Jakarta, ICMES. Angkatan Bersenjata Yaman kubu Ansarullah mengaku telah menyerang kapal induk AS USS Dwight D. Eisenhower di Laut Merah sebagai balasan terhadap serangan AS terhadap Yaman sehari sebelumnya.

Faksi-faksi pejuang Palestina di Jalur Gaza melanjutkan operasinya di berbagai medan pertempuran, pada hari ke-238 Perang Badai Al-Aqsa, bersamaan dengan penarikan tentara pendudukan dari Jabalia, Jalur Gaza utara, yang dilakukan akibat keteteran menghadapi perlawanan para pejuang.
Para pejuang Hizbullah yang berbasis di Lebanon melanjutkan operasi militernya terhadap berbagai sasaran milik pasukan pendudukan Israel di perbatasan Lebanon-Palestina pendudukan.
Berita selengkapnya:
Tak Kenal Takut, Pasukan Yaman Merudal Kapal Induk AS Eisenhower di Laut Merah
Angkatan Bersenjata Yaman kubu Ansarullah mengaku telah menyerang kapal induk AS USS Dwight D. Eisenhower di Laut Merah sebagai balasan terhadap serangan AS terhadap Yaman sehari sebelumnya.
“Pasukan rudal dan AngkatanLaut Angkatan Bersenjata Yaman melakukan operasi militer gabungan yang menyasar kapal induk AS Eisenhower di Laut Merah,” kata Yahya Saree dalam pernyataan yang disiarkan televisi, Jumat (31/5).
“Serangan itu dilakukan dengan melesatkan sejumlah rudal jelajah dan balistik, mengena secara akurat dan langsung, alhamdulillah,” ungkapnya.
Saree menambahkan bahwa serangan itu dilakukan demi membalas serangan udara AS dan Inggris terhadap beberapa sasaran di Yaman, yang menurutnya, mengena warga sipil dan merupakan “pelanggaran terang-terangan terhadap semua hukum internasional dan kejahatan perang sepenuhnya.”
Pada malam sebelumnya, jet-jet tempur Amerika dan Inggris menyerang ibu kota Yaman, Sanaa serta provinsi Hudaydah dan Taiz.
Para pejabat Yaman mengatakan serangan terhadap Hudaydah menyasar gedung Radio dan fasilitas Penjaga Pantai serta beberapa kapal komersial, hingga menggugurkan sedikitnya 16 orang dan melukai 41 lainnya.
Juru bicara Yaman berjanji bahwa negaranya tidak akan ragu untuk menanggapi secara langsung setiap agresi di wilayah Yaman, dan akan menyerang semua target ASa dan Inggris di Laut Merah dan Laut Arab. (presstv)
Hari ke-238, Para Pejuang Gaza Tetap Prima dan Hujani Pasukan Zionis dengan Serangan Mematikan
Faksi-faksi pejuang Palestina di Jalur Gaza melanjutkan operasinya di berbagai medan pertempuran, pada hari ke-238 Perang Badai Al-Aqsa, bersamaan dengan penarikan tentara pendudukan dari Jabalia, Jalur Gaza utara, yang dilakukan akibat keteteran menghadapi perlawanan para pejuang.
Brigade Al-Qassam, sayap militer Hamas, pada hari Jumat (31/5), mengumumkan pihaknya telah menembak dua tentara Israel di sekitar Bundaran Sheikh Zayed, Jalur Gaza utara.
Media militer Brigade Al-Qassam menerbitkan rekaman-rekaman audio visual yang mendokumentasikan serangan mereka terhadap tentara dan kendaraan pasukan pendudukan, termasuk dengan tembakan mortir di zona pertempuran di kota Rafah, Jalur Gaza selatan.
Bersamaan dengan ini, Brigade Al-Quds, sayap militer Gerakan Jihad Islam Palestina, menyatakan para pejuangnya berhasil membunuh dan melukai anggota pasukan khusus Israel di sekitar Masjid Imam Ali, di tengah Jalan Al-Ajarima di Kamp Jabalia, Jalur Gaza utara.
Brigade Al-Quds mengumumkan bahwa dengan peluru mortir pihaknya telah menggempur kendaraan tentara Zionis yang menembus bagian barat kota Rafah di mana tempat mereka juga menghancurkannya kumpulan kendaraan pendudukan dan tentara yang menyerbu sekitar Gerbang Salah al-Din, di selatan kota itu.
Di tempat yang sama, Brigade Al-Aqsa, mengaku bertanggung jawab atas serangan terhadap kumpulan tentara dan kendaraan Israel , dengan rentetan tembakan mortir secara rutin.
Brigade Al-Aqsa juga mengumumkan para pejuangnya telah menghancurkan pasukan Israel yang ditempatkan di pusat kamp pengungsi Jabalia, di Jalur Gaza utara, dengan rentetan mortir.
Faksi pejuang ini merilis rekaman video yang mendokumentasikan pemboman pasukan pendudukan yang ditempatkan di poros Netzarim , Jalur Gaza selatan, dengan roket jarak pendek dan mortir.
