Rangkuman Berita Utama Timteng  Selasa 21 Mei 2024

Jakarta, ICMES.  Otoritas Iran mengumumkan pemakaman jenazah Mantan Presiden Sayid Ebrahim Raisi yang gugur dalam kecelakaan helikopter akan diadakan di Teheran pada hari Rabu (22/5), sementara Angkatan Bersenjata Iran mengumumkan pembentukan tim penyelidik insiden mematikan tersebut.

Beragam pernyataan dan komentar mengemuka dari berbagai pihak terkait dengan insiden kecelakaan helikopter yang menggugurkan Presiden Iran Sayid Ebrahim Raisi, Menlu  Hossein Amir Abdollahian, dan sejumlah orang lainnya.

Para pejuang Palestina terus melakukan perlawanan dengan menyerang tentara dan kendaraan pasukan pendudukan Zionis Israel di Jalur Gaza. Mereka terlibat dalam kontak senjata sengit di berbagai poros pertempuran, khususnya di Deir al-Balah timur, di tengah Jalur Gaza, dan di kamp Jabalia, di Jalur Gaza bagian utara.

Berita selengkapnya:

Militer Iran Bentuk Komisi Penyelidikan Jatuhnya Helikopter Presiden Iran

Otoritas Iran mengumumkan pemakaman jenazah Mantan Presiden Sayid Ebrahim Raisi yang gugur dalam kecelakaan helikopter akan diadakan di Teheran pada hari Rabu (22/5), sementara Angkatan Bersenjata Iran mengumumkan pembentukan tim penyelidik insiden mematikan tersebut.

Wakil Presiden Urusan Eksekutif Mohsen Mansouri pada hari Senin (20/5) mengatakan kepada televisi pemerintah, “Proses pemakaman akan diadakan pada Rabu pagi di kota Teheran untuk presiden saya dan rekan-rekannya yang gugur dalam kecelakaan helikopter, termasuk Menteri Luar Negeri Hossein Amir Abdollahian.”

Iran mengumumkan lima hari berkabung atas gugurnya Sayid Ebrahim Raisi bersama delapan orang lainnya, termasuk Menteri Luar Negeri Hossein Amir Abdollahian.

Ketua Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Iran Mayjen Mohammad Bagheri  memerintahkan penyelidikan penyebab jatuhnya helikopter yang membawa presiden dan para pejabat lainnya.

Dilaporkan bahwa Bagheri memerintahkan “komite tingkat tinggi untuk membuka penyelidikan penyebab jatuhnya helikopter presiden” pada hari Ahad (19/5).

Ribuan orang berkumpul di pusat kota Teheran pada hari Senin untuk menghormati Raisi dan Abdollahian.

Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei, menunjuk Wakil Presiden Pertama Republik, Muhammad Mokhber, untuk mengemban tugas kepresidenan.

Konstitusi Iran menetapkan bahwa wakil pertama presiden  mengambil alih tugas presiden jika presiden meninggal dunia, dengan syarat pemilihan presiden diadakan dalam waktu 50 hari setelah kematian.

Ayatullah Khamenei dalam pernyataan pertamanya setelah pengumuman resmi meninggalnya Sayid Raisi mengatakan, “Sesuai dengan Pasal 131 Konstitusi, Bapak Mokhber mengambil alih kekuasaan eksekutif sebagai presiden.”

Sembari mengumumkan lima hari berkabung, dia menyebutkan bahwa sesuai  undang-undang yang berlaku, Mokhber harus bekerja dengan para kepala badan legislatif dan yudikatif untuk mengadakan pemilihan presiden baru “dalam jangka waktu paling lambat 50 hari”.

Ali Bagheri, kepala perunding dalam urusan nuklir dan Wakil Menteri Luar Negeri Bidang Politik, ditunjuk sebagai penjabat Menteri Luar Negeri, menggantikan Hussein Amir Abdollahian. (isna/raialyoum)

Iran Temukan Sendiri Helikopter Pembawa Presiden, AS Mengaku Diminta Membantu

Beragam pernyataan dan komentar mengemuka dari berbagai pihak terkait dengan insiden kecelakaan helikopter yang menggugurkan Presiden Iran Sayid Ebrahim Raisi, Menlu  Hossein Amir Abdollahian, dan sejumlah orang lainnya.

Berikut ini beberapa pernyataan di antaranya;

– Kepala Lembaga Bulan Sabit Merah Iran, Pir Hossein Koulivand, menyatakan bahwa tim penyelamat dari lembaga ini telah menemukan puing-puing helikopter di lokasi berketinggian 2500 meter tanpa bantuan luar negeri.

