Rangkuman Berita Utama Timteng, Senin 26 Juni 2017

rouhani dan emir qatar syeikh Tamim bin Hamad al-ThaniJakarta, ICMES: Emir Qatar Tamim bin Hamad al-Thani menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri kepada Presiden Iran Hassan Rouhani dan menegas kelanjutan hubungan negaranya dengan Iran.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyambut baik penolakan Qatar terhadap daftar permintaan yang diajukan Saudi dan sekutunya kepada Qatar, dan menyebut permintaan ini menyalahi hukum internasional.

Raja Mohammed VI dari Maroko menyatakan pihaknya menghargai kerjasama dan solidaritas antara negaranya dan Qatar.

Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran menyatakan pihaknya siap bekerjasama dengan militer negara-negara Islam untuk mengatasi berbagai persoalan dunia Islam, terutama dalam menghadapi imperialisme dunia.

Berita selengkapnya;

Hubungi Presiden Iran, Emir Qatar Tegaskan Kelanjutan Hubungan Dengan Iran

Emir Qatar Tamim bin Hamad al-Thani menyampaikan ucapan selamat via telefon kepada Presiden Iran Hassan Rouhani berkenaan dengan Idul Fitri 1 Syawal 1348 H yang di Iran jatuh pada hari ini, Senin (26/6/2017).

Komunikasi telefon antara keduanya ini tercatat sebagai yang kedua kalinya sejak Qatar dilandasi krisis hubungan dengan tiga negara jirannya, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Bahrain, serta Mesir.

Dalam percakapan ini Presiden Rouhani menegaskan penolakan negaranya terhadap tekanan kubu Saudi terhadap Qatar, sementara Emir Tamim menegaskan pintu Qatar terbuka bagi kerjasama dengan Iran.

“Iran menolak blokade terhadap Qatar. Udara, darat dan laut Iran selalu terbuka bagi Qatar selaku negara jiran dan saudara. Membantu ekonomi Qatar dan pertumbuhan hubungan, terutama di sektor tertentu, bisa menjadi tujuan bersama kedua nagara,” ungkap Rouhani.

Dia menegaskan dukungan Teheran kepada rakyat dan pemerintah Qatar sembari mengatakan, “Tekanan dan sanksi bukan cara yang benar untuk mengatasi perselisihan antarnegara… Hubungan persaudaraan dan persahabatan antara Iran dan Qatar adalah untuk kemaslahatan kawasan.”

Dia menambahkan, “Sikap moderat dan rasionalitas harus mewarnai hubungan antarnegara regional, dan kami berharap problematika regional dapat diselesaikan melalui jalur dialog, dan Iran siap berpartisipasi dan membantu memulihkan stabilitas regional… Dunia Islam harus bersatu dan harmonis, Iran dan Qatar dapat bekerjasama untuk mewujudkannya.”

Di pihak lain, Emir Qatar mengatakan, “Pengkuan Qatar terbuka untuk interaksi dan kerjasama dengan Iran. Hubungan Iran – Qatar selama ini selalu berkembang, kokoh, dan kami siap mengembangkan kerjasama ini di semua bidang serta siap pula bekerjasama untuk mengatasi problematika dunia Islam.”

Dia melanjutkan, “Dunia Islam mengalami kondisi sulit, dan penyelesaikan masalah memerlukan pengutamaan bahasa yang bijak dan dialog.”

Pernyataan ini Emir Qatar ini sekaligus merupakan penolakan terhadap desakan kubu Saudi supaya Qatar memutuskan atau mengurangi taraf hubungannya dengan Iran.

Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Mesir sejak 5 Juni lalu memutuskan hubungan diplomatiknya dengan Qatar, kemudian menerapkan beberapa sanksi terhadap Doha dengan menutup zona darat, laut, dan udaranya bagi Qatar, namun Iran dan Turki justru bangkit memasok kebutuhan Qatar.

Kubu Saudi itu telah mengajukan daftar tuntutannya kepada Qatar berisikan 12 poin sembari menetapkan tenggat waktu 10 hari bagi Qatar untuk menerapkannya demi menyudahi sanksi tersebut.

Kubu Saudi antara lain menuntut penutupan jaringan berita TV Al-Jazeera, menurunkan level hubungan diplomatiknya dengan Iran, menutup pangkalan militer Turki di Qatar, dan memutus hubungannya dengan kelompok-kelompok yang mereka sebut teroris, termasuk Ikhwanul Muslimin dan Hizbullah. (rayalyoum)

Erdogan Sambut Gembira Penolakan Qatar Terhadap Desakan Kubu Saudi

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyambut baik penolakan Qatar terhadap daftar permintaan yang diajukan Saudi dan sekutunya kepada Qatar, dan menyebut permintaan ini menyalahi hukum internasional.

