Rangkuman Berita Utama Timteng Selasa 1 Juni 2021

operasi ansarullah di jizan mei 21Jakarta, ICMES. Pasukan Ansarullah (Houthi) Yaman memublikasi dokomentasi gambar-gambar operasi militernya yang dilancarkan secara meluas di provinsi Jizan di bagian selatan Arab Saudi.

Gerakan Ansarullah (Houthi) di Yaman menegaskan percuma gencatan senjata di Yaman diusulkan jika koalisi yang dipimpin Arab Saudi masih memblokade Yaman.

Asisten Menlu Qatar yang juga jubir Kemlu negara ini, Lolwah Al-Khater, dalam wawancara dengan Sputnik menyatakan negaranya terbuka untuk berperan sebagai mediator antar kekuatan di kawasan Timur Tengah, baik antara AS dan Hamas maupun antara Arab Saudi dan Iran.

Berita Selengkapnya:

Ansarullah Siarkan Dokumentasi Gambar Operasi Militernya di Jizan, 70 Pasukan Bayaran Saudi Tewas

Pasukan Ansarullah (Houthi) Yaman memublikasi dokomentasi gambar-gambar operasi militernya yang dilancarkan secara meluas di provinsi Jizan di bagian selatan Arab Saudi.

Dokumentasi foto dan video itu memperlihatkan keberhasilan pasukan Ansarullah menguasai posisi-posisi Saudi yang ternyata diisi terutama oleh pasukan bayaran dari Sudan.

Disebutkan bahwa operasi masif itu menyasar puluhan posisi pasukan bayaran Saudi di tiga pegunungan, yaitu Al-Dud, Al-Ramih dan Jahfan di Jizan.

Kepada saluran Al-Masirah milik Ansarullah sumber militer  Yaman dalam keterangannya yang disertai dokumentasi gambar, Senin (31/5), menyebutkan rincian antara lain sebagai berikut;

– Pasukan melancarkan operasi militer itu secara serempak di tiga jalur utama di mana mereka menyapu dan menguasai secara penuh lebih dari 30 posisi.

– Mereka berhasil menghalau pasukan bayaran asal Sudan dari semua posisi itu dan menimpakan kerugian besar pada pihak lawan.

– 32 kendaraan militer Saudi hancur dalam serangan pasukan Ansarullah.

–  Lebih dari 70 pasukan bayaran yang sebagian besar di antaranya berasal dari Sudan tewas.

– Pasukan lawan kabur secara massal sehingga ditembaki oleh pesawat udara Saudi sendiri.

Publikasi dokumentasi gambar itu dilakukan dua hari setelah pasukan Ansarullah juga menggempur pasukan Saudi dalam serangan yang juga didokumentasikan dan memperlihatkan keringkihan pasukan Saudi.

Mengomentari keraguan dan  bantahan pihak lawannya terkait dengan operasi militernya, Dewan Tinggi Politik Yaman Mohammad Ali Al-Houthi mengatakan, “Pemandangan operasi Jizan telah sedemikian menakutkan kalian sehingga akal kalian tak dapat menangkap faktanya.” (/alalam)

Ansarullah: Jangan Harap Krisis Yaman Bisa Diselesaikan Jika Koalisi Masih Memblokade Yaman

Gerakan Ansarullah (Houthi) di Yaman menegaskan percuma gencatan senjata di Yaman diusulkan jika koalisi yang dipimpin Arab Saudi masih memblokade Yaman.

Dalam wawancara dengan saluran Al-Mayadeen, Senin (31/5), anggota Biro Politik Ansarullah Ali Al-Quhum mengatakan, “Utusan Khusus PBB untuk Yaman Martin Griffiths dalam kunjungannya ke Sanaa sudah mendapat keyakinan bahwa  orang-orang Yaman sepakat mengenai gencatan senjata. Tapi solusi untuk krisis Yaman tak akan tercapai tanpa penghentian perang dan pencabutan blokade. Pembicaraan apapun percuma tanpa masalah ini.”

