Rangkuman Berita Utama Timteng, Sabtu 17 Desember 2016

rusia-suriahJakarta, ICMES: Amerika Serikat menolak inisiatif Rusia untuk pengeluaran kawanan bersenjata dari Aleppo sehingga Rusia sendiri yang menerapkannya.

Jenderal Inggris David Richard menyatakan Barat harus mengakui kekalahannya dalam perang Suriah.

Aktivis medsos sebar foto keberadaan Komandan Brigade al-Quds Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Jenderal Qassem Soleimani di kota Aleppo.

Imam dan khatib Masjid al-Aqsa menyebut pemindahan Kedubes Amerika Serikat (AS) dari Tel Aviv ke al-Quds (Baitul Maqdis) pernyataan perang.

Abu Bakar al-Baghdadi terpantau selalu berpindah sambil “berganti-ganti rupa.”

Berita selengkapnya;

AS Enggan, Rusia Turun Tangan Sendiri Usir al-Nusra Dari Aleppo

Militer Rusia, Jumat (16/12/2016), menyatakan pasukan Suriah telah menyisir kantung-kantung terakhir militan pemberontak di Aleppo.

“Operasi pembebasan Aleppo timur yang semula dikuasai oleh militan pemberontak sudah tuntas, dan pasukan pemerintah Suriah menyisir kantung-kantung para ekstrimis,” ungkap militer Rusia.

Sebelumnya militer Rusia menyatakan bahwa evakuasi militan oposisi dan keluarga mereka dari Aleppo timur sudah selesai dan tak ada yang tersisa lagi kecuali “para ekstrimis” yang menghendaki perang hingga titik darah penghabisan.

Namun sumber militer Suriah sendiri mengatakan bahwa operasi ini “belum selesai, melainkan ditangguhkan. “ Turki juga menyatakan proses evakuasi di Aleppo timur belum selesai.

Kepala Direktorat Operasi Utama pada Staf Umum Angkatan Bersenjata Rusia, Letjen Sergey Rudskoy, menyatakan Amerika Serikat (AS) menolak inisiatif pengeluaran kawanan bersenjata dari Aleppo dengan berbagai macam dalih sehingga Rusia sendiri yang menerapkan inisiatif itu secara sepihak.

“Selama satu tahun kami telah berusaha dalam berbagai pertemuan dan perundingan dengan AS di berbagai level untuk mendorong AS menuju langkah-langkah operasional pemisahan antara oposisi moderat dan teroris, tapi AS menolak melakukannya dengan berbagai dalih,” ungkapnya dalam konferensi pers.

Dia menambahkan, “Saat itulah Rusia lantas mengusulkan upaya bersama untuk mengeluarkan teroris Jabhat al-Nusra dari Aleppo timur, tapi juga tidak mendapat sambutan dari AS. Sekarang tindakan ini kami lakukan sendiri.”

Rudskoy memastikan bahwa operasi pemisahan antara kelompok oposisi moderat dan kawanan teroris di Aleppo sudah selesai. Menurutnya, jumlah anggota kelompok-kelompok ekstrimis 4500 orang yang sebagian besar sudah dikeluarkan dari kota ini dalam jangka waktu 24 jam, dan dengan demikian maka selesailah pemisahan tersebut.

Menlu Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan proses evakuasi di kawasan-kawasan oposisi di Aleppo timur belum selesai.

“Proses evakuasi belum selesai, masih banyak orang yang ingin meninggalkan kawasan ini,” katanya dalam konferensi pers di Ankara tak lama setelah militer Rusia menyatakan proses itu sudah selesai, dan sebelum militer Suriah menyatakan proses itu belum selesai, melainkan ditangguhkan. (raialyoum)

Jenderal Inggris: Barat Kalah Perang di Suriah

Mantan kepala staf angkatan bersenjata Inggris Jenderal David Richard menyatakan Barat harus mengakui kekalahannya dalam perang Suriah.

“Sayang sekali, tampak bahwa kita kalah dalam perang, tapi ini bukan berarti kita kalah dalam perdamaian. Kita harus bersenjatakan strategi yang benar, dan saya kira inilah yang harus menjadi fokus para politisi dan pejabat Barat,” katanya kepada BBC, Jumat (16/12/2016)

Dia mengatakan negara-negara Barat memerlukan strategi yang jelas, seperti halnya Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Suriah Bashar al-Assad yang, menurutnya, sudah berada di atas angin menggungguli para pemimpin Barat.

“Tidak ada strategi yang jelas di Barat, menyedihkan. Kita melawan seseorang dalam Putin dan Assad yang memiliki strategi yang sangat jelas dan mereka lebih pintar dari kita saat ini,” katanya.

