ayatullah khamenei dan ismail haniyeh 2Jakarta, ICMES. Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei membalas surat Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyeh dan   Sekjen Jihad Islam Palestina (PIJ) Ziyad Nakhalah

Pemimpin Hamas di luar negeri, Khaled Mashal, menyatakan bahwa perundingan dengan Israel membuat orang-orang Palestina saling berjauhan, sedangkan resistensi dan intifada menyatukan mereka.

Sayap militer Hamas, Brigade Al-Qassam, menegaskan bahwa kelompok pejuang Palestina di Jalur Gaza ini masih berada dalam kondisi prima dan siap memenuhi panggilan Masjid Al-Aqsa kapan saja.

Berita Selengkapnya:

Ayatullah Khamenei Balas Surat Ismail Haniyeh dan Ziyad Nakhalah,  Ini Isi Lengkapnya

Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei membalas surat Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyeh dan   Sekjen Jihad Islam Palestina (PIJ) Ziyad Nakhalah, Senin (24/5).

Dalam balasan melalui dua surat terpisah itu Ayatullah Khamenei mengaku jiwanya bersama para pejuang Palestina di medan jihad, dan menyatakan bahwa kemenangan yang dijanjikan Allah pasti akan akan tercapai jika bangsa Palestina terus berjuang menolong agama-Nya.

Berikut ini terjemahan lengkap dua surat balasan, yang dimuat oleh situs Al-Alalam.

  1. Surat kepada Ismail Haniyeh:

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Saudaraku Sang Mujahid, Tuan Ismail Haniyeh –semoga Allah memuliakannya.

Assalamualakum wr. wb.

Telah saya terima surat dari Anda, yang di dalamnya Anda telah menjelaskan dan menganalisa apa yang terlihat dalam jihad baru-baru ini di Palestina.

Sesungguhnya jihad dan resistensi Anda di depan kezaliman, kufur dan kekuatan arogan pastilah mendapat ridha Allah Yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa, dan merupakan perwujudan dari firman-Nya;  “Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu (QS. Muhammad [47]:7).”

Anda akan menang dengan daya dan kekuatan Allah, dan akan membersihkan tanah suci dari noda para perampas, insya Allah.

Saudaramu, Sayid Ali Khamenei

Senin, 12 Syawal 1442 H/24 Mei 2021

  1. Surat kepada Ziyad Nakhalah:

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Saudaraku Sang Mujahid, Tuan Ziyad Nakhalah –semoga Allah memberinya taufiq dan menolongnya.

Assalamualakum wr. wb.

Telah saya terima surat yang telah Anda kirimkan kepada saya. Sungguh jihad kalian yang besar dan kemenangan kalian, wahai saudaraku orang-orang Palestina, telah membinarkan mata para pecinta kalian di pelbagai penjuru dunia.

 Hati kami hadir bersama kalian di medan jihad kalian, dan kami berdoa agar kalian senantiasa mendapat kemenangan. Sesungguhnya janji ilahi adalah benar ketika Allah SWT berfirman; “Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya (QS. Al-Hajj [22]: 40) ”

Dan kalian akan menyaksikan kemenangan suci, insya Allah, dengan daya dan kekuatan-Nya.

Saudaramu, Sayid Ali Khamenei

Senin, 12 Syawal 1442 H/24 Mei 2021

Khaled Mashal: Resistensi Menyatukan Palestina, Negosiasi dengan Israel Mengacaukannya

Pemimpin Hamas di luar negeri, Khaled Mashal, menyatakan bahwa perundingan dengan Israel membuat orang-orang Palestina saling berjauhan, sedangkan resistensi dan intifada menyatukan mereka.

Hal itu dia sampaikan dalam festival orasi kemenangan resistensi Gaza pada Ahad malam (23/5), yang diselenggarakan secara jarak jauh oleh Partai Keadilan dan Pembangunan Maroko.

“Bergegas di belakang fatamorgana negosiasi (dengan Israel) adalah kematian, sedangkan pengorbanan dan jihad demi Palestina adalah kehidupan, kekuatan dan kemuliaan. Bangsa (Palestina) yang agung setiap saat menegaskan bahwa mereka bersatu,” ungkapnya.