Dia menjelaskan, “Abdul Malik Al-Houthi (pemimpin Ansarullah) telah menegaskan kepada Griffiths bahwa PBB hendaklah bergerak di jalur yang benar, dan membedakan masalah kemanusiaan dengan persoalan-persoalan lain.”

Griffiths Ahad lalu mengawali kunjungannya ke Sanaa, ibu kota Yaman, dengan menemui Abdul Malik Al-Houthi, dan dalam pembicaraan dengan para pejabat Sanaa dia menyampaikan urusan gencatan senjata dan pengurangan pembatasan keluar masuknya orang dan komoditas dari dan ke Yaman.

Ansarullah menyatakan bahwa dalam pertemuan itu Al-Houthi menolak pengaitan urusan kemanusiaan di Yaman dengan urusan militer dan politik, dan mengritik perlakuan PBB dalam masalah kemanusiaan.

Seperti diketahui, sudah tujuh tahun Yaman menjadi sasaran invasi militer koalisi yang dipimpin Arab Saudi dan dukung AS dengan memulihkan pemerintahkan presiden pelarian Yaman Abd Rabbuh Mansour Saudi yang bersekutu dengan Saudi.

Invasi  ini menimbulkan perang yang berkepanjangan dan menjatuhkan banyak korban jiwa dan luka serta menyengsarakan seluruh rakyat Yaman. (fna)

Qatar Siap Menjadi Mediator Antarkekuatan Berpengaruh di Timur Tengah

Asisten Menlu Qatar yang juga jubir Kemlu negara ini, Lolwah Al-Khater, dalam wawancara dengan Sputnik menyatakan negaranya terbuka untuk berperan sebagai mediator antar kekuatan di kawasan Timur Tengah, baik antara AS dan Hamas maupun antara Arab Saudi dan Iran.

Dikutip Rai Al-Youm, Senin (31/5), mengenai kemungkinan diadakannya pertemuan antara Hamas dan AS di Doha, Al-Khater mengatakan, “Qatar terbuka untuk menjadi penengah kapanpun ia diminta untuk itu, karena ia percaya kepada pentingnya mediasi untuk perdamaian dan stabilitas antarnegara.”

Sedangkan mengenai kemungkinan Qatar menjadi tuan rumah perundingan Iran-Saudi dia mengatakan, “Hal ini belum mengemuka, tapi kami menyambut baik hal ini, dan kamipun sudah berulangkali menekankan urgensi dialog dengan Iran untuk mencapai format kesepakatan untuk pergaulan hidup yang damai di kawasan.”

Tentang hubungan Qatar sendiri dengan Mesir, dia juga menyebutkan bahwa undangan yang disampaikan kepada Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi untuk berkunjung ke Doha bersifat terbuka, dan akan ditetapkan jadwalnya melalui kerjasama dengan pihak Mesir.

“Kehendak politik ada pada kedua negara untuk penguatan hubungan, dan inilah yang ditekankan oleh Menlu (Qatar) Mohammad bin Abdulrahman al-Thani ke Mesir serta pertemuannya dengan Yang Mulia Presiden Mesir dan sejumlah pejabat.”

Mengenai pandangan Qatar ihwal hubungan Turki dengan Mesir, Al-Khater mengatakan, “Qatar percaya sepenuhnya bahwa dialog yang tulus, konstruktif dan diplomatik merupakan jalur yang terbaik untuk menyelesaikan kendala dan mengatasi perselisihan. Kapanpun proses dan jalan ini ditempuh akan disambut baik oleh Qatar dan semua negara pecinta perdamaian.”

Mengenai normalisasi hubungan Arab dengan Israel dia mengatakan bahwa Doha dalam kondisi sekarang tidak melihat adanya nilai tambah pada proses perdamaian melalui normalisasi. Dia juga mengimbau kepada negara-negara pemaian untuk meninjau kembali “dukungan tanpa syarat” kepada Israel, baik dari segi keuangan maupun politik. (raialyoum)