Rangkuman Berita Utama Timteng  Kamis 20 Juni 2024

Jakarta, ICMES. Sekjen Hizbullah Lebanon, Sayid Hassan Nasrallah, memperingatkan bahwa kelompoknya akan bertempur tanpa batas jika terjadi perang yang lebih luas dengan Israel, dan bahwa di Israel tidak akan ada tempat yang aman dari serangan Hizbullah.

Sedikitnya sembilan orang gugur dan 30 lainnya terluka akibat serangan Israel yang menyasar sekelompok orang yang menunggu truk bantuan di dekat tempat penyeberangan bantuan Karem Abu Salem di Rafah, Jalur Gaza selatan.

Militer  Yaman kubu Ansarullah menunjukkan rekaman video serangannya terhadap sebuah kapal di Laut Merah dengan dua perahu nirawak hingga kapal itu tenggelam.

Berita selengkapnya:

Sayid Nasrallah Pastikan Hizbullah akan Bertempur Tanpa Batas Melawan Israel

Sekjen Hizbullah Lebanon, Sayid Hassan Nasrallah, memperingatkan bahwa kelompoknya akan bertempur tanpa batas jika terjadi perang yang lebih luas dengan Israel, dan bahwa di Israel tidak akan ada tempat yang aman dari serangan Hizbullah.

Dalam pidato pada hari Rabu (19/6) dia memastikan Hizbullah telah mempersiapkan diri “untuk hari-hari terburuk, dan musuh (Israel) tahu apa yang menantinya dan karena itu tetap terhalang.”

Dia mengatakan Israel mengetahui bahwa tidak ada tempat yang akan tetap aman bagi entitas Zionis dari serangan rudal dan drone presisi Hizbullah, yang tidak akan membom target “secara acak.”

Ditujukan kepada AS yang dinilainya mencoba mengintimidasi Lebanon,  Sayid Nasrallah menandaskan, “AS khawatir terhadap kondisi entitas musuh, dan musuh pun juga harus takut. Adapun kami, kami akan melanjutkan solidaritas dan dukungan kami untuk Gaza, dan kami akan siap dan hadir untuk segala kemungkinan. Tidak ada yang bisa menghentikan kami melakukan tugas kami.”

Dia lantas  menekankan, “Solusinya sederhana , yaitu penghentian perang di Jalur Gaza.”

Pemimpin Hizbullah menegaskan bahwa rezim penjajah Palestina mengetahui bahwa apa yang juga menanti mereka di Laut Mediterania “sangatlah besar,” karena “semua pantai dan kapal akan menjadi sasaran.”

Dia juga memperingatkan Siprus untuk pertama kalinya  dengan mengatakan Hizbullah mungkin menganggapnya sebagai “bagian dari perang” jika mereka terus mengizinkan Israel menggunakan bandara dan pangkalan Siprus untuk melakukan latihan militer.

Menurut Sekjen Hizbullah, Israel tidak ingin mengubah front utara menjadi front yang menekan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dan karena itu Israel sengaja menyembunyikan kerugian yang ditimpakan oleh Hizbullah.

Dia menyebutkan pihaknya telah memperoleh informasi baru dan akurat tentang posisi-posisi musuh  di perbatasan, dan memiliki  banyak sekali informasi.

“Apa yang kami publikasikan kemarin hanyalah sebagian kecil dari durasi panjang yang difilmkan di Haifa,” tuturnya, mengacu pada rekaman video berdurasi lebih dari 9 menit yang diambil drone Hodhod yang menghebohkan Israel karena telah terbang jauh ke kota Haifa dengan leluasa dan kemudian kembali ke Lebanon membawa hasil pantauannya tanpa terdeteksi oleh radar Israel.

Dia menambahkan,  “Apa yang menanti rezim pendudukan jauh lebih besar, dan kami siap menghadapinya. Jika perang diberlakukan di Lebanon, kubu resistensi (Hizbullah) akan berperang tanpa ketentuan, tanpa aturan main, dan tanpa batasan, dan musuh harus menunggu kami di darat , laut, dan udara. Front (pertempuran) tidak akan berhenti sampai agresi di Jalur Gaza berhenti sepenuhnya.”

Sayid Nasrallah memastikan pihaknya telah sangat mengganggu roda perekonomian di Israel utara.

 “Bahkan jika kami tidak punya niat perang, musuh takut dan terus memperkuat pasukannya di utara, dan ini mempengaruhi front Gaza,” sambungnya.

Sayyid Nasrallah juga mengatakan, “Penyerbuan terhadap Galilea adalah kemungkinan yang masih ada dan relevan untuk perang apa pun yang dilancarkan oleh rezim pendudukan terhadap Lebanon.”

