Rangkuman Berita Utama Timteng Jumat 1 September 2023

Jakarta, ICMES. Polisi dan pejabat medis Israel mengumumkan bahwa seorang tentara Israel tewas dan dua lainnya terluka dalam serangan yang dilakukan oleh seorang sopir truk Palestina di sebuah pos pemeriksaan antara Israel dan Tepi Barat.

Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir Abdollahian dalam kunjungannya ke Lebanon usai kunjungan ke Suriah telah mengadakan pertemuan panjang dengan para pemimpin dua faksi pejungan Palestina, Hamas dan Jihad Islam di Beirut.

Teheran berhasil menggagalkan rencana sabotase terbesar dinas rahasia Israel , Mossad, terhadap industri pertahanan Iran.

Berita Selengkapnya:

Diseruduk Truk Orang Palestina, Satu Tentara Israel Tewas dan Dua Lainnya Terluka

Polisi dan pejabat medis Israel mengumumkan bahwa seorang tentara Israel tewas dan dua lainnya terluka dalam serangan yang dilakukan oleh seorang sopir truk Palestina di sebuah pos pemeriksaan antara Israel dan Tepi Barat, Kamis (31/8)

Surat kabar Haaretz Israel melaporkan bahwa penabrakan itu terjadi di pos pemeriksaan Maccabim, yang dikenal oleh warga Palestina sebagai Beit Sira, dan pengemudinya segera kabur, tapi kemudian dicegat di pos pemeriksaan lain sekitar enam kilometer (empat mil) jauhnya di mana dia ditembak dan gugur.

Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant menyampaikan belasungkawa kepada keluarga tentara yang terbunuh dan memuji pasukan keamanan “atas tindakan tegas mereka” membunuh penyerang.

Seorang komandan polisi Israel mennyebut pengemudi truk itu seorang warga Palestina berusia 41 tahun yang memiliki izin untuk bekerja di Israel (Palestina pendudukan 1948).

Video yang beredar di media sosial menunjukkan sebuah truk berwarna putih dikepung petugas keamanan di pos pemeriksaan kedua saat terdengar suara tembakan.

Pos pemeriksaan tempat truk menabrak tentara berada di jalan raya utama yang mengarah dari Israel tengah melalui Tepi Barat dan ke Al-Quds (Yerussalem), serta berada di sebelah kota Modiin di Israel. Pos pemeriksaan itu biasanya dipenuhi penumpang dan penjaga keamanan atau tentara.

Insiden ini terjadi sehari setelah seorang remaja Palestina berusia 15 tahun ditembak dan dibunuh oleh seorang petugas polisi yang sedang tidak bertugas setelah menikam dan melukai seorang pemukim Israel di sebuah stasiun kereta ringan di Al-Quds Timur.

Pada Kamis malam, empat tentara Israel terluka oleh alat peledak ketika mereka berpatroli dan mengawal pemukim Yahudi ke Makam Yusuf di kota Nablus, Tepi Barat. (aljazeera)

Menlu Iran Adakan Pertemuan dengan Para Pemimpin Hamas dan Jihad Islam di Beirut

Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir Abdollahian dalam kunjungannya ke Lebanon usai kunjungan ke Suriah telah mengadakan pertemuan panjang dengan para pemimpin dua faksi pejungan Palestina, Hamas dan Jihad Islam di Beirut, Kamis (31/8).

Kedua belah pihak dalam pertemuan itu menekankan keharusan pembebasan Palestina dari pendudukan kaum Zionis Israel.

Kepada para pemimpin kubu resistensi Palestina itu Amir-Abdollahian memastikan negaranya masih berkomitmen mendukung kepada resistensi bangsa Palestina dan perjuangan pembebasan Palestina.

Dia juga mengutip pernyataan Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei yang menekankan keharusan menyokong orang-orang Palestina di wilayah pendudukan Tepi Barat di mana Rezim Zionis terus menebar kekerasan sejak pelantikan kabinet sayap kanan yang dipimpinnya oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Di pihak lain, para petinggi faksi-faksi pejuang Palestina menyatakan bahwa mereka memandang perlawanan sebagai pilihan strategis bagi bangsa Palestina.

“Tidak akan ada jalan mundur dari operasi perlawanan di Tepi Barat,” tegas mereka, sembari menyebut operasi itu sebagai “prioritas.”

Pada bulan Juni, Iran menjadi tuan rumah bagi delegasi pejabat kubu resistensi yang berbasis di Jalur Gaza, termasuk Sekretaris Jenderal Jihad Islam Ziad al-Nakhala. Delegasi itu sendiri dipimpin oleh Ketua Biro Politik Hamas, Ismail Haniyeh.

Para tokoh Palestina tersebut saat itu juga mengadakan pertemuan dengan Ayatullah Khamenei serta sejumlah pejabat Iran lain.

