Rangkuman Berita Utama Timteng Jumat 4 Juni 2021

gaza vs israelJakarta, ICMES. Surat kabar Israel Yedioth Ahronoth melaporkan bahwa Israel-lah yang menghendaki gencatan senjata dengan para pejuang Palestina di Jalur Gaza, dan demi ini Israel bahkan mendesak Presiden AS Joe Biden.

Menlu Iran Mohammad Javad Zarif meledek Benjamin Netanyahu yang baru tersingkir dari jabatannya sebagai perdana menteri Israel akibat kegagalannya membentuk pemerintahan.

Pemimpin gerakan Ansarullah di Yaman, Sayid Abdul Malik Al-Houthi, menyatakan pihaknya adalah “bagian yang tak terpisahkan dari perimbangan yang diumumkan oleh Sayid Hassan Nasrallah (Sekjen Hizbullah di Libanon), yaitu perang regional dalam kerangka Poros Resistensi”.

Empat orang tewas dan lima lainnya luka-luka dalam serangan bom yang menyasar sebuah minibus di bagian barat Kabul, ibu kota Afghanistan.

Berita Selengkapnya:

Media Israel: Tel Aviv-lah yang Menghendaki Gencatan Senjata dengan Gaza

Surat kabar Israel Yedioth Ahronoth dalam nomornya yang terbit pada hari Rabu (2/6) melaporkan bahwa Israel-lah yang menghendaki gencatan senjata dengan para pejuang Palestina di Jalur Gaza, dan demi ini Israel bahkan mendesak Presiden AS Joe Biden pada 20 Mei 2021 untuk melakukan kontak telefon dengan presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi supaya el-Sisi melakukan mediasi untuk gencatan senjata.

Yedioth Ahronoth mengungkap kandungan surat yang dikirim Tel Aviv ke Washington yang antara lain menyatakan, “Jika AS tidak ingin terlibat dalam apa yang sedang terjadi maka biarlah Mesir melakukannya dengan bantuan Gedung Putih.”

Menurut Yedioth Ahronoth, ketika el-Sisi berusaha mengangkat kembali kedudukan Mesir di dunia Arab, dengan mediasi itu dia lantas mendapat “kepercayaan dan perhatian internasional, dan ini mengecewakan Uni Emirat Arab yang berusaha menjadikan isu Palestina sebagai persoalan sekunder Arab.”

El-Sisi menjadi pihak yang paling diuntungkan karena namanya menjadi berita utama Arab dan internasional, dan meskipun Biden berjanji untuk memperkarakannya terkait dengan isu HAM di Mesir, namun negosiasi gencatan senjata membuat figurnya kembali mengemuka dan tak lagi terisolasi sebagaimana dia alami sejak dia mengkudeta presiden terpilih Mohamed Morsi.

Setelah gencatan senjata diterapkan, el-Sisi meminta dukungan semua negara regional dan dunia kepada upaya Mesir di bidang rekonstruksi Jalur Gaza, dan menekankan urgensi penyaluran bantuan kemanusiaan kepada korban serangan 11 hari Israel yang telah menimbulkan banyak kehancuran pada permukiman dan bangunan infrastruktur di Jalur Gaza.

Reuters beberapa waktu lalu melaporkan bahwa el-Sisi telah mengirim dua delegasi keamanan masing-masing ke Israel dan wilayah pendudukan Palestina untuk penguatan gencatan senjata antara Israel dan Jalur Gaza setelah Tel Aviv mengumumkan persetujuannya tanpa syarat untuk gencatan senjata bersamaan dengan respon baik dari pihak pejuang Palestina atas usulan Kairo.  Saat itu kabinet Israel juga secara resmi menyatakan menerima usulan Mesir untuk gencatan senjata. (raialyoum)

Menlu Iran:  Netanyahu Susul Trump, Pompeo dan Bolton di Sampah Sejarah

Menlu Iran Mohammad Javad Zarif meledek Benjamin Netanyahu yang baru tersingkir dari jabatannya sebagai perdana menteri Israel akibat kegagalannya membentuk pemerintahan.

Zarif mengaitkan nasib Netanyahu itu dengan nasib para mantan pemain besar lain yang telah menghabiskan banyak waktunya selama menjabat untuk melampiaskan permusuhannya terhadap Iran, yaitu mantan presiden AS Donald Trump, mantan menlu AS Mike Pompeo dan mantan penasehat presiden AS John Bolton.

Dia menyebut Netanyahu sudah menyusul mereka di “sampah sejarah”, sementara Iran masih tegak berdiri.

“Netanyahu telah bergabung dengan perjalanan memalukan dari rekan-rekannya yang anti-Iran—Bolton, Trump, dan Pompeo—ke dalam tong sampah sejarah. Iran terus berdiri tegak,” cuitnya di Twitter, Kamis (3/6).

