Rangkuman Berita Utama Timteng Sabtu 6 Agustus 2022

Jakarta, ICMES. Sayap militer gerakan Jihad Islam Palestina, Brigade Al-Quds, menyatakan bertanggung jawab atas tembakan lebih dari 100 roket ke arah Tel Aviv dan berbagai kota Israel (Palestina pendudukan 1948) lainnya.

Kelompok pejuang Hizbullah Lebanon menyatakan belasungkawa atas gugurnya komandan sayap militer Jihad Islam Islam Brigade Al-Quds Taysir al-Jabari dan beberapa rekannya akibat serangan Israel, dan mendukung serangan balasan Brigade Al-Quds.

Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan pihaknya telah  membasmi sekelompok gerilyawan yang didukung dan dilatih oleh pasukan AS di Suriah.

Berita Selengkapnya:

Tegang, Balas Serangan Israel, Brigade Al-Quds Tembakkan 100-an Roket

Sayap militer gerakan Jihad Islam Palestina, Brigade Al-Quds, menyatakan bertanggung jawab atas tembakan lebih dari 100 roket ke arah Tel Aviv dan berbagai kota Israel (Palestina pendudukan 1948) lainnya.

“Sebagai balasan yang berkelanjutan terhadap agresi, Brigade Al-Quds menghancurkan kota-kota dan pemukiman yang diduduki (Asdod, Sderot, dan Ashkelon) dengan serangan roket secara intensif,” ungkap Brigade Al-Quds, Jumat malam (5/8).

Dalam pernyataan sebelumnya, Brigade Al-Quds menegaskan, “Sebagai tanggapan awal atas kejahatan pembunuhan pemimpin besar Taysir al-Jabari dan saudara-saudaranya yang gugur syahid, Brigade Al-Quds menghancurkan Tel Aviv serta kota-kota besar dan Ghilaf Gaza (kawasan sekitar perbatasan Gaza) dengan lebih dari 100 rudal.”

Di pihak lain, militer Israel mengaku telah mencegat 33 dari 80 roket yang ditembakkan dari Jalur Gaza.

Sirene peringatan pada Jumat malam kembali membahana di kota-kota dan pemukiman Israel menyusul tembakan roket dari Jalur Gaza, sementara Tel Aviv mengumumkan pembukaan tempat perlindungan umum.

Dalam sebuah pernyataan, tentara Israel mengumumkan; “Dalam beberapa menit terakhir, peringatan diaktifkan di selatan dan tengah negara ini. Rinciannya sedang ditinjau.”

Surat kabar Yedioth Ahronoth (YT) melaporkan sirene meraung di Kibbutz, Nahal Oz, Ashkelon serta pemukiman Kfar Azza, Sderot, Netiv Hasara, Karmieh, Yad Mordechai dan Zikim (selatan).

YT menambahkan: “Karena situasi keamanan, kotamadya Tel Aviv-Jaffa mengumumkan telah membuka semua tempat penampungan umum di seluruh kota, sesuai arahan Komando Internal (tentara Israel).

Radio militer Israel Galei Zahal mengabarkan; “46 roket ditembakkan ke Israel dalam satu jam terakhir, 33 di antaranya tercegat oleh Kubah Besi.”

Kementerian Kesehatan Palestina mengumumkan sebelumnya bahwa jumlah korban gugur akibat serangan Israel di Jalur Gaza bertambah menjadi 10 orang, termasuk seorang gadis kecil berusia lima tahun, sementara korban luka puluhan orang.

Brigade Al-Quds menyatakan bahwa Taysir al-Jabari alias  Abu Mahmoud  “telah gugur syahid dalam pembunuhan berbahaya oleh Zionis yang menargetkannya di kota Gaza.”

Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyeh  menyebut Israel bertanggung jawab atas “kejahatan” pemboman Gaza dan pembunuhan sejumlah orang Palestina, termasuk Taysir al-Jabari, dan menekankan bahwa masalah ini telah melebar ke segala arah.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh kantornya, Haniyeh menegaskan, “Rezim pendudukan Zionis bertanggung jawab atas kejahatan yang dilakukan sore ini dan atas agresinya terhadap rakyat kami.”

Menurut pernyataan itu, Haniyeh “menerima banyak kontak di tingkat internasional dan regional untuk membahas interaksi dengan agresi zalim ini.”

Perdana Menteri Israel Yair Lapid  mengatakan,  “Israel tidak tertarik pada serangan militer skala besar di Gaza, tapi juga tidak takut akan hal itu.”

