Rangkuman Berita Utama Timteng, Selasa 25 Oktober 2016

Iraq army preparing to recapture MosulJakarta, ICMES: Pasukan Irak yang berjuang menuju Mosul, Irak utara, mendapat perlawanan sengit dari pasukan teroris ISIS, namun utusan khusus Presiden Amerika Serikat mengakui keberhasilan pasukan Irak, dan ISIS berusaha mengalihkan perhatian dengan cara melancarkan serangan di kawasan lain.

Di Suriah, sebanyak 48 orang telah keluar dari bagian timur kota Aleppo, Suriah, yang dikuasai teroris dan pemberontak menuju bagian barat kota ini yang dikuasai oleh pasukan pemerintah Suriah.

Media Iranmelaporkan bahwa jenderal termasyhur Iran Qasem Soleimani, komandan Brigade al-Quds Korpd Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), berada di Irak dan masuk ke wilayah Kurdistan.

Sebuah organisasi kemanusiaan Israel, B’Tselem, menyatakan perlawanannya terhadap aktivitas pembangunan pemukiman ilegal Israel dalam pertemuan di  PBB.

Sedikitnya 60 orang tewas akibat serangan teroris terhadap akademi kepolisian di kota Quetta, Pakistan.

Dan Qatar Fund for Development berkerjasama dengan Qatar Red Crescent, telah menandatangani perjanjian mendukung organisasi yang menyebut diri “Pertahanan Sipil Suriah”, atau dikenal dengan nama ‘White Helmets’, pada 18 Oktober lalu.

Berikut ini rangkuman beberapa peristiwa utama Timteng tersebut:

Pasukan Irak Mendapat Perlawanan Sengit Dari ISIS di Mosul

Pasukan Irak yang berjuang menuju Mosul, Irak utara, Senin (24/10/2016) dilaporkan mendapat perlawanan sengit dari pasukan teroris ISIS yang menduduki kota ini sejak 2014.

Pasukan pemerintah pusat Irak bersama pasukan Kurdistan Peshmerga terus bergerak maju dari berbagai arah menuju Mosul, sementara ISIS berusaha mempertahankan kota yang menjadi markas besarnya di Irak ini dengan meluncurkan roket, mengerahkan para sniper, menebar ranjau dan melancarkan serangan-serangan bom bunuh diri.

Brett H. McGurk, utusan khusus Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama untuk pasukan koalisi di halaman Twitternya mengakui keberhasilan pasukan Irak.  Dia menilai operasi yang sudah lama dinanti banyak orang dan sudah dimulai pada 17 Oktober itu berhasil mencapai tujuan-tujuannya.

Di arah timur Mosul, pasukan federal Irak bertempur dengan ISIS di kota Qaraqosh, daerah yang berpenduduk Kristen terbesar di Irak yang penduduknya sudah mengungsi dari sana sejak dua tahun silam ketika ISIS menyerbunya.

Pasukan Irak memasuki kota ini sejak empat hari lalu, tapi pasukan lapis baja yang tersebar di jalanan dalam kota ini mendapat serangan dari lokasi-lokasi permukiman.

Dari arah selatan, pasukan kepolisian Irak bergerak cepat menuju mosul dengan menguasai desa demi desa menuju utara hingga mendekati Sungai Tigris.

Dari arah timur laut, pasukan Peshmerga memperketat kepungannya terhadap kota Bashiqa yang dikuasai oleh ISIS.

Kalah di Kirkuk, ISIS Serang Kota Rutba, Puluhan Orang Tewas

Di tengah keterdesakannya di Mosul ISIS berusaha mengalihkan perhatian dengan cara melancarkan serangan di kawasan lain. Serangan terbaru di antaranya ialah serbuannya ke kota kecil Rutba di bagian barat Irak dekat perbatasan negara ini dengan Yordania, setelah melancarkan serangan dramatis di Kirkuk.

Dalam serangan ke kota kecil Rutba yang terletak di tengah padang pasir dekat perbatasan Yordania, ISIS sempat beberapa saat menguasai kantor pejabat setempat dan mengeksekusi lima orang, beberapa di antaranya polisi, setelah menguasai dua kawasan di kota ini.

Pasukan Irak telah membunuh sedikitnya 16 kombatan ISIS, sementara pasukan Irak yang terbunuh lima orang. Otoritas setempat memberlakukan jam malam hingga pengumuman selanjutnya.

