Rangkuman Berita Utama Timteng, Senin 13 Februari 2017

.

.

Jakarta, ICMES: Hizbullah membantah laporan bahwa kelompok pejuang Lebanon yang ikut berperang di Suriah ini mengupayakan perubahan demografis di Suriah.

Pasukan Turki berhasil menguasai sebagian wilayah utara kota al-Bab, Suriah, setelah menjalani pertempuran yang menewaskan belasan anggota ISIS.

Sedangkan di Afghanistan, sedikitnya 33 anggota ISIS tewas di tangan pasukan keamanan Afghanistan, dan di Irak pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi dikabarkan menderita luka parah terkena serangan udara pasukan Irak.

Berita selengkapnya:

Nasrallah Bantah Hizbullah Upayakan Perubahan Demografis di Suriah

Sekjen Hizbullah Lebanon Sayyid Hassan Nasrallah membantah keras laporan sebagian media Arab bahwa Hizbullah dan Iran menolak gencatan senjata yang diputuskan pada pertemuan di Astana, Kazakhstan, dan mengupayakan perubahan demografis di Suriah.

“Iran dan Hizbullah mendukung penuh gencatan senjata di Suriah, baik dijalin di Astana maupun di tempat lain. Kami mendukung segala tindakan atau manajemen penghentian pertumpahan darah, dan mendukung setiap rekonsialisi di Suriah,” tuturnya dalam acara peringatan tujuh hari wafatnya anggota Dewan Pusat Hizbullah Syekh Hussein Obeid, Minggu (12/2/2017).

Menurutnya, negara-negara pendukung terorisme telah menuding Hizbullah berusaha melakukan perubahan demografis di Suriah.

“Padahal tak ada perubahan demografis di Suriah. Faktanya ialah bahwa sebagian kawanan bersenjata bersikukuh meninggalkan kota lalu pemerintah Suriahpun memfasilitasi perpindahan ini dan membawa mereka dengan aman ke tempat perlindungan mereka. Perpindahan ini tidak bisa disebut pengubahan demografi yang berarti penempatan penduduk di lokasi yang bukan tempat mereka. Semua tuduhan ini bertujuan menebar agitasi bermotif mazhab dan sektarian,” jelasnya.

Dia memastikan pihaknya mendukung rekonsiliasi di manapun di wilayah Suriah, dan berperan aktif pada sebagian di antaranya.

“Kami sangat berkeingingan menyelesaikan beberapa krisis kemanusiaan, terutama tragedi al-Fouah dan Kafarya, dan beranggapan bahwa opsi yang tepat adalah kerjasama dengan penuh keyakinan untuk mengembalikan para pengungsi ke kota, desa, dan rumah masing-masing,” katanya.

Dia menilai keberhasilan pasukan pemerintah Suriah dan sekutunya membebaskan kota Aleppo sebagai prestasi besar dalam mengupayakan gencatan senjata dan membukakan pintu bagi perundingan Jenewa.

“Suriah telah melewati 99 persen bahaya penggulingan pemerintahan, dan proses baru sekarang adalah proses di mana kelompok-kelompok takfiri berputus asa untuk dapat menguasai Suriah,” lanjutnya.

Mengenai Turki, dia menilai Ankara semula memang menyokong  dan mempersenjatai ISIS serta membukakan perbatasan untuk kelompok teroris ini dengan persyaratan mengenai minyak, tapi Ankara kemudian terlihat menyesali hubungan dan dukungannya kepada ISIS sehingga sekarang Turki justru ikut memerangi ISIS. (alalam)

Pasukan Turki Kuasai Kawasan di Utara al-Bab, 17 Anggota ISIS Tewas

Pasukan Kebebasan Suriah (SFA) yang didukung pasukan Turki dalam operasi militer bersandi Perisai Furat berhasil menguasai area pertanian al-Shahabi di kawasan gerbang utara kota al-Bab, dan sedikitnya 17 anggota ISIS tewas dalam pertempuran dengan mereka.

Abu Mohammad al-Na’is, ketua dewan militer di al-Bab mengatakan kepada DPA bahwa kelompok-kelompok opisisi Suriah yang tergabung dalam SFA menguasai kawasan itu setelah terlibat kontak senjata sengit dengan ISIS, Minggu (12/2/2017).

“Pasukan SFA membunuh lebih dari 17 anggota ISIS dan melukai 20 lainnya serta merebut sejumlah senjata dan peralatan tempur,” ungkapnya kepada DPA.

