Rangkuman Berita Utama Timteng, Sabtu 5 November 2016

hashd-al-shaabi-balik-bendera-isisJakarta, ICMES:  Relawan Irak al-Hashd al-Shaabi berhasil membebaskan sejumlah desa dan menghabisi banyak anggota ISIS dan menghancurkan peralatan tempur mereka di Mosul, sementara ISIS membunuh ratusan orang, termasuk 50 pembelot dan 180 mantan pegawai pemerintah Irak di sekitar markas mereka di Mosul.

Sekjen Hizbullah mengecam tuduhan rezim Arab Saudi bahwa para pejuang Yaman bermaksud merudal kota suci Mekkah al-Mukarramah.

Jeda kemanusiaan telah diterapkan secara sepihak oleh Rusia selama tujuh jam namun tak ada militan atau warga sipil yang beranjak keluar dari Aleppo timur.

Berikut ini rangkuman berita selengkapnya;

Relawan Irak Habisi Banyak Teroris ISIS di Barat Mosul

Relawan Irak al-Hashd al-Shaabi berhasil membebaskan sejumlah desa, menguasai beberapa kawasan, menghabisi banyak anggota ISIS dan menghancurkan peralatan tempur mereka di barat kota Mosul, 400 km utara Baghdad.

Pasukan relawan besar dalam statamennya, Jumat (4/11/2016), menyatakan berhasil membebaskan “kawasan seluas 2000 km persegi yang terdiri atas desa-desa Atasah, Ghuzail al-Sufla, Ghuzail al-Ulya, al-Ragi al-Janubiyah, dan kawasan-kawasan Mashirfah dan Hibarah yang terhubungan dengan selatan Mosul, serta menguasai sepenuhnya kawasan Khat al-Layen di barat Mosul dan persimpangan strategis Idayah.”

Statemen itu menambahkan bahwa pasukan ini telah “membunuh sejumlah besar anggota ISIS, menghancurkan peralatan mereka, menyita 13 peluncur roket yang dipasang untuk menyasar pasukan al-Hashd al-Shaabi, membersihkan bom dari desa-desa yang sudah terbebaskan serta jalanan dan bangunan, dan membebaskan puluhan keluarga yang dijadikan ISIS sebagai tameng.”

Juru bicara pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS) Kolonel John Dorrian menyatakan pemimpin besar ISIS Abu Bakar al-Baghdadi sudah kehilangan kendalinya terhadap sebagian besar anggotanya.

“Telah tersiar rekaman al-Baghdadi yang menyerukan kepada pasukannya supaya tidak meninggalkan Mosul. Ini sendiri sudah menunjukkan bahwa al-Baghdadi tidak bisa berkomunikasi dengan para komandan ISIS di Mosul,” katanya.

ISIS Bantai Ratusan Penduduk di Mosul

Juru bicara lembaga kemanusian PBB Ravina Shamdasani, Jumat, menyatakan ISIS membunuh ratusan orang, termasuk 50 pembelot dan 180 mantan pegawai pemerintah Irak di sekitar markas mereka di Mosul.

50 orang dieksekusi karena desersi di pangkalan militer Ghatlani di Mosul pada hari Senin, dan 180 dieksekusi pada Rabu, ketika ISIS mundur dari kota Gogjali.

Hal tersebut dilaporkan Shamdasani dalam briefing reguler PBB di Jenewa, Jumat (4/11/2016), dengan mengutip “laporan terpercaya” dari berbagai sumber, termasuk dari daerah yang diduduki ISIS.

Dia juga mengatakan bahwa ISIS telah mengangkut 1.600 warga yang diculiknya dari kota Hammam al-Alil ke Tal Afar pada hari Selasa. Para korban ini bisa jadi akan digunakan sebagai perisai manusia, dan sebagian diantaranya mungkin juga diboyong ke Suriah. Selain itu, ISIS juga mencokok 150 keluarga dari Hammam al-Alil ke Mosul pada hari Rabu.

