Rangkuman Berita Utama Timteng Sabtu 4 September 2021

pasukan di lembah panjshir 2Jakarta, ICMES. Ahmad Massoud, komandan Front Perlawanan Nasional (NRF) yang berbasis di Panjshir, membantah klaim bahwa Taliban telah menguasai penuh wilayah Panjshir.

Sebuah kompilasi rekaman video memperlihatkan situasi terkini pasukan Front Perlawanan Nasional (NRF) yang dipimpin Ahmad Massoud di Panjshir.

Jubir Kemlu Iran Saeed Khatibzadeh menyerukan kepada semua pihak yang bertempur di sekitar Panjshir, Afghanistan, berhenti “saling bunuh sesama saudara”, dan mengingatkan bahwa Afghanistan sudah sangat letih oleh perang, pendudukan dan kekerasan.

Pusat Rekonsiliasi Rusia di Suriah menyatakan bahwa sistem pertahanan udara Suriah telah merontokkan 21 dari total 24 rudal yang ditembakkan Israel dalam serangan udara ke Suriah pada dini hari Jumat (3/9).

Berita Selengkapnya:

Ahmad Massoud Bantah Klaim Taliban Kuasai Panjshir

Ahmad Massoud, komandan Front Perlawanan Nasional (NRF) yang berbasis di Panjshir, membantah klaim bahwa Taliban telah menguasai penuh wilayah Panjshir.

Ahmad Massoud menegaskan bahwa Lembah Panjshir tak akan jatuh ke tangan Taliban selagi dia masih hidup.

Bantahan atas klaim kemenangan Taliban juga ditegaskan oleh Amrullah Saleh, wapres pemerintahan terguling yang kini menjadi salah satu komandan NRF.

Kepada Tolo News, Jumat (3/9), dia yang dikabarkan kabur ke Tajikistan mengaku dirinya masih berada di Panjshir dan menyatakan bahwa pertempuran sengit antara pihaknya dan Taliban masih berkobar.

Jubir front tersebut, Fahim Dashti juga membantah dengan menegaskan, “Panjshir tetap berdiri tegak, jangan termakan propaganda, telah dikirim bala bantuan ke semua garis konfrontasi.”

Dia menyebutkan bahwa Taliban pada Kamis malam lalu menyerang Panjshir dari empat arah, tapi sanggup memasuki Panjshir.

Sebelumnya, Jubir Taliban Bilal Karimi mengklaim pihaknya telah menguasai penuh wilayah Panjshir dengan mengatakan, “Wilayah Panjshir hari ini, Jumat (3/9), telah dikuasai oleh Emirat Islam.”

Fahim Fitrat, salah seorang anggota Front Perlawanan Nasional mengatakan, “Ratusan pasukan Taliban terbunuh, terluka dan tertawan oleh pasukan Perlawanan Nasional. Puluhan sarana lapis baja mereka terbakar dan mangkrak. Mereka kehilangan banyak area di kawasan Golbahar dan Jabal al-Siraj.”

Taliban membantah banyak anggotanya yang tewas. Sebaliknya, pada Jumat malam pasukan Taliban di Ibu Kota Kabul melepaskan tembakan ke angkasa dalam rangka merayakan apa yang mereka klaim keberhasilan mereka menguasai seluruh wilayah Afghanistan, termasuk Panjshir.

Mantan Presiden Afghanistan Hamid Karzai mendesak kedua pihak menghentikan perang, dan berusaha mengatasi perselisihan melalui jalur dialog. (alalam/fna/rt)

Bikin Merinding, Sumpah Pasukan Perlawanan Anti-Taliban di Panjshir

Sebuah kompilasi rekaman video memperlihatkan situasi terkini pasukan Front Perlawanan Nasional (NRF) yang dipimpin Ahmad Massoud di Panjshir.

Dalam video ini yang diunggah oleh saluran berita RT pada dini hari Kamis (4/9) ini terlihat para komandan dan pasukan NRF anti-Taliban tampak tegar dan memperlihatkan besarnya nyali mereka di medan tempur bersama perlengkapan militer mereka.

Mereka menegaskan bahwa NRF mengharapkan perdamaian, namun di saat yang sama juga bersumpah untuk terus mempertahankan Panjshir jika Taliban tetap memilih opsi militer.

Mereka bahkan menyebut ilusi dan mimpi belaka jika Taliban berharap pasukan di Panjshir bertekuk kepada mereka.

