Rangkuman Berita Utama Timteng Rabu 25 Agustus 2021

husain alami balkhi afghanistanJakarta, ICMES. Dewan Ulama Syiah Afghanistan dalam sebuah rilisnya menyatakan bersedia bekerja sama dengan pemerintahan Taliban mendatang apabila Taliban menerima beberapa masukan dari dewan ini.

Imam Jumat Muslim Syiah Kandahar Hujjatul Islam Tahiri mengimbau kepada rakyat Afghanistan tidak khawatir terhadap kekuasaan Taliban karena  keamanan negara ini, menurutnya, akan terjamin dengan berkuasanya Taliban.

Wakil pemimpin Taliban Maulawi Mohammad Yakub Mujahid menyatakan bahwa perundingan serius sedang berlangsung antara dewan pimpinan, biro politik dan para pejabat keamanan Taliban untuk pembentukan pemerintahan baru yang akan diumumkan sesegera mungkin.

Republik Islam Iran terus mencetak prestasi dan kemajuan pesat di berbagai bidang sains dan teknologi. Kepala Kehakiman Iran Gholam-Hossein Mohseni-Eje’i mengatakan bahwa negaranya telah menjadi negara ke-5 yang meraih kit identifikasi genetik dan teknologi homogenizer.

Berita Selengkapnya:

Dewan Ulama Syiah Afghanistan Siap Bekerja Sama dengan Pemerintahan Taliban dengan Syarat

Dewan Ulama Syiah Afghanistan dalam sebuah rilisnya menyatakan bersedia bekerja sama dengan pemerintahan Taliban mendatang apabila Taliban menerima beberapa masukan dari dewan ini.

Dalam sebuah sidang di Kabul, Selasa (24/8), Dewan Ulama Syiah Afghanistan mengaku menginginkan adanya pemerintahan inklusif yang melibatkan semua suku, sayap politik dan aliran mazhab yang ada di Afghanistan.

Dalam sebuah pernyataan yang dibacakan Sayid Hussain Alami Balkhi, mantan menteri urusan pengungsi dan repatriasi Afghanistan, menegaskan, “Pembentukan pemerintahan inklusif dalam kesefahaman dengan berbagai sayap di satu sisi akan dapat mengatasi problematika Afghanistan, dan di sisi lain kehadiran para elit dari semua suku dalam pembentukan pemerintahan akan membuka peluang bagi kemakmuran dan layanan lebih baik kepada rakyat.”

Dia menambahkan, “Dewan Ulama Syiah Afghanistan bersedia bekerja sama dengan Taliban dalam pembentukan pemerintahan baru apabila keinginan-keinginan legal dewan ini dipenuhi oleh Taliban.”

Dewan ini menggaris bawahi bahwa setelah terbentuknya pemerintahan baru harus diupayakan penyelenggaraan pemilu agar semua warga negara memiliki hak untuk dipilih dan memilih tanpa diskriminasi.

Dewan ini mengingatkan bahwa jangan sampai ada undang-undang yang berseberangan dengan akidah rakyat, dan bahwa piagam HAM internasional hendaknya diindahkan selagi tidak bertentangan dengan nilai-nilai agama.

Mohammad Akbari, Wakil Kedua Ketua Dewan Ulama Syiah dalam sidang tersebut menyatakan Taliban harus secepatnya membentuk pemerintahan Islam yang inklusif dengan melibatkan semua kelompok Sunni dan Syiah agar rakyat negara ini aman dan berkeadilan sosial. (alalam)

Imam Jumat Syiah Kandahar Minta Rakyat Tak Khawatir atas Berkuasanya Taliban

Imam Jumat Muslim Syiah Kandahar Hujjatul Islam Tahiri mengimbau kepada rakyat Afghanistan tidak khawatir terhadap kekuasaan Taliban karena  keamanan negara ini, menurutnya, akan terjamin dengan berkuasanya Taliban.

Tahiri menyatakan masyarakat tak perlu mengungsi dan berusaha keluar dari Afghanistan lantaran Taliban berkuasa.

“Perlu saya katakan bahwa prinsip kehidupan justru akan bermula sejak sekarang. Kita telah menjalani hidup 20 tahun, namun sungguh ini bukanlah kehidupan yang hakiki, sebab kehidupan yang baik adalah hidup yang aman,” ungkapnya.

Mengenai keluarnya para pejabat pemerintah dari Afghanistan setelah Taliban mengendalikan negara ini, Tahiri mengatakan, “Maling-maling telah pergi, semua bagian negara ini semula penuh dengan maling.”

Dia menceritakan bahwa di masa pemerintahan Afghanistan sebelumnya ketika ada warga yang atap rumahnya bocor lalu ingin memperbaikinya maka bahkan akan ada pegawai pemerintah yang datang untuk melalukan pungli atas perbaikan itu, dan bahwa untuk mendapatkan tanda tangan dalam pengurusan sertifikat diharuskan membayar sebesar jutaan Afghani.

“Selanjutnya tidak akan ada hal-hal seperti ini,” imbuhnya.