“Juga pada Rabu, ISIL (ISIS) dilaporkan mengggunakan pengeras suara untuk memerintahkan penduduk Lazaghah dan desa-desa Arij, sekitar 5 km dari pusat kota Hammam al-Alil, supaya meninggalkan desa mereka atau dihukum berat,” kata Shamdasani.

ISIS mengumumkan kepada warga Hammam al-Alil bahwa mereka harus menyerahkan anak-anak mereka, terutama anak laki-laki di atas usia sembilan tahun, untuk dijadikan pasukan di bawah umur.

Nasrallah Kecam Klaim Pejuang Yaman Serang Mekkah

Sekretaris Jenderal Hizbullah Sayyid Hassan Nasrallah mengaku heran terhadap tuduhan rezim Arab Saudi bahwa para pejuang Yaman bermaksud merudal kota suci Mekkah al-Mukarramah.

“Tuduhan Saudi terhadap tentara Yaman dan komite rakyat bahwa mereka melesatkan rudal balistik ke arah Mekkah al-Mukarramah tidak benar dan dusta belaka,” katanya dalam kata sambutan pada sebuah acara mengenang pejuang besar Hizbullah Haji Mostafa Shahadeh di Beirut, Jumat (4/11/2016).

“Saudi berdusta dan ingin semua orang di dunia percaya kepadanya, meskipun kedustaan ini tak didukung dengan alasan apapun,” lanjutnya.

Dia juga mengatakan bahwa percaya kepada klaim bahwa rakyat Yaman menyerang tanah suci sedangkan mereka adalah pihak yang dibunuhi setiap hari tak ubahnya dengan ikut melontarkan fitnah terhadap mereka.

Sehari sebelumnya, para ulama Yaman dari berbagai golongan menggelar konferensi di Sanaa, ibu kota negara ini, dan merilis statemen yang menegaskan bahwa klaim yang menyudutkan komite-komite rakyat Yaman itu dusta belaka dan ditujukan untuk mengalihkan perhatian khalayak dunia dari kejahatan agresi “Saudi-Amerika’ terhadap Yaman.

Jeda Kemanusiaan Sehari, Tak Ada Militan Yang Keluar Dari Aleppo

Jeda kemanusiaan telah diterapkan secara sepihak oleh Rusia selama tujuh jam pada Jumat (4/11/2016), namun tak ada militan atau warga sipil yang beranjak keluar dari Aleppo timur, tempat militan pemberontak dan teroris terkepung oleh pasukan pemerintah Suriah dan sekutunya.

Sebagaimana jeda kemanusiaan sebelumnya yang diterapkan pada Oktober lalu, jeda kemanusiaan kali ini juga dimaksudkan oleh Rusia selaku sekutu Suriah sebagai kesempatan untuk mengevakuasi korban luka dan warga yang sakit, sekaligus peluang bagi militan yang bersedia meninggalkan kawasan itu.

Sebanyak delapan koridor telah disediakan untuk mereka, dua di antaranya jalur Castillo di bagian utara dan jalur al-Khair – al-Masyaraqah di bagian timur sebagai koridor khusus yang dapat dilintasi oleh militan dan warga sipil.

Alih-alih bersedia keluar dari Aleppo timur, militan bersenjata malah menggempur jalur Castillp dengan tujuh roket dan menyebabkan seorang wartawan TV pemerintah menderita luka.   Selain itu, dua tentara Rusia juga mengalami “luka ringan” akibat serangan itu.

Jeda kemanusiaan itu diberlakukan mulai pukul 09.00 hingga 19.000 waktu setempat.

Dua wartawan AFP melaporkan dari jalur al-Khair dan al-Musyaraqah bahwa hingga enam jam setelah dimulainya jeda kemanusiaan tak seorangpun muncul dan keluar dari arah timur.

 (raialyoum/rudaw/sputnik/reuters/ alsumarianews/almanar/almasirah/sana)