Rangkuman Berita Utama Timteng Rabu 18 Januari 2023

Jakarta, ICMES. Sekjen Hizbullah, Sayid Hassan Nasrallah, memuji martir besar Iran, Qasem Soleimani, mantan komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, sebagai tokoh yang melampaui ruang dan waktu.

Menlu Iran Hossein Amir Abdollahian yang sedang berkunjung ke Turki menyatakan negaranya “sangat senang” atas upaya pemulihan hubungan antara Turki dan Suriah.

Menlu Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud menyatakan negaranya berusaha mencari cara untuk berdialog dengan Iran karena dialog adalah cara terbaik untuk menyelesaikan perselisihan.

Pasukan Zionis menembak mati seorang pria Palestina di wilayah pendudukan Tepi Barat.

Berita Selengkapnya:

Sayid Nasrallah: Jenderal Soleimani adalah Martir Dunia yang Melampaui Ruang dan Waktu

Sekjen Hizbullah, Sayid Hassan Nasrallah, memuji martir besar Iran, Qasem Soleimani, mantan komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, sebagai tokoh yang melampaui ruang dan waktu.

“Syahid Qasem Soleimani adalah syahid yang melampaui ruang dan waktu. Dia bukan syahid Irak, Iran, atau Suriah, melainkan syahid dunia. Pengaruhnya akan tetap ada selama beberapa generasi,” ujarnya dalam festival Penghargaan Internasional Soleimani untuk Literatur Perlawanan, Selasa (17/1).

“Syahid Soleimani adalah komandan besar poros yang memerangi ISIS… Semangat, kekuatan moral, keberanian, pengorbanan, pikiran strategis, dan tampil dari perjuangan ke perjuangan pada  levelnya yang strategis adalah bagian dari eduksi dan persembahan Haji Qassem Soleimani,” sambungnya.

Sayid Nasrallah juga mengatakan, “Syahid Soleimani menginspirasikan kekuatan moral pada poros ini, dan merupakan komandan besar dalam perang melawan Israel… Syahid Soleimani adalah komandan besar dan substansial yang mengandaskan agenda besar Israel… Persembahan Haji Qasem adalah kekuatan mordal yang telah dia inspirasikan pada semua orang yang bekerja bersamanya.”

Dia menyebutkan,  “Di setiap generasi, kita membutuhkan model seperti para syahid ini, yang hadir di setiap medan perang, dan yang namanya harus dihidupkan kembali karena mewakili kekayaan intelektual dan spiritual yang sangat besar yang tidak boleh kita anggap remeh. Kita harus melakukan ini untuk diri kita sendiri dan bukan untuk kepentingan mereka sendiri.”

Di bagian lain pidatonya, Sekjen Hizbullah menyatakan bahwa AS memblokir penawaran energi Iran di Lebanon

 “Setiap orang di Lebanon mengalami masalah listrik dan bahan bakar yang melampaui golongan dan faksi, dan pengaruhnya meluas ke ekonomi dan kehidupan alami masyarakat,” ujarnya.

“Berbulan-bulan yang lalu, kami diberitahu untuk mengamankan bahan bakar dari Iran selama enam bulan, untuk menaikkan jam pasokan listrik menjadi 8 jam, dan menempatkan Lebanon di jalur solusi,” lanjutnya.

Dia lantas mengatakan, “Kami mengambil inisiatif dan menghubungi Iran, dan mereka menyetujui permintaan bahan bakar Lebanon. Tawaran bahan bakar Iran ke Lebanon masih berlaku, tapi Amerikalah yang mencegah implementasinya.” (raialyoum)

Berkunjung ke Turki, Menlu Iran: Pendekatan Turki-Suriah Penuhi Interes Regional

Menlu Iran Hossein Amir Abdollahian yang sedang berkunjung ke Turki menyatakan negaranya “sangat senang” atas upaya pemulihan hubungan antara Turki dan Suriah.

“Kami sangat senang melihat hubungan antara Damaskus dan Ankara berubah,” katanya dalam konferensi pers bersama Menlu Turki Mevlut Cavusoglu di Ankara, ibu kota Turki, Selasa (17/1), sembari menekankan bahwa pemulihan hubungan ini akan menjadi kepentingan kawasan dan tiga negara.

Konferensi pers antara kedua belah pihak dilakukan usai pertemuan antara delegasi Iran yang dipimpin oleh Abdullahian dan mitranya dari Turki, di mana sejumlah masalah yang menjadi perhatian bersama dibahas.

Di pihak lain, Menlu Turki Mevlut Cavusoglu menegaskan bahwa Iran memiliki peran penting dalam proses normalisasi hubungan antara Turki dan Suriah yang selama ini tegang sejak awal krisis Suriah pada 2011.

