Rangkuman Berita Utama Timteng, Selasa 14 Februari 2017

isis di palmyraJakarta, ICMES: Rusia menyatakan Pasukan Arab Suriah (SAA) mendekati kota Palmyra (Tadmur) dalam operasi militer yang menewaskan sekira 200 anggota kelompok teroris takfiri ISIS, sementara komisi urusan Arab parlemen Mesir menginginkan kembalinya Suriah ke Liga Arab.

Rakyat Bahrain bergelora dalam semangat menyambut tahun keenam revolusi melawan despotisme rezim al-Khalifa yang berkuasa di negara ini.

Belasan petinggi ISIS tewas terkena serangan udara Irak, tapi Abu Bakar al-Baghdadi tapi tak jelas bagaimana nasibnya.

Berita selengkapnya:

Rusia: SAA Di 20 km Palmyra, 200 Anggota ISIS Tewas

Kementerian Pertahanan (Kemhan) Rusia menyatakan bahwa Pasukan Arab Suriah (SAA) mendekati Palmyra (Tadmur) sejarak kurang dari 20 km dalam pergerakannya untuk membebaskan kota kuno ini dari pendudukan kelompok teroris takfiri ISIS.

Kemhan Rusia menjelaskan bahwa alam pergerakan ini pasukan udara Rusia menyokong SAA dengan serangan udara gencar selama satu pekan lalu.

“Jet-jet tempur Rusia telah melancarkan serangan lebih dari 90 kali ke arah jalan Palmyra di provinsi Homs selama sepekan lalu sebagai dukungan kepada tentara Suriah yang telah membebaskan sebagian wilayah provinsi ini seluas 805 km persegi dari cengkraman ISIS,” ungkap Kemhan Rusia dalam statemennya, Senin (13/2/2017).

Disebutkan pula bahwa dalam satu pekan itu pula sebanyak lebih dari 200 teroris ISIS tewas dan sekira 180 sasaran milik ISIS hancur, termasuk  60 titik komando, 15 gudang senjata dan amunisi, 43 mobil lapis baja, dan satu unit mobil jeep bersenapan mesin.

Kemhan Rusia juga mengaku kuatir terhadap kemungkinan ISIS akan melakukan lagi aksi peledakan situs-situs sejarah Palmyra karena ISIS diketahui merencanakan pengiriman bahan-bahan peledak ke kota ini sehingga muncul dugaan bahwa mereka akan melakukan aksi terkutuk tersebut.

Sehari sebelumnya, Kemhan Rusia menyatakan bahwa SAA telah menghabisi sekira 650 teroris ISIS sejak SAA memulai operasi militer di bagian timur provinsi Aleppo. Selain itu, SAA juga menghancurkan dua unit tank, empat  kendaraan perang infantri (IFV), dan 18 kendaraan serba guna yang dilengkapi dengan persenjataan berat.

“Lebih jauh, kontrol sudah direbut kembali atas jalan menuju Raqqa yang semula merupakan jalur suplai senjata dan amunisi  kelompok-kelompok militer ISIS di kota al-Bab,” lanjut Kemhan Rusia.

Laporan lain menyebutkan bahwa SAA telah menguasai dua lagi distrik di bagian timur provinsi Aleppo, yaitu distrik Abu Jabar al-Kabir dan al-Magharah, setelah terlibat pertempuran yang menewaskan dan melukai sejumlah teroris ISIS.

Lembaga Observatorum Suriah untuk HAM mengatakan kepada DPA bahwa dalam beberapa hari terakhir ini ISIS bertempur mati-matian dan berhasil mematahkan sebagian serangan SAA.

Di pihak lain, Pasukan Kebebasan Suriah (FSA) yang dibantu tentara Turki dalam operasi militer bersandi Perisai Furat dilaporkan telah menguasai 40 persen pusat kota al-Bab.

