Rangkuman Berita Utama Timteng Rabu 30  November 2022

Jakarta, ICMES. Pasukan Zionis Israel meningkatkan aksi kekerasan di wilayah pendudukan Tepi Barat dan menyebabkan sejumlah orang Palestina gugur dalam bentrokan.

Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei  mengimbau pemerintah Baghdad  menjalankan kedaulatannya secara lebih optimal atas wilayah semi-otonomi Kurdistan Irak.

Pemerintah Iran menilai operasi militer darat yang kemungkinan akan diluncurkan Turki di Suriah sebagai tindakan yang justru akan memperumit masalah.

Berita Selengkapnya:

Israel Tingkatkan Kekerasan, Sejumlah Orang Palestina Gugur di Tepi Barat

Sejumlah orang Palestina gugur di tangan pasukan Zionis Israel di wilayah pendudukan Tepi Barat, Selasa (29/11).

Kementerian Kesehatan Palestina saat mengumumkan korban terbaru menyebutkan , “Seorang pemuda gugur setelah ditembak di dada oleh tentara pendudukan Israel di desa Al-Mughayyir, timur laut Ramallah.”

Dilaporkan bahwa pasukan Israel menyerbu desa Al-Mughayyir, dan menyebabkan bentrokan dengan puluhan warga Palestina, di mana tentara Israel menggunakan peluru tajam dan logam serta gas air mata.

Dua orang Palestina juga dilaporkan gugur di desa Kafr Ein, barat laut Ramallah, dan satu lainnya gugur di kota Beit Ummar, sebelah utara Al-Khalil (Hebron).

Bersamaan dengan ini, Perusahaan Penyiaran Israel mengumumkan gugurnya seorang Palestina, yang disebut-sebut telah melakukan operasi yang menyasar permukiman Zionis di Tepi Barat tengah.

Sejak beberapa bulan lalu Tepi Barat telah dilanda eskalasi ketegangan yang signifikan sebagai akibat gencarnya serangan dan penangkapan yang dilakukan oleh pasukan Israel, karena bentrokan mereka dan warga pemukiman Zionis dengan orang-orang Palestina.

Kementerian Kesehatan Palestina juga menyatakan dua pemuda Palestina gugur ditembak pasukan Zionis di kota Beit Rima, barat laut Ramallah.

Sebelumnya, kementerian ini melaporkan gugurnya seorang warga Palestina berusia 44 tahun akibat luka kritis diterjang peluru Israel di kepala, di kota Beit Ummar, utara Al-Khalil.

Menurut sumber-sumber lokal, bentrokan kekerasan meletus di kota Beit Ummar menyusul penyerbuan yang dilakukan oleh tentara Israel. Sedikitnya sembilan warga Palestina terluka oleh peluru tajam, dan salah satunya gugur.

Media Israel melaporkan bahwa bentrokan bersenjata pecah dengan pemuda Palestina yang menyerang kendaraan militer milik tentara Zionis di kota Beit Ummar.

Seorang tentara wanita Israel terluka parah dalam serangan di dekat pemukimanKochav Hashahar, di sebelah timur Ramallah, di Tepi Barat, dan sementara pasukan Zionis menembak penyerang dan melumpuhkannya dengan kondisi luka parah. (raialyoum)

Pemimpin Besar Iran dan Perdana Menteri Irak Sama-Sama Tekankan Keamanan Kedua Negara

Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei  mengimbau pemerintah Baghdad  menjalankan kedaulatannya secara lebih optimal atas wilayah semi-otonomi Kurdistan Irak.

Imbauan itu dia sampaikan saat ditemui Perdana Menteri Irak Mohammed Shia al-Sudani yang berkunjung ke Iran bersama rombongan delegasinya, Selasa (29/11).

Ayatullah Khamenei menyinggung pernyataan pejabat senior Irak sebelumnya bahwa pemerintah Baghdad tidak akan membiarkan wilayah Irak digunakan sebagai tempat untuk melancarkan serangan ke negara-negara tetangga sesuai dengan konstitusi Irak.

“Sayangnya, ancaman ini muncul di beberapa wilayah Irak. Satu-satunya solusi adalah pemerintah pusat Irak menjalankan kedaulatan yang lebih besar atas wilayah-wilayah itu,” katanya.

Ayatullah Khamenei memastikan bahwa keamanan Irak setara dengan keamanan Iran sendiri,  dan bahwa Iran akan menghadapi pihak mana pun yang bermaksud mengganggu Irak.

Ayatullah Khamenei menyebut Irak sebagai negara Arab istimewa di kawasan Timteng dari segi sumber daya alam dan manusia serta latar belakang budaya, sejarah dan peradaban, namun dia menyayangkan karena posisi Irak sekarang masih belum sepadan dengan  keistimewaan itu.