Tokoh lain dari kelompok Brigade al-Mu’tasim yang juga tergabung dalam operasi Perisai Furat mengatakan  operasi ini telah menerjang posisi-posisi ISIS di distrik Qabasin di bagian utara al-Bab serta menguasai sejumlak titik di sekitar distrik ini.

Sabtu lalu pasukan Turki dan kelompok-kelompok bersenjata Suriah yang didukungnya dilaporkan telah memasuki al-Bab yang mereka kepung dari tiga arah timur, utara dan barat setelah pasukan pemerintah Suriah juga bergerak maju menekan ISIS dari arah selatan kota yang menjadi markas terakhir ISIS di provinsi Aleppo, Suriah utara tersebut.

Gerak maju SAA ke al-Bab meningkatkan resiko terjadinya konfrontasi mereka dengan tentara Turki dan kelompok-kelompok pemberontah Suriah dukungan Turki yang tergabung dalam Pasukan Kebebasan Suriah (FSA), dan sempat terbetik kabar adanya kontak senjata antara kedua kubu.

Tak jelas apakah kedua kubu ini sudah menjalin kesepakatan diam-diam terkait serangan ke al-Bab, terutama karena Rusia yang mendukung serangan SAA pernah beberapa kali ikut serta dalam serangan udara Turki terhadap ISIS di al-Bab. raialyoum)

33 Teroris ISIS Tewas Diganyang Pasukan Afghanistan

Sedikitnya 33 anggota kelompok teroris ISIS tewas dan 12 lainya luka-luka diterjang serangkaian operasi serangan udara dan darat di provinsi Nangarhar, Afghanistan timur, Sabtu (11/2/2017). Demikian dikatakan oleh seorang pejabat keamanan Afghanistan, Minggu (12/2/2017)..

Pejabat keamanan lokal yang meminta identitasnya dirahasiakan ini mengatakan bahwa puluhan anggota ISIS yang tewas dan luka itu tersebar di tiga kawasan yang rawan dari segi keamanan, yaitu distrik Achin, Rudat, dan Kut.

Dia menambahkan bahwa dalam operasi itu pasukan keamanan Afghanistan juga telah menghancurkan beberapa tempat persembunyian ISIS serta menyita banyak senjata, amunisi, dan bom IED.

Tidak ada komentar mengenai laporan ini dari kelompok-kelompok pembangkang bersenjata Afghanistan.

Laporan lain menyebutkan bahwa di hari yang sama seorang petinggi lokal gerakan Taliban bernama Maulawi Naqibullah serta sejumlah anggota kawanan bersenjata lokal dan asing juga tewas di provinsi Badakhshan diterjang operasi pasukan kontra-terorisme Afghanistan.

“Maulawi Naqibullah ada di antara 11 orang yang tewas dalam operasi ini,” katanya.

Dia menambahkan bahwa di antara mereka juga terdapat empat warga negara asing. (khaamapress)

Al-Baghdadi Dikabarkan Luka Parah di Irak Barat

Sumber keamanan Irak menyebutkan bahwa pemimpin kelompok teroris takfiri Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) Abu Bakar al-Baghdadi terluka akibat serangan udara di kota al-Qaim di bagian barat provinsi Anbar, Irak barat.

Beberapa media mengutip pertanyaan sumber di lembaga intelijen Kemendagri Irak bahwa al-Baghdadi menderita luka parah terkena serangan udara Irak tiga hari lalu, kemudian dibawa lari dari provinsi Anbar ke wilayah Suriah.

Sumber itu menambahkan bahwa beberapa tokoh ISIS tewas dalam peristiwa tersebut, dan al-Baghdadi saat itu berada al-Qaim untuk menghadiri pertemuan para pemimpin ISIS yang membicarakan perkembangan situasi lapangan di Mosul.

Sumber keamanan Irak lainnya menyatakan ada kemungkinan dan belum dapat dipastikan bahwa al-Baghdadi terluka.

Perdana Menteri Irak Haider Abadi 7 Februari lalu mengatakan otoritas Irak mengantongi informasi tempat keberadaan gembong ISIS Abu Bakar al-Baghdadi.

Saat ditanya mengenai apakah pemimpin ISIS berada di Mosul yang sebagian besarnya sudah direbut lagi oleh pasukan Irak, Abadi mengatakan, “Saya tidak mengungkapkan apapun soal ini, ada data-data tertentu mengenai di mana dia berada.” (raialyoum/alalam)