“Turki dan Iran sangat mendukung integritas teritorial dan kesatuan politik Suriah,” imbuhnya.

Menyinggung apa yang disebutnya “provokasi organisasi teroris PKK (Partai Pekerja Kurdi) di Swedia, Cavusoglu mengatakan,  “Jika Swedia berpikir itu mengganggu kita dengan bermain kata maka itu menipu dirinya sendiri.”

Dia juga menegaskan, “Entah Anda akan menjadi korban terorisme (PKK), atau kami akan melanjutkan implementasi nota segi tiga berdasarkan pemikiran tentang keamanan kami semua.”

Dalam kunjungan ke Ankara, Menlu Iran juga menemui Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. (irna)

Menlu Saudi: Dialog dengan Iran adalah Jalan Terbaik

Menlu Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud menyatakan negaranya berusaha mencari cara untuk berdialog dengan Iran karena dialog adalah cara terbaik untuk menyelesaikan perselisihan.

Dalam pidato pada sesi Forum Ekonomi Dunia di Davos, Selasa (17/1), Faisal menjelaskan bahwa keputusan Arab Saudi dan negara-negara Teluk lainnya untuk fokus pada ekonomi dan pembangunan mereka sendiri merupakan sinyal kuat bagi Iran dan lainnya di kawasan bahwa ada jalan lain menuju kemakmuran bersama.

Saudi dan Iran telah lama terlibat persaingan pengaruh di Timur Tengah dalam berbagai peristiwa seperti konflik di Yaman, Suriah, dan Lebanon.

Riyadh dan Teheran memutuskan hubungan pada tahun 2016, namun para pejabat dari kedua negara telah mengadakan lima putaran pembicaraan langsung yang dimediasi oleh Irak sejak tahun lalu, dan yang terakhir di antaranya pada bulan April, tanpa mencapai terobosan diplomatik.

Negara-negara Teluk Arab khawatir terhadap program nuklir dan rudal balistik Iran serta  jaringan proksi regionalnya, namun ingin menahan ketegangan dan berfokus pada prioritas ekonomi.

Berbicara pada sesi Forum Ekonomi Dunia di Davos, Menlu Saudi juga menekankan keharusan menemukan cara mengakhiri konflik Rusia-Ukraina, karena jika tidak maka ketidakpastian global akan terus berlanjut.

Faisal juga menekankan perhatian ke Timur Tengah, sembari mencontahkan masalah Suriah serta kekhawatiran regional terhadap “kebijakan provokatif” pemerintah baru Israel yang dipimpin oleh Benjamin Netanyahu yang berkoalisi dengan ultra-nasionalis.

Netanyahu berjanji berusaha menjalin hubungan resmi dengan Riyadh sebagai Israel di bawah kepemimpinannya pada tahun 2020 menjalin perjanjian normalisasi dengan UEA dan Bahrain.

Arab Saudi merestui dua perjanjian yang ditengahi oleh AS itu, tetapi tidak sampai secara resmi mengakui Israel karena tidak adanya solusi atas upaya Palestina untuk mendirikan negara. (raialyoum)

Pasukan Zionis Tembak Mati Seorang Pria Palestina

Pasukan Zionis menembak mati seorang pria Palestina di wilayah pendudukan Tepi Barat, Selasa (17/1).

Kementerian Kesehatan Palestina menyatakan bahwa korban diketahui bernama Hamdi Abu Dayyeh, 40 tahun, yang terbunuh oleh tembakan Israel di Halhul, sebuah kota di pinggiran utara kota Hebron.

Media Palestina melaporkan bahwa Abu Dayyeh adalah seorang petugas polisi Otoritas Palestina dan ditembak saat melakukan serangan penembakan terhadap pasukan Israel yang ditempatkan di sebuah pos pemeriksaan di daerah tersebut.

Saksi mata mengatakan militer Israel mencegah ambulans mendekati Abu Dayyeh yang tergeletak di tanah.

Beberapa menit sebelum kejadian, rezim Israel menerima laporan tentang penembakan di bus pemukim di daerah Hebron, namun tidak ada korban cedera yang dilaporkan.

Tentara Israel mengatakan bahwa Abu Dayyeh “diduga melakukan dua serangan penembakan dalam 48 jam terakhir”.

Abu Dayyeh adalah orang Palestina ke-15 yang dibunuh oleh pasukan Israel di Tepi Barat sejak awal tahun 2023. Korban tewas termasuk empat anak di bawah umur.

Tentara Israel secara teratur melakukan penggerebekan, penangkapan dan pembunuhan warga Palestina di Tepi Barat, tempat mereka tinggal di bawah pendudukan militer sejak 1967. (aljazeera)