“Jika kalian ingin memaksakan kehendak terhadap Panjshir agar kami bertekuk lutut kepada kalian maka itu adalah mimpi dan khayalan yang mustahil,” tegas mereka kepada Taliban.

Simak pernyataan lengkap dan sumpah mereka di video ini:

Sejauh ini, laporan mengenai situasi di Panjshir masih simpang siur di mana Taliban mengaku berhasil menguasai penuh provinsi tersebut, namun NRF membantahnya. (rt)

Iran Minta Semua Pihak di Panjshir Berhenti “Saling Bunuh Saudara”

Jubir Kemlu Iran Saeed Khatibzadeh menyerukan kepada semua pihak yang bertempur di sekitar Panjshir, Afghanistan, berhenti “saling bunuh sesama saudara”, dan mengingatkan bahwa Afghanistan sudah sangat letih oleh perang, pendudukan dan kekerasan.

Seruan ini disampaikan di tengah perkembangan situasi Afghanistan yang diwarnai eskalasi militer dan pertempuran sporadis antara pasukan Taliban dan pasukan Front Perlawanan Nasional (NRF) di provinsi Panjshir, yang pada hari Jumat kemarin (3/9) telah memasuki hari keempat.

Khatibzadeh meminta mereka menahan diri, bersabar dan konsisten kepada prinsip dialog dan upaya penyelesaian perang saudara melalui cara damai.

“Republik Islam Iran menjalin komunikasi kontinyu dengan semua pihak, dan mengerahkan segenap upayanya untuk menekan tingkat penderitaan rakyat Afghanistan. Kami berkeyakinan bahwa perdamaian dan stabilitas di Afghanistan hanya dapat dicapai melalui jalur dialog yang prinsipal antar Afghan tanpa kehadiran dan campur tangan asing,” ungkap Khatibzadeh, Jumat.

Dia mengingatkan, “Afghanistan sekarang sudah lelah oleh pendudukan, perang dan kekerasan yang telah berlangsung sekian tahun, karena itu semua kelompok hendaklah menghindari penggunaan lagi kekerasan dan saling bunuh sesama saudara.”

Dalam wawancara dengan IRNA Khatibzadeh mengecam campur tangan asing sembari mengatakan, “Rakyat Afghanistan sudah seharusnya memiliki pemerintahan yang inklusif dan merefeleksikan kemajemukan negara ini.”

Dia juga menegaskan, “Republik Islam Iran dalam proses ini masih seperti 40 tahun silam, bersama rakyat Afghanistan.” (fna)

Rusia: Suriah Rontokkan 21 dari 24 Rudal Israel dalam Serangan Terbaru

Pusat Rekonsiliasi Rusia di Suriah menyatakan bahwa sistem pertahanan udara Suriah telah merontokkan 21 dari total 24 rudal yang ditembakkan Israel dalam serangan udara ke Suriah pada dini hari Jumat (3/9).

Wakil Kepala Pusat Rekonsiliasi Rusia di Suriah Brigjen Vadim Kolet dalam jumpa pers, Jumat, mengatakan, “Pada sekitar pukul 1.30 tanggal 3 September, empat jempur taktis Angkatan Udara Israel menembakkan 24 rudal dari zona udara Lebanon ke arah sasaran-sasaran di wilayah Republik Arab Suriah.”

Dia lantas menyebutkan bahwa pasukan pertahanan udara Suriah berhasil merontokkan 21 rudal di antaranya dengan menggunakan sistem Buk M2I dan Pantsir S-1 buatan Rusia.

Di pihak lain, Jubir Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Avochai Adraee menyatakan bahwa sebuah rudal anti pesawat udara yang ditembakkan dari wilayah Suriah telah jatuh dan meledak di laut.

Dia juga menyebutkan bahwa juga telah ditemukan serpihan rudal di permukaan tanah Israel dan telah dikemas oleh polisi.

Berbagai media Suriah melaporkan bahwa pada dini hari Jumat sistem pertahanan udara Suriah telah beroperasi dan menghadapi rudal-rudal penyerang di angkasa Damaskus, ibu kota Suriah, hingga terdengar suara-suara ledakan dari angkasa.

Sumber militer Suriah mengatakan, “Pada sekitar pukul 1.26 dini hari Jumat Israel telah melancarkan agresi udara dari arah tenggara Beirut ke arah beberapa titik di sekitar kota Damaskus. Sebagian besar rudal penyerang berhasil dirontokkan, dan serangan ini hanya menimbulkan kerusakan materi.” (rt)