Jenderal Inggris ini pada tahun 2012-2013 mengusulkan campurtangan militer di Suriah, tapi ditolak oleh para menteri. Karena itu dia mengatakan, “Saat itu seharusnya Barat melancarkan aksi ini dan menggulingkan Bashar al-Assad, atau mulai mendukung kekuasaannya sebagai opsi alternatif.”

Dia menjelaskan, “Kami menawarkan strategi militer yang kredibel yang akan mengambil waktu sekitar satu tahun untuk eksekusi. Kami diberitahu bahwa kita tidak memiliki waktu satu tahun, sehingga rencana itu tidaklah sangat baik. Baiklah, kalau begitu kita mesti berpikir untuk mendukung al-Assad, karena akibatnya akan lebih buruk dari semua skenario yang memungkinkan.”

Dia menyerukan supaya dalam situasi Suriah sekarang ini perang segera dihentikan. (aol/rt)

Aktivis Sebar Foto Jenderal Iran Soleimani di Aleppo

Para aktivis medsos memublikasi beberapa foto keberadaan Komandan Brigade al-Quds Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Jenderal Qassem Soleimani di kota Aleppo yang baru berhasil dibebaskan oleh pasukan pemerintah Suriah dan sekutunya dari pendudukan kawanan pemberontak dan teroris.

Tanpa disebutkan kapan persisnya foto-foto itu diambil, dijelaskan bahwa dalam foto dia terlihat memantau jalannya operasi militer di kota Aleppo dan meninjau keadaan di kawasan bersejarah Benteng Aleppo.

Soleimani adalah orang yang namanya paling sering disebut di media sebagai jenderal Iran yang andil besar dalam operasi penumpasan terorisme di Suriah dan Irak.  (alalam)

Imam al-Aqsa: Pemindahan Kedubes AS ke al-Quds Sama Dengan Pernyataan Perang

Imam dan khatib Masjid al-Aqsa, Baitul Maqdis,Syeikh Ikrimah Sabri  Jumat (16/12/2016), menegaskan bahwa pemindahan Kedubes Amerika Serikat (AS) dari Tel Aviv ke al-Quds (Baitul Maqdis) tak ubahnya dengan pernyataan perang.

“Janji presiden (terpilih) AS Donald Trump untuk memindah kedubesnya ke al-Quds dalam kampanye pemilu merupakan pelanggaran terhadap hak penduduk Palestina, karena pemindahan kedubes itu sama dengan pengakuan bahwa al-Quds adalah ibu kota bagi Yahudi, dan ini juga berarti penistaan  hak orang-orang Palestina di kota ini,” ungkap Syeikh Sabri dalam khutbah Jumatnya di Masjid al-Aqsa.

Dia menambahkan, “Janji ini juga bertolak belakang dengan apa yang disebut resolusi internasional yang menganggap al-Quds sebagai kota pendudukan… Jika janji ini sampai dipenuhi maka AS menganggap al-Qus sebagai ibu kota Yahudi, dan dengan demikian AS menyatakan perang lagi terhadap penduduk Palestina, dan bahkan terhadap Arab dan umat Islam. ” (alalam)

Al-Baghdadi Terpantau Terus Bergerak dan Ganti-Ganti Rupa

Komandan pasukan kontra-terorisme Irak Brigjen Fadhi Jamill al-Barwari menyatakan pihaknya mengetahui keberadaan gembong kelompok teroris ISIS, Abu Bakar al-Baghdadi, dan dia terpantau terus bergerak berpindah tempat sambil “berganti-ganti rupa.”

Dia mengatakan, “Kami memiliki informasi yang cukup tentang dia, kami mengetahui tempat keberadaannya, yaitu distri Biaj (barat Mosul), sedangkan tempat tinggalnya ada di bawah tanah. Meskipun terus bergerak, tapi dia juga mengubah-ubah bentuknya, seperti mencukur jenggot, dan bahkan mengubah rupa melalui operasi plastik agar wajahnya tak dikenali.”

Al-Barwari juga menyebutkan jumlah korban tewas di pihak ISIS, berbagai kesulitan yang ada dalam operasi pembebasan Mosul, danbahwa  penduduk kota ini menyambut hangat kedatangan pasukan kontra-terorisme Irak.

Al-Baghdadi semula adalah pemimpin jaringan teroris al-Qaeda di Irak, tapi kemudian kelompok teroris ISIS terbentuk dan dia tampil sebagai pemimpinnya. (alalam)