Brigade Mujahidin, sayap militer Gerakan Mujahidin, menyatakan pasukannya telah melancarkan serangan mortir terhadap posisi-posisi kendaraan pendudukan di daerah Al-Abd Jabr, sebelah barat Gerbang Salah al-Din di kota Rafah.
Brigade Perlawanan Nasional, pasukan Syahid Omar Al-Qasim, sayap militer Front Demokratik untuk Pembebasan Palestina (PFLP), mengaku telah melancarkan gempuran mortir terhadap pasukan pendudukan yang menembus sebelah barat bundaran Zoroub di kota Rafah.
Di pihak lain, Israel menyatakan sebanyak 3.657 tentaranya terluka sejak awal Badai Al-Aqsa, dan mantan Menteri Kehakiman Israel, Haim Ramon, mengkritik kabinet perang dan staf militer Israel, yang disebutnya “gagal total” dalam upaya mencapai tujuan perang selama sekitar 8 bulan.
Di sebuah artikel di surat kabar Israel Maariv, Ramon menyatakan, “Hamas masih berdiri tegak di setiap daerah Jalur Gaza di mana tentara Israel mundur.”
Menurutnya, Jabalia membuktikan hal tersebut. Dia menjelaskan bahwa ketika tentara Israel mengaku berhasil membongkar kemampuan formasi militer Hamas di Jalur Gaza utara dalam serangan pertamanya di sana, tentara Israel dalam serangan kedua malah dikejutkan oleh jumlah pejuang Hamas yang masih bertahan di sana, dan oleh besarnya serangan mereka. (raialyoum)
Hizbullah Luluh Lantakkan Pos-Pos Militer Israel
Para pejuang Hizbullah yang berbasis di Lebanon melanjutkan operasi militernya terhadap berbagai sasaran milik pasukan pendudukan Israel di perbatasan Lebanon-Palestina pendudukan.
Hizbullah pada hari Jumat (31/5) menggempur kawasan permukiman Zionis Jaatoun Ein Ya’akov, dan Yehiam dengan puluhan roket Katyusha , sebagai balasan atas serangan pasukan Zionis terhadap Pertahanan Sipil dan mobil ambulan di kota selatan Naqoura.
Hizbullah merudal situs Israel di Ramtha di perbukitan Kafr Shuba di Lebanon, dan menggempur situs militer Maayan Baruch dengan roket dan artileri.
Beberapa pernyataan Hizbullah menyebutkan bahwa semua operasi tersebut dilakukan demi mendukung kesolidan rakyat dan pejuang Palestina di Jalur Gaza.
Media militer Hizbullah merilis rekaman video operasi serangan terhadap markas Divisi 91 tentara pendudukan di barak Branit di perbatasan Lebanon-Palestina pendudukan.
Dalam pertempuran terbaru melawan Israel, Hizbullah mengumumkan dua pejuangnya “gugur dalam perjalanan menuju Al-Quds”.
Di pihak lain, media Israel melaporkan bahwa sirene terdengar di pemukiman “garis depan” di wilayah pendudukan utara Palestina, dan di pemukiman Kiryat Shmona .
Media Israel mengonfirmasi bahwa Hizbullah menyerang sasaran militer strategis, dan sensor militer Israel memberlakukan larangan publikasi informasi mengenai spesifikasi sasaran tersebut.
Media pendudukan menjelaskan bahwa sensor mencegah penyebutan rincian apa pun yang dapat mengungkapkan target itu karena Hizbullah berhasil melumpuhkannya.
Media Israel menyebutkan bahwa Hizbullah mengincar pada Pabrik Rafael, yang merupakan badan manufaktur senjata, di Haifa, serta menyerang sasaran lain di Afula.
Media Israel mengakui bahwa seluruh operasi Hizbullah dilakukan oleh drone yang membawa kamera pemandu dan bukan oleh GPS.
Hizbullah juga membalas serangan Israel terhadap desa-desa dan rumah persembunyian di selatan, terutama di kota Maroun al-Ras. Hizbullah menggempur sebuah bangunan yang digunakan oleh tentara pendudukan di pemukiman Shomera , di desa Tarbikha , dengan senjata yang tepat dan akurat.
Selain itu, dalam membalas serangan Israel di alun-alun kota selatan Hula, Hizbullah melancarkan serangan udara dengan drone serang yang menyasar platform Iron Dome di markas Zaoura beserta kru dan tempat tinggal serta tempat kerja mereka hingga mengakibatkan kebakaran dan kerusakan pada platform tersebut.
Huzbullah juga menghantam situs militer Al-Baghdadi Israel dengan rudal berat Burkan. Dengan menggunakan rudal jenis yang sama, Hizbullah juga menggempur barak Pranit (mabes Divisi 91) hingga menyebabkan kebakaran dan kehancuran sebagian dari barak tersebut. (raialyoum)







