Rangkuman Berita Utama Timteng, Sabtu 21 Januari 2017

perusakan isis di palmyraJakarta, ICMES: ISIS hancurkan beberapa lagi peninggalan sejarah Romawi di situs Palmyria, Suriah, sementara Liga Arab mengakui pihaknya sudah lama tersisih dari isu Suriah, dan Turki menyatakan tak lagi ngotot pada penyingkiran Presiden Suriah Bashar al-Assad. Bersamaan dengan ini, AS menyatakan telah menggempur kamp pelatihan teroris al-Qaeda di Idlib, Suriah, hingga menewaskan 100-an orang.

Berita selengkapnya;

ISIS di Suriah Hancurkan Beberapa Lagi Peninggalan Romawi di Palmyra

Kawanan teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) kembali memamerkan kebejatan dan vandalismenya kepada dunia. Mereka menghancurkan  peninggalan sejarah berupa monumen Tetrapylon dan bagian dari gedung teater Romawi di kota kuno Palmyra, Suriah.

Vandalisme ini menjadi kasus terbaru serangan ISIS terhadap peninggalan sejarah Suriah, dan merupakan mimpi buruk lagi bagi negara pimpinan Presiden Bashar al-Assad ini.

“Ini merupakan film horror, dan kita akan melihatnya lebih banyak lagi. Selagi masih dibawah kontrol mereka, kota ini akan tetap menjadi sandera,” ungkap Maamoun Abdul Karim, pejabat Suriah yang menangani peninggalan kuno, Jumat (20/1/2017).

“Ini merupakan skandal. Palmyra diduduki tapi tak ada kemarahan dari masyarakat internasional. Kami berusaha melindungi peradaban, ini di luar pertimbangan politik, diperlukan solidaritas internasional,” lanjutnya.

Pasukan Suriah dan Rusia sudah membebaskan kota itu dari pendudukan ISIS pada Maret 2016, tapi Desember kemudian ISIS merebutnya kembali ketika pasukan Suriah dan Rusia berkonsentrasi pada pembebasan kota Aleppo. Belakangan ini dikabarkan pasukan Suriah sudah memulai operasi militer secara masif untuk pembebasan lagi, tapi belum ada laporan mengenai perkembangannya.

Saat pertama menduduki Palmyra, ISIS menggempur musium dan puing kono, meledakkan menara Kuil Bel yang menjulang tinggi dan berusia 2000 tahun serta Arch of Victory bersama artefak-artefak lain yang terkira nilainya.  Tak cukup dengan itu, mereka melengkapi kebrulatannya dengan mengeksekusi arkeolog terkemuka Khaled al-Assad.

Abdulkarim menjelaskan bahwa kali ini ISIS menghancurkan Tetrapylon, koleksi pilar monumental di panggung dekat pintu masuk kota kuno ini, dan bagian depan teater Romawi, di mana musisi orkestra St Petersburg Mariinsky pernah tampil dalam konser kemenangan. (guardian)

Sekjen Liga Arab Akui Organisasi Ini Tersisih Dari Isu Suriah

Sekjen Liga Arab Ahmed Aboul Gheit menyatakan organisasi negara-negara Arab ini sejak beberapa tahun lalu tersisih dari isu Suriah dan digeser oleh PBB. Dia juga sulit memperkirakan apa yang dilakukan Amerika Serikat (AS) di masa kepresidenan Donald Trump.

“Upaya Liga Arab untuk masuk ke isu Suriah bersamaan dengan dimulainya krisis negara ini tak membuahkan hasil, dan kemudian tersisih dari isu ini,” katanya dalam jumpa pers di Beirut, Jumat (20/1/2017).

Hal ini dia katakan saat menjawab pertanyaan wartawan bagaimana peran Liga Arab dalam perundingan damai Suriah di Astana, Kazakhstan, dan mengapa ini selama tak ada kabar mengenai peran organisasi ini dalam beberapa isu Arab, padahal seharusnya sangat berperan.

Dia menambahkan, “Memang, konflik Suriah lebih bersifat regional daripada internasional. Saya setuju dengan pendekatan bahwa Liga Arab tidak masuk dalam konflik-konflik regional yang melibatkan anggotanya.”

Dia kemudian berharap agar ketika gencatan senjata permanen sudah berjalan dan proses politikpun dimulai untuk mengatasi kemelut Suriah Liga Arab dapat memainkan peranannya untuk memulihkan Suriah sebagai sebuah negara regional yang berada dalam kerangka Arab.