Di sana mereka menguasai beberapa tempat di distrik Zamzam, barat laut al-Bab, termasuk rumah sakit al-Hikmah, Masjid Zamzam, stadion olah raga, dan markas Partai Baath Suriah. (raialyoum/alalam/irna/almasdarnews)

Parlemen Mesir Ingin Suriah Kembali ke Liga Arab

Komisi urusan Arab parlemen Mesir, Selasa (13/2/2017), merilis statemen mengenai perkembangan situasi politik Suriah berisikan penegasan atas kedaulatan dan integritas Suriah serta penjagaan lembaga-lembaga pemerintahan di negara pimpinan Presiden Bashar al-Assad ini.

Selain itu, komisi ini menyatakan keinginannya supaya Suriah kembali ke pangkuan organisasi negara-negara Arab, Liga Arab.

“Kami menegaskan pentingnya Suriah kembali ke posisinya di Liga Arab,” bunyi statemen itu.

Sebelumnya, komisi ini mengungkapkan hasrat mereka untuk menjadikan Mesir sebagai tuan rumah perundingan damai perwakilan pemerintah dan oposisi Suriah.

Pada Agustus 2012 Suriah dikeluarkan dari Liga Arab karena pemerintahan Bashar al-Assad dituduh sebagai penindas oleh sejumlah negara yang berpengaruh di organisasi ini, terutama Arab Saudi. Kampanye sudah dihembuskan supaya kursi keanggotaan Suriah di Liga Arab diisi oleh perwakilan kubu pemberontak Suriah, tapi ternyata kursi itu sampai sekarang  tetap kosong.

Mesir semula merupakan negara yang paling diharapkan rezim Riyadh dapat menyesuaikan diri dengan ambisi Arab Saudi. Tapi belakangan ini, terutama setelah pemerintahan al-Assad semakin dapat mengendalikan gejolak pemberontakan dan terorisme di Suriah, Mesir menunjukkan independensinya dari Arab Saudi dengan bersikap netral terhadap pemerintah dan oposisi Suriah serta mendukung perjuangan Damaskus melawan terorisme. (almayadeen)

Peringati Hari Revolusi, Rakyat Bahrain Akan Gelar Unjuk Rasa Akbar Anti Rezim al-Khalifa

Pemimpin Aliansi Pemuda Revolusi 14 Februari Bahrain, Isham al-Manami, menyatakan bahwa rakyat Bahrain sedang bergelora dalam semangat menyambut tahun keenam revolusi melawan despotisme rezim al-Khalifa yang berkuasa di negara ini.

Al-Manami, Senin (13/2/2017), menegaskan bahwa darah para pejuang revolusi Bahrain yang ditumpahkan oleh rezim al-Khalifa melalui dua kejahatan berupa “eksekusi politik” dan “eksekusi lapangan”  akan menjadi gempa bagi penguasa Bahran dan para penguasa negara-negara lain yang melindunginya.

Menurutnya, peringatan yang akan ditandai dengan pawai akbar di seantero Bahrain ini merupakan bukti tekad rakyat Bahrain untuk melanjutkan revolusi sebagaimana  tekad mereka saat mengawali revolusi  pada enam tahun silam.

“Pembunuhan dan pengusiran, penindasan dan penyiksaan, pemenjaraan dan pengungsian, semuanya tidak akan mengubah tekad rakyat dalam menentang rezim diktator al-Khalifa dan bercita-cita membangun sistem politik baru yang sejalan dengan kehendak dan aspirasi rakyatnya,” ungkap al-Manami.

Dia menambahkan mental rezim Bahrain sudah jatuh meskipun didukung oleh Inggris karena perjuangan rakyat tetap bergelora sejak enam tahun silam sampai sekarang, danrakyat akan menggelar unjuk rasa akbar untuk memperingati tahun ke-6 revolusi ini, Selasa (14/2/2017).

Dilaporkan bahwa Senin malam rakyat Bahrain sudah mulai turun ke jalanan untuk menyongsong peringatan revolusi Bahrain yang dimulai pada tahun 2011 ini.

