Peningkatan Alokasi Anggaran Militer Negara-Negara di Timur Tengah dan Pengaruhnya terhadap Eskalasi Konflik Kawasan

  • Endro Tri Susdarwono Universitas Peradaban
Kata Kunci: alokasi anggaran militer, ancaman, konflik, Timur Tengah

Abstrak

Tujuan penelitian ini membahas mengenai bagaimana peningkatan alokasi anggaran militer negara-negara di Timur Tengah dan pengaruhnya terhadap eskalasi konflik di kawasan, bagaimana alokasi anggaran militer harus berkompetisi antara negara di kawasan, serta bagaimana antara alokasi anggaran militer yang satu dengan lainnya saling mempunyai hubungan dan pengaruh. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yaitu uji statistik dengan analisis korelasi kanonikal untuk menjawab tentang hubungan dan pengaruh antara alokasi anggaran militer di antara negara-negara di Timur Tengah. Dari hasil canonical weight maupun canonical loading fungsi 1 dan 2 dapat disimpulkan memang terdapat hubungan signifikan antara dependent variate dengan independent variate atau alokasi anggaran militer di negara Iran, Israel, Saudi Arabia dan Turki dan alokasi anggaran militer di tujuh negara lain di Timur Tengah. Adanya kompetisi alokasi anggaran militer di negara Timur Tengah mempengaruhi eskalasi konflik di kawasan ini disebabkan penyusunan anggaran tersebut didasarkan pada ancaman.  Anggaran untuk pertahanan menjadi perhatian dan pertimbangan negara tetangga bersahabat ataupun yang tidak bersahabat.

Referensi

Ali, H.E. & Abdellatif, O.A. (2015) Military Expenditures and Natural Resources: Evidence from Rentier States in the Middle East and North Africa. Defence and Peace Economics, 26 (1), 5-13, DOI: 10.1080/10242694.2013.848574.

Bakrie, C. R. (2007). Pertahanan Negara dan Postur TNI Ideal. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

britannica.com. (t.t.). Arab-Israeli wars. [online]. Dalam https://www.britannica.com/event/Arab-Israeli-wars. [Diakses 1 Maret 2021]

Falahi, Z. (2012). Prospek Regionalisme Timur-Tengah Pasca-Arab Spring: Telaah terhadap Identitas Kolektif Liga Arab. Jurnal Kajian Wilayah, 3(2), 189-205.

Ghozali, I. (2013). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 21. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Hartley, K. dan Sandler, T. (eds). (1995). Introduction, Handbook of Defense Economic Volume 1, North-Holland.

Hinnebusch, R. (2003). The international politics of the Middle East. New York: Palgrave.

Maulana, M. S. (2018). Persaingan Kekuatan Saudi Arabia (Sunni) dan Iran (Syiah) Pada Kasus Konflik Kontemporer (Suriah dan Yaman). Jurnal Gama Societa, 2(2), 101-109.

Pradana, A.M.N. dan Yulianti, D. (2017). Peran Liga Arab Pada Konflik di Timur Tengah Dalam Perspektif Ekonomi-Politik Internasional. Jurnal ICMES, 1(2), 100-118.

state.gov. (t.t.). Oil Embargo, 1973–1974. [online]. Dalam https://history.state.gov/milestones/1969-1976/oil-embargo [Diakses 1 Maret 2021]

Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI). (2020). Global military expenditure sees largest annual increase in a decade—says SIPRI—reaching $1917 billion in 2019. https://www.sipri.org/media/press-release/2020/global-military-expenditure-sees-largest-annual-increase-decade-says-sipri-reaching-1917-billion diakses 4 Mei 2020.

Supriyatno, M. (2014). Tentang Ilmu Pertahanan. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Surwandono. (2013). Relasi Antara Tingkat Konflik di Dunia Islam Dengan Setting Geografi Politik: Studi Kasus Konflik di Kawasan Timur Tengah. Jurnal Hubungan Internasional, 2(1), 56-64.

Yusgiantoro, P. (2014). Ekonomi Pertahanan : Teori & Praktik. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama.

Diterbitkan
2021-12-24