Rangkuman Berita Utama Timteng, Sabtu 31 Desember 2016

UN security council votes to expand sanctions on IranJakarta, ICMES: .Rusia mengajak Mesir, Arab Saudi, Qatar, dan Kuwait bergabung dengan upaya segi tiga Rusia, Iran dan Turki menyelesaikan krisis Suriah, sementara gencatan senjata antara pemerintah dan oposisi Suriah berjalan konsisten meskipun terjadi pelanggaran kecil.

Di pihak lain,  Jabhat al-Nusra bersumpah untuk terus berusaha menggulingkan pemerintahan Bashar al-Assad, dan sebanyak 150  teroris telah masuk ke kota Aden, Yaman selatan, dengan menggunakan sebuah pesawat Turki.

Berita selengkapnya;

Rusia Ingin Mesir, Saudi, Kuwait dan Qatar Bantu Perundingan Damai Suriah

Wakil tetap Rusia untuk PBB, Vitaly Churkin, Jumat (30/12/2016) menyatakan negaranya akan menyambut baik Mesir, Arab Saudi, Qatar, dan Kuwait jika empat negara Arab ini bergabung dengan upaya segi tiga Rusia, Iran dan Turki menyelesaikan krisis Suriah, terutama dalam persiapan perundingan damai delegasi pemerintah dan oposisi Suriah yang akan digelar di Astana, ibu kota Kazakhstan.

Dia mengatakan, “Mesir merupakan negara yang dapat dilibatkan dalam persiapan pertemuan di Astana, dan juga ada pihak-pihak lain yang sangat penting, termasuk Kerajaan Arab Saudi, Kuwait dan Qatar.”

“Kami mengharapkan bergabungnya pihak-pihak lain (dengan perundingan Rusia, Iran dan Turki),” pintanya.

Churkin memastikan Iran “akan berpartisipasi aktif dalam penyiapan pertemuan Astana”, menyusul “pertemuan penting segi di Moskow 20 Desember lalu yang melibatkan para menteri luar negeri Rusia, Iran dan Turki.”

Dia menyatakan bahwa bekerjasama dengan Turki, Rusia mengajukan draf resolusi yang akan disidangkan oleh Dewan Keamanan PBB dengan tujuan mendukung kesepakatan perjanjian gencatan di Suriah antara pemerintah dan oposisi Suriah yang telah diumumkan oleh Rusia, Turki, dan Rusia pada Kamis malam dan diterapkan sejak Jumat.

“Setelah upaya panjang Rusia dan Turki, diumumkanlah dokumen penting yang menuntut dihentikannya perang di Suriah dan mendesak pemerintah dan oposisi agar berunding secara langsung di Astana pada akhir-akhir Januari mendatang. Karena itu kami bekerjasama dengan utusan Turki membagikan dokumen-dokumen resmi di Dewan Keamanan dan menyiapkan draf resolusi untuk ratifikasi dokumen-dokumen ini. Kami telah membagikan draf itu malam lalu, dan saya berniat memaparkannya hari ini dalam pertemuan dewan, kepada para anggota,” papar Churkin.

Dia berharap Dewan Keamanan PBB meratifikasi draf resolusi yang diajukan oleh Moskow dan Ankara itu untuk dilakukan pemungutan suara atasnya hari ini, Sabtu. Dia juga menyambut baik partisipasi negara manapun dalam “negosiasi serius”  untuk meredakan krisis Suriah. (raialyoum)

Gencatan Senjata Suriah, Terjadi Pelanggaran Kecil

Lembaga Observatorium Suriah untuk HAM menyatakan bahwa gencatan senjata antara pemerintah dan oposisi Suriah yang diterapkan sejak Jumat kemarin dengan mediasi Rusia dan Turki tampak berjalan konsisten di sebagai besar wilayah Suriah, meskipun terjadi insiden penembakan oleh sniper yang menewaskan satu orang di kawasan pinggiran Damaskus, ibu kota Suriah.

Rami Abdulrahman, direktur eksekutif lembaga yang bermarkas di London, Inggris, ini, Jumat malam (30/12/2016), mengatakan, “Satu orang terbunuh akibat tembakan sniper di kawasan Ghouta Timur, dan ini merupakan korban sipil pertama sejak diterapkannya gencatan senjata pada 17 jam lalu.”

Dia menambahkan bahwa terjadi gelombang baru pemboman kawasan utara provinsi Daraa di selatan Suriah yang menjatuhkan beberapa korban luka.

Meski terjadi pelanggaran, lanjutnya, gencatan senjata tampak berjalan konsisten di sebagian besar kawasan yang tersebar di semua penjuru Suriah.

Rami mengatakan bahwa sebelumnya telah terjadi kontak senjata antara pasukan Suriah dan militan oposisi di kawasan Wadi Bardi dekat kota Damaskus, dan terlibat pula dalam pertempuran ini kelompok Jabhat Fateh al-Sham alias Jabhat al-Nusra, cabang al-Qaeda di Suriah.

Seperti pernah diberitakan, gencatan senjata tidak berlaku untuk kelompok-kelompok yang diakui sebagai organisasi teroris seperti ISIS dan Jabhat al-Nusra.

Menyusul kontak senjata itu, jet tempur Suriah membom kawasan Wadi Bari di barat laut Damaskus, tapi tidak menjatuhkan korban.

“Pemerintah Suriah mengatakan bahwa Wadi Bardi tidak termasuk dalam gencatan senjata. Pemerintah meyakini bahwa Jabhat Fateh al-Sham telah memutus persediaan air untuk Damaskus. Pemerintah mengatakan tidak akan menolerir hal ini,” ungkap Abdulrahman kepada DPA, sementara oposisi membantah pernyataan pemerintah Suriah tersebut.

Beberapa sumber air di Wadi Wardi dan sumber air al-Faijah di dekatnya merupakan sumber-sumber utama kebutuhan air bersih penduduk Damaskus dan sekitarnya.

PBB menyatakan prihatin atas pemutusan suplai air bagi 4 juta penduduk Damaskus dan sekitarnya sejak 22 Desember lalu.  (raialyoum)

Jabhat al-Nusra Bersumpah Gulingkan al-Assad

Juru bicara Jabhat al-Nusra yang belakangan berganti nama menjadi Jabhat Fateh al-Sham bersumpah untuk terus mengangkat senjata demi menggulingkan pemerintahan Bashar al-Assad.

Juru bicara kelompok teroris cabang al-Qaeda di Suriah ini, Hissam al-Syafi’i, melalui media sosial Telegram, Jumat (30/12/2016), menegaskan pihaknya tidak terlibat dalam perjanjian gencatan senjata, dan menilai perjanjian yang dimotori oleh Rusia, Iran dan Turki ini sebagai pengkhianatan.

“Gencatan senjata ini tidak menyinggung adanya milisi Iran dan pendudukan Rusia… Satu-satunya jalan ialah menggulingkan pemerintahan jahat Suriah dengan operasi militer, dan jihad. Segala bentuk solusi politik yang mempertahankan pilar-pilar pemerintahan ini merupakan pengkhianatan terhadap revolusi berkah yang telah dimulai enam tahun silam ini,” tulisnya.

Gencatan senjata telah diterapkan di Suriah sejak Jumat kemarin, namun tidak berlaku untuk kelompok-kelompok teroris semisal Jabhat al-Nusra dan ISIS. (raialyoum)

150 Teroris Dipindah Dari Turki Ke Yaman

Sumber keamanan Yaman menyatakan  sebanyak 150  teroris telah masuk ke kota Aden, Yaman selatan, dengan menggunakan sebuah pesawat Turki menyusul pembebasan kota Aleppo oleh pasukan pemerintah Suriah.

“Beberapa elemen yang berafiliasi dengan kelompok-kelompok takfiri telah diturunkan di bandara Aden yang kini dikendalikan oleh pasukan pendudukan Uni Emirat Arab,” ungkap sumber anonim itu, Jumat (30/12/2016).

Tanpa memberikan keterangan lebih lanjut tentang itu, dia juga mengungkapkan bahwa rencananya, 158 antek Arab Saudi yang menderita luka dalam perang di Taiz akan dilarikan ke rumah sakit di Turki.

Laporan lain menyebutkan 11 pasukan antek Saudi tewas dan beberapa lainnya terluka dalam pertempuran dengan tentara dan pasukan rakyat Yaman di berbagai kawasan provinsi Taiz.

Sumber militer Yaman mengatakan, “Enam orang di antaranya terbunuh di timur Gunung al-Han di kawasan al-Dhabab, Taiz, dan tiga lainnya cidera. Empat lainnya di antara para antek itu tewas di distrik al-Shilu, dan satu sisanya di Bukit al-Wakil, Taiz.” (almasirah/irna)