Rangkuman Berita Utama Timteng, Selasa 3 Januari 2017

tank-irak-di-mosul2Jakarta, ICMES: wilayah kota Mosul, Irak utara, yang sudah berhasil dibebaskan sudah mencapai 60 persen. Bersamaan dengan ini, kawanan teroris menyerang markas polisi di Samarra, utara Baghdad, dan Mufti Besar Ahlussunnah Irak  selamat dari serangan bom bunuh diri teroris di bagian barat Baghdad. Di Kirkuk, ISIS memungut tebusan uang sebesar US$ 600 dari setiap orang yang ingin keluar dari wilayah pendudukan mereka.

Berita selengkapnya;

Distrik al-Intisar Bebas, Wilayah Mosul Yang Bebas Jadi 60%

Seorang pejabat Irak menyatakan bahwa wilayah kota Mosul, Irak utara, yang sudah berhasil dibebaskan sudah mencapai 60 persen. Kawasan yang terbaru di antaranya ialah distrik al-Intisar yang dibebaskan menyusul pembebasan distrik al-Karamah dari cengkraman ISIS, sementara lebih dari 1500 lagi warga mengungsi dari beberapa distrik, Senin (2/1/2017).

Dilaporkan bahwa dalam pertempuran terbaru sebanyak lebih dari 180 teroris ISIS bergelimpangan tanpa nyawa, sementara delapan markas, tiga bom mobil, dan beberapa kendaraan militer bersenapan otomatis milik ISIS hancur, dan dua drone mereka tertembak jatuh.

Lebih dari 1500 penduduk Mosul mengungsi. Mereka yang berasal dari distrik al-Quds, al-Karamah, dan al-Sumar itu bergerak menuju tempat-tempat keberadaan pasukan keamanan Irak setelah mereka sempat terjebak di tengah pertempuran sengit.

Dalam peristiwa lain, pasukan relawan al-Hashd al-Shaabi dan pasukan keamanan Irak berhasil menggagalkan upaya kawanan teroris ISIS menyusup ke markas militer Irak di bagian barat provinsi Anbar.

Mereka terlibat kontak senjata di kawasan antara al-Kilu dan al-Sakar menuju sahara al-Nakhib. Dalam peristiwa ini enam teroris tewas dan beberapa lainnya luka-luka.

Di Baghdad, bersamaan dengan kunjungan Presiden Perancis Francois Hollande, para teroris mengamuk dengan melancarkan beberapa peledakan bom bunuh diri yang satu di antaranya menewaskan sedikitnya 35 orang di kawasan al-Sadr yang mayoritas penduduknya bermazhab Syiah.(mm/alalam/irna)

Markas Polisi di Samarra Diserang Kawanan Teroris Pemakai Bom Rompi

Kawanan teroris terus mengamuk di Negeri 1001 Malam. Setelah mengacak-acak Baghdad dengan beberapa ledakan bom bunuh diri, giliran markas polisi di Samarra, 110 km utara Baghdad, diserang oleh kawanan teroris yang mengenakan bom rompi, Senin malam (2/1/2017), sebagaimana dinyatakan otoritas Irak.

Jubir Kemendagri Irak Brigjen Saad Maan kepada wartawan mengatakan, “Terjadi serangan para teroris terhadap markas kepolisian al-Mutawakkil (Samarra), dan pasukan Irak mengepung para penyerang.”

Disebutkan bahwa kontak senjata terus berlanjut pada Senin malam antara polisi dan kawanan penyerang yang masuk ke markas kepolisian dan bertahan di dalamnya.

Seorang perwira polisi mengatakan lima penyerang tewas, dan telah dilakukan penguatan pasukan di Samarra.

Kelompok teroris ISIS menyatakan bertanggungjawab atas serangan ini, seperti dilaporkan kantor berita Amaq milik ISIS.

Senin pagi sebelumnya, ISIS juga menyatakan bertanggungjawab atas ledakan bom mobil yang menjatuhkan puluhan korban jiwa di distrik al-Sadr, Baghdad.

Pejabat Samarra Mahmoud Khalaf membantah laporan adanya orang  yang disandera oleh kawanan bersenjata di kota Samarra. Dia meminta media agar lebih cermat dan merujuk pada sumber yang valid dalam membuat laporan.

Sebelumnya, sumber keamanan di provinsi Salahuddin menyebutkan bahwa pelaku serangan bunuh diri telah meledakkan diri dini hari ini di distrik al-Mu’tasim, tempat makam dua imam al-Askari di pusat kota Samarra, lalu  disusul dengan tembakan senjata sengit serta ada laporan mengenai jatuhnya beberapa korban.