Saat bertemu dengan Haniyeh,  Ayatullah Khamenei memuji pencapaian luar biasa kubu resistensi Palestina dan pengorbanan para pemuda Palestina di wilayah pendudukan. Dia mengatakan bahwa Tepi Barat adalah tempat di mana Rezim Zionis Israel akan bertekuk lutut.

Ayatollah Khamenei juga bertemu dengan Nakhala, mengucapkan selamat atas kemenangan Jihad Islam melawan rezim Israe ldalam perang terbaru Tel Aviv di Gaza.

Dia  mengatakan, “Musuh Zionis sekarang berada dalam posisi pasif, dan keadaan ini menunjukkan bahwa kelompok-kelompok resistensi dan Jihad Islam telah mengenali jalan ke depan dengan benar, dan menempuh jalan ini dengan hati-hati.”

Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir Abdollahian dalam kunjungan ke Suriah sebelum ke Lebanon mengutuk kontinyuitas agresi Israel terhadap Suriah, dan memastikan bahwa Suriah akan memberikan tanggapan yang tegas dan keras terhadap Israel.

Dalam konferensi pers bersama dengan sejawatnya dari Suriah, Faisal al-Mekdad, di Damaskus pada hari Rabu (30/8), Amir Abdollahian menegaskan, “Aktivitas kriminal rezim Zionis yang menargetkan Suriah tidak akan dibiarkan begitu saja.”

Dia juga mendesak Amerika Serikat menarik tentaranya keluar dari Suriah.

Teheran dan Damaskus sama-sama memperingatkan adanya upaya AS dan sekutunya untuk merekonsolidasi kawanan teroris di Suriah guna mencapai tujuan mereka. (raialyoum/presstv/fna)

Iran Gagalkan Rencana Sabotase Israel Terhadap Industri Pertahanan

Teheran berhasil menggagalkan rencana sabotase terbesar dinas rahasia Israel , Mossad, terhadap industri pertahanan Iran.

Kementerian Pertahanan Iran mengumumkan hal itu pada hari Kamis (31/8) menjelaskan bahwa jaringan agen Mossad berusaha memasukkan suku cadang yang cacat ke dalam produksi rudal canggih.

Disebutkan bahwa  â€œrencana sabotase terbesar” terhadap industri rudal, penerbangan dan ruang angkasa Kementerian Pertahanan Iran telah dinetralisir, dan bahwa agen mata-mata rezim Zionis dan pengikut globalnya berada di balik rencana tersebut dengan tujuan merugikan kekuatan pertahanan Iran.

Seorang pejabat di Organisasi Intelijen Kementerian Pertahanan mengatakan bahwa “karena efektivitas kekuatan rudal Iran” dalam menciptakan pencegahan terhadap ancaman musuh, industri rudalnya selalu menjadi target upaya kotor agen spionase musuh.

Dia menjelaskan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, proyek intelijen dan keamanan berlapis telah dirancang dan dilaksanakan dengan kedok pembelian suku cadang untuk mengelabui badan mata-mata musuh.

Pasukan intelijen Iran berhasil membubarkan jaringan profesional yang berencana memasukkan “bagian-bagian yang rusak dan lengkap” untuk digunakan dalam produksi rudal canggih di kementerian pertahanan, tambah sumber itu.

“Di bawah perintah langsung dari Mossad, jaringan ini, dengan menjual suku cadang yang dilengkapi, bermaksud mengubah rudal yang diproduksi menjadi alat peledak untuk membahayakan lini industri dan karyawan yang bekerja di bidang ini,” terang pejabat itu.

Dia memastikan Rezim Zionis Israel sangat terpukul oleh pembongkaran jaringan sabotase itu, dan orang-orang berada di balik rencana makar itu telah diidentifikasi dan ditangkap.

Mossad telah meningkatkan aktivitas spionasenya dalam beberapa tahun terakhir dan terlibat dalam perang terselubung terhadap Iran. Musuh-musuh Iran, terutama Israel dan Amerika Serikat, juga terlibat dalam upaya memata-matai dan menyabotase industri pertahanan dan nuklir Iran.

Iran dalam beberapa bulan terakhir telah menangkap beberapa anggota jaringan mata-mata yang berafiliasi dengan dinas rahasia asing.

Pada bulan Juli lalu, Kementerian Intelijen Iran mengumumkan pihaknya telah menangkap jaringan agen Mossad yang memasuki Iran untuk melakukan serangan teror di situs-situs sensitif.

Dinyatakan bahwa orang-orang bayaran yang telah dicokok itu semula bermaksud meledakkan situs militer sensitif di Iran dengan bom berdaya ledak tinggi, namun mereka teridentifikasi dan ditangkap oleh pasukan keamanan sebelum sempat melancarkan aksinya. (fna)