Rangkuman Berita Utama Timteng Sabtu 28 Januari 2023

Jakarta, ICMES. Sedikitnya tujuh orang Zionis tewas dan beberapa lainnya terluka dengan kondisi beberapa di antara kritis ditembak seorang pria bersenjata api di sebuah sinagoga di kota Al-Quds (Yerusalem ).

Ratusan ribu orang Iran turun ke jalan-jalan di, Teheran, ibu kota Iran, dan berbagai kota lain untuk memprotes penistaan kitab suci Al-Qur’an di Eropa.

Menlu Iran Hossein Amir-Abdollahian mengutuk serangan bersenjata api terhadap Kedubes Azerbaijan di Teheran, dan mengatakan bahwa musuh jangan sampai memanfaatkan peristiwa ini, yang telah dipastikan bukan bermotif terorisme.

Berita Selengkapnya:

Dahsyat, 7 Warga Zionis Tewas Ditembak Pria Bersenjata Api di Al-Quds

Sedikitnya tujuh orang Zionis tewas dan beberapa lainnya terluka dengan kondisi beberapa di antara kritis ditembak seorang pria bersenjata api di sebuah sinagoga di kota Al-Quds (Yerusalem ) Timur, Jumat (27/1).

Dilaporkan bahwa sebuah mobil berhenti di depan sebuah sinagog, dan kemudian seorang pria bersenjata keluar darinya dan melepaskan tembakan.

Belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. Badan tanggap darurat melaporkan jumlah total korban tembakan 10 orang.

Polisi Israel mengatakan terduga pelaku tidak memiliki “catatan keamanan” sebelumnya, dan serangan itu terjadi di Neve Yaakov, sebuah wilayah Yahudi di Qus Timur. Tayangan TV menunjukkan beberapa korban yang tergeletak di jalan di luar sinagog dirawat oleh petugas darurat.

“Saya mendengar banyak (tembakan) peluru,” kata Matanel Almalem, seorang siswa berusia 18 tahun yang tinggal di dekat sinagog itu kepada kantor berita AFP.

Sebuah pernyataan polisi mengatakan ada “serangan teror di sebuah sinagog di Yerusalem … Penembakan teroris itu telah dinetralkan (dibunuh)”.

Serangan itu terjadi menyusul serangan mematikan pasukan Israel di Tepi Barat sehari sebelumnya di kamp pengungsi Jenin yang menggugurkan sembilan orang Palestina ketika puluhan tentara Israel menyerang sebuah rumah yang berisi tersangka pejuang, hingga terjadi kontak senjata sengit selama beberapa jam.

Para pejuang Palestina di Gaza kemudian menembakkan roket, dan Israel melakukan serangan udara dalam semalam.

Faksi-faksi pejuang Palestina, termasuk Hamas, Jihad Islam Palestina dan Front Rakyat Pembebasan Palestina, memuji serangan yang menewaskan tujuh orang Zionis di Al-Quds dan menyebutnya balasan yang wajar atas kejahatan pasukan Zionis di Jenin.

Serangan militer Israel telah menjadi pemandangan sehari-hari selama setahun terakhir, dan menggugurkan sedikitnya  200 warga Palestina, yang terdiri atas pejuang dan warga sipil.

Di pihak lain, beberapa warga dan tentara Israel juga tewas diserang orang Palestina di Israel dan wilayah pendudukan.

Penembakan di Al-Quds pada hari Jumat terjadi di tengah eskalasi ketegangan di mana warga Palestina memperlihatkan amarah mereka saat mengikuti prosesi pemakaman syuhada Palestina yang gugur diserang pasukan Zionis sehari sebelumnya.

Sementara itu, sumber-sumber di Al-Quds mengatakan bahwa puluhan ribu jamaah menunaikan shalat Jumat di Masjid Al-Aqsa, meskipun tindakan militer diberlakukan secara ketat oleh otoritas pendudukan Israel di gerbang masjid dan pintu masuk ke Kota Tua di Quds yang diduduki Israel.

Departemen Wakaf Islam di Al-Quds memperkirakan bahwa shalat Jumat di Al-Aqsa diikuti oleh sekira 70.000 jemaah dari datang dari Al-Quds sendiri dan berbagai kota dan daerah di wilayah pendudukan Tepi Barat.

Usai shalat Jumat, jamaah itu berdemonstrasi di Masjid Al-Qibli dan di Masjid Al-Shakhrah serta mengutuk pembantaian orang Palestina yang dilakukan oleh pasukan Zionis di Jenin. (aljazeera/alalam)

Umat Islam di Iran Gelar Demo Protes Penistaan Al-Quran di Eropa

Ratusan ribu orang Iran turun ke jalan-jalan di, Teheran, ibu kota Iran, dan berbagai kota lain untuk memprotes penistaan kitab suci Al-Qur’an di Eropa.

