Rangkuman Berita Utama Timteng, Selasa 8 November 2016

polisi-irakJakarta, ICMES:  Polisi Irak menyatakan dalam operasi pembebasan Mosul pihaknya berhasil membebaskan wilayah seluas 1846 km persegi, membebaskan lebih dari 2000 keluarga, dan membunuh 935 teroris ISIS.

Pasukan Irak berhasil membebaskan distrik Hammam al-Alil, dan menemukan 100 mayat tanpa kelala korban eksekusi ISIS.

Lebih dari 30 teroris takfiri menemui ajalnya akibat serangan udara Suriah terhadap beberapa posisi mereka di barat laut kota Homs.

Kemlu Iran mengatakan bahwa Mesir bisa menjadi mitra kerjasama dan kawan dialog dengan Iran, dan untuk ini diperlukan upaya timbal balik.

Iran menyatakan bahwa kapal pembawa perahu tempur cepat buatan negara ini akan segera bergabung dengan AL IRGC.

Berikut ini berita selengkapnya:

Polisi Irak Bebaskan 1884 km Wilayah, 935 Teroris ISIS Tewas

Komandan polisi federal Irak Brigjen Raid Shakir Joudat, Senin (7/11/2016) menyatakan bahwa sejak operasi pembebasan Mosul, Irak utara, dari cengkraman teroris ISIS dimulai pada tanggal 17 Oktober lalu sampai sekarang pihaknya berhasil membebaskan wilayah di selatan kota ini seluas 1846 km persegi yang terdiri atas 93 desa, dan membebaskan lebih dari 2000 keluarga.

Lebih rinci dia menjelaskan sebanyak 935 teroris ISIS tewas, dan 106 lainnya tertangkap. Selain itu, 190 bom mobil, 52 mobil bersenjata otomatis, dan 29 mobil berpeluncur roket milik kelompok  ekstrim ini hancur, dan 26 mobil lain untuk berbagai keperluan disita.

Dia menambahkan bahwa 71 sarang teroris, 48 pangkalan roket, 83 motor berbahan peledak, dan 49 senjata artileri juga hancur,  24 bengkel perakitan bom diamankan, dan 1420 bom dijinakkan.

Sumber militer Irak menyatakan kota Bashiq, 20 km timur laut Mosul, berhasil dibebaskan secara total oleh pasukan Kurdi Irak, Peshmerga. Dengan bantuan serangan udara, pasukan ini masuk ke dalam kota dari tiga arah pada Senin pagi.

Dengan bebasnya Bashiqa, ISIS di Mosul kehilangan jalur suplainya dari arah utara.

Sumber keamanan provinsi Diyala menyatakan tentara dan polisi Irak telah menemukan jaringan terowongan di daerah al-Intisar, timur Mosul. Terowongan itu digunakan ISIS untuk mengakses ke pusat kota Mosul.

Hammam al-Alil Bebas, 100 Mayat Tanpa Kepala Ditemukan

Pasukan Irak Senin kemarin berhasil membebaskan distrik Hammam al-Alil  yang merupakan pintu masuk Mosul di selatan kota ini.

Reporter AFP menyebutkan bahwa tentara, polisi federal, dan pasukan elit yang bernaung di bawah Kementerian Dalam Negeri telah menguasai penuh Hammam al-Alil yang merupakan distrik terakhir menuju Mosul dari arah selatan.

Berbagai media lokal melaporkan bahwa di distrik ini pasukan Irak menemukan 100 mayat korban eksekusi ISIS.

Mayat-mayat itu ditemukan di gedung fakultas pertanian, dan tim penyelidik didatangkan ke sana untuk melakukan pemeriksaan.

Sementara itu, War Media Cell melaporkan bahwa Abu Marya, komandan tempur ISIS untuk wilayah Baghdad dan Diyala, tewas diterjang serangan udara di sebuah kawasan di utara Baghdad.

Serangan Udara Suriah Tewaskan 30 Teroris Takfiri

Lebih dari 30 teroris takfiri menemui ajalnya akibat serangan udara Suriah terhadap beberapa posisi mereka di barat laut kota Homs.

Sumber-sumber militer Suriah, Senin (7/11/2016), menyatakan bahwa beberapa jet tempur Suriah telah membombardir sebuah markas Jabhat al-Nusra, kelompok teroris cabang al-Qaeda di Suriah belakangan menggunakan nama Jabhat Fatih al-Sham, di desa Aqrab di sisi barat laut Homs.

Serangan ini membuat markas itu luluh lantak dan lebih dari 30 anggota Jabhat al-Nusra tewas.

Dalam operasi lain, pasukan darat pemerintah Suriah menggempur beberapa posisi kelompok teroris yang sama di desa Zakfaraniyah di distrik Talbisa, utara Homs, dengan menggunakan roket dan senjata artileri, mengakibatkan beberapa teroris tewas.

Iran Ajak Mesir Jadi Mitra

Juru bicara Kemlu Iran Bahram Ghasemi mengatakan bahwa Mesir bisa menjadi mitra kerjasama dan kawan dialog dengan Iran, dan untuk ini diperlukan upaya timbal balik.

Dalam konferensi pers mingguannya di Teheran, Senin (7/11/2016), dia mengatakan negaranya ingin memiliki hubungan yang lebih baik dengan negara-negara jiran dan memandang Mesir sebagai negara penting dan berpengaruh di Timteng.

“Mesir merupakan negara penting, kuno, dan berpengaruh di kawasan sehingga bisa menjadi mitra kerjasama kami dan kawan dialog kami,” ujarnya.

Dia menyayangkan hubungan Teheran – Kairo yang sejauh ini masih berkutat pada taraf menjaga kepentingan bilateral akibat berbagai faktor.

Ghasemi juga mengatakan bahwa Iran tidak ambil pusing urusan pemilu presiden Amerika Serikat (AS).

Menurutnya, siapapun yang terpilih nanti sebagai presiden AS, hubungan antara Iran dan AS tidak akan berubah. Dia memastikan tak ada kerjasama diplomatik antara Teheran dan Washington kecuali berkenaan dengan perundingan nuklir dari  tahun 2013 hingga Januari 2016, dan karena itu kesempakatan yang dicapai melalui kerjasama Teheran-Washington ini krusial bagi Teheran.

Sebelumnya, Presiden Iran Hassan Rouhani menyebut pemilu presiden AS menghadirkan pilihan antara “yang buruk dan yang lebih buruk.”

Iran Akan Operasikan Kapal Pembawa Speedboat Tempur

Komandan Angkatan Laut (AL) Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Laksamana Ali Fadavi menyatakan bahwa kapal pembawa perahu tempur cepat buatan Iran akan segera bergabung dengan AL IRGC.

Dia mengatakan bahwa berkat jerih payah pusat riset IRGC, kapal pembawa perahu cepat untuk kepentingan militer itu akan bergabung dengan AL IRGC pada akhir tahun kalender Iran (20 Maret 2017).

Menurutnya, pengoperasian kapal ini akan memperlihatkan peningkatan kekuatan Iran di perairan dunia, khususnya di kawasan Teluk Persia dan Laut Oman.

Dia juga menegaskan bahwa Iran terus melakukan modernisasi kekuatan militernya, dan kapal pembawa perahu speedboat tempur juga terus dikembangkan di negara ini.

(raialyoum/alsumaria/almasalah/rudaw/alsumaria/sana/irna/alalam)