Rangkuman Berita Utama Timteng Kamis 6 April 2023

Jakarta, ICMES. Pesawat-pesawat Rezim Zionis Israel telah menyerang beberapa lokasi di Jalur  Gaza, menyerang sebuah situs militer  di sebelah barat kota Gaza dan sebuah situs di kamp pengungsi Nuseirat di bagian tengah Jalur Gaza.

Liga Arab akan mengadakan pertemuan darurat untuk membahas serangan polisi Rezim Zionis Israel di Masjid Al-Aqsa, Al-Quds (Yerussalem), yang menyebabkan sedikitnya 12 warga Palestina terluka..

Iran mengutuk keras kebrutalan pasukan Zionis Israel di Masjid Al-Aqsa dan menyebutnya sebagai bukti bahwa brutalitas adalah watak Rezim Zionis.

Menlu Iran Hossein Amir-Abdollahian dan sejawatnya dari Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud, dilaporkan akan bertemu di ibu kota China, Beijing, pada hari ini, Kamis (6/4).

Berita Selengkapnya:

Israel Serang Gaza setelah Tebar Kekerasan di Masjid Al-Aqsa

Pesawat-pesawat Rezim Zionis Israel telah menyerang beberapa lokasi di Jalur  Gaza, menyerang sebuah situs militer  di sebelah barat kota Gaza dan sebuah situs di kamp pengungsi Nuseirat di bagian tengah Jalur Gaza.

Serangan itu dilancarkan pada Rabu pagi (5/4), menyusul serangan polisi Israel terhadap jamaah di Masjid Al-Aqsa di kota Al-Quds (Yerussalem) pada Selasa semalam  (4/4).

Serangan Israel di Gaza didahului dengan tembakan empat rudal dari Gaza pada Rabu pagi sebagai tanggapan atas serangan polisi Israel di Al-Aqsa.

Saksi mata mengatakan tank Israel juga menembaki posisi Hamas di sepanjang perbatasan selatan Jalur Gaza, menurut kantor berita Reuters.

Tidak ada korban yang segera dilaporkan dalam peristiwa tersebut.

Juru bicara Hamas Hazem Qassem mengatakan bahwa pengeboman terbaru Israel itu merupakan “upaya yang gagal untuk mencegah kontinyuitas  dukungan Gaza kepada rakyat kami di Al-Quds dan Tepi Barat”.

Dia memuji “perlawanan gagah berani” warga Palestina, termasuk yang berada di Jalur Gaza, dan menambahkan bahwa mereka akan terus menggunakan “hak kami untuk mendukung Masjid Al-Aqsa”.

Ketegangan di Al-Aqsa selama bulan Ramadhan di masa lalu mengakibatkan konflik mematikan antara Israel dan Hamas yang berkuasa di Gaza, terakhir pada tahun 2021.

Dalam serbuan pasukan Zionis ke Masjid Al-Aqsa pada Selama malam, 12 warga Palestina terluka oleh peluru berlapis karet dan pemukulan oleh polisi Israel, menurut Bulan Sabit Merah Palestina, yang juga menyatakan bahwa pasukan itu mencegah petugas medis mencapai kompleks masjid.

Pemimpin Jihad Islam Palestina, Ziyad al-Nakhala, dalam sebuah pernyataan pers mengatakan bahwa rakyat Palestina harus mempersiapkan diri untuk konfrontasi yang tak terhindarkan ini dalam beberapa hari mendatang. (aljazeera/raialyoum)

Israel Serang Masjid Al-Aqsa, Liga Arab Adakan Pertemuan Darurat

Liga Arab akan mengadakan pertemuan darurat untuk membahas serangan polisi Rezim Zionis Israel di Masjid Al-Aqsa, Al-Quds (Yerussalem), yang menyebabkan sedikitnya 12 warga Palestina terluka.

Pertemuan Liga Arab diminta oleh pejabat Yordania, Mesir dan Palestina, manakala eskalasi terus terjadi di Al-Quds sejak polisi Israel menggerebek jamaah di kompleks Masjid Al-Aqsa Selasa malam di bulan suci Ramadhan.

Penggerebekan itu berlanjut hingga pagi hari ketika pasukan Israel kembali menyerang dan memaksa warga Palestina keluar dari kompleks dan mencegah mereka untuk sholat – sebelum warga Israel diizinkan masuk di bawah perlindungan polisi.

Liga Arab sebelumnya telah mengutuk serangan itu. Sekjen Liga Arab Ahmed Aboul Gheit dalam sebuah pernyataan menegaskan,  â€œPendekatan ekstremis yang mengontrol kebijakan pemerintah Israel akan menyebabkan konfrontasi yang meluas dengan Palestina jika mereka tidak diakhiri.”

