Rangkuman Berita Utama Timteng Jumat 6 November 2020

uni eropa josep borellJakarta, ICMES. Uni Eropa (UE) mengutuk pembongkaran besar-besaran perumahan dan infrastruktur Palestina oleh pasukan pendudukan Zionis Israel, dan menyerukan penghentian proyek pembongkaran tersebut.

Pasukan Iran dilaporkan mengirim pasukan dan persenjataan berat ke daerah perbatasannya dengan kawasan Nagorno-Karabakh menyusul adanya potensi ancaman keamanan di tengah kecamuk pertempuran yang terus menghebat antara Azerbaijan dan Armenia.

Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan bahwa pada semua agama besar di dunia terdapat suatu persamaan penting berupa semangat persaudaraan sesama manusia dan “kesetaraan manusia di hadapan Tuhan”.

Berita Selengkapnya:

Uni Eropa Kecam Penghancuran Rumah-Rumah Orang Palestina oleh Israel

Uni Eropa (UE) mengutuk pembongkaran besar-besaran perumahan dan infrastruktur Palestina oleh pasukan pendudukan Zionis Israel, dan menyerukan penghentian proyek pembongkaran tersebut.

Juru bicara  Menteri Luar Negeri UE Josep Borrell dalam sebuah pernyataan, Kamis (5/11/2020), menegaskan bahwa warga Eropa memrotes pembongkaran lebih dari 70 rumah dan fasilitas kesehatan milik 11 keluarga Palestina, termasuk 41 anak kecil, di desa Khirbet Hamsa al-Fawqa (Hamsa al-Buqi’a) di Lembah Yordania utara.

Beberapa buldoser Israel pada Selasa malam lalu menghancurkan seluruh desa kecil Badui Humsa al-Buqi’a, termasuk tenda, kandang ternak dan panel surya di dekat kota Tubas, di bagian timur laut Tepi Barat, sehingga  meninggalkan puluhan tunawisma, menurut fotografer AFP.

“Pembongkaran besar-besaran ini sekali lagi menegaskan tren penyitaan dan pembongkaran yang tidak menguntungkan sejak awal tahun,” ungkap Borrell.

Dia menekankan bahwa ini “merupakan tambahan ancaman untuk penghancuran sekolah Palestina di komunitas Ras El-Teen di pusat Tepi Barat, yang didanai oleh UE dan negara anggota UE.”

Borell mencatat sebanyak 52 sekolah Palestina terancam pembongkaran, dan  memperingatkan bahwa “belajar adalah hak asasi manusia yang harus dilindungi dan dipertahankan”.

Dia mengakhir pernyataan itu dengan menegaskan, “Perkembangan seperti itu merupakan hambatan bagi solusi dua negara, dan UE menyerukan sekali lagi kepada Israel untuk mengakhiri semua penghancuran ini, termasuk (penghancuran) fasilitas yang didanai oleh UE, terutama mengingat dampak kemanusiaan dari pandemi virus Corona yang muncul dan menyebar saat ini.”

Lembah Jordan adalah tanah perbatasan strategis yang terbentang dari Laut Galilea hingga Laut Mati, dan terletak terutama di daerah yang diklasifikasikan “C” di Tepi Barat sehingga sepenuhnya di bawah kendali pendudukan Israel, yang belakangan berencana untuk mencaploknya. (rta/rn)

Konflik Karabakh, Iran Kerahkan Pasukan Bersenjata Berat ke Perbatasan

Pasukan Iran dilaporkan mengirim pasukan dan persenjataan berat ke daerah perbatasannya dengan kawasan Nagorno-Karabakh menyusul adanya potensi ancaman keamanan di tengah kecamuk pertempuran yang terus menghebat antara Azerbaijan dan Armenia.

Beberapa rekaman video beredar sejak Kamis (5/11/2020), dan beberapa di antaranya diunggah di Youtube serta memperlihatkan konvoi panjang truk trailer yang membawa kendaraan-kendaraan lapis baja yang dikerahkan ke daerah perbatasan tersebut.

Bersamaan dengan ini, pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menegaskan pihaknya siap melakukan tindakan “tegas dan tepat waktu” terhadap pihak manapun di wilayah Karabakh yang mengancam keamanan di wilayah perbatasan Iran.