Dia menilai bahwa demi perang urat saraf dan perang media, Israel  enggan mengakui besarnya kerugian jiwa dan materi yang dideritanya dalam konfrontasi dengan Hizbullah.

“Musuh takut urusannya menjurus pada perang, yang akan sangat berpengaruh pada front Gaza, dan hal ini memaksanya untuk berhemat amunisi…. Tekanan besar dari front Lebanon selatan, selain dari berbagai front lain, berpengaruh pada front negosiasi mengenai hasil perang,” lanjutnya.

Sayid Nasrallah mengatakan bahwa karena tak sanggup menjalani perang multi-front maka Israel melimpahkan front Yaman kepada AS dan Inggris, dan dalam hal ini dua armada terpenting di dunia ternyata gagal mencegah serangan Yaman terhadap kapal-kapal yang berlayar menuju Israel.

Sekjen Hizbullah menyebut Israel tersengal-sengal dan hanya dapat mengandakan “kemenangan palsu”  untuk disampaikan kepada masyarakatnya. (raialyoum)

Serangan Israel di Rafah Gugurkan Sedikitnya Sembilan Orang Pencari Bantuan

Sedikitnya sembilan orang gugur dan 30 lainnya terluka akibat serangan Israel yang menyasar sekelompok orang yang menunggu truk bantuan di dekat tempat penyeberangan bantuan Karem Abu Salem di Rafah, Jalur Gaza selatan, Rabu (19/6)

Kementerian Kesehatan Gaza di hari yang sama menyatakan bahwa serangan militer Israel di Gaza telah menggugurkan 24 orang dan melukai 71 orang dalam periode pelaporan 24 jam terakhir.

Sebuah komisi PBB melaporkan bahwa pemerintah Israel bertanggung jawab atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Sedikitnya 37.396 orang gugur dan 85.523 orang terluka akibat agresi militer Israel di Gaza sejak 7 Oktober.

Revisi jumlah korban tewas di Israel akibat serangan yang dipimpin Hamas mencapai 1.139 orang, dengan puluhan orang masih ditawan di Gaza.

Wakil juru bicara Sekjen PBB menyatakan bahwa Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB (UNRWA) kini memperkirakan 65.000 orang masih berada di Rafah.

Seorang juru bicara militer Israel mengatakan bahwa Hamas tidak dapat dikalahkan sebagai sebuah ideologi, sehingga mendorong pemerintah untuk segera menegaskan kembali bahwa mereka tetap berkomitmen terhadap kehancuran faksi pejuang terkemuka Palestina tersebut. (aljazeera)

Pasukan Yaman Tunjukkan Video Serangannya yang Menenggelamkan Kapal di Laut Merah

Militer  Yaman kubu Ansarullah menunjukkan rekaman video serangannya terhadap sebuah kapal di Laut Merah dengan dua perahu nirawak hingga kapal itu tenggelam.

Rekaman video itu diposting oleh juru bicara militer Yaman, Brigjen Yahya Saree, di akunnya di platform X pada Rabu malam (19/6).

Video itu merekam detik-detik kapal Tutor menjadi sasaran dua perahu nirawak secara beruntun, menurut keterangan Saree.

Angkatan Laut Inggris dalam sebuah pernyataan pada Selasa malam  mengumumkan kapal kargo  Tutor  tenggelam di Laut Merah setelah menjadi sasaran pesawat nirawak (drone) pasukan Ansarullah pada 12 Juni.

Pasukan Yaman sendiri menyatakan, “Kapal milik perusahaan pemiliknya (Yunani) ini diserang setelah melanggar larangan masuk ke pelabuhan Haifa yang diduduki. Kapal itu mematikan International Identification Device (AIS) selama melintas di Laut Merah.”

Pasukan menyerukan kepada semua perusahaan pelayaran untuk menanggapi peringatannya dengan serius, dan karena itu mereka juga menegaskan bahwa perusahaan-perusahaan itu bertanggung jawab penuh atas keselamatan kapal dan awaknya.

Sebagai bentuk aksi “ solidaritas dengan Jalur Gaza,” yang diperangi habis-habisan oleh Israel yang didukung AS sejak 7 Oktober 2023, pasukan  Yaman kerap melancarkan serangan rudal dan drone terhadap kapal-kapal kargo Israel atau yang terkait dengannya di Laut Merah.

Sejak awal tahun ini, koalisi pimpinan AS telah melancarkan serangan yang disebutnya menyasar lokasi-lokasi pasukan Ansarullah di berbagai wilayah di Yaman, sebagai tanggapan atas serangan mereka di Laut Merah, dan pasukan Yamanpun membalasnya dari waktu ke waktu.  

Ketika Washington dan London melakukan intervensi dan ketegangan meningkat pada bulan Januari, pasukan Yaman mengumumkan pihaknya menganggap semua kapal AS dan Inggris sebagai target operasi militernya. (raialyoum)