Dia mengatakan, “Operasi pencarian dan identifikasi telah selesai, dan  sepenuhnya dilakukan oleh pasukan bantuan Iran, tanpa bantuan eksternal apa pun.”  

Dia menyebut pembicaraan tentang adanya bantuan eksternal untuk mencapai pesawat dan mengidentifikasi tubuh sebagai “rumor”, seakan menampik rumor bahwa drone Akanci milik Turkilah yang menemukan puing helikopter yang jatuh.

 “Penyelamat Bulan Sabit Merah menemukan puing-puing helikopter di ketinggian 2.500 meter, dan operasi pencarian dan penyelidikan dihadiri oleh lebih dari dua ribu orang dari semua kekuatan dan unit, termasuk Bulan Sabit Merah, IRGC, Basij, tentara, damkar, dan manajemen krisis dan darurat,” terangnya.

– Otoritas Penyiaran Israel  mengutip pernyataan sumber resmi Israel bahwa Tel Aviv tidak ada kaitannya dengan insiden jatuhnya helikopter dan kematian presiden Iran. Media Israel sangat sibuk meliput insiden jatuhnya pesawat presiden Iran sampai-sampai menutupi liputannya mengenai perang Gaza.

– Hizbullah menyatakan: “Sayid Raisi adalah saudara besar bagi kami, pendukung kuat, dan pembela yang solid terhadap urusan kami dan umat, terutama Al-Quds dan Palestina.”

– Berbagai media menyebutkan bahwa Raisi adalah orang paling diduga kuat sebagai penerus Ayatullah Ali Khamenei sebagai pemimpin besar, meskipun di Iran asumsi demikian tidak pernah mengemuka di tengah publik. Dia juga dinyatakan sebagai presiden Iran pertama yang telah menyerang Israel dengan badai rudal dan drone.

– Tanda tanya mengemuka mengapa Ayatullah Ali Khamenei menyebutkan istilah “kesyahidan” atas gugurnya Sayid Raisi, dan apakah istilah ini mengisyaratkan adanya konspirasi di balik kecelakaan tersebut. Pertanyaan demikian mengemuka meskipun istilah itu juga digunakan untuk orang yang meninggal dunia ketika sedang menjalankan tugas dan kewajiban dan tugas kenegaraan dan keagamaan.

– AS mengklaim bahwa Iran meminta bantuan terkait dengan kecelakaan helikopter yang menggugurkan Presiden Ebrahim Raisi, setelah Washington menyampaikan belasungkawa.

Jubir Kemlu AS Matthew Miller S mengatakan, “Saya tidak akan menjelaskan secara rinci, namun pemerintah Iran telah meminta bantuan kami.” Dia menambahkan bahwa AS tidak dapat melakukannya “karena alasan logistik.” (railayoum)

Pejuang Palestina Serang Helikopter Apache Israel

Para pejuang Palestina terus melakukan perlawanan dengan menyerang tentara dan kendaraan pasukan pendudukan Zionis Israel di Jalur Gaza. Mereka terlibat dalam kontak senjata sengit di berbagai poros pertempuran, khususnya di Deir al-Balah timur, di tengah Jalur Gaza, dan di kamp Jabalia, di Jalur Gaza bagian utara.

Brigade Al-Qassam, sayap militer Gerakan Perlawanan Islam di Hamas, mengumumkan pihaknya telah menargetkan helikopter Apache dengan rudal SAM 7, di sebelah timur Kamp Jabalia.

Brigade tersebut melaporkan bahwa pejuang mereka terlibat dalam bentrokan sengit dengan tentara pendudukan dengan senapan mesin, dan telah membidik kendaraan pendudukan dengan peluru  RPG di poros pertempuran Jalan Al-Ajarma di kamp pengungsi Jabalia, Jalur Gaza utara.

Mereka juga mengebom kumpulan kendaraan pasukan Zionis di sebelah timur Kamp Jabalia  dengan mortir kaliber 60.

Para pejuang dari sayap-sayap militer berbagai faksi pejuang Palestina, termasuk Brigade Syuhada Al-Aqsa, Brigade Al-Quds, dan Brigade Syahid Abdul Qadir Al-Husaini, juga terus mengadakan perlawanan dan serangan dengan senjata masing-masing.

Di wilayah lain, yaitu di utara Palestina pendudukan, pasukan Hizbullah juga terus mendukung para pejuang Gaza dengan melancarkan serangan bertubi ke berbagai posisi pasukan Zionis di sekitar perbatasan Lebanon-Palestina pendudukan. (almayadeen)