Usai salat Jumat, (27/1), massa di berbagai penjuru Iran  berkumpul  dan berpawai  sembari meneriakkan slogan-slogan kutukan.

Massa memperlihatkan kemarahan mereka terhadap aksi penista Al-Quran, terlebih karena aksi biadab ini dibiarkan oleh  pemerintah Eropa dengan dalih kebebasan berbicara, padahal Eropa tidak menunjukkan sikap yang sama ketika ada orang mengkritisi Holocaust.

Massa menegaskan penistaan itu merupakan tindakan keji yang bertujuan  memprovokasi dan menyakiti perasaan lebih dari dua miliar umat Muslim di seluruh dunia. Massa mendesak otoritas Eropa mengakhiri permusuhan terhadap Islam.

Senin lalu, seorang politisi Belanda mencabik-cabik Al-Quran di kota Den Haag, setelah insiden serupa terjadi di Swedia di mana seorang politisi membakar Al-Quran di depan Kedubes Turki setelah mendapat izin dari otoritas Swedia yang menyediakan penjaga polisi untuk memastikan tidak ada orang yang mencegahnya.

Aksi biadab itu tak pelak membangkitkan gelombang protes dan kutukan dari umat Islam di banyak negara, termasuk Turki, Iran, Pakistan, dan Uni Emirat Arab.

Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei mengatakan penistaan Al-Quran itu menunjukkan bahwa target serangan kekuatan arogan adalah Islam itu sendiri.

Sentimen anti-Muslim telah meningkat di seluruh Eropa dalam beberapa tahun terakhir setelah terjadi serangan teror di benua itu, yang dilakukan oleh para pendukung ISIS atau anggota kelompok teroris takfiri lain yang pulang setelah mereka kalah perang di Irak dan Suriah. (fna)

Kedubes Azerbaijan di Teheran Diserang Orang Bersenjata Api, Ini Pernyataan Menlu Iran

Menlu Iran Hossein Amir-Abdollahian mengutuk serangan bersenjata api terhadap Kedubes Azerbaijan di Teheran, dan mengatakan bahwa musuh jangan sampai memanfaatkan peristiwa ini, yang telah dipastikan bukan bermotif terorisme.

“Kita seharusnya tidak membiarkan insiden ini berdampak buruk pada hubungan antara kedua negara,” kata Amir-Abdollahian dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Azerbaijan Jeyhun Bayramov, Jumat (27/1).

Dia menyatakan simpatinya kepada Bayramov atas serangan menewaskan kepala dinas keamanan Kedubes dan melukai dua penjaga pada hari sebelumnya.

Dia mengatakan badan keamanan kedua negara dapat menyelidiki insiden tersebut dengan kerjasama yang erat untuk mengklarifikasi berbagai aspeknya.

Amir-Abdollahian menjenguk para korban yang terluka di sebuah rumah sakit di Teheran, dan kemudian mengadakan konferensi pers bersama dengan Dubes Azerbaijan.

Menurut Menlu Iran, organisasi intelijen dan keamanan Iran percaya bahwa serangan itu bukanlah “operasi teroris dan terorganisir”, melainkan dilakukan dengan motif pribadi.

Dia juga menjelaskan, “Segera setelah kejadian itu, presiden mengeluarkan perintah tegas untuk menindaklanjuti kejadian tersebut secara hukum dan peradilan, dan untuk melakukan tindak lanjut hukum dan peradilan pada setiap orang yang mungkin lalai dalam masalah ini.”

Kepala polisi Teheran Brigjen Hossein Rahimi mengatakan seorang pria pelaku serangan bersenjata api di Kedubes Azerbaijan itu berhasil diringkus.

“Dalam penyelidikan awal, penyerang menyatakan bahwa motivasinya adalah masalah pribadi dan keluarga,” kata Jenderal Rahimi.

Menurutnya, pria tersebut adalah warga negara Iran yang menikah dengan wanita Azerbaijan.

Presiden Iran Ebrahim Raeisi juga memerintahkan penyelidikan menyeluruh atas serangan itu.

Mohammad Shahryari, juru bicara pengadilan pidana Teheran, mengatakan bahwa dalam penyelidikan awal, penyerang mengklaim bahwa istrinya pergi ke kedutaan itu pada sekitar sepuluh bulan lalu dan sejak tidak pernah kembali.

Shahryari mengatakan bahwa dia telah berulang kali mendatangi kedutaan Azerbaijan di Teheran tetapi tidak mendapat tanggapan.

“Saya pikir istri saya ada di Kedutaan, tapi tidak mau bertemu dengan saya,” kata Shahryari mengutip pernyataan pelaku. (presstv)