Resistensi dalam Literasi

Mimikri dalam Kajian Poskolonialisme terhadap Palestina

  • Idha Ismalia Rohmatika S.S
  • Otong Sulaeman STAI Sadra Jakarta
Kata Kunci: Israel, literasi, mimikri, Palestina, poskolonialisme, resistensi

Abstrak

Palestina adalah satu-satunya bangsa di dunia ini yang masih mengalami penjajahan secara fisik. Sejak tahun 1948, Israel didirikan di atas tanah bangsa Palestina dengan melakukan pengusiran terhadap warga dan pendudukan di atas tanah yang mereka tinggalkan. Dalam menghadapi situasi keterjajahan, bangsa Palestina melakukan perlawanan dengan berbagai cara, di antaranya adalah dengan melakukan perlawanan budaya, dan salah satu modelnya adalah peniruan budaya atau mimikri. Artikel ini bertujuan untuk menemukan pola mimikri yang terjadi di Palestina dengan menggunakan pendekatan teori dan metode poskolonialisme Edward Said, serta teori mimikri yang diperkenalkan oleh Homi Bhabha. Artikel ini menyimpulkan bahwa sebagian orang Palestina, secara sadar, melakukan peniruan atas budaya dan literasi Yahudi dan Israel. Upaya peniruan tersebut dilakukan sebagai bagian dari strategi untuk memperoleh kemerdekaan mereka.

Referensi

Aini, N. (2021). Kehidupan Warga Palestina Seperti Tahanan. Republika [online]. Dalam: https://republika.co.id/berita/o1zh3z382/kehidupan-warga-palestina-seperti-tahanan [Diakses 16 Oktober 2021].

Ball, A. 2012. Palestinian Literature and Film in Postcolonial Feminist Perspective. New York: Imprint Routledge.

Baroud, R. dan Rubeo, R. (2019). Israel’s Judaisation of Palestine is Failing. Aljazeera, [online] Dalam https://www.aljazeera.com/opinions/2019/2/17/israels-judaisation-of-palestine-is-failing. [Diakses 16 Oktober 2021].

Bhabha, H. K. (l994). The Location of Culture. London: Routledge.

Basheer, A. (2015). Globalization or Colonization: Post- Colonial Civic Education in Palestine, Jordan, and the US. Journal of Education & Social Policy, Vol. 2, No. 5.

Cook, J. (2009). Israel’s plan to wipe Arabic names off the map. Electronic Intifada, [online]. Dalam: https://electronicintifada.net/content/israels-plan-wipe-arabic-names-map/8351. [Diakses 20 Juni 2022]

Fungsi.co.id (t.t.). Pengertian Literasi: Tujuan, Manfaat, Jenis dan Prinsip! [online] Dalam https://fungsi.co.id/literasi-adalah/

Grinberg, L.L. (2014). Mo(ve)ments of Resistance: Politics, Economy and Society in Israel/Palestine 1931-2013. Boston: Academic Studies Press.

Handoko, E. (2013). Demi Perjuangan, Anak-anak Gaza Belajar Bahasa Ibrani. Kompas, [online]. Dalam: https://internasional.kompas.com/read/2013/01/31/16393679/Demi.Perjuangan.Anak-anak.Gaza.Belajar.Bahasa.Ibrani [Diakses 20 Juni 2022]

Hamadi, L. (2014). Edward Said: The Postcolonial Theory And The Literature Of Decolonization. European Scientific Journal, Vol. 2.

Jalal, R.A. (2015). Palestinians learning Hebrew for strategic advantage. Al Monitor, [online]. Dalam: https://www.al-monitor.com/originals/2015/09/gaza-hamas-teach-hebrew-israel-conflict.html#ixzz7XSxBxKil [Diakses 16 Oktober 2021].

Muchsin, M.A. (2015). Palestina Dan Israel: Sejarah, Konflik dan Masa Depan. MIQOT Vol. XXXIX No. 2.

Hamdi, H. (2017). Edward Said, Postcolonialism and Palestine's Contested Spaces. Journal of Holy Land and Palestine Studies, Vol. 16, No. 1, hal. 7-25.

Maine, F. dan Vrikki, M. (ed). (2021). Dialogue for Intercultural Understanding Placing Cultural Literacy at the Heart of Learning. Cham: Springer.

OHCHR.org. (2022). https://www.ohchr.org/en/press-releases/2022/06/commission-inquiry-occupied-palestinian-territory-including-east-jerusalem. [Diakses 20 Juni 2022]

Portal-ilmu.com. Profil Negara Palestina. [online] Dalam: https://www.portal-ilmu.com/2021/07/profil-negara-palestina.html [Diakses 16 Oktober 2021].

Palestine-studies.org. Geographic Sites in Palestine: Arabic Names and Hebrew Denominations. [online] Dalam: shorturl.at/exSWZ [Diakses 16 Oktober 2021].

Republika. (2015). Jokowi: Asia-Afrika Masih Miliki Utang kepada Palestina. [online]. Dalam: https://www.republika.co.id/berita/nn50w5/jokowi-asiaafrika-masih-miliki-utang-kepada-palestina. [Diakses 20 Juni 2022]

Said, E.W. (1996). Culture and Imperalism. New York: Vintage Books.

Hebrew As the Language of Grace": Arab-Palestinian Writers in Hebrew

Snir, Reuven, 'Awda, M. dan Snir, R. (1995). “Hebrew As the Language of Grace”: Arab-Palestinian Writers in Hebrew. Prooftexts, Vol. 15, No. 2, hal. 163-183.

Square, P. (2015). The Untold Story of Palestinians Who Learned Hebrew. Institute for Palestine Studies, [online]. Dalam: https://www.palestine-studies.org/en/node/232346 [Diakses 20 Juni 2022]

Sherwood, H. (2013). Hamas puts Hebrew on the curriculum for the first time in 20 years. The Guardian, [online]. Dalam: https://www.theguardian.com/world/2013/feb/13/hamas-puts-hebrew-on-curriculum. [Diakses 20 Juni 2022]

Tong, R. P. (2010). Feminist Thought. Yogyakarta: Jalasutra.

Utami, S. (2012). Mimikri Dalam Kuliner Indonesia Melalui Kajian Poskolonial. Prosiding The 4 th International Conference on Indonesian Studies: “Unity, Diversity and Future”

Wardayati, T. (2021). Budaya Palestina Yang Banyak Dipengaruhi Negara-Negara Tetangganya. Intisari [online]. Dalam: tinyurl.com/498uu2cj [Diakses 16 Oktober 2021].

Diterbitkan
2022-06-29