“Tindakan-tindakan yang diperlukan telah diambil untuk memberikan tanggapan yang tegas dan tepat waktu terhadap setiap ancaman atau agresi ke daerah perbatasan,” tegas Mayjen Hossein Salami saat meninjau keadaan di sepanjang perbatasan barat laut Iran dengan kawasan Kaukasus, Kamis.

Dia memperingatkan kepada pihak-pihak yang bertikai di kawasan itu agar tidak menimbulkan potensi ancaman terhadap daerah perbatasan Iran.

Salami memastikan bahwa langkah-langkah pertahanan dan keamanan yang diperlukan telah diambil sepadan dengan perkembangan situasi di daerah perbatasan di mana unit-unit militer Iran telah disiagakan di sepanjang perbatasan.

“Keamanan berkelanjutan adalah garis merah kami dan segala bentuk ketidakamanan dan ancaman di sepanjang perbatasan, yang akan membahayakan keamanan dan ketenangan pikiran orang-orang tercinta kami, tak dapat diterima,” ujarnya.

Sebelumnya, Angkatan Bersenjata Iran juga telah memperingatkan semua pihak yang bertikai di kawasan Nagorno-Karabakh bahwa militer Iran akan bereaksi sengit jika keamanan perbatasannya terancam.

Juru bicara Angkatan Bersenjata Iran Brigjen Abolfazl Shekarchi pada akhir Oktober lalu menegaskan, “Sembari memperkuat (langkah-langkah) pertahanan di garis perbatasan Iran, Angkatan Bersenjata Republik Islam mengumumkan bahwa keamanan di daerah perbatasan dan rakyat Iran adalah garis merah mereka.”

Sejak akhir September 2020 sampai sekarang berkobar perang hebat antara Azerbaijan dan Armenia di wilayah Nagorno-Karabakh. Kedua belah pihak saling menyalahkan dan menuding memulai pertempuran di daerah Pegunungan Kaukasus tersebut sehingga kemudian pecah pertempuran yang tercatat sebagai yang terburuk antara dua negara eks Uni Soviet itu sejak dekade 1990-an. (presstv)

Putin: Semua Agama Serukan Persaudaraan dan Setarakan Manusia di Depan Tuhan

Di tengah heboh dunia terkait dengan penistaan agama Islam di Prancis, Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan bahwa pada semua agama besar di dunia terdapat suatu persamaan penting berupa semangat persaudaraan sesama manusia dan “kesetaraan manusia di hadapan Tuhan”.

Dalam pertemuan virtual dengan para wakil dari berbagai golongan, yang diadakan dalam rangka memperingati Hari Persatuan Nasional Rusia, Rabu (4/11/2020), Putin mengatakan, “Bukanlah kebetulan bahwa di atas meja saya terdapat empat kitab suci, yaitu Bible (Alkitab/Injil), Al-Quran, Torah, dan Tripitaka. Masing-masing kitab ini mengandung hakikat-hakikat abadi di mana yang terpenting di antaranya ialah kecintaan kepada “yang dekat, terlepas dari ras, bangsa, dan tradisinya.”

Dia lantas menyebutkan beberapa teks dari empat kitab suci itu untuk mendukung kesimpulannya tersebut.

Ketika menyinggung Al-Quran dia menyebutkan kandungan ayat dengan mengatakan , “Aku menyeru kalian untuk mencintai yang dekat, dan barangsiapa berbuat kebajikan maka akan Kami balas dengan kebaikan yang berlipat, Allah bersama orang yang takut kepadaNya dan bersama orang yang berbuat kebajikan.”

Sedangkan ketika  mengutipkan Bible dia mengatakan, “Dustalah orang yang mengaku cinta kepada Allah namun membenci saudara sesamanya, bagaimana mungkin dia mencintai Allah yang tak dilihatnya namun membenci saudara sesama yang dilihatnya.”

Dia lantas menekankan bahwa kata “yang dekat” dalam teks-teks itu bukan berarti sesama penganut masing-masing agama, melainkan manusia secara umum.

Dia juga menyebutkan bahwa semua agama besar di dunia berbicara mengenai kesetaraan manusia di depan Tuhan.

Presiden Putin lantas menegaskan bahwa generasi sekarang di Rusia berkewajiban mendukung dan memperkuat jalinan hubungan baik dan sikap saling hormat antar etnis dan pemeluk agama.

Dia juga mengapresiasi partisipasi para pemuka agama Rusia dalam penjagaan stabilitas serta pencegahan terorisme dan radikalisme di Negeri Beruang Merah ini. (rta)