel yang memandang Mesir sebagai negara sahabat dan bukan musuh. Menurutnya, Mesir merupakan ancaman keamanan bagi Israel, sehingga Israel perlu mengerahkan sumber daya militer untuk mengantisipasi ancaman Mesir.

Dekal juga menyerukan upaya pencegahan terulangnya Perang 6 Oktober dan kegagalan intelijen Israel dalam mengantisipasi serangan mendadak Mesir terhadap Israel.

Dia menyebutkan bahwa sejak tahun 2004, dan khususnya sejak tahun 2008, tentara Mesir telah memperluas infrastruktur militer secara signifikan di Sinai. Pada tahun 2014, setelah Abdel Fattah el-Sisi berkuasa sebagai presiden Mesir, pembangunan infrastruktur militer di Sinai dipercepat.

Dia menjelaskan bahwa ketika para pemikir dan orang-orang Israel yang tertarik dengan urusan Mesir menyoal tentang bahaya menguatnya tentara Mesir, mereka beralasan bahwa  Mesir semakin kuat adalah; akibat ancaman Ethiopia yang akan mencuri pasokan air Sungai Nil dari Mesir; akibat ancaman dari faksi Libya barat (sementara faksi timur yang dikuasai oleh Khalifa Haftar adalah sekutu Mesir); dan karena Mesir berobsesi memimpin Afrika dan negara Arab, dan senjata tersebut bertujuan untuk menunjukkan kepada semua negara di dunia  ihwal kebesaran Mesir.

Dekal lantas membantah satu per satu semua asumsi itu, dan menekankan bahwa Mesir merupakan ancaman keamanan bagi Israel.

Dekal mengklaim bahwa Mesir tidak berhenti mempersenjatai Sinai, dan terus mempersiapkan perang di masa depan melawan Israel.

Dia menutup laporannya dengan menyatakan: “Bahkan jika penilaian saya terhadap niat perang Mesir keliru secara mendasar, dan Presiden Mesir hanya berpikir baik tentang Israel, namun menurut saya, saat itupun kurang siapnya IDF menghadapi potensi konfrontasi militer dengan Mesir merupakan tindak pidana kelalaian.” (rt)

Yaman Ancam Serang Saudi Jika Riyadh Bersengkongkol dengan AS terhadap Yaman

Yaman telah memperingatkan Arab Saudi agar tidak mengizinkan jet tempur AS menggunakan wilayah udaranya untuk menyerang Yaman guna mendukung Israel.

“Kami menyampaikan pesan ke Arab Saudi bahwa mereka akan menjadi target (serangan balasan Yaman) jika mengizinkan pesawat AS menggunakan wilayah atau zona udaranya dalam agresi di Yaman,” ungkap Mohammad Ali al-Houthi, anggota Dewan Tinggi Politik Yaman dalam wawancara dengan al-Masirah, Ahad (24/3).

AS dan Inggris telah melakukan banyak serangan terhadap Yaman sebagai upaya untuk menekan negara ini agar menghentikan  operasi serangan yang dilakukan demi membela rakyat Palestina yang menjadi sasaran perang genosida Israel.

Dalam hal ini, Angkatan Bersenjata Yaman telah menargetkan kapal-kapal yang  terkait dengan Israel di Laut Merah, atau kapal-kapal yang berlayar dari atau menuju pelabuhan-pelabuhan di wilayah pendudukan Palestina.

Al-Houthi menegaskan kembali dukungan Yaman kepada bangsa tertindas Palestina, dan dalam rangka ini Yaman  akan terus melakukan konfrontasi dengan AS, Inggris, dan Israel. Dia menekankan bahwa Yaman memiliki senjata yang mampu menjangkau pasukan AS.

Al-Houthi mengingatkan bahwa agresi militer yang dipimpin Saudi terhadap Yaman yang dimulai pada tahun 2015 telah gagal mencapai tujuannya, dan malah membuat Yaman lebih kuat dari sebelumnya.

Dia mengatakan pertempuran antara Sanaa dan Riyadh hanya berkurang, namun belum ada kesepakatan gencatan senjata yang dicapai.

Mohammad Ali al-Houthi menyatakan bahwa setiap perundingan perdamaian baru harus mengatasi masalah kemanusiaan, termasuk pencairan gaji seluruh pegawai negara dari pendapatan minyak dan gas Yaman.

Arab Saudi dan sekutunya melancarkan perang terhadap Yaman sejak Maret 2015, untuk memulihkan kekuasaan rezim yang bersekutu dengan Saudi dan Barat.

Perang tersebut telah merenggut nyawa puluhan ribu warga Yaman dan membuat negara ini menjadi tempat bagi apa yang disebut oleh PBB sebagai salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia. (mm/presstv)

Hizbullah Lesatkan 15 Roket ke Posisi Pasukan Zionis Israel

Tentara Israel mengumumkan pihaknya telah memantau peluncuran 15 roket dari Lebanon di sebuah lokasi militer di utara Palestina pendudukan.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Senin (25/3),  tentara Israel mengklaim bahwa pada Ahad malam sekira 15 roket terdeteksi ditembakkan ke arah posisi tentara Israel di dekat Kibbutz Manara, namun jatuh di area terbuka tanpa menimbulkan korban jiwa.

Tentara Israel juga menyebutkan bahwa pesawat tempurnya “tadi malam menyerang  gedung militer Hizbullah di wilayah Mays al-Jabal, di mana terdapat anggota organisasi tersebut,” tanpa rincian lebih lanjut.

Tidak ada tanggapan segera dari pihak Hizbullah atas klaim militer Israel tersebut.

Sementara itu, kementerian Kesehatan di Jalur Gaza pada hari Senin mengumumkan bahwa jumlah korban tewas akibat perang Israel terus bertambah menjadi  32,333 syuhada dan 74,694 korban luka sejak 7 Oktober 2023.

Memasuki hari ke 172  perang Israel terhadap Jalur Gaza, kementerian tersebut dalam laporan statistik harian di platform Telegram menyatakan bahwa “rezim pendudukan Israel melakukan 11 pembantaian terhadap keluarga di Jalur Gaza, termasuk  yang mengakibatkan 107 orang gugur syahid dan 176 orang terluka di rumah sakit selama 24 jam terakhir. ”

Dia menambahkan, “Jumlah korban gugur akibat agresi Israel meningkat menjadi 32.333 dan, korban luka 74.694  sejak 7 Oktober.”

Sejumlah korban masih berada di bawah reruntuhan dan di jalan, sementara  ambulan  serta kru pertahanan sipil tidak dapat menjangkau mereka.

Selain korban jiwa, yang sebagian besar adalah anak-anak dan perempuan, perang Israel juga menyebabkan kerusakan infrastruktur besar-besaran dan bencana kemanusiaan, selain kelaparan yang terus berlanjut yang merenggut nyawa anak-anak dan orang tua, menurut data Palestina dan PBB. (raialyoum)