Rangkuman Berita Utama Timteng Selasa 19 Januari 2021

puan maharani - webinar palestinaJakarta, ICMES. Teheran, ibu kota Republik Islam Iran, menjadi tuan rumah webinar antarparlemen mengenai Palestina, yang melibatkan 20 negara, termasuk Indonesia yang diwakili oleh Ketua DPR RI Puan Maharani.

Pemerintah Suriah menepis keras rumor adanya pertemuan Suriah-Israel dan menyebutnya sebagai berita bohong yang disebar oleh pihak-pihak yang mempromosikan normalisasi hubungan dengan rezim Zionis penjajah Palestina tersebut.

Pasukan Amerika Serika di Suriah telah memboyong puluhan anggota kelompok teroris ISIS dari penjara yang dikuasai oleh milisi Kurdi Pasukan Demokrasi Suriah (SDF) di Hasakah ke pangkalan militer Tanf.

Seorang petinggi militer Israel menyatakan bahwa negara ilegal Zionis ini sudah dikepung oleh ribuan rudal yang akan menghujaninya jika terjadi perang di masa mendatang.

Berita Selengkapnya:

Ikuti Webinar Iran Soal Palestina, Ketua DPR RI Tegaskan Kesolidan Dukungan RI kepada Palestina

Teheran, ibu kota Republik Islam Iran, menjadi tuan rumah webinar antarparlemen mengenai Palestina, yang melibatkan 20 negara, termasuk Indonesia yang diwakili oleh Ketua DPR RI Puan Maharani, Senin (18/1).

Forum yang mengangkat slogan “Al-Quds menyatukan kita-bersama melawan normalisasi hubungan dengan rezim Zionis” ini membahas penolakan terhadap normalisasi hubungan dengan Israel serta pengaruh transformasi internasional terhadap isu Palestina.

Dalam forum ini ketua parlemen Iran Mohammad Baghir Ghalibaf mengatakan, “Musuh berusaha menyasar umat Islam melalui penerapan sanksi dan tindakan naif sepihak serta ancaman dan gangguan.”

Dia menambahkan, “Tak syak lagi bahwa pentingnya isu Palestina telah mendorong kita selaku wakil parlemen antarnegara Islam dan parlemen negara-negara pendukung Palestina untuk bertemu dengan berfokus pada slogan Quds sebagai poros persatuan kita bersama melawan normalisasi (hubungan dengan Israel).”

Sementara itu, Ketua DPR RI Puan Maharani dalam sambutannya menyebut pertemuan itu bertujuan memberi dukungan kepada Palestina di tengah tantangan baru terkait “Deal of the Century”, “Abraham Accord”, dan rencana aneksasi Israel di Tepi Barat (West Bank), dan normalisasi hubungan Israel dengan beberapa negara Timur Tengah, serta komitmen membantu penanganan pandemi COVID-19.

Dia menyerukan kepada semua negara yang hadir pada pertemuan tersebut untuk tetap solid dan terus memperkuat dukungan terhadap Palestina sehingga bangsa Palestina dapat berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia.

Politisi PDI Perjuangan itu menegaskan bahwa komitmen Indonesia dalam mendukung kemerdekaan Palestina tidak pernah berubah.

Dia menyebut Palestina sebagai satu-satunya peserta Konferensi Bandung 1955 yang hingga kini belum merdeka sehingga Indonesia memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan kemerdekaan rakyat Palestina.

“Saya ingin menegaskan dukungan kuat Indonesia terhadap solusi dua negara dan dukungan terhadap rakyat Palestina untuk mencapai haknya sesuai batas sebelum tahun 1967 dan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya,” ujarnya.

Menurut dia, langkah sejumlah negara melakukan normalisasi hubungan dengan Israel tidak membantu proses perdamaian dan upaya Palestina meraih kemerdekaannya secara penuh.

Dia menilai yang diperlukan saat ini adalah tekanan kepada Israel agar tidak melanjutkan kebijakan unilateral aneksasi dan penjajahannya di wilayah Palestina.

Pertemuan tersebut terdiri dari dua sesi yang terdiri dari sesi para Ketua atau Deputi Parlemen, dan sesi yang terdiri dari Ketua Komisi Luar Negeri negara-negara yang mendukung Palestina.

