Rangkuman Berita Utama Timteng Kamis 3 Juni 2021

kapal khark iran terbakarJakarta, ICMES. Salah satu kapal terbesar milik Angkatan Laut Iran Iran bernama “Khark” tenggelam setelah dilalap api selama puluhan jam di dekat Pelabuhan Jask, Iran tenggara.

Dua pejuang Palestina gugur terkena ledakan yang terjadi di salah satu posisi kubu resistensi Palestina di bagian tengah Jalur Gaza, demikian dilaporkan oleh sejumlah media Palestina.

Sebuah kajian di Eropa mengungkap jumlah bom nuklir yang ditempatkan oleh Amerika Serikat (AS) di pangkalan-pangkalan militernya di Eropa dan Turki.

Dewan Ulama Senior Al-Azhar, Kairo, Mesir, menyelenggarakan sebuah forum kebudayaan bertema “Ke-Araban Palestina dan Obyek-Obyek Sucinya Sepanjang Sejarah”.

Berita Selengkapnya:

Iran Dilanda Dua Kebakaran Hebat, Termasuk Kapal Militer Terbesarnya hingga Tenggelam

Salah satu kapal terbesar milik Angkatan Laut Iran Iran bernama “Khark” tenggelam setelah dilalap api selama puluhan jam di dekat Pelabuhan Jask, Iran tenggara, Rabu (2/6).

Kepala Humas Distrik Angkatan Laut 1 Angkatan Bersenjata Iran, Behzad Jahanian, menyatakan bahwa kebakaran dimulai dari ruang mesin sehingga pasukan dievakuasi ke pantai dari lokasi kecelakaan dengan derek dan helikopter.

Pasukan ekspedisi berusaha memadamkan api kapal Khark selama 20 jam tanpa henti, tapi kobaran api sangat hebat sehingga separuh lambung kapal meleleh dan kemudian tenggelam.

Kapal Khark terbakar sejak Selasa pukul 11.00 kemarin dan tenggelam pada hari Rabu sekitar pukul 08.30 hari ini setelah upaya penyelamatannya gagal, dan 20 orang menderita luka ringan dalam insiden ini.

Kapal itu membawa 400 personel pada saat kecelakaan, termasuk personel pelatihan dan kru, dan semuanya selamat.

Kapal logistik berbobot 30.000 ton Khark adalah kapal logistik terbesar Iran dan kawasan sekitarnya setelah kapal Makran yang juga milik Iran. Kapal nahas ini sempat dikirim ke perairan internasional beberapa hari sebelumnya.

Kebakaran di Kilang Minyak

Musibah kebakaran juga menimpa kilang minyak Iran di selatan Teheran. Dilaporkan bahwa asap tebal mengepul dari selatan Teheran hingga dapat dilihat bahkan dari bagian utara.

Menurut kepala manajemen krisis Teheran Mansour Darajati, salah satu pipa gas di salah satu pabrik petrokimia Teheran terbakar.

Pejabat itu mengatakan petugas pemadam kebakaran dari berbagai wilayah kota, dan juga pasukan lain telah dikirim ke lokasi untuk mengendalikan api.

Humas pabrik petchem Teheran menepis kemungkinan terjadinya sabotase dalam insiden tersebut. Insiden itu terjadi karena kesalahan dalam proses, dan satu orang menderita luka ringan dalam peristiwa ini.

Menurut Jalal Maleki, juru bicara petugas pemadam kebakaran Teheran, salah satu tanki gas di pabrik juga terbakar.

Seorang juru bicara dengan Penyulingan dan Distribusi Minyak Nasional Iran, mengatakan bahwa sebuah tanki bensin dengan kapasitas 20.000 barel terbakar dalam insiden itu dan tidak ada ledakan. (mna)

Dua Pejuang Palestina Gugur Terkena Ledakan di Jalur Gaza

Dua pejuang Palestina gugur terkena ledakan yang terjadi di salah satu posisi kubu resistensi Palestina di bagian tengah Jalur Gaza, Rabu (2/6), demikian dilaporkan oleh sejumlah media Palestina.

Dua jenazah syahid itu dilarikan ke Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa, dan disebutkan bahwa ledakan terjadi akibat kecelakaan, bukan karena adanya serangan.

Palestine Today mengutip keterangan Kementerian Dalam Negeri di Gaza bahwa ledakan terjadi di sebuah posisi pasukan resistensi Palestina ketika anggota mereka berusaha menjinakkan sebuah obyek mencurigakan, yang tersisa dari perlengkapan militer pasukan Zionis Israel.

Kementerian itu juga mengkonfirmasi gugurnya dua orang Palestina dalam insiden tersebut.