“Kami menyambut gembira (sikap Qatar) karena kami menganggap daftar yang terdiri atas 13 poin itu berlawanan dengan hukum internasional,” katanya, seperti dilansir kantor berita resmi Turki, Anadolu.

Berbicara dengan wartawan usai shalat Idul Fitri, Minggu pagi (25/6/2017), di Masjid Istanbul, dia menambahkan bahwa permintaan yang ditujukan kubu Saudi kepada Qatar yang notabene sekutu Turki itu “terlampau jauh”.

“Apa yang kita bicarakan di sini ialah serangan terhadap kedaulatan sebuah negara,” ungkapnya.

Seperti diketahui, sejak 5 Juni lalu Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Mesir ramai-ramai memutuskan hubungan diplomatiknya dengan Qatar, kemudian menerapkan beberapa sanksi terhadap Doha dengan menutup zona darat, laut, dan udaranya terhadap Qatar serta meminta warga negara Qatar keluar dari wilayah mereka.

Kubu Saudi itu kemudian mengajukan daftar tuntutan kepada Qatar berisikan 12 poin sembari menetapkan tenggat waktu 10 hari bagi Qatar untuk menerapkannya demi menyudahi sanksi tersebut.  Qatar lantas menyatakan bahwa desakan kubu Saudi itu tidak realistis.

Kubu Saudi antara lain menuntut penutupan jaringan berita TV Al-Jazeera yang mereka nilai telah mengobarkan perselisihan antarnegara regional. Mereka juga mendesak Qatar agar menurunkan level hubungan diplomatiknya dengan Iran, menutup pangkalan militer Turki di Qatar, dan memutus hubungannya dengan kelompok-kelompok yang mereka sebut teroris, termasuk Ikhwanul Muslimin dan Hizbullah.

Sebagai sekutu Qatar, parlemen Turki beberapa waktu lalu mengesahkan keputusan pengiriman ribuan personil tentaranya ke Qatar, dan sejauh ini di Qatar sudah puluhan tentara Turki.

Erdogan menyebut desakan supaya Turki menarik pasukannya dari Qatar “tidak menghargai Turki.” (rayalyoum)

Raja Maroko Hargai Kerjasama Negaranya Dengan Qatar

Raja Mohammed VI dari Maroko, Minggu (25/6/2017), menyatakan pihaknya menghargai kerjasama dan solidaritas antara negaranya dan Qatar. Hal ini dia kemukakan dalam ucapan selamatnya kepada Emir Qatar Tamim bin Hamad al-Thani atas peringatan penobatan Tamim sebagai emir Qatar.

Kepada Emir Qatar, Raja Maroko mengaku menghargai “persaudaraan yang kokoh, dan sikap saling menghormati yang mempertemukan keduanya, baik secara pribadi maupun keluarga.”

Dia menegaskan kelanjutkan kerjasama bilateral maupun dalam bingkai partisipasi strategis antara Maroko dan enam anggota Dewan Kerjasama Teluk (GCC), yaitu Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Kuwait, Qatar, Bahrain, dan Oman.

Pernyataan Raja Maroko ini tak pelak menjadi pukulan bagi Saudi, UEA, Bahrain, dan Mesir yang telah memutuskan hubungan diplomatiknya dengan Qatar sejak 5 Juni lalu sampai sekarang. (mm/rayalyoum)

Singgung Isu Palestina, Militer Iran Nyatakan Siap Kerjasama Dengan Negara-Negara Islam

Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran Mayjen Mohammad Bagheri menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri 1 Syawal 1438 H secara terpisah kepada pimpinan militer di negara-negara Islam, dan berpesan mengenai kesiapan Angkatan Bersenjata Iran untuk memperkuat kerjasamanya dengan mereka.

Dalam pesan ini dia menegaskan urgensi pengokohan persatuan antarumat Islam di tengah kondisi krusial yang sedang melanda Dunia Islam, terutama berkenaan dengan isu Palestina.

“Jelas bahwa pembebasan Palestina yang mulia dari tangan para Zionis sang perampas, penanggulangan terorisme dalam segala bentuknya, dan terlebih lagi perlawanan terhadap para imperialis dunia sebagai sumber masalah dan perpecahan antarnegara regional harus selalu mendapat kepedulian dari para pejabat Dunia Islam,” imbaunya.

Di bagian akhir pesannya dia menyatakan, “Saya memanfaatkan kesempatan ini untuk menyatakan kesiapan Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran untuk mengembangkan dan kerjasama penuh kecintaan dalam semua dimensi dengan pemerintah dan angkatan bersenjata negara-negara sahabat dan saudara, sembari berharap kemulian bagi mereka dan keluarga, serta peningkatan kemajuan dan kemakmuran  bagi angkatan bersenjata mereka.” (alalam)