Rangkuman Berita Utama Timteng Sabtu 22 Februari 2020

pemilu iran 2020Jakarta, ICMES. Pemilu parlemen Iran ke-11 dan pemilu Dewan Ahli Kepemimpinan telah diselenggarakan dengan antusias masyarakat yang sangat tinggi.

Angkatan bersenjata Yaman kembali menggempur fasilitas minyak  Aramco milik Arab Saudi serta beberapa target strategis lain di negara kerajaan ini.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan negaranya akan menempuh langkah-langkah selanjutnya terkait dengan Provinsi Idlib, Suriah, setelah pembicaraan telefon dengan sejawatnya dari Rusia, Vladimir Putin.

Berita selengkapnya:

Perang di Idlib, 27 Orang Tewas, 10 Kendaraan Lapis Baja Turki Hancur

Pemilu parlemen Iran ke-11 dan pemilu Dewan Ahli Kepemimpinan telah diselenggarakan pada hari Jumat kemarin (21/2/2020) dengan antusias masyarakat yang sangat tinggi sejak pemungutan suara dimulai pada pukul 08.00 waktu Teheran, ibu kota Iran.

Di Teheran, pemimpin besar negara ini Ayatullah Khamenei usai memberikan suaranya menyerukan kepada segenap warga yang berhak pilih agar berpartisipasi dalam pemilu yang dia sebut tak ubahnya dengan “jihad umum” yang turut andil dalam penggagalan rencana-rencana kotor musuh besar negara ini, AS.

Pemilu ini melibatkan 7148 kontestan yang 782 di antaranya perempuan untuk memperebutkan 290 kursi parlemen Majelis Syura Islam melalui 55,000 tempat pemungutan suara yang tersebar di 208 daerah pemilihan.

Jumlah warga yang berhak pilih tercatat sekira 58 juta yang 3 juta di antaranya merupakan pemilih pemula yang mencapai usia 18 tahun.

Waktu pemungutan suara yang seharusnya selesai pada pukul 18.00 diperpanjang beberapa kali hingga pukul 23.00, dan di sebagian tempat bahkan ditutup pada pukul 24.00.

Laporan terbaru menyebutkan bahwa Iran sudah memulai proses penghitungan suara. (alalam)

Pasukan Yaman Gempur Lagi Fasilitas Minyak Aramco Arab Saudi

Angkatan bersenjata Yaman kembali menggempur fasilitas minyak  Aramco milik Arab Saudi serta beberapa target strategis lain di negara kerajaan ini, Jumat (21/2/2020).

Juru bicara angkatan bersenjata Yaman, Brigjen Yahya Saree, dalam konferensi pers Sanaa, ibu kota Yaman, menyatakan bahwa pada hari itu operator rudal bersama dengan unit pertahanan udara Yaman telah melancarkan serangan bersandi  ’Operasi ke-3 Keseimbangan Pencegahan’, dengan sasaran fasilitas minyak serta situs-situs sensitif lain di kota pelabuhan Yanbu yang terletak sekitar 165 kilometer barat kota Madinah.

Saree menjelaskan bahwa pasukan Yaman mengerahkan satu skuadron yang terdiri dari 12 pesawat tempur Sammad-3 serta beberapa rudal balistik jarak jauh dan bersayap untuk menyerang sasaran-sasaran penting.

Dia menegaskan bahwa angkatan bersenjata Yaman berhak melawan dan membalas kejahatan aliansi militer pimpinan Saudi terhadap bangsa Yaman.

Diketahui bahwa kejahatan terbaru aliansi Saudi-Uni Emirat Arab (UEA) di Yaman  ialah serangan udara yang menewaskan lebih dari 30 warga sipil dan melukai beberapa lainnya di provinsi Jawf, Yaman utara.

Serangan terhadap fasilitas minyak Aramco juga pernah dilancarkan pasukan Yaman hingga menyebabkan kebakaran hebat di Abqaiq dan Khurais, Saudi, pada 14 September 2019.

Saat itu Saree menegaskan, “Pasukan kami telah mencapai tingkat efisiensi dan kemampuan yang tinggi. Mereka dapat memproduksi berbagai jenis pesawat nirawak dalam waktu singkat. ‘Operasi ke-2 Keseimbangan Pencegahan’ yang menyasar instalasi minyak Saudi merupakan contoh sempurna kemampuan pasukan kami dalam perencanaan dan implementasi.”

Di pihak lain, Saudi mengaku telah mencegat beberapa rudal balistik pasukan Yaman, Jumat. Jubir pasukan koalisi Saudi-UEA Kol. Turki al-Maliki, menyatakan bahwa pasukan “Houthi yang bersekutu dengan Iran” telah menembakkan beberapa rudal dari Sanaa pada pukul 03.00, seperti dilansir kantor berita resmi Saudi, SPA, tanpa keterangan lebih lanjut. (presstv/raialyoum)

Erdogan: Kontak Telefon dengan Putin Tentukan Sikap Turki Selanjutnya Soal Idlib

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan negaranya akan menempuh langkah-langkah selanjutnya terkait dengan Provinsi Idlib, Suriah, setelah pembicaraan telefon dengan sejawatnya dari Rusia, Vladimir Putin, pada hari Jumat (21/2/2020).

Kepada wartawan di Istanbul, Turki, dia menjelaskan bahwa pada pukul 18.00 waktu setempat dia mengadakan pembicaraan telefon dengan Putin.

“Hasil kontak telefon ini akan menentukan sikap kami di kawasan. Kami akan mendiskusikan semua perkembangan di Idlib dengan cermat,” lanjutnya.

Sebelumnya, Erdogan mengumumkan gagasan Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Kanselir Jerman Angela Merkel untuk mengadakan pertemuan puncak segi empat Turki, Rusia, Jerman, Prancis mengenai Suriah di Istanbul pada tanggal 5 Maret.

Namun dia juga menyebutkan bahwa Presiden Rusia, Vladimir Putin, belum menanggapi gagasan tersebut.

“Merkel dan Macron meminta Putin menyetujui gencatan senjata secara ketat di Idlib, dan saya tidak bisa mengatakan bahwa tanggapan yang diharapkan dari Moskow atas ajakan ini sudah masuk sejauh ini,” tutur Erdogan.

Mengenai konfrontasi militer di Idlib, dia mengklaim bahwa pihaknya telah “menetralisir” (menghabisi) 150 tentara Suriah serta menghancurkan 12 tank, 3 kendaraan lapis, 14 senjata artileri, dan 2 mobil bersenapan otomatis mereka. Klaim-klaim demikian biasanya dibantah oleh tentara dan pemerintah Suriah. (raialyoum)