Rangkuman Berita Utama Timteng, Senin 27 Februari 2017

pasukan irak di mosulJakarta, ICMES: Untuk pertama dalam operasi militer pembebasan Mosul barat yang sudah berjalan sekira satu minggu, pasukan Irak berhasil menguasai satu distrik di kawasan ini.

Tentara Suriah terlibat kontak senjata dengan pasukan Turki di kota al-Bab.

Israel mengembangkan robot untuk dikerahkan dalam operasi militer, termasuk untuk membunuh pemimpin Hizbullah Lebanon.

Empat polisi Bahrain menderita luka-luka terkena ledakan bersamaan dengan maraknya unjuk rasa di negara kerajaan kecil di Teluk Persia ini.

Berita selengkapnya;

Seminggu Beroperasi, Pasukan Irak Kuasai Satu Distrik Di Mosul Barat

Untuk pertama kalinya selama menggelar operasi militer pembebasan Mosul barat, provinsi Nineveh, Irak utara, yang sudah  berjalan satu minggu, pasukan Irak berhasil membebaskan satu distrik di Mosul barat dari pendudukan kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

“Pasukan kontra-terorisme Irak telah membebaskan distrik al-Maamoun, Mosul, dan mengibarkan bendera Irak di atas bangunan-bangunan di sana,’ ungkap komandan operasi pembebasan Mosul Letjen Abdul Amir Yarallah, sebagaimana ditayangkan TV Irak, Minggu (26/2/2017.

Dia menambahkan, “Ini merupakan distrik pertama di bagian barat kota ini yang sudah dikuasai penuh oleh pasukan Irak.”

Pasukan kontra-terorisme Irak menggempur ISIS di distrik yang terletak di barat daya Mosul pada jalur Mosul – Baghdad tersebut. Saat itu mereka sudah berhasil menguasai sebagian besar di antaranya.

Sementara itu, sumber keamanan Irak menyatakan pasukan negara ini juga berhasil membebaskan area pengeboran minyak al-Haraqiyyat di bagian barat Mosul yang selama ini menjadi sumber penyelundupan minyak terbesar oleh ISIS dari Mosul barat ke luar perbatasan Irak.

Sumber anonim itu menjelaskan bahwa pasukan Irak berhasil menguasai area itu melalui pertempuran sengit yang menewaskan 16 teroris ISIS.

Dilaporkan pula bahwa pasukan Irak telah menguasai Jembatan 4 Mosul yang menghubungkan antara bagian barat dan bagian timur kota ini, dan sekarang  pasukan Irak mengambil posisi di sekitar jembatan tersebut.

Operasi militer bersandi “Qadimun, ya Nainawa” (Kami Datang, Wahai Nineveh) babak kedua untuk pembebasan Mosul barat dimulai pada 19 Februari lalu, sedangkan pembebasan Mosul timur diumumkan secara resmi pada 24 Januari lalu.  (raialyoum/irna)

SAA Berkontak Senjata Sengit Dengan Pasukan Turki Di Al-Bab

Telah terjadi kontak senjata sengit antara Pasukan Arab Suriah (SAA) dan sekutunya di satu pihak dan pasukan Perisai Furat yang terdiri atas pasukan Turki dan kelompok-kelompok militan oposisi Suriah di pihak lain di bagian timur provinsi Aleppo, Minggu sore (26/2/2017).

Kontak senjata ini terjadi setelah SAA berhasil mengalahkan ISIS di distrik Tadaf di sisi selatan al-Bab pada hari yang sama. SAA menyatakan sudah menguasai distrik ini sehingga untuk masuk ke Al-Bab mereka tinggal menempuh jalan raya yang menghubungkan Tadaf dengan Al-Bab.  Dilaporkan bahwa kontak senjata terus berlangsung hingga Minggu malam.

Sebelumnya, pasukan Arab Suriah (SAA) mengumumkan keberhasilannya menguasai Tadaf, dan dengan demikian mereka sudah berada di perbatasan kota Al-Bab.

SAA menjelaskan bahwa kini posisi dan jarak mereka hanya tinggal sekira 2 km dari al-Bab, dan di Tadaf mereka sedang dalam proses penyapuan ranjau dan penjinakan bom-bom yang ditinggal oleh kawanan teroris ISIS di banyak bangunan maupun tempat-tempat terbuka.

SAA juga mengancam kubu oposisi yang disebutnya sebagai teroris.

“Kami akan terus berperang melawan kelompok-kelompok teroris dengan semua nama mereka sampai keamanan dan stabilitas dapat kembali ke setiap jengkal tanah Suriah,” tegas SAA.

