Rangkuman Berita Utama Timteng Sabtu 24 Desember 2022

Jakarta, ICMES. Banjir bandang dahsyat menerjang Mekkah al-Mukarromah,  menyebabkan sejumlah orang dan banyak kendaraan terseret arus kencang di beberapa kawasan di kota suci ini.

Wakil Panglima Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) Iran, Brigjen Ali Fadavi, menyatakan bahwa musuh-musuh negara republik Islam ini mengandalkan perang ekonomi dan budaya karena tak berani berkonfrontasi secara militer melawan Iran.

Seorang pemuda Palestina gugur akibat luka yang dideritanya setelah polisi rezim pendudukan Israel menembaknya di kota Kafr Qassem, di daerah segi tiga selatan di dalam Garis Hijau.

Rezim Zionis Israel dan Amerika Serikat (AS) membahas perkembangan hubungan militer Iran dengan Rusia, menurut sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Gedung Putih.

Berita Selengkapnya:

Banjir Bandang Terjang Mekkah al-Mukarromah, Netizen Ramai-Ramai Kecam Dinasti Al-Saud

Banjir bandang dahsyat menerjang Mekkah al-Mukarromah,  menyebabkan sejumlah orang dan banyak kendaraan terseret arus kencang di beberapa kawasan di kota suci ini.

Banjir itu terjadi setelah hujan lebat mengguyur beberapa kawasan di negara kerajaan ini, sementara banyak netizen Arab melontarkan kecaman-kecaman pedas atas apa yang mereka sebut lemahnya kesiapan otoritas Saudi dalam mengantisipasi dampak cuaca buruk.

Pegiat medsos Saudi Ghanem Al-Dosari di Twitter memosting video yang memperlihatkan derasnya arus banjir bandang yang merendam jalanan kota suci Mekkah dan menyeret banyak mobil.

Al-Dosari mencuit, “Tunaikan shalat Jumat di rumah kalian, dan jangan melontarkan dirimu kepada kebinasaan. Mekkkah tenggelam oleh korupsi klan al-Saud, tak ada drainase sehingga air bah merendam Baitullah sebagaimana sebelumnya menggelamkan Jeddah.”

Para netizen berbagi penggalan-penggalan video yang merekam detik-detik banjir bandang terlihat bak tsunami yang mengamuk di sejumlah besar wilayah Saudi, terutama di Mekkah. Dalam video yang disebutkan sebagai banjir di kawasan Al-Otaibiyyah, Mekkah, terlihat kuatnya arus hingga menyapu banyak kendaraan.

Akun Huquq al-Dhauf yang juga membagikan video menyebutkan bahwa Mekkah al-Mukarromah dilanda banjir sedemikian dahsyat akibat tidak adanya kinerja yang memadai.  Sebuah akun lain lantas berkomentar; “Orang-orang lemah telah menjadi korban korupsi dan proyek-proyek ilusif. Mekkah yang dilanda hujan deras kini berubah menjadi (rawan) banjir akibat tidak adanya layanan.”

Pegiat medsos Yaman Aziz Akl-Dabibi menyatakan; “Visi Bin Salman (Putra Mahkota Saudi) 2030, air bah melanda Mekkah al-Mukarromah, rezim Saudi bukanlah pengemban amanat Baitullah al-Haram.”

Dilaporkan bahwa banjir bandang melanda kota Mekkah di Arab Saudi pada Jumat pagi setelah pada Kamis malam hingga Jumat pagi terjadi hujan lebat, dan kemudian menyebabkan air bah yang merusak kendaraan dan properti di kota tersebut.

Pusat Meteorologi Nasional mengeluarkan peringatan cuaca di provinsi Mekkah pada hari Jumat karena hujan terus turun pada tingkat sedang hingga kritis di daerah Rania, Taif, Adham dan Maysan.

Rekaman video dari Masjidil Haram menunjukkan hujan mengguyur jemaah di halaman masjid. Sejauh ini belum ada laporan mengenai korban jiwa atau hilang yang mungkin jatuh dalam bencana ini.

Bandara King Abdulaziz di Jeddah meminta para calon penumpang menelepon untuk mengkonfirmasi status penerbangan mereka sebelum menuju ke bandara, karena beberapa penerbangan diperkirakan akan dibatalkan akibat cuaca buruk tersebut.

Pusat meteorologi juga memperingatkan tentang banjir dan badai disertai hujan lebat di Provinsi Jeddah, utara Mekkah.

Pada bulan November lalu, dua orang tewas dalam banjir yang melanda kota pesisir Jeddah akibat tingginya curah hujan. (alalam/mee)

IRGC: Tak Berani Berhadapan Secara Militer, Musuh Andalkan Perang Ekonomi dan Budaya

Wakil Panglima Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) Iran, Brigjen Ali Fadavi, menyatakan bahwa musuh-musuh negara republik Islam ini mengandalkan perang ekonomi dan budaya karena tak berani berkonfrontasi secara militer melawan Iran.