Sebelumnya, ISIS melancarkan serangan mendadak di Kirkuk dengan mengenakan seragam polisi. Mereka menyerang beberapa kantor pemerintah dan markas keamanan hingga menewaskan puluhan orang.

48 Orang Keluar Dari Aleppo Timur di Tengah Pertempuran

Sebanyak 48 orang telah keluar dari bagian timur kota Aleppo, Suriah, yang dikuasai teroris dan pemberontak menuju bagian barat kota ini yang dikuasai oleh pasukan pemerintah Suriah, Pasukan Arab Suriah (SAA), Senin (24/10/2016).

Mereka keluar di tengah pertempuran SAA melawan pasukan teroris dan pemberontak yang berkecamuk lagi setelah jeda kemanusiaan tiga hari berakhir Sabtu sore lalu tanpa ada evakuasi korban luka dari Aleppo timur yang terkepung total oleh SAA dan sekutunya.

Disebutkan bahwa 48 warga sipil keluar dari Aleppo timur Senin sore kemarin, dan mencapai lokasi keberadaan SAA di Aleppo barat, lalu  mendapat bantuan dari pihak-pihak terkait, dan dievakuasi ke tempat penampungan sementara.

Perang Mosul, Jenderal Iran Soleimani Masuk ke Irak

Berbagai media Iran, Senin (24/10/2016), melaporkan bahwa jenderal termasyhur Iran Qasem Soleimani, komandan Brigade al-Quds Korpd Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), berada di Irak dan masuk ke wilayah Kurdistan.

Disebutkan bahwa dia sudah masuk ke kota Arbil, ibu kota wilayah Kurdistan Irak, Minggu (23/10/2016).

Menurut lembaga pemberitaan Mehr milik Iran, jenderal yang disebut-sebut andil dalam pembebasan banyak daerah di Irak dan Suriah dari pendudukan teroris ini datang ke wilayah Kurdistan Irak secara mendadak untuk memberikan nasihat militer kepada pasukan pemerintah pusat Irak dan pasukan Kurdistan Peshmerga dalam operasi pembebasan Mosul, Irak utara.

Soleimani diduga akan memberikan nasihat militer terutama kepada pasukan relawan al-Hashd al-Shaabi, termasuk di kota Tel Afar di utara Mosul yang mayoritas penduduknya bersuku Turkmen dan bermazhab Syiah.

Media Iran menyebutkan bahwa penguasaan atas Tel Afar akan memperkuat koordinasi antara al-Hashd al-Shaabi dan pasukan Suriah.

 ‘Ancaman Israel Tidak Bisa Hentikan Kampanye Anti-Pendudukan’

Sebuah organisasi kemanusiaan Israel, B’Tselem, menyatakan perlawanannya terhadap aktivitas pembangunan pemukiman ilegal Israel dalam pertemuan di  PBB, Sabtu (22/10/16). Mereka juga mengatakan mereka akan meneruskan kampanye anti-pendudukan meski mendapat banyak ancaman dari Tel Aviv.

Pernyataan itu dikeluarkan B’Tselem setelah David Bitan, pemimpin parlemen dan partai Likud Israel, mengancam akan mencabut kewarganegaraan Direktur Eksekutif B’Tselem, Hagai El-Ad.

Dalam interview di Channel 2 Israel pada Jumat (21/10/16), Bitan mengatakan ia sedang memikirkan kemungkinan legal untuk menindak El-Ad dan mendakwanya sebagai pelanggar kepercayaan rezim.

Akademi Kepolisian di Pakistan Diserang Teroris, 60 Orang Tewas

Sedikitnya 60 orang, sebagian besar taruna polisi, tewas dan 100-an lainnya luka-luka akibat serangan teroris terhadap akademi kepolisian di kota Quetta, Pakistan. Demikian dinyatakan para pejabat Pakistan usai operasi pengamanan secara besar oleh militer, Selasa (25/10/2015),

Sebanyak 200 peserta pelatihan kepolisian ditempatkan di akademi itu ketika serangan itu terjadi pada Senin malam sekira pukul 23.20  waktu setempat, dan beberapa disandera selama serangan yang berlangsung sekitar lima jam.

Lashkar-e-Jhangvi (LeJ) mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. Kelompok ini telah dilarang oleh pemerintah karena pernah terlibat dalam serangan sebelumnya terhadap pasukan keamanan.

(afp/dpa/alsumarianews/raialyoum/farsnews/sana/sputnik/afp/presstv/aljazeera/qna)