Malam itu, unjuk rasa bertema “Kesetiaan Kepada Syuhada’” digelar di seluruh penjuru negara ini, dan terjadi kericuhan karena tentara Bahrain yang ditempatkan di berbagai lokasi strategis menyerang para pengunjuk rasa dengan menembakkan gas air mata hingga menyebabkan sejumlah orang cidera. (almanar/fna)

Belasan Petinggi ISIS Tewas di Irak, Nasib al-Baghdadi Tak Jelas

Militer Irak menyatakan belasan petinggi kelompok teroris ISIS tewas terkena serangan udara Irak terhadap tempat pertemuan para petinggi ISIS di mana pemimpin besarnya, Abu Bakar al-Baghdadi, diduga menghadirinya, tapi tak jelas bagaimana nasibnya.

Pasukan operasi gabungan Irak dalam statemennya yang dirilis, Senin (13/2/2017), menyatakan bahwa para petinggi ISIS Sabtu lalu berkumpul di kota kecil al-Qaim, provinsi Anbar, Irak Barat, kemudian diserang jet tempur Irak sehingga tak kurang dari 13 pemimpin ISIS tewas.

Statemen itu menyebutkan nama para tokoh ISIS yang tewas, tapi nama Abu Bakar al-Baghdadi tidak termasuk di dalamnya, dan tidak disebutkan pula apakah dia terluka atau tidak.

Minggu lalu beberapa sumber menyebutkan al-Baghdadi kemungkinan menderita luka kemudian dilarikan ke wilayah Suriah.

“Sel-sel intelijen telah memantau pergerakan sebuah konvoi yang memindah al-Baghdadi dari kawasan Raqqah, markas utama ISIS di Suriah, ke kawasan al-Qaim melalui perbatasan…  Satu konvoi yang terdiri atas tiga mobil Land Cruiser telah bergerak dari provinsi Raqqah pada 9/2/2017 dan berhenti di kawasan al-Suwai’iyyah di sekitar Albu Kamal, dan pada hari berikutnya mobil-mobil itu diganti dengan beberapa truk di kawasan Albu Kamal, ” ungkap militer Irak.

Militer Irak menambahkan, “Di situ juga terdapat drone yang dikendalikan oleh petugas mereka yang berjulukan Abu Ammar al-Iraqi dari kota Samarra… Konvoi itu bergerak ke kawasan al-Obeidi dan berhenti di tempat yang dinamai Diwan al-Khilafah (Dewan Kekhalifahan) yang terkait dengan seseorang yang memiliki julukan Abu Khalil al-Ghazawi.”

Dijelaskan pula bahwa al-Baghdadi saat itu dibarengi oleh Abu Abdillah al-Anbari alias Abu Janat al-Rawi, pejabat bidang keamanan, dan enam petinggi ISIS lainnya.

Jet tempur F-16 milik Irak kemudian menggempur tempat pertemuan mereka pada Sabtu 11 Februari, tapi statemen itu tidak menyebutkan apakah al-Baghdadi ada di sana ketika serangan terjadi.

“Serangan udara langsung terhadap tempat pertemuan ini menewaskan 13 petinggi teroris ISIS,” lanjut statemen itu.

Militer Irak juga melaporkan bahwa puluhan anggota ISIS lainnya juga terbunuh akibat serangan udara lain di kawasan yang sama.

Perdana Menteri Irak Haider Abadi 7 Februari lalu mengatakan otoritas Irak mengantongi informasi tempat keberadaan gembong ISIS Abu Bakar al-Baghdadi.

Saat ditanya mengenai apakah al-Baghdadi berada di Mosul yang sebagian besarnya sudah direbut lagi oleh pasukan Irak, Abadi mengatakan, “Saya tidak ingin mengungkapkan apapun soal ini, ada data-data tertentu mengenai di mana dia berada.”(raialyoum)