Mashal menambahkan, “Negosiasi itu membuat kami (orang-orang Palestina) saling berjauhan, sedangkan resistensi, perjuangan dan intifada menyatukan kami… Persatuan nasional yang hakiki ialah persatuan yang ada di ranah hak dan ketetapan kita dan konfrontasi terbuka melawan rezim pendudukan (Israel).”

Senada dengan ini, Uskup Agung Sebastia dari Patriarkat Ortodoks Yunani di Quds (Yerussalem), Theodosios (Hanna) dari Sebastia, mengatakan, “Kita pantang mengibarkan bendera menyerah, pantang berada dalam kondisi lemah, frustasi dan putus asa sebagaimana diinginkan oleh musuh.”

Dia menambahkan, “Orang-orang Palestina diserang dengan berbagai cara yang biadab dan tak berprikemanusiaan, yang menunjukkan kebengisan rezim pendudukan dan kejahatan rasismenya.”

Seperti diketahui, Israel dan para pejuang Palestina terlibat pertempuran hebat  belum lama ini. Gencatan senjata diterapkan sejak Jumat 21 Mei lalu setelah Israel 11 hari melancarkan serangan udara ke Jalur Gaza yang dihuni oleh lebih dari dua juta orang Palestina dan diblokade oleh Israel sejak tahun 2006 sampai sekarang.

Serangan Zionis itu menggugurkan 279 orang Palestina di Gaza, termasuk 69 anak kecil dan 40 wanita dewasa, serta melukai 8900 orang lainnya dengan kondisi 90 di antaranya parah.

Sedangkan di pihak Israel tercatat 13 korban tewas dan ratusan lainnya terluka akibat gempuran rudal para pejuang Palestina di Gaza.( raialyoum)

Brigada Al-Qassam: Kami Baik-Baik Saja dan Masih Siap Penuhi Panggilan Quds

Sayap militer Hamas, Brigade Al-Qassam, menegaskan bahwa kelompok pejuang Palestina di Jalur Gaza ini masih berada dalam kondisi prima dan siap memenuhi panggilan Masjid Al-Aqsa kapan saja.

“Kami telah menetapkan perimbangan bom dibalas bom, penghancuran dibalas penghancuran, darah dibalas darah, dan roket-roket para pejuang kami bersiap siaga menanti keputusan membela Quds dan Masjid al-Aqsa,” tegas salah seorang komandan Brigade Al-Qassam yang mengenakan kain penutup muka di atas podium festival kemenangan Palestina di Gaza, Senin (24/5).

Kepada bangsa Palestina dan seluruh umat Arab dan Islam dia mengatakan, “Kami tak akan pernah membiarkan musuh (Israel) menistakan kesucian kiblat pertama (Masjid Al-Aqsa) kami.”

Dia melanjutkan, “Kami telah memenuhi panggilan Quds, dan memperlihatkan sebagian dari apa yang ada pada kami, dan apa yang terbunyi masih lebih besar lagi.”

Dia menegaskan bahwa kemenangan adalah nilai darah syuhada serta merupakan hasil penuh berkah perjuangan para mujahidin Palestina di pusat komando gabungan faksi-faksi pejuang resistensi.

Kepada Israel dia bersumpah, “Kami katakan kepada musuh, Zionis, secara tegas dan gamblang; ‘Jika kalian kembali kamipun akan kembali, dan jika kalian menambah kamipun akan menambah. Tangan kami ada dipelatuk, dan untuk peperangan kami ada bab demi bab yang belum tertuliskan. Sungguh, logika premanisme tak akan dihadapi kecuali dengan ketahanan, kesolidan dan tantangan.”

Di bagian akhir dia mengatakan, “Kami kabarkan kepada kalian, wahai bangsa kami, wahai saudara dan saudari kami, bahwa kubu resistensi baik-baik saja,  dan bahwa Brigade Al-Qassam baik-baik saja, dengan seizin Allah SWT.” (alalam/aljazeera)