Rangkuman Berita Utama Timteng Kamis 27 Juli 2023

Jakarta, ICMES. Sekjen  Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Ziyad al-Nakhala, menyatakan bahwa kelompok pejuang Hizbullah yang berbasis Lebanon akan menjadi bagian dari pertempuran jika terjadi perkembangan krusial di Palestina.

Pasukan Israel telah membunuh dua lagi orang Palestina di wilayah pendudukan Tepi Barat, hanya sehari setelah pasukan Zionis itu menembak mati tiga pemuda di wilayah yang sama.

Kementerian Intelijen Iran mengungkapkan hubungan rezim Israel dengan Salwan Momika, pria asal Irak di Swedia yang menghebohkan dunia Islam karena melakukan penistaan terhadap kitab suci Al-Quran.

Berita Selengkapnya:

Al-Nakhalah: Hizbullah akan Ikut Bertempur Bersama Palestina Melawan Israel

Sekjen  Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Ziyad al-Nakhala, menyatakan bahwa kelompok pejuang Hizbullah yang berbasis Lebanon akan menjadi bagian dari pertempuran jika terjadi perkembangan krusial di Palestina.

Dalam wawancara dengan saluran Al-Ghad, Mesir, Rabu (26/7), Ziyad Al-Nakhala mengatakan, “Ada lebih banyak persatuan di Tepi Barat daripada ruang komando bersama, dan kami berbagi senjata dan makanan dengan faksi-faksi.  Kesatuan lapangan di Tepi Barat melampaui perselisihan politik, dan ketika kami mengusulkan persatuan lapangan, tujuan utamanya adalah persatuan arena Palestina. Pesan persatuan lapangan adalah bahwa rakyat Palestina bersatu di semua tempat kehadiran mereka.”

Al-Nakhala menambahkan, “Semuanya bekerja demi kerjasama kubu resistensi Palestina dengan Lebanon dan semua elemen resistensi di kawasan untuk sama-sama bekerja. Saya memperkirakan jika ada perkembangan (krusial) di Palestina, Hizbullah akan menjadi bagian dari pertempuran.”

Dia menuturkan, “Apa yang terjadi di Jenin adalah pertarungan harga diri bagi rakyat Palestina, dan kami bersama Hamas berkomunikasi untuk menindaklanjuti perkembangan situasi. Ada tindak lanjut dari apa yang terjadi di Jenin, dan kami merasakan kesiapan Hamas dan Hizbullah untuk memasuki pertempuran jika perlu.”

Al-Nakhala menjelaskan, “Hizbullah berada di lebih dari satu pertempuran, dan  sejak dulu pun sudah menjadi bagian dari pertempuran meski  (selama ini baru sebatas) teknis dan informasional, dan orang yang mengamati Hizbullah menemukan bahwa terkadang lebih Palestina daripada orang Palestina.”

Ziyad al-Nakhala menambahkan, “Kerja sama dan pertemuan dengan Hizbullah telah dibuka selama bertahun-tahun, dan tidak hanya dengan Jihad Islam… Palestina tidak akan jauh dari pertempuran bersama Hizbullah jika terjadi perang dari Israel.”

Al-Nakhala menambahkan, “Ada indikasi, meski sederhana, tentang kesatuan arena, termasuk penembakan rudal dari Lebanon.”

Sekjen PIJ melanjutkan, “Kami berada di satu front dengan  Hamas.  Kami dipertemukan berkat  Islam, jihad dan Palestina. Kami tidak terkejut dengan situasi selama pertempuran persatuan arena.”

Ziyad al-Nakhala juga menyebutkan nama Iran dengan mengatakan,”Iran adalah sekutu strategis dan telah memberikan fasilitas untuk kami, dan ketika kami berbicara dengan Iran mengenai pertempuran, kamipun menghargainya. (Iran mengatakan;) ‘Kami mendukung semua orang yang memerangi Israel.’” (rta)

 Israel Bunuh Dua lagi Pemuda Palestina di Nablus

Pasukan Israel telah membunuh dua lagi orang Palestina di wilayah pendudukan Tepi Barat, hanya sehari setelah pasukan Zionis itu menembak mati tiga pemuda di wilayah yang sama.

Kantor berita resmi Palestina Wafa melaporkan bahwa penembakan terjadi selama konfrontasi antara warga lokal Palestina dan pasukan Israel yang masuk ke kamp pengungsi al-Ain, sebelah barat Nablus, dan mengepung sebuah rumah pada Rabu pagi.

Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa korban, yang diidentifikasi sebagai Mohammed Abd al-Hakim Nada, 23 tahun, dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi  kritis, dan tak lama kemudian dinyatakan meninggal.

Dalam sebuah pernyataan terbaru pada dini hari ini, Kamis (27/7), Kementerian Kesehatan Palestina mengumumkan bahwa seorang bocah Palestina  gugur ditembak pasukan Zionis Israel di kota Qalqilya, Tepi Barat.

Dalam pernyataan singkatnya itu, Kementerian  Kesehatan Palestina tidak menyebutkan rincian lebih lanjut, namun media Palestina melaporkan bahwa bentrokan terjadi setelah pasukan Israel menyerbu sebuah lingkungan di kota tersebut.

Pada hari Selasa, tiga orang Palestina ditembak mati oleh militer Israel di Nablus.

Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) yang berbasis di Gaza kemudian mengumumkan bahwa tiga korban itu adalah anggotanya.

“Kematian tiga pemuda Palestina ini tidak melemahkan perlawanan (terhadap Israel), dan pemuda kami akan terus berada di jalan sampai mereka mencapai tujuan mereka,” tegas Hamas.

Dalam beberapa bulan terakhir, ketegangan meningkat di Tepi Barat  di mana militer Israel melakukan serangan hampir setiap malam, dan pihak Palestina pun berusaha melawannya.

Lebih dari 200 warga Palestina gugur syahid di tangan pasukan Zionis Israel sejak awal tahun ini. (wafa/raialyoum)

Iran Tekankan Penista Al-Quran di Swedia Agen Israel

Kementerian Intelijen Iran mengungkapkan hubungan rezim Israel dengan Salwan Momika, pria asal Irak di Swedia yang menghebohkan dunia Islam karena melakukan penistaan terhadap kitab suci Al-Quran.

Kementerian itu merilis pernyataan demikian  pada hari Selasa (25/7) sembari menerbitkan gambar Momika mengenakan kippah, topi kecil yang secara tradisional dikenakan oleh laki-laki Yahudi, yang telah dikirim oleh Momika kepada Israel untuk mengungkapkan loyalitasnya kepada rezim penjajah Palestina tersebut.

Kementerian itu juga menerbitkan gambar di mana bendera rezim Zionis dan bendera Partai Persatuan Suriah dikibarkan bersama, dan menyebutkan bahwa gambar itu juga dikirim ke Zionis oleh Momika yang telah lama mencoba mendirikan partai itu di Irak.

Dalam pernyataan sebelumnya, kementerian tersebut mengatakan bahwa dalam upayanya untuk mendirikan “Partai Persatuan Suriah” di Irak, Momika mengklaim bahwa dia adalah perwakilan utama dan suara umat Kristen di Irak barat laut.

Disebutkanpula bahwa partai Momika tidak jadi didirikan karena reputasinya yang terlalu ambisius dan cenderung menipu rekan-rekannya, sehingga dia lantas mengajukan permohonan untuk   tinggal di beberapa negara Eropa.

Informasi yang diperoleh dari rezim Israel menunjukkan bahwa Salwan Momika memulai upaya keras menghubungi pejabat  di Israel, ungkap Kementerian Intelijen Iran. Dia memperkenalkan dirinya sebagai salah satu pembangkang terpenting terhadap pemerintah Syiah di Irak.

Dia juga mengaku telah ditahan oleh Perlawanan Islam Irak atas tuduhan bekerja sama dengan rezim Zionis dan berusaha membentuk pemerintahan Kristen Aram yang independen di kota Nineveh Irak.

Sejak tahun lalu, intensitas penghinaan terhadap Islam dan kitab suci agama ini meningkat di Eropa. Beberapa negara Eropa telah menjadi tuan rumah bagi aksi bejat itu di wilayah mereka selama beberapa bulan terakhir, hingga memancing gelombang kecaman luas dari negara-negara Muslim dunia.

Teheran menyebut  tindakan keji itu sebagai penghinaan secara terbuka terhadap Islam dan Muslimin di seluruh dunia, dan memperingatkan bahwa beberapa negara Eropa membiarkan kelompok ekstremis menyebarkan kebencian terhadap nilai-nilai dan kesucian Islam.

Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei memastikan bejat itu menunjukkan bahwa serangan kekuatan arogan dunia memang ditujukan pada Islam itu sendiri. (fna)