Menurut Menlu Iran, nasib demikian juga telah dialami oleh orang-orang yang pernah berusaha mencelakakan bangsa Iran sepanjang ribuan tahun sejarah.

“Takdir ini telah berulang selama beberapa milenium bagi semua orang yang ingin menyakiti Iran,” lanjutnya.

“Sudah tiba saatnya untuk mengubah arah,” pungkasnya.

Benjamin Netanyahu, 71 tahun, merupakan sosok politisi ulung pada generasinya. Dia terpilih sebagai perdana menteri Israel untuk pertama kalinya pada tahun 1996, dan meraih jabatan itu lagi pada tahun 2009 sampai tersingkir pada Kamis kemarin manakala dia juga harus berurusan dengan hukum atas dugaan menerima suap, melakukan penipuan dan melanggar amanat. (raialyoum)

Pemimpin Ansarullah: Kami Bagian dari Perimbangan yang Diumumkan oleh Pemimpin Hizbullah

Pemimpin gerakan Ansarullah di Yaman, Sayid Abdul Malik Al-Houthi, menyatakan pihaknya adalah “bagian yang tak terpisahkan dari perimbangan yang diumumkan oleh Sayid Hassan Nasrallah (Sekjen Hizbullah di Libanon), yaitu perang regional dalam kerangka Poros Resistensi”.

Dalam pidato pada momen peringatan “Seruan Perlawanan terhadap Mustakbirin”, Al-Houthi menyebut peristiwa 11 September AS sebagai tragedi yang sudah diatur oleh AS untuk menguasai kekayaan negara-negara Arab dan Islam, dan pada periode itu AS dan Israel berusaha memberangus identitas Arab dan Islam.

“Namun demikian, pihak-pihak resistensi dan Iran konsisten pada sikapnya menolak dominasi AS-Israel,” lanjutnya.

Al-Houthi menjelaskan bahwa sedemikian masifnya sepak terjang AS saat itu sehingga Partai Reformasi yang menampilkan diri sebagai gerakan Islamis dan turut memerintah di Yaman terpaksa mengubah manuver, pendirian dan slogannya, termasuk sikapnya terhadap Palestina, demi menyesuaikan diri dengan AS yang merajalela di Timur Tengah.

Dia menilai perubahan itu tak ubahnya “kerjasama dengan musuh dan melawan diri”, sementara “Sayid Hussain al-Houthi (tokoh Ansarullah, terbunuh pada tahun 2004 – red.) justru mengumandangkan seruan perlawanan terhadap mustakbirin, meskipun fasilitas yang tersedia kala itu minim.”

Menurutnya, seruan inilah yang mengubah bangsa Yaman dari yang semula apatis menjadi merasa bertanggungjawab dan mengemban kewajiban melakukan perlawanan.

Lebih jauh, Al-Houthi menyebutkan bahwa ketundukan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab kepada AS mendorong dua negara Arab Teluk itu untuk berusaha mengopinikan kubu pejuang Palestina, Hizbullah dan Iran sebagai kendala dan penyakit bagi keamanan dan stabilitas Timur Tengah, padahal apa yang dilakukan oleh kubu resistensi tersebut tak lain adalah perlawanan, yang terbukti efektif, terhadap agenda kotor AS dan Israel. (raialyoum)

Minibus Diterjang Bom di Kabul, Empat Orang Tewas

Empat orang tewas dan lima lainnya luka-luka dalam serangan bom yang menyasar sebuah minibus di bagian barat Kabul, ibu kota Afghanistan, Kamis (3/6).

Kepolisian Kabul menyatakan bahwa peristiwa itu merupakan ledakan bom ketiga yang menghantam bus angkutan umum dalam pekan ini.

“Ledakan itu terjadi di wilayah Pul-i-Sokhta. Jumlah korban tewas dapat berubah,” kata juru bicara kepolisian Kabul Ferdaus Faramarz kepada wartawan melalui pesan teks, mengutip informasi awal.

Dia juga menyebutkan bahwa satu sedan juga terbakar dan unit pemadam kebakaran polisi Kabul menangani insiden tersebut.

Sebelumnya di hari yang sama, empat warga sipil tewas dan empat lainnya terluka, dan sebuah minibus hancur akibat ledakan bom yang menghantam kendaraan di distrik yang sama.

Sejauh ini belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Selasa lalu delapan warga sipil tewas dan 14 lainnya terluka dalam ledakan bom kembar yang menghantam dua bus angkutan umum dalam waktu singkat di lingkungan yang sama. Militan Taliban membantah terlibat dalam insiden ini. (xinhua)