Pertemuan ini diadakan oleh Parlemen Iran dan dipimpin Ketua Parlemen Iran Bagher Ghalibaf. Selain Indonesia, negara-negara yang berpartisipasi dalam acara tersebut antara lain Malaysia, Turki, Iraq, Syria, Pakistan, Algeria, Lebanon, Bolivia, dan Palestina. (alalam/antara)

Suriah Bantah Adakan Pertemuan dengan Israel

Pemerintah Suriah menepis keras rumor adanya pertemuan Suriah-Israel dan menyebutnya sebagai berita bohong yang disebar oleh pihak-pihak yang mempromosikan normalisasi hubungan dengan rezim Zionis penjajah Palestina tersebut.

“Republik Arab Suriah membantah keras berita-berita bohong yang disebar oleh sebagian media bayaran bahwa telah terjadi pertemuan Suriah-Israel, di manapun, dan menegaskan bahwa penyebaran berita seperti ini adalah upaya sia-sia para donator media itu untuk menciptakan keraguan mengenai pendirian Suriah yang prinsipal dan solid terhadap rezim pendudukan, Israel,” ungkap sumber Kementerian Luar Negeri Suriah kepada kantor berita resmi negara ini, SANA, Senin (18/1).

Sumber itu menambahkan, “Suriah menegaskan bahwa negara ini tetap jelas dalam kebijakannya, dan mengambil keputusan-keputusan yang menunjang kemaslahatan nasional serta keadilan umat Arab, terutama isu Palestina serta pembebasan secara total daerah pendudukan Golan Arab Suriah serta tanah-tanah pendudukan Arab lain sesuai resolusi-resolusi PBB terkait.”

Sumber anonim itu juga mengatakan, “Suriah menekankan bahwa kekuatan-kekuatan yang ada di balik kedustaan ini adalah pihak-pihak yang juga mempromosikan normalisasi dengan Israel dan berusaha menyeret seluruh kawasan kepada aliansi Zionis-Arab, terkadang melalui teror dan terkadang pula melalui persuasi. Dan ketika gagal mereka lantas menggunakan cara-cara remeh melalui penyebaran berita-berita dusta.” (alalam)

Pasukan AS Boyong 70 Teroris ISIS dari Hasakah ke Tanf

Pasukan Amerika Serikat (AS) di Suriah telah memboyong puluhan anggota kelompok teroris ISIS dari penjara yang dikuasai oleh milisi Kurdi Pasukan Demokrasi Suriah (SDF) di Hasakah ke pangkalan militer Tanf.

Mengutip keterangan beberapa narasumbernya, kantor berita resmi Suriah, SANA, Senin (18/1), meyebutkan bahwa tak kurang dari 70 teroris ISIS yang ada di dalam penjara di daerah industri Al-Thanawiyeh di gerbang selatan kota Hasakah telah dipindah oleh pasukan AS ke pangkalan militer Tanf yang dikuasai pasukan AS di dekat daerah segi tiga perbatasan Suriah, Irak, dan Yordania.

“Pasukan AS di Tanf menyiapkan tempat perlindungan yang aman bagi para teroris di kawasan ini, menyokong mereka dengan senjata, dan menyediakan untuk mereka perlindungan dalam transportasi dari satu tempat ke tempat lain untuk melaksanakan rencana-rencana mereka di Suriah,” ungkap salah seorang narasumber SANA.

Sejak Suriah dilanda gejolak terorisme dan pemberontakan pada tahun 2011 banyak temuan indikasi maupun bukti bahwa pasukan AS di Suriah dan Irak bermain dan berperan di balik fenomena terorisme ISIS dan lain-lain yang pernah menghebohkan dunia dan sampai sekarang masih belum terberantas sepenuhnya. (alalam)

Jenderal Zionis: Dikepung Ribuan Rudal, Israel Tak Lagi Unggul

Seorang petinggi militer Israel menyatakan bahwa negara ilegal Zionis ini sudah dikepung oleh ribuan rudal yang akan menghujaninya jika terjadi perang di masa mendatang.

Seperti dikutip lembaga pemberitaan Mehr milik Iran, Senin (18/1), seorang jenderal anonim Israel mengatakan bahwa Angkatan Udara Israel sudah kehilangan keunggulannya akibat keberadaan ribuan rudal yang mengepung Israel tersebut.

Dia menekankan bahwa Israel terancam oleh roket dan rudal yang sangat mematikan sehingga rezim Zionis harus bersiap menghadapinya.

Pekan lalu, pengamat militer Israel, Alon Ben David, menilai rudal-rudal berpresisi tinggi milik kelompok pejuang Hizbullah yang berbasis di Libanon dan didukung Iran dapat melumpuh sistem-sistem strategis Israel. (mna)