Menurut Tahiri, dengan jatuhnya pemerintahan sebelumnya, “praktik suap dan pemaksaan sudah berakhir, selanjutnya rakyat akan hidup aman dan tentram, urusan mereka juga akan lebih baik.”

Kepada masyarakat dia mengimbau, “Alhasil, katakanlah kepada semua orang yang beriman bahwa waspadalah untuk tidak berkelana dari pintu ke pintu dan mengungsi. Tak usah bertolak ke negara lain, jangan menjadi mengungsi karena pengungsian adalah pekerjaan berat.” (tasnim)

Tokoh Taliban: Pemerintahan Baru Afghanistan akan Diumumkan Secepatnya

Wakil pemimpin Taliban Maulawi Mohammad Yakub Mujahid menyatakan bahwa perundingan serius sedang berlangsung antara dewan pimpinan, biro politik dan para pejabat keamanan Taliban untuk pembentukan pemerintahan baru yang akan diumumkan sesegera mungkin.

Tokoh yang juga menjabat sebagai kepala komisi militer Taliban ini dalam wawancara dengan Radio Shariat, Selasa (24/8), mengatakan, “Tidak adanya pemerintahan adalah satu problema, dan mereka sedang serius berunding untuk mendirikan pemerintahan baru, yang setelah strukturnya rampung akan diumumkan dalam waktu dekat.”

Mengenai belum terbentuknya pemerintahan baru sejauh ini, Mujahid mengatakan, “Kita berusaha untuk ekstra hati-hati supaya tak ada masalah apapun yang mungkin terjadi usai pembentukan pemerintahan.”

Dia menambahkan, “Deklarasi pemerintahan tertunda karena kita berusaha keras untuk membangun sebuah sistem yang dihasilkan oleh semua pengorbanan dan kerja keras kita, yaitu pemerintahan yang representatif dan kokoh bagi seluruh warga negara. Kita sedang bertukar pikiran supaya tidak ada problema lagi usai pembentukan pemerintahan baru.”

Mujahid menilai AS-lah yang bertanggungjawab atas kekacauan di Bandara Kabul, dan karena itu dia meminta kepada semua orang untuk kembali ke rumah masing-masing dan tak lagi termakan oleh “konspirasi AS” yang mendorong masyarakat supaya meninggalkan Afghanistan. (fna)

Iran Jadi Negara Ke-5 Pembuat Kit Identifikasi DNA

Republik Islam Iran terus mencetak prestasi dan kemajuan pesat di berbagai bidang sains dan teknologi. Kepala Kehakiman Iran Gholam-Hossein Mohseni-Eje’i mengatakan bahwa negaranya telah menjadi negara ke-5 yang meraih kit identifikasi genetik dan teknologi homogenizer.

Dia mengungkapkan prestasi tersebut dalam kunjungannya ke Pusat Kedokteran Forensik Teheran pada peringatan Hari Dokter Nasional yang merupakan hari kelahiran ilmuwan kedokteran dan filsafat Persia dan Islam, Ibnu Sina (Avecina), Selasa (25/8).

Mohseni-Eje’i menyinggung perlunya memperoleh peralatan modern dengan akurasi tinggi di pusat-pusat medis forensik karena sensitivitas pekerjaan mereka, dan rangka ini para ahli muda Iran telah menghasilkan kit identifikasi genetik dan homogenizer.

Dengan demikian, lanjut Mohseni-Eje’i, Iran kini menjadi negara ke-5 yang memperoleh perangkat identifikasi genetik dan teknologi homogenizer setelah Amerika Serikat, Rusia, China, dan Jerman.

Pada Juni lalu, Iran untuk pertama kalinya mengoperasikan robsurgeon (robot canggih untuk operasi bedah) yang sepenuhnya buatan dalam negeri. Robot ini dikendalikan dari jarak jauh di rumah sakit Imam Khomeini (RA) dan Sina di Teheran di hadapan Wakil Presiden Bidang Sains dan Teknologi Sorena Sattari dan Kepala Institut Teknologi & Peralatan Medis Lanjutan Dr. Saeed Sarkar.

Operasi vasektomi dilakukan pada seekor anjing oleh Dr. Talebpour dari jarak tujuh km dengan menggunakan jaringan 5G.

Robot ini memiliki konsol bedah yang dapat dikontrol dan dipandu oleh ahli bedah dari jarak jauh dengan berdiri di belakangnya dan menggunakan dua lengan robot, sementara monitor ditempatkan di sebelah konsol yang memperlihatkan dengan jelas gambar operasi kepala ahli bedah. Ahli bedah menggunakan sistem ini untuk mengontrol operasi dengan pedal dan dua lengan robot.

Iran meluncurkan robot itu pada Juni 2015 lalu dan menjadi negara kedua di dunia setelah AS yang sukses membuat robot telesurgery.

Iran dan Indonesia pada 8 Agustus lalu telah menandatangani perjanjian yang memungkinkan ekspor robsurgeon buatan Iran ke Indonesia. (mna/indonesiainside)