Rangkuman Berita Utama Timteng  Kamis 27 Juni 2024

Jakarta, ICMES. Media militer Yaman merilis video detik-detik peluncuran rudal hipersonik buatan lokal dengan nama  Hatem 2 pada sasaran berupa kapal Israel  MSC SARAH V di Laut Arab sehari sebelumnya.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memperingatkan Barat agar tidak “menepuk punggung Israel” yang  berencana menyerang Lebanon dan memicu konflik regional yang  akan membawa bencana.

Sumber-sumber Hamas   membantah laporan mengenai penutupan kantor gerakan perlawanan Islam Palestina ini  di ibu kota Qatar dan perpindahannya ke lokasi baru di Irak.

Berita selengkapnya:

Pertama Kali, Yaman Lesatkan Rudal Hipersonik Anti-Israel, Ini Targetnya

Media militer Yaman pada hari Rabu (26/6) merilis video detik-detik peluncuran rudal hipersonik buatan lokal dengan nama  Hatem 2 pada sasaran berupa kapal Israel  MSC SARAH V di Laut Arab sehari sebelumnya.

Juru bicara militer Yaman, BrigjenYahya Saree, menjelaskan bahwa rudal  Hatem 2  berteknologi canggih, menjangkau jarak jauh, dan akurat dalam menghantam target.

Pasukan Yaman sebelumnya telah melakukan beberapa operasi yang menyasar  wilayah pendudukan Palestina dan menggunakan rudal hipersonik,  jenis rudal yang mampu melaju dengan kecepatan sedikitnya 5 Mach atau  lima kali kecepatan suara .

Rudal hipersonik dikenal spektakuler karena kecepatan dan kemampuan manuvernya yang luar biasa dan membuatnya sulit udicegat menggunakan sistem pertahanan konvensional.

Hal ini terjadi ketika pasukan Yaman terus mengembangkan dan menciptakan senjata berkualutas baru, yang digunakan untuk membela Gaza dan membalas agresi AS dan Inggris  terhadap Yaman.

Dalam pernyataan terpisah, Yahya Saree mengumumkan bahwa pihaknya telah melancarkan operasi militer gabungan dengan para pejuang Resistensi Islam Irak (IRI) terhadap kapal Israel di Pelabuhan Haifa di Palestina pendudukan.

Dia menyebutkan operasi itu dilancarkan dengan melepaskan sejumlah drone, dan berhasil mencapai target.

Tentang operasi gabungan tersebut, berikut ini adalah pernyataan lengkap Yah Saree;

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Allah SWT berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS. Muhammad [47;7)

Demi membela bangsa tertindas Palestina dan mendukung para pejuangnya, dan sebagai balasan atas pembantaian anak-anak bangsa Palestina oleh musuh, Zionis, di Jalur Gaza, Angkatan Bersenjata Yaman bersama Resistensi Islam Irak (IRI) – dengan pertolongan Allah SWT- telah melancarkan operasi gabungan terhadap target berupa kapal Israel MSC Manzanillo  di pelabuhan Haifa dengan sejumlah drone, dan operasi ini telah mewujudkan tujuan-tujuannya, berkat anugerah Allah.

Angkatan Bersenjata Yaman – dengan pertolongan Allah SWT- akan terus melancarkan operasi militer gabungan dengan IRI demi mendukung dan membela bangsa Palestina sampai terhentinya agresi dan dicabutnya blokade terhadap bangsa Palestina di Jalur Gaza.

Cukuplah Allah menjadi penolong kami, dan Allah adalah sebaik-baiknya pelindung. Hidup Yaman serta bebas, jaya dan merdeka!

Kemenangan bagi Yaman dan bagi setiap kaum merdeka umat Islam.

Sanaa, 20 Dzulhijjah 1445 H/26 Juni 2024 M.

Pasukan Yaman kubu Ansarullah, yang menguasai wilayah-wilayah utama di Yaman, telah melancarkan serangan terhadap kapal-kapal Israel atau yang terkait dengan Israel yang berlayar di lepas pantai negara itu sejak November 2023 sebagai solidaritas terhadap warga Palestina di Gaza.

Serangan tersebut memaksa perusahaan pelayaran yang terkait dengan Israel mengubah arah kapal mereka dan mengambil rute yang lebih panjang dan mahal di sekitar Afrika bagian selatan.

Serangan tersebut juga menimbulkan kekhawatiran akan meluasnya perang antara Israel dan para pejuang Gaza serta destabilisasi Timur Tengah. (alalam)

Presiden Erdogan Ingatkan Barat agar Tak Mendukung Perang Israel terhadap lebanon

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memperingatkan Barat agar tidak “menepuk punggung Israel” yang  berencana menyerang Lebanon dan memicu konflik regional yang  akan membawa bencana.

Erdogan pada hari Rabu (26/6) mengatakan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dari Israel kini mengarahkan perhatiannya ke Lebanon.

“Kami melihat kekuatan Barat di belakang layar menepuk punggung Israel dan bahkan mendukung mereka,” ungkapnya.

Dia menambahkan, “Rencana Netanyahu untuk menyebarkan perang ke wilayah tersebut akan menyebabkan bencana besar.”

Netanyahu pada hari Senin lalu mengatakan bahwa pasukan militer rezim Zionis tersebut menghentikan serangan paling intensifnya di Jalur Gaza dan akan dapat dikerahkan kembali ke perbatasan utara.

Pemimpin Hizbullah Sayyed Hassan Nasrallah telah berulang kali menegaskan kemampuan militer Hizbullah.

“Musuh tahu betul apa yang menantinya,” tegas Sayid Nasrallah.

Dia memastikan Israel mengetahui tidak akan ada tempat di wilayah pendudukan “yang bisa terhindar dari roket dan drone kami.”

AS, sekutu utama Israel, mengaku sedang berupaya mencapai perjanjian diplomatik yang akan mengurangi ketegangan di perbatasan Lebanon, namun pada saat yang sama memastikan lagi komitmen  kuat  Washington kepada Tel Aviv.

Kepala Pentagon Lloyd Austin mengatakan kepada menteri urusan militer Israel Yoav Gallant pada hari Selasa bahwa Presiden Joe Biden telah menjanjikan bantuan lebih dari $14 miliar untuk Israel pada bulan April. (presstv)

Hamas Bantah Berita akan Pindah Kantor dari Qatar ke Irak

Sumber-sumber Hamas   membantah laporan mengenai penutupan kantor gerakan perlawanan Islam Palestina ini  di ibu kota Qatar dan perpindahannya ke lokasi baru di Irak.

Bantahan resmi dirilis oleh anggota biro politik Hamas, Izzat al-Rishq, yang menyatakan bahwa apa yang diberitakan Sky News Arabia dengan mengutip surat kabar asing  tidaklah berdasar bahwa Hamas berencana meninggalkan Qatar dan pindah ke Irak.

Sumber- sumber terpercaya Hamas mengkonfirmasi kepada Rai Al-Youm  bahwa berita tersebut  hoax. Dia mengatakan bahwa Qatar belum berdiskusi dengan Hamas mengenai niat untuk menutup kantornya, dan masalah Irak hanyalah spekulasi belaka dan belum dikemukakan kepada pihak mana pun.

Sumber yang sama menilai bahwa apa yang disiarkan Sky News dari waktu ke waktu lebih merupakan upaya merecoki perlawanan Palestina, sehingga mengindikasi bahwa sumber informasi yang kemungkinan besar salah ini adalah oknum di dalam tubuh Otoritas Palestina. (raialyoum)