Di pihak lain,  Kamis pekan lalu kubu oposisi Suriah yang didukung oleh tentara Turki mengaku telah menguasai Al-Bab secara penuh setelah mengalahkan kawanan teroris ISIS. (raialyoum)

Israel Kembangkan “Robot Kebal” Untuk Habisi Hassan Nasrallah

Rezim Zionis Israel dilaporkan akan membuat inovasi baru dengan tujuan membalas dendam para pejuang Lebanon dan Palestina . Menteri Israel Ayoob Kara menyatakan pihaknya dalam beberapa tahun ke depan mengembangkan “robot-robot” spesial yang dapat dikendalikan dari jarak jauh untuk melancarkan operasi militer, termasuk untuk menghabisi Sekjen Hizbullah Sayyid Hassan Nasrallah dan para pemimpin Hamas.

Dalam pidato di depan sejumlah besar warga Zionis dia mengatakan, “Israel akan mengembangkan robot-robot khusus yang dapat dioperasikan dari jauh sehingga nantinya tentara Israel tak perlu masuk ke Gaza.”

Dia menjelaskan bahwa robot-robot ini sengaja dikembangkan untuk menghadapi Hizbullah dan Hamas, dan “akan mencapai terowongan-terowongan bawah tanah, mengidentifikasi sasaran dan personil dari jauh, dan akan memerangi dan membunuh mereka di dalamnya.”

Politisi Partai Likud yang dekat dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ini mengutip pernyataan mendiang Simor Peres bahwa sebelum meninggal dia menyebutkan nama tempat di Amerika Serikat untuk pembuatan robot.

“Robot-robot ini tak dapat dihabisi, tembakan tak akan mempan, karena akan dibuat dengan bahan khusus,” lanjutnya.

Dia bersumbar bahwa Israel nanti tidak perlu lagi mengerahkan tentara karena sudah digantikan oleh robot-robot ini.

“Saya tidak ingin satupun pasukan menerobos perbatasan. Sebaliknya, robot-robotlah yang akan menerobos Jalur Gaza dengan mengendalikannya dari jarak jauh,” sumbarnya.

Dia kemudian menyebut nama Nasrallah dengan mengatakan, “Robot-robot untuk menghabisi Nasrallah dan para petinggi Hamas sedang dikembangkan dan masih perlu waktu satu, dua atau tiga tahun.” (almasdar)

Ledakan Di Bahrain Lukai Empat Polisi

Empat polisi Bahrain menderita luka-luka terkena “serangan teror” di bagian selatan negara kerajaan ini, Minggu (26/2/2017). Bersamaan dengan ini terjadi pula unjuk rasa akbar rakyat Bahrain untuk membela pemimpin agama mereka, Syeikh Isa Qassim.

“Satu unit bus transportasi polisi terkena ledakan teror… mengakibatkan empat personil terluka, namun kondisi mereka stabil,” cuit Kemendagri Bahrain di Twitter.

Kemendagri Bahrain tidak memberikan keterangan lebih lanjut, kecuali bahwa serangan itu terjadi dekat kawasan Jaw yang pada tanggal 2 Januari lalu dilanda serangan terhadap sebuah penjara hingga menyebabkan kaburnya 10 orang tervonis hukuman berat karena terlibat “aksi teror.”

Dalam peristiwa lain yang terjadi Minggu malam, pasukan keamanan Bahrain terlibat bentrok dengan para pengunjuk rasa di sekitar Manama, ibu kota Bahrain, menyusul penyidangan terhadap ulama senior Muslim Syiah Bahrain Ayatullah Syeikh Isa Qassim.

Para pengunjuk rasa saat itu memekikkan slogan-slogan anti rezim al-Khalifah sembari membawa poster-poster Syeikh Isa Qassim yang kewarganegaraannya telah dicabut pada Juni 2016.

“Bela Ayatullah Syeikh Isa Qassim, meski harus mati,” pekik mereka.

Malam itu terjadi unjuk rasa besar-besaran di berbagai penjuru Bahrain sebagai respon rakyat atas seruan para ulama Bahrain demi membela Syeikh Isa Qassim.

Para ulama mengingatkan, “Rakyat telah menegaskan kesiapan penuh mereka mati syahid dan berkorban demi membela pemimpin agama dan nasionalnya, Syeikh Isa Qassim, dengan kesadaran penuh bahwa membelanya merupakan urusan agama yang telah terancam bahaya dalam sejarah negeri ini.”

Seperti diketahui, Bahrain rusuh sejak rezim al-Khalifah yang berkuasa di negara ini menggunakan tangan besi untuk menumpas gerakan reformasi yang dimulai pada tahun 2011 dan berlanjut sampai sekarang.  (raialyoum/alalam)