Setidaknya 400 warga Palestina ditangkap pada hari Rabu dan tetap dalam tahanan Israel, menurut pejabat Palestina. Mereka ditahan di kantor polisi di Atarot di Al-Quds Timur yang diduduki.

Saksi Palestina mengatakan pasukan Israel menggunakan kekuatan berlebihan termasuk granat kejut dan gas air mata, yang menyebabkan jemaah mengalami cedera sesak napas, dan pemukulan dengan pentungan dan senapan.

“Kami sedang melakukan itikaf di Al-Aqsa karena ini Ramadhan,” kata Bakr Owais, seorang mahasiswa berusia 24 tahun yang ditahan.

“Tentara memecahkan jendela atas masjid dan mulai melemparkan granat kejut ke arah kami… Mereka membuat kami terbaring di tanah dan mereka memborgol tangan kami satu per satu dan membawa kami semua keluar. Mereka terus memaki kami selama ini. Itu sangat biadab.” (aljazeera)

Iran: Kebrutalan Israel di Al-Aqsa Bukti Watak Tidak Manusiawi Israel

Iran mengutuk keras kebrutalan pasukan Zionis Israel di Masjid Al-Aqsa dan menyebutnya sebagai bukti bahwa brutalitas adalah watak Rezim Zionis.

“Serangan brutal militer rezim Zionis terhadap pengunjung dan jemaah Palestina di dalam Masjid al-Aqsa sekali lagi menunjukkan watak kriminal dan tidak manusiawi rezim ini di depan mata dunia,” cuit juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Nasser Kanaani di Twitter, Rabu (5/4).

“Kejahatan ini sangat terkutuk, dan pantas mendapat reaksi langsung dari dunia Muslim, para pendamba kebebasan di seluruh dunia serta badan-badan  internasional yang bertanggung jawab,” tambahnya.

Puluhan pasukan Israel bersenjata lengkap telah menyerbu kompleks Masjid al-Aqsa pada Selasa malam. Di situ mereka menembakkan gas air mata dan granat kejut ke Muhalla Qibli, di mana ratusan pria, wanita, orang tua dan anak-anak bermalam untuk beribadah. Beberapa saksi mata mengatakan peluru tajam berlapis karet juga ditembakkan.

Petugas Israel kemudian memukuli jemaah dengan pentungan dan senjata anti huru hara, melukai banyak orang, dan kemudian menangkap mereka. (presstv)

Menlu Iran dan Menlu Saudi akan Hari ini Bertemu di China

Menlu Iran Hossein Amir-Abdollahian dan sejawatnya dari Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud, dilaporkan akan bertemu di ibu kota China, Beijing, pada hari ini, Kamis (6/4).

Menurut laporan pada hari Rabu (5/4), pertemuan tersebut, yang akan menjadi yang pertama selama lebih dari tujuh tahun terakhir, bertujuan mengaktifkan kesepakatan baru-baru ini antara Teheran dan Riyadh untuk pemulihan hubungan.

Pertemuan hari Kamis dilakukan menyusul tiga kali percakapan telepon antara Menlu Iran dan Menlu Saudi, di mana mereka membahas langkah-langkah ke depan mengenai pakta rekonsiliasi penting yang ditengahi China serta kesepakatan bilateral lainnya.

Beijing dipilih sebagai tempat pertemuan sebagai perpanjangan dari peran positifnya dalam memediasi pemulihan hubungan Iran-Saudi dan memfasilitasi komunikasi antara dua kekuatan Timur Tengah tersebut.

Sementara itu, Iran telah menunjuk duta besar baru untuk Uni Emirat Arab (UEA) menjelang pertemuan antara Menlu  Iran dan Menlu Saudi di China.

Media pemerintah Iran mengkonfirmasi pada hari Selasa bahwa kementerian luar negeri telah memilih Reza Ameri sebagai utusan baru untuk UEA setelah jeda waktu lebih dari tujuh tahun.

Ameri dilaporkan adalah direktur kantor ekspatriat Kemlu Iran dan mantan duta besar untuk Aljazair, Sudan, dan Eritrea.

UEA, yang memiliki sejarah panjang hubungan ekonomi dengan Iran, telah menurunkan hubungan diplomatik dengan Teheran setelah Arab Saudi menutup misi diplomatiknya pada 2016.

Tetapi sekutu Saudi itu semakin terlibat kembali dengan Iran dalam beberapa tahun terakhir dan menunjuk seorang duta besar untuk Teheran pada tahun lalu. (presstv/aljazeera)