Pada akhir sesi pembacaan situasi yang diadakan di Markas Kirya di Tel Aviv, Lapid mengatakan: “IDF (Pasukan Pertahanan Israel), bekerjasama dengan Shin Bet, empat jam lalu menyerang target milik organisasi Jihad Islam di Gaza, dan dalam proses ini, Taysir al-Jabari, satu di antara dua pemimpin terbesar Jihad Islam di Gaza, terbasmi.” (raialyoum)

Hizbullah Dukung Serangan Balasan Jihad Islam Palestina terhadap Israel

Kelompok pejuang Hizbullah Lebanon menyatakan belasungkawa atas gugurnya komandan sayap militer Jihad Islam Islam Brigade Al-Quds Taysir al-Jabari dan beberapa rekannya akibat serangan Israel, dan mendukung serangan balasan Brigade Al-Quds.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Jumat malam (5/8), Hizbullah menegaskan, “Bangsa mulia Palestina, yang telah mempersembahkan pengorbanan termahal selama sekian tahun perjuangannya yang panjang dan telah mengarak puluhan syuhada dari kalangan komandannya tidak akan terlemahkan oleh kebrutalan Israel. Sebaliknya, mereka akan semakin bertekad melanjutkan jalan mereka sampai terwujudnya kemanangan dan kebebasan.”

Hizbullah mengimbau kepada semua faksi Palestina agar kompak dan memperkuat persatuan, yang notabene kunci kemenangan dalam melawan musuh.

Hizbullah lantas menegaskan pihaknya akan terus mendukung perjuangan bangsa tertindas Palestina sampai mereka berhasil membebaskan tanah air dan tahanan serta mencapai semua tujuannya yang sah, dan karena itu Hizbullah juga mendukung penuh semua langkah yang diambil oleh komando Gerakan Jihad Islam Palestina dalam membalas agresi dan melawan kejahatan kaum Zionis Israel.

Israel pada hari Jumat melepaskan rudal ke Gaza  dan menewaskan 10 orang, termasuk seorang gadis berusia lima tahun, seorang wanita berusia 23 tahun, serta Taysir al-Jabari, seorang komandan sayap militer Jihad Islam.

Serangan mematikan itu terjadi setelah pasukan Israel menangkap Bassam al-Saadi, seorang anggota senior Jihad Islam pada awal pekan ini. Al-Saadi ditahan dalam peristiwa serangan pasukan Zionis di kota Jenin di Tepi Barat, di mana seorang remaja terbunuh.

Kelompok Jihad Islam membalas serangan itu dengan menembakkan lebih dari 100 roket ke Israel.

Perkembangan situasi ini tak pelak menimbulkan kekhawatiran akan pecahnya perang lain di Gaza akibat ulah Israel, hanya 15 bulan setelah konflik selama sebulan yang telah menewaskan lebih dari 260 orang. (alalam/aljazeera)

Tentara Rusia Ganyang Sekelompok Militan yang Dilatih AS di Suriah

Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan pihaknya telah  membasmi sekelompok gerilyawan yang didukung dan dilatih oleh pasukan AS di Suriah.

Kawanan militan itu digempur saat mereka bersembunyi di tempat-tempat perlindungan di gurun Badia Suriah di mana mereka melakukan serangan sabotase terhadap penduduk sipil dan infrastruktur sipil di dekat perbatasan Irak.

“Pada 4 Agustus, setelah operasi investigasi, para pejuang Rusia membasmi kelompok teroris yang disebut Brigade Shuhada’ al-Qaryatayn yang bersembunyi di sarang-sarang yang telah disiapkan di gurun al-Badia Suriah,” ungkap Kementerian Pertahanan Rusia dalam sebuah pernyataan yang dikutip kantor berita Suriah SANA, Jumat (5/8).

Kementerian itu menyebutkan bahwa kelompok teroris itu ditempatkan di daerah al-Tanf, yang diduduki oleh pasukan pendudukan AS, dan mereka dilatih di sana oleh pasukan pendudukan yang memasok mereka dengan senjata.

Kementerian Pertahanan Rusia merilis video rekaman peristiwa serangan tersebut.

Kementerian itu menambahkan bahwa kawanan teroris itu telah melakukan aksi-aksi teror terhadap warga sipil di wilayah Badia.

Kawanan teroris yang didukung kekuatan-kekuatan asing bercokol di Suriah sejak Maret 2011. Pemerintah Suriah menyatakan bahwa Amerika Serikat, Rezim Zionis Israel, dan para sekutu Barat dan regional mereka getol menyokong kelompok-kelompok teroris takfiri agar menebar aksi teror di Suriah. (presstv)