Bedah Buku “HTI Gagal Paham Khilafah”

HTI-KMNUPada 27 Januari 2017, Keluarga Mahasiswa NU, ITB, serta Komunitas Anak Peduli Bangsa Bandung menyelenggarakan “Pengajian Umum dan Bedah buku HTI, Gagal Paham Khilafah”.Acara diselenggarakan di Galeri Ciumbuleit Hotel, Bandung.

Peserta berasal dari kalangan mahasiswa berlatar belakang dari Lembaga Dakwah Kampus (LDK) dan berbagai Organisasi Mahasiswa Islam (KMNU, HMI, KAMMI, PMII, dsb) dan masyarakat umum.
Tujuan acara ini adalah memberikan pemahaman kepada peserta mengenai urgensi mempertahankan NKRI dari arus Islam Transnasional danposisi ideologi Pancasila terhadap geopolitik dunia, terutama negara-negara Islam

Pembicara dalam acara ini adalah:

1. KH Ir. Sholahudin Wahid (keynote speaker)
2. M. Makmun Rasyid (Penulis buku ‘HTI Gagal Paham Khilafah)
3. Ust. Yuana Ryan T (DPD I HTI Jabar)
4. Dr. Dina Sulaeman (pengamat Timteng, Direktur ICMES)
dan† Fendi Imam Fatoni (mahasiswa ITB) selaku moderator.

Acara diawali dengan pengantar dari KH Sholahudin Wahid yang menegaskan bahwa Pancasila dan UUD 45 adalah landasan dan dasar negara yang sudah final. Yang diperlukan bukan lagi perombakan atas keduanya, atau menggantinya dengan sistem lain, melainkan melaksanakannya dengan penuh komitmen dan amanah.

Sementara itu, penulis buku (Makmun Rasyid) dan penanggap dari HTI, Ustad Yuana, memperdebatkan berbagai hal teologis mengenai konsep khilafah.

Pembicara keempat. Dina Sulaeman (Direktur ICMES) mengawali pemaparannya dengan pemetaan pemikiran-pemikiran mengenai pemerintahan Islam. Menurutnya idealisme HT teruji dalam konflik Suriah. Dina menyimpulkan bahwa elit HT gagal dalam mengindentifikasi mana musuh, mana lawan di Suriah.

Yang terjadi adalah:

-HT menari dalam genderang lawan (seiring dengan agenda Israel dan AS) sehingga memecah belah front perlawanan terhadap Israel

-Pretext perang (alasan yang dipakai dalam isu Suriah) adalah SUNNI VS SYIAH dan ini malah menjauhkan umat dari cita-cita ďPan IslamismeĒ

-Perjuangan HT Berbasis Data Hoax (berlawanan dengan asas berpikir ilmiah dan asas jurnalistik)

Artinya:

-Elit HT tidak mampu memetakan konflik, siapa kawan, siapa kawan dengan tepat

-Elit HT dan para simpatisannya termakan berita hoax yang tersebar

Akibatnya: SURIAH hancur, kebencian (takfirisme) dan perpecahan menyebar ke seluruh dunia, sehingga impuan Pan Islamisme HT semakin jauh dari realisasi.

Hal ini amat disayangkan, karena cita-cita awal HT adalah membebaskan Palestina. Isu-isunya pun anti kapitalisme global. Namun yang dilakukan HT dalam isu Suriah malah bergabung dengan front yang menghancurkan front terdepan perlawanan terhadap Israel. Suriah ikut dalam 3 kali perang Arab-Israel (1967, 1973,1982) dan menjadi negara terbaik yang melayani pengungsi Palestina.HT tidak mampu mengindentifikasi bahwa di balik semua ini ada kekuatan kapitalis global yang ingin menguasai sumber daya Timteng.[]

—-

link ke video streaming acara diskusi buku HTI, Gagal Paham Khilafah.
https://www.facebook.com/santrionlinenet/videos/1858375341047546/