Sumber itu menambahkan, “Kawanan bersenjata telah menyandera beberapa orang di dua markas al-Amam dan al-Mutawakkil  di pusat kota, sementara polisi mengepung lokasi di tengah sengitnya kecamuk tembakan…Polisi memberlakukan jam malam di kota ini.” (mm/rayalyoum/alsumarianews)

Diserang Bom Mobil, Mufti Ahlussunnah Irak Selamat

Mufti Besar Ahlussunnah Irak Allamah Syeikh Mahdi al-Sumaida’i selamat dari serangan bom bunuh diri teroris di bagian barat Baghdad.

Zaid al-Halbusi, pejabat kantor Allamah al-Sumaida’i menyatakan satu bom mobil meledak Senin malam dekat Masjid Jami’ Umm al-Bathul ketika rombongan mufti ini melintas.

“Tapi beliau selamat dari ledakan, tanpa menderita luka apapun” katanya, tanpa memberikan keterangan lebih lanjut.

Sebelumnya, sumber kepolisian menyatakan terdengar ledakan yang tak jelas asal dan akibatnya di bagian barat Baghdad.

Sebelum itu pula, lima ledakan bom mobil mengguncang Baghdad yang masing-masing terjadi di;  kawasan al-Baladiyat di bagian timur yang menyebabkan satu orang tewas dan tiga lainnya cidera; distrik al-Sadr di bagian timur Baghdad yang menjatuhkan puluhan korban jiwa dan luka;  belakang rumah sakit al-Kindi dekat Jl. Palestine tanpa ada keterangan mengenai korban yang mungkin jatuh;  Rumah Sakit al-Jawadir  di Baghdad timur yang menyebabkan satu orang meninggal dan puluhan lainnya menderita luka-luka; dan terakhir kawasan al-Zaafaraniyah yang menyebabkan beberapa warga cidera.

Syekh Al-Sumaidai dinyatakan murtad oleh para ekstrimis berhaluan Salafi/Wahabi karena tidak sependapat dengan mereka  karena dia termasuk ulama yang mengedepankan persatuan Sunni dan Syiah.  (rt/almaalomah)

ISIS Pasang Bandrol USS 600 Bagi Warga Yang Ingin Kabur

Sumber militer Pasukan Kurdi Peshmerga dan penduduk provinsi Kirkuk menyatakan bahwa kelompok teroris ISIS memasang tarip sebesar US$ 600 bagi setiap orang yang ingin keluar dari kawasan-kawasan yang dikuasai ISIS di selatan provinsi Kirkuk.

Hiwa Anwar, perwira pasukan Kurdi Peshmerga berpangkat kolonel, mengatakan, “Setiap hari ada yang ratusan orang yang meminta perlindungan dari kami di antara warga sipil yang kabur dari berbagai kawasan yang dikuasai ISIS (di provinsi Kirkuk), dan kelompok ini mewajibkan kepada setiap orang yang ingin keluar membayar US$ 600.”

Dia menambahkan bahwa tarip ini diterapkan kepada siapapun, tanpa ada pengecualian.

Senada dengan ini, Amirah Hasan, seorang ibu rumah tangga Irak, mengaku telah meninggalkan desa Ramlah di distrik al-Huwaijah di selatan Kirkuk setelah membayar US$ 600.

“Jika Anda membayar maka ISIS akan melepaskan pandangannya dari Anda, dan kami sekeluarga yang terdiri atas tujuh orang telah membayar US$ 4200 sehingga kami dapat keluar,” terangnya kepada kantor berita Turki, Anadolu.

Dia juga menjelaskan bahwa keluarga ini telah melintasi jalan yang sangat rawan ledakan ranjau, tapi akhirnya mereka dapat keluar dengan selamat dari kawasan yang diduduki ISIS di provinsi Kirkuk.

Kesaksian serupa juga dinyatakan oleh seorang nenek Irak, Amirah Sami, yang juga berhasil lolos dari wilayah kekuasaan ISIS dengan menguras sisa harta yang masih dimilikinya.

“Hanya orang yang berharta saja yang bisa pergi, sedangkan yang tidak punya apa-apa harus diam mendekam dalam rumahnya.  Saya, anak-anak, dan cucu-cucu saya telah membayar dengan segala yang kami miliki, dan kami dapat lolos dari ISIS,” tuturnya.

ISIS menguasai kawasan selatan provinsi Kirkuk, termasuk distrik Huwaijah, al-Zab, dan al-Riyadh yang dihuni oleh warga Arab Sunni, sementara penduduk provinsi ini terdiri atas warga bersuku Turkmen, Arab, dan Kurdi.  (raialyoum)