 “Musuh tidak berani terlibat dalam konfrontasi militer dengan Iran, sehingga mereka menggunakan perang ekonomi dan budaya,” ujarnya dalam pidato pada sebuah pertemuan di provinsi Fars d bagian selatan Iran, Jumat (23/12)

Fadavi menjelaskan bahwa negaranya “menghadapi perang di berbagai bidang, termasuk militer yang terjadi selama perang Iran-Irak (1980-1988), dan perang ekonomi dan budaya, seperti yang terjadi saat ini terhadap Iran.”

Dia juga menekankan bahwa pasukan IRGC selama ini juga berjuang keras untuk mengatasi keterkucilan berbagai daerah,  utamanya dalam pasokan air ke desa-desa dan daerah pedesaan di seluruh bagian negara ini.

Selasa lalu, Komandan Pasukan Quds IRGC Brigjen Ismail Qaani melontarkan kecaman serupa terhadap AS dengan mengatakan, “ketidak mampuan AS di arena konflik utama membuatnya terpaksa menghasut pemuda Iran.”

Dia juga mengatakan, “Musuh Muslimin dan Revolusi Islam sekarang kebingungan menghadapi jargon resistensi.” (raialyoum)

Satu Pemuda Palestina Gugur Setelah Menabrak Dua Polisi Israel

Seorang pemuda Palestina gugur akibat luka yang dideritanya setelah polisi rezim pendudukan Israel menembaknya di kota Kafr Qassem, di daerah segi tiga selatan di dalam Garis Hijau. Polisi menembaknya dengan dalih bahwa pemuda itu telah melakukan operasi penembakan dan penabrakan kendaraan terhadap polisi.

Sebuah penggalan video yang diposting di media sosial menunjukkan bahwa sebuah kendaraan sipil mundur di salah satu lingkungan kota, dan menabrak kendaraan lain yang di dekatnya terdapat petugas polisi Israel, dan polisi lantas menembaki kendaraan itu dan membunuh Naim Budair, pemuda berusia 20 tahun tersebut.

Polisi Israel dalam sebuah pernyataannya mengkonfirmasi gugurnya pemuda itu sembari menyebutkan bahwa dua anggotanya menderita luka ringan akibat penembakan dan serangan di kota itu, dan keduanya dibawa ke Rumah Sakit Beilinson dekat Tel Aviv untuk perawatan.

Polisi menambahkan bahwa sepucuk senjata api ditemukan di kendaraan yang digunakan dalam serangan itu, sementara bom molotov dan amunisi ditemukan di sebuah gedung di dekat lokasi kejadian selama operasi penyisiran dan pencarian tersangka lainnya.

Media Israel melaporkan bahwa pelaku serangan penabrakan meninggal karena luka-lukanya setelah ditembak oleh polisi Israel.

Sementara itu, keluarga korban membantah bahwa putra mereka melakukan penyerangan terhadap polisi dan mengatakan bahwa dia dibunuh dengan darah dingin. (raialyoum)

Perkembangan Hubungan Militer Rusia-Iran Bikin AS dan Israel Ketar-Ketir

Rezim Zionis Israel dan Amerika Serikat (AS) membahas perkembangan hubungan militer Iran dengan Rusia, menurut sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Gedung Putih.

Dikutip  kantor berita Anadolu, Jumat (23), Gedung Putih dalam pernyataan itu menyebutkan: “Penasihat Keamanan Nasional Jake Sullivan dan sejawatnya dari Israel, Eyal Holata, mengadakan pertemuan virtual Kelompok Penasihat Strategis antara AS dan Israel.”

Gedung Putih menjelaskan bahwa pertemuan itu “diadakan dengan partisipasi perwakilan tingkat tinggi dari badan kebijakan luar negeri, pertahanan dan intelijen” kedua negara.

“Para pejabat itu menyentuh perkembangan regional yang penting sejak pertemuan terakhir kelompok tersebut, termasuk situasi saat ini di Iran,” ungkap Gedung Putih.

Menurut pernyataan itu, Sullivan dan Holata juga membahas “hubungan militer Iran yang berkembang dengan Rusia, termasuk transfer senjata yang dikerahkan oleh Kremlin terhadap Ukraina, penargetan infrastruktur sipilnya, dan penyediaan teknologi teknis Rusia ke Iran sebagai imbalannya.”

Kedua pejabat itu juga dilaporkan menyatakan komitmen mereka untuk menghadapi ancaman Iran di kawasan, dan memastikan bahwa Iran “tidak akan pernah bisa memperoleh senjata nuklir.”

Gedung Putih juga menyebutkan, “Mereka juga membahas cakupan luas sanksi ekonomi yang telah dikenakan terhadap Teheran dalam beberapa bulan terakhir, membicarakan kerja sama dan manuver berkelanjutan antara militer AS dan Israel, dan membahas mekanisme peningkatan keamanan Israel dan integrasi ekonomi di berbagai wilayah Timur Tengah.” (raialyou)