“Irak belum mampu mencapai posisinya yang tinggi dan sebenarnya,” ungkapnya.

Dia mengatakan perkembangan Irak pasti memicu kegusaran pihak-pihak tertentu meski mereka mungkin tak menampakkannya, namun dia meminta Baghdad mengandalkan rakyat  Irak dalam menghadapi plot musuh.

Lebih jauh, Pemimpin Besar Iran menekankan perlunya mengimplementasikan perjanjian yang dijalin oleh  kedua negara, khususnya di bidang kerjasama perdagangan, transit komoditas, dan transportasi kereta api.

Di pihak lain, Mohammad Al-Sudani memuji hubungan strategis dan historis antara Iran dan Irak, dan menyebutkan bahwa upaya bersama melawan kelompok teroris ISIS merupakan contoh nyata fakta itu.

Dia juga memberikan penghormatan kepada jenderal legendaris Iran Syahid Qassem Soleimani, mantan komandan Pasukan Quds Korps Garda  Revolusi Islam Iran (IRGC), dan Syahid Abu Mahdi al-Muhandis, komandan kedua pasukan relawan Irak Al-Hashd Al-Shaabi (PMU), dua pejuang yang gugur diserang AS di Irak pada tahun 2020.

Al-Sudani menekankan bahwa pemerintahan Irak yang baru bertekad untuk mengimplementasikan perjanjian yang telah ditandatangani antara Teheran dan Baghdad, dan memperluas hubungan bilateral, terutama di bidang transaksi perdagangan.

Dia juga menegaskan, “Keamanan Irak dan Iran saling berhubungan. Di bawah konstitusi (Irak), kami tidak akan mengizinkan pihak mana pun menggunakan wilayah Irak sebagai alasan untuk merongrong keamanan pihak lain.” (presstv)

Iran Sebut Operasi Darat Turki di Suriah Tak akan Menyelesaikan Masalah

Pemerintah Iran menilai operasi militer darat yang kemungkinan akan diluncurkan Turki di Suriah sebagai tindakan yang justru akan memperumit masalah.

Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian dalam kontak telepon dengan sejawatnya dari Turki, Mevlut Cavusoglu, mengatakan, “Teheran memahami masalah keamanan Ankara, dan percaya bahwa ada kebutuhan untuk mengatasinya, tapi untuk mencapai ini membutuhkan kelanjutan pembicaraan keamanan antara Suriah dan Turki.”

Dia menambahkan, “Menggunakan operasi militer darat tidak akan membantu memecahkan masalah, melainkan akan menyebabkan kerusakan dan memperumit situasi.”

Menteri Luar Negeri Iran memastikan Iran siap memberikan bantuan apa pun untuk menyelesaikan masalah politik antara Suriah dan Turki.

Kedua belah pihak membahas perkembangan militer terbaru di perbatasan dengan Suriah dan Irak.

Di pihak lain, Menteri Luar Negeri Turki menyatakan negaranya menghargai “sikap konstruktif Iran dalam masalah ini, dan akan melanjutkan kontak dengan pihak Iran dalam hal ini.”

Pekan lalu, Rusia, Turki, dan Iran selaku tiga negara penjamin proses Astana untuk perdamaian Suriah mengumumkan penolakan mereka terhadap inisiatif otonomi di timur laut Suriah.

Ketiga negara membahas situasi di timur laut Suriah, dan bersepakat bahwa keamanan permanen dan stabilitas di kawasan ini hanya dapat dicapai atas dasar menjaga kedaulatan dan integritas wilayah Suriah.

Juru bicara kepresidenan Turki, Ibrahim Kalin, dalam konferensi pers,  Selasa, mengatakan, “Operasi militer di Suriah utara melawan organisasi teroris dapat diluncurkan kapan saja.”

Dia menjelaskan bahwa Turki menyerukan “penarikan pasukan SDF (milisi Kurdi yang didukung AS) dari perbatasannya sekitar 30 kilometer,” dan menekankan bahwa operasi militer di Suriah utara akan “menjaga integritas teritorial Suriah.”

Sebelumnya di hari yang sama, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menekankan bahwa operasi militer negaranya di Suriah utara dan Irak “seharusnya” tidak membuat siapa pun khawatir. Dia juga menekankan bahwa langkah-langkah ini terkait dengan keamanan negaranya.

Sejak 20 November lalu pasukan Turki terus melancarkan serangan rudal dan artileri yang didukung serangan udara ke wilayah Suriah utara dan Irak utara. (almayadeen)