Sayap militer Hamas, Brigade Ezzeddin Al-Qassam, dalam sebuah statemennya mengumumkan bahwa dua syahid itu adalah anggota brigade ini bernama Usamah Fadl Janineh dan Ahmad Zaki Abu Husaireh. (fna)

Sebuah Kajian Ungkap Keberadaan 100 Bom Nuklir AS di Eropa dan Turki

Sebuah kajian di Eropa mengungkap jumlah bom nuklir yang ditempatkan oleh Amerika Serikat (AS) di pangkalan-pangkalan militernya di Eropa dan Turki.

Situs berita RT milik Rusia, Rabu (2/6), melaporkan bahwa kajian dari institut perdamaian dan kebijakan politik keamanan Universitas Hamburg, Jerman, menyebutkan bahwa di Pangkalan Büchel di wilayah Rhineland-Palatinate di bagian barat Jerman terdapat 20 unit bom nuklir AS.

Selain itu, AS juga menyimpan 20 bom paling mematikan itu di beberapa lokasi lain, yaitu Kleine Brogel (Belgia), Pangkalan Volkel Air (Netherland), Pangkalan Incirlik (Turki) serta Pangkalan Aviano dan Ghedi (Italia).

Disebutkan pula bahwa jumlah total bom nuklir AS di pangkalan-pangkalan militernya di Eropa dan Turki mencapai 100 unit.

Menurut kajian itu, otoritas Jerman sejauh ini belum memberikan komentar resmi mengenai keberadaan senjata nuklir di wilayah negara ini.

Berbagai partai oposisi Jerman telah berulang kali menuntut peniadaan senjata nuklir AS dari wilayah Jerman, dan hasil sejumlah jajak pendapat juga menunjukkan bahwa mayoritas penduduk Jerman mendukung pembersihan negara ini dari senjata destruksi massal tersebut. (rt)

Dewan Ulama Senior Al-Azhar Bahas Ke-Araban Palestina Sepanjang Sejarah

Dewan Ulama Senior Al-Azhar, Kairo, Mesir, Rabu (2/6), menyelenggarakan sebuah forum kebudayaan bertema “Ke-Araban Palestina dan Obyek-Obyek Sucinya Sepanjang Sejarah”.

Para peserta forum itu berbicara mengenai hak historis dan kultural Masjid Al-Aqsa dan kota Quds (Baitul Maqdis/Yerussalem) serta ke-Araban Palestina dan obyek-obyek yang disucikan oleh umat Islam di sana sepanjang sejarah.

Dr Al-Hussaini Hamad, dosen sejarah modern Univeristas Assiut, yang menjadi salah satu pembicara menekankan “ke-Arab Quds dalam kemunculan dan kejadiannya”.

“Rencana-rencana Yahudi terbangun di atas perampasan tanah suci dan Judaisasi Quds melalui perombakan demografis Quds, terorisme dan pengusiran terhadap penduduknya, dan pembanguan permukiman-permukiman Yahudi di sana,” ungkapnya, seperti dikutip RT, Rabu (2/6).

Dia menyebutkan bahwa sikap Al-Azhar adalah sikap Mesir karena Palestina merupakan urusan bangsa Arab.

“Al-Azhar memobilisasi Dunia Islam demi menangani dan membela urusan itu dengan segala cara, dan ini konsisten sepanjang sejarah, dan tak berubah di semua peperangan dan revolusi yang terjadi di tanah-tanah Palestina, mulai Revolusi Buraq 1926 sampai sekarang, karena ini merupakan urusan Arab dan Muslimin,” terangnya.

Laporan lain menyebutkan Kementerian Ketenagakerjaan Umum dan Permukiman di Gaza mengumumkan bahwa sebanyak 35 alat berat dan kendaraan Mesir akan tiba hari ini, Kamis (3/6), untuk membantu proses pembersihan reruntuhan bangunan-bangunan yang hancur akibat serangan Israel dalam peristiwa perang Gaza-Israel pada 10-11 Mei 2021.

Sementara itu, Mufti Besar Kerajaan Oman Syekh Ahmad bin Hamad Al-Khalili, Rabu, menyampaikan surat terbuka kepada faksi-faksi Palestina via Twitter berisikan ucapan selamat atas “kemenangan terbaru” mereka.

“Kemenangan terbaru dan nyata dalam konfrontasi kubu resistensi Islam melawan musuh, rezim pendudukan, ini berpengaruh besar pada rezim ini dan para sekutunya yang hatinya berpenyakit,” ungkap Al-Khalili.

Dia menambahkan, “Karena itu mereka semua berusaha menjatuhkan kemenangan ini dengan menebar perpecahan, perselisihan dan polarisasi di barisan resistensi dan orang-orang yang mendukungnya di antara mukminin.” (rt)