Rangkuman Berita Utama Timteng, Senin 5 Desember 2016

suriah-menangJakarta, ICMES. Pasukan Arab Suriah (SAA), menegaskan hanya ada dua pilihan bagi pasukan pemberontak dan teroris di Aleppo timur, yaitu keluar dari kota ini atau mati.

Presiden Iran Hassan Rouhani  menyatakan reaksi negaranya akan keras jika perjanjian nuklir dilanggar oleh Amerika Serikat.

Iran akan segera meluncurkan kapal selam baru buatan dalam negeri yang diberi nama “Fateh” (Penakluk).

Pasukan Irak tepis dugaan pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi sudah tewas.

Berita selengkapnya;

SAA Ingatkan Militan: Keluar Dari Aleppo Atau Mati

Tentara pemerintah Suriah, Pasukan Arab Suriah (SAA), menegaskan hanya ada dua pilihan bagi pasukan pemberontak dan teroris di Aleppo timur, yaitu keluar dari kota ini atau mati.

Peringatan militer Suriah ini dinyatakan oleh jubir SAA Samir Solaiman sembari bersumpah bahwa perang akan terus berkobar di Aleppo timur sampai stabilitas dan keamanan di semua wilayah kota ini pulih.

“SAA telah membebaskan lebih dari 50 persen bagian timur Aleppo, upaya untuk pembebasan  kawasan lama yang dikenal dengan nama Aleppo Lama akan menghadapi kesulitan, tentara mengerahkan pasukan infantri dan pasukan khusus untuk pembebasan semua wilayah dalam beberapa pekan mendatang,” lanjutnya.

Perang terus berkecamuk di Aleppo timur, Minggu (4/12/2016). SAA terus berusaha menebos lebih jauh ke wilayah ini setelah menguasai bahkan lebih dari 60 persen.

Pertempuran kedua pihak kali ini terpusat di lingkungan Karm al-Maisar, dan kontak senjata juga berlangsung di tiga lingkungan lain yang sejak Sabtu lalu sudah dikuasai sepenuhnya oleh SAA, yaitu al-Jazmati, Karam al-Turab dan Tariq al-Bab.

Kantor berita Suriah, SANA, mengutip keterangan sumber militer bahwa SAA bersama pasukan sekutunya terus bergerak maju dan berhasil memulihkan keamanan dan stabilitas di lingkungan al-Jazmani dan al-Hiwaniah.

Para pemberontak telah memberitahukan kepada Amerika Serikat (AS) bahwa mereka tidak akan beranjak keluar dari Aleppo. Pemberitahuan ini dinyatakan sebagai tanggapan atas ajakan Rusia kepada AS untuk merundingkan masalah penarikan total kawanan bersenjata dari Aleppo timur.

Direktur Pelaksana Observatorium Suriah untuk HAM Rami Abdulrahman mengatakan, “Pasukan pemerintah kini berusaha maju dan menguasai lingkungan al-Shiar dan lingkungan sekitarnya dengan tujuan menekan kelompok-kelompok oposisi agar mundur sepenuh ke lingkungan-lingkungan selatan Aleppo timur..” (alyoum7/raialyoum)

Reaksi Iran Akan Sengit Jika Perjanjian Nuklir Dilanggar AS

Presiden Iran Hassan Rouhani  menyatakan negara republik Islam ini serius berkomitmen pada perjanjian nuklir yang dijalinnya dengan enam negara terkemuka dunia, termasuk Amerika Serikat (AS), dan karena itu jika perjanjian justru dilanggar oleh pihak lawan maka reaksi Teheran akan tegas dan sengit.

“Kita serius menghendaki pelaksanaan perjanjian nuklir, tapi reaksi kami akan sengit dalam menghapi pelanggaran atau penguluran waktu untuk pelaksanaannya,” ujar Rouhani, Minggu (4/12/2016).

Dia mengingatkan bahwa jangan sampai ada pelanggaran karena “laporan Badan Energo Atom Internasional (IAEA) telah mengkonfirmasikan konsistensi Iran pada perjanjian nuklirnya.”

Mengenai keputusan Majelis Senat AS yang memperpanjang masa sanksi terhadap Iran, Rouhani menegaskan, “Kami tidak akan melanggar perjanjian nuklir, sebagaimana kami juga tidak akan tahan jika perjanjian dilanggar pihak lain, dan kami akan bereaksi tegas terhadap pelanggaran ini.”

“Presiden incumbent  AS harus mencegah pelaksanaan keputusan ini, dan jika keputusan itu dijalankan maka reaksi kami akan keras,” tegasnya.

Majelis Senat AS belakangan ini menyetujui perpanjangan  selama 10 tahun lagi saksi terhadap Iran. Keputusan  ini telah dikirim ke Gedung Putih untuk ditandatangani oleh Presiden AS Barack Obama. (isna)

Iran Segera Operasikan Kapal Selam Semi Berat “Fateh” Buatannya

Petinggi Angkatan Laut (AL) Iran mengumumkan bahwa negaranya akan segera meluncurkan kapal selam baru buatan dalam negeri yang diberi nama “Fateh” (Penakluk).

“Kapal selam Fateh yang 100 persen bersumber pada teknologi dalam negeri akan bergabung dengan AL Iran, dan segera dioperasikan,” kata Laksamana Muda Siavash Jarreh, penasehat senior Komandan AL Iran Laksamana Muda Habibollah Sayyari kepada IRNA, Minggu (4/12/2016).

Dia mengapreasi jerih payah para ahli Iran  yang telah membuat negara ini menjadi satu di antara sedikit  negara di dunia yang mampu membuat kapal selam, termasuk Amerika Serikat, Rusia, Perancis , Inggris dan Cina.

AL Iran mengerahkan kapal selam pertamanya sekitar dua dekade silam dan berhasil menguasai teknologi canggih di sektor ini meskipun tak henti-henti dihantam badai embargo Barat.

Sejauh ini Iran telah meluncurkan beberapa kelas kapal selam canggih buatannya sendiri, termasuk Ghadir, Qaem, Naham, Tareq dan Sina.

Fateh dengan berat 600 ton tergolong kapal selam semi-berat, dilengkapi dengan capaian tertinggi di bidang pengembangan (state of the art/SOTA) persenjataan seperti torpedo dan ranjau laut, dan dapat menyelam hingga kedalaman lebih dari 200 meter dari permukaan laut selama hampir lima minggu.

Jarreh menambahkan bahwa AL Iran sangat tangguh dan sangat siap untuk melawan setiap ancaman terhadap negara ini.

“Angkatan Laut Iran memonitor pergerakan semua kapal asing saat ke saat setelah mereka masuk ke wilayah utara Samudera Hindia… Sepenuhnya siap melawan armada asing yang tamak,” katanya.  (presstv/alalam)

Abu Bakar al-Baghdadi Tewas?

Beberapa laporan menyebutkan dugaan tewasnya gembong nomor wahid kelompok teroris takfiri Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) Abu Bakar al-Baghdadi. Namun, dugaan ini ditepis  oleh petinggi keamanan Irak.

Dugaan itu sendiri berasal dengan lembaga Observatorium Suriah untuk HAM karena ISIS telah menyerukan kepada para petinggi militernya di Raqqah, Suriah, supaya memilih pengganti al-Baghdadi.

Sumber anonium dari pihak keamanan provinsi Nineveh, Irak, membantah dugaan itu.

“Pesawat-pesawat militer pengintai milik pasukan keamanan memantau konvoi al-Baghdadi dan pergerakannya beberapa kali belakangan ini di kawasan Hawi al-Kanisah di bagian barat Mosul, Irak utara,” ungkap sumber itu, Minggu (4/11/2016).

Laporan lain menyebutkan bahwa ISIS di hari yang sama telah memaksa banyak warga sipil supaya pindah dari bagian timur dan utara Mosul ke bagian barat kota ini.

Komandan pasukan reaksi cepat yang bernaung di bawah Kemendagri Irak, Abdul Latif Sinjari, mengutip sumber-sumber lokal mengatakan, “Kawanan bersenjata ISIS telah memblokir kawasan permukiman al-Baladiyat, al-Sadeq dan al-Muthana di Mosul timur, dan memaksa keluarga-keluarga di sana agar pindah dari rumah mereka ke kawasan permukiman lain yang dikuasai ISIS di kota ini. Mereka mengancam akan membunuh orang yang melawan perintah ISIS.”

Dia menjelaskan bahwa aksi ini ditujukan ISIS untuk menghancurkan dinding-dinding rumah di sana untuk mempermudah pergerakan para kombatan ISIS dan tak perlu turun ke jalanan apabila pasukan Irak memasuki kawasan itu.

Selain itu, rumah-rumah itu juga akan dibakar untuk menghambat gerak maju pasukan Irak dan mengganggu pemantauan udara pasukan koalisi internasional.  (raialyoum/anadolu)