Ditanya apakah dia kuatir terhadap era kepresidenan Donald Trump di Amerika Serikat (AS, terutama terkait pernyataan Trump mengenai hubungan AS dengan Israel, Aboul Gheit mengatakan, “Pernyataan Trump mengenai al-Quds (Baitul Maqdis/Yerussalem) menyita pikiran kami, tapi kami berharap dia berhati-hati dalam masalah ini dan memikirkan langkah-langkah selanjutnya mengenai al-Quds timur, karena segala tindakan yang tak dipertimbangkan secara matang sebelumnya dapat menimbulkan dampak yang fatal.” (irna)

Turki Tak Mau Ngotot Lagi Soal Bashar al-Assad

Deputi Perdana Menteri Turki Mehmet Şimşek dalam pertemuan  Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) di Davos, Swiss, Jumat (20/1/2017), menyatakan negaranya sudah tidak akan bersikeras lagi untuk “penyelesaian Suriah tanpa Bashar al-Assad.”

Şimşek yang mewakili Turki dalam berbagai pertemuan WEF  pada pertemuan bertema “Irak dan Suriah: Penuntasan Konflik” di Davos mengatakan bahwa krisis Suriah perlu disikapi secara realistis dan implementatif.

“Turki tak dapat bersikeras dengan penyelesaian tanpa Bashar al-Assad dalam krisis Suriah yang berkelanjutan sejak 2011. (Kebersikerasan) ini tidak akan realitis,” katanya.

Pemerintah Ankara selama ini, terutama Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan secara pribadi, menyatakan bahwa syarat pertama penyelesaian krisis Suriah ialah menyingkirnya Bashar al-Assad.

Mengenai perundingan damai Suriah di Astana, Kazakhstan, yang akan diselenggarakan Senin (23/1/2017), dengan kerjasama Rusia, Iran dan Turki,  Şimşek menyatakan negaranya sangat berharap pada konferensi ini, namun sampai sekarang belum jelas siapa yang akan mewakili Turki dalam perundingan ini karena masih perlu melihat taraf partisipasi negara-negara lain.

Sementara itu, Presiden al-Assad sendiri dalam wawancara dengan TBS milik Jepang mengatakan bahwa penegakan gencatan senjata merupakan tema yang diprioritaskan dalam agenda perundingan di Astana.

“Kami berharap akan terbentuk podium untuk perundingan antarkelompok Suriah mengenai segala sesuatu, tapi saya yakin bahwa yang akan diutamakan ialah pencapaian gencatan senjata,” tuturnya.

Dia juga menegaskan bahwa dalam agenda negaranya tidak ada istilah pemerintahan transisional. (irna/raialyoum)

Pentagon Nyatakan 100-an Militan Tewas Terkena Serangan Udara AS

Kementerian Pertahanan  Amerika Serikat (AS), Pentagon, menyatakan  lebih dari 100 militan tewas akibat serangan udara Amerika Serikat (AS) terhadap kamp pelatihan al-Qaida di Suriah.

Dilaporkan bahwa  serangan ini menjadi yang kedua terbesar serangan kontra-terorisme AS pada jam-jam terakhir kepresidenan Barack Obama.

Juru bicara Pentagon, Kapten Angkatan Laut Jeff Davis, Jumat (20/1/2017) mengatakan kamp itu berada provinsi Idlib dan aktif paling tidak sejak 2013.

“Penghapusan kamp pelatihan ini mengganggu operasi pelatihan dan mengecilkan nyali para Islamis garis keras dan kelompok-kelompok oposisi Suriah untuk bergabung atau bekerja sama dengan al-Qaida di medan perang,”katanya, seperti dilansir Guardian.

Serangan itu dilakukan pada sekitar tengah hari Kamis waktu Washington dengan menggunakan satu pesawat pembom B-52 dan sejumlah pesawat nirawak, dan terjadi kurang dari 24 jam setelah serangan pesawat siluman B-2 dan beberapa nirawak terhadap dua kamp militer di sebuah daerah terpencil Libya yang menewaskan 80-90 anggota ISIS.

Jumat kemarin IRNA melaporkan laporan yang beredar di kalanga netizen bahwa sebanyak lebih dari 140 teroris anggota kelompok cabang al-Qaeda di Suriah,  Jabhat al-Nusra, dan Gerakan Nour el-Din el-Zenky tewas diterjang